SORRY… (RE-PUBLISH)

Cast :

Park Leeteuk

Park Kyuhyun

Park Donghae

Kim Heechul

Genre :

Family, Brothership, Friendship, Hurt

Author :

Ayu Rahayu

Summary :

Aku akan menahan semua rasa sakit ini sendiri. Aku akan selalu menutup luka hatiku dengan senyuman. Aku akan selalu menamakan penderitaanku dengan kebahagian. Aku akan tetap kuat, terus tersenyum dan berdiri dengan tegar, aku akan terus seperti itu hingga Tuhan mengatakan waktunya untuk kembali.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

Chapter 1…

Seorang namja manis dengan senyuman yang menghiasi wajahnya terlihat tengah duduk didepan bingkai jendela kamarnya yang bernuansa putih ini. Tangan putihnya terlihat tengah memegang sebuah buku catatan bersampul biru yang mungkin telah di penuhi oleh tulisan-tulisannya.

Aku selalu percaya, bahwa kisah bahagia selalu berada di akhir cerita.

Mungkin hal yang sama juga akan terjadi pada kisahku.

Aku hanya berharap, di akhir cerita yang telah Tuhan tuliskan, akan terselip sedikit kisah bahagia untukku.

Walaupun itu hanya sedikit, tapi aku pasti akan sangat mensyukurinya.

Park Leeteuk

Masih dengan senyuman yang memperlihatkan lesung pipi kecil di sudut dagunya, namja ini pun mengakhiri tulisannya di atas lembar putih bukunya. Namja ini pun mulai mendongakkan kepalanya untuk menatap langit malam yang sekarang tengah menumpahkan air langitnya.

"Eomma… Apakah surga itu sangat indah? Hingga eomma rela meninggalkanku dan memilih untuk tinggal di sana." gumam namja ini, dengan perlahan ditengadahkannya tangannya dibawah guyuran hujan. Dipejamkannya matanya mencoba merasakan tiap sapuan lembut titik-titik hujan yang membasahi permukaan tangannya.

"Jika surga itu sangat indah, maka bawalah aku untuk tinggal bersamamu eomma." Tanpa terasa setetes air mata telah turun dari balik matanya yang tengah terpejam. Tak ada suara isakan, yang ada hanyalah air mata yang terus turun membasahi kulit pucatnya setetes demi setetes.

Leeteuk pov

Annyeong.. Aku Park Leeteuk, tapi orang-orang terdekatku sering memanggilku Teuki. Kalian tahu, leeteuk itu artinya special. Appa yang memberikan nama itu, katanya karena aku adalah hadiah paling special yang diberikan Tuhan untuk appa dan eomma.

Aku memiliki 2 orang adik, satu kandung dan yang satunya lagi adalah adik tiri. Tiri?

Ne, setahun setelah kepergiannya eomma ke surga, akhirnya appa pun menikah lagi. Aku tidak keberatan saat appa menikah lagi, karena apa pun yang membuat appa bahagia maka aku pun akan ikut bahagia. Apa lagi Hyera eomma adalah yeoja yang baik, dia sangat menyayangiku. Begitu pun dengan anaknya Park Donghae, yang otomatis sekarang menjadi adik tiriku.

Bahkan rasa sayang Hyera eomma dan Donghae padaku jauh lebih besar jika dibandingkan dengan rasa sayang appa dan Kyuhyun padaku. Atau… appa dan Kyuhyun justru memang tidak menyayangiku lagi?

Huuuhh…

Setiap mengingat itu, aku pasti akan selalu merasa sesak dan akhirnya aku pun… menangis.

Tapi seperti apa pun perlakuan Appa dan Kyuhyun padaku, aku akan tetap menyayangi mereka. Karena bagiku mereka adalah orang yang sangat penting dalam hidupku.

"Baiklah Teukie, sebaiknya sekarang kau tidur. Dan berharap agar hari esok akan terasa lebih membahagiakan dari hari. Fighting Park Leeteuk…!" Aku pun segera menghapus air mataku dan kembali memasang senyuman yang selalu berhasil menjadi topeng untuk menyembunyikan semua rasa sakitku.

Aku pun segera menutup jendela yang tadi sempat aku buka dan bersiap untuk tidur, karena bagaimana pun aku tetap membutuhkan tenaga untuk menjalani hari esok.

Tapi baru saja aku akan merebahkan tubuhku, tiba-tiba aku mendengar suara ketukan pintu. Aku pun kembali bangkit dan membukakan pintu seseorang yang sekarang tengah berdiri di balik pintu kamarku.

"Tuan muda, nyonya memanggil untuk makan malam." Ucap Kim ahjumma saat aku telah membukakannya pintu. Kim ahjumma adalah salah satu pelayan di rumah ini, tapi walaupun dia hanya seorang pelayan, aku tetap menyayanginya. Kim ahjumma sangat perhatian padaku, seperti sekarang, bahkan aku sendiri pun lupa jika sekarang telah waktunya makan malam atau aku lah yang sengaja untuk melupakannya? Ahh… entahlah.

"Emh… ahjumma, katakan pada eomma jika aku tidak ikut makan malam."

"Tapi kenapa? kau sakit nak?" Aku bisa melihat raut khawatir di balik wajah Kim ahjumma, aku pun semakin melebarkan senyumku. Aku rasa aku adalah namja yang sangat beruntung, selain eomma dan Hyera eomma, aku juga memiliki Kim ahjumma yang sangat menyayangiku dan sekarang, aku rasa aku tidak memiliki alasan lagi untuk terus bersedih.

"Anio, aku hanya tidak ingin merusak acara makan malam keluarga. Ahjumma ingat saat terakhir kali aku ikut makan makam bersama? Saat itu appa marah-marah dan akhirnya appa meninggalkan meja makan, dan aku tidak ingin itu terulang lagi, jadi lebih baik aku menghindar. Lagi pula, aku masih kenyang setelah makan bersama Chullie tadi sore."

"Tapi…"

"Gwenchana ahjumma, sebaiknya sekarang ahjumma segera kembali jika tidak maka ahjumma akan di marahin appa karena terlalu lama berbicara denganku." Ucapku dengan nada sedikit bergurau.

"Baiklah. Jaljayo."

"Ne, jaljayo ahjumma." Aku pun segera menutup kembali pintu kamarku dan kembali bersiap untuk tidur.

.

.

.

Author pov…

Keesokan harinya, seperti biasa Leeteuk kembali bangun lebih pagi dari semua orang yang ada di rumahnya. Tentu saja bukan tanpa alasan namja ini melakukan hal seperti itu, semua ini dilakukannya hanya agar dirinya bisa sampai di sekolahnya dengan tepat waktu. Wajar saja, karena tidak seperti kedua saudaranya yang berangkat ke sekolah dengan mobil pribadi mereka, Leeteuk justru berangkat sekolah hanya dengan berjalan kaki. Sebenarnya Leeteuk bisa menggunakan Bus, tapi bagi Leeteuk berjakan kaki terasa lebih menyenangkan dari pada harus berdesakan di dalam Bus.

"Teukie, ini bekal untukmu. Kau pasti tidak akan ikut sarapan, jadi ahjumma membuatkan bekal." Ucap Kim ahjumma sambil menyerahkan sebuah kotak makan pada Leeteuk yang sekarang telah berdiri dihadapannya. Leeteuk pun dengan senyuman manisnya menerima pemberian Kim ahjumma.

"Gumawo ahjumma." Ucap Leeteuk.

"Teukie, ahjumma rasa kau harus lebih banyak beristirahat. Belakangan ini kau jadi lebih sering terlihat pucat."

"Gwenchana ahjumma, itu hanya perasaan ahjumma saja. Kalau begitu sekarang Teukie pamit ne."

"Ne, jangan lupa bekalnya harus habis."

"Ne, gumawo ahjumma." Seru Leeteuk dan mulai berlalu meninggalkan pelayan wanita itu.

"Kau adalah anak baik Teukie, tapi entah kenapa tuan selalu memperlakukanmu dengan kasar." Guman yeoja paruh baya ini dan menatap miris kepergian Leeteuk.

.

.

.

Seorang namja dengan surai coklat almond yang tertata rapi terlihat tengah berjalan menyusuri pinggiran jalan Seoul. Sepasang earphone putih terpasang di telinganya. Tak lupa pula senyum khas malaikat yang dimilikinya menambah kesan manis dalam wajah berlesung pipi itu.

Walaupun jam masih menunjukkan pukul 06:00, namun namja yang kita ketahui bernama Park Leeteuk ini tetap terlihat bersemangat dalam melangkahkan kakinya untuk menuju sekolahnya. Tapi disaat Leeteuk tengah asik berjalan tiba-tiba rasa nyeri menyerang persendian kaki kirinya, Leeteuk yang tidak bisa menyeimbangkan kakinya pun akhirnya terjatuh di aspal.

"Arrghh" erangnya kesakitan sambil memegang bagian sendinya yang terasa sangat nyeri.

"Aku bisa terlambat jika terus seperti ini. Ayolah, kenapa kau harus kambuh disaat yang tidak tepat seperti ini." Gumam Leeteuk sambil memijat-mijat kakinya, berharap dengan cara itu dia bisa mengurangi rasa nyeri yang menderanya.

10 menit sudah Leeteuk terduduk di aspal sambil memijat kakinya, tetapi rasa nyeri itu bukannya berkurang justru semakin terasa, wajahnya yang tadi terlihat cerah pun kini telah berubah pucat.

"Argghh aku rasa ini tak akan berhasil." Tanpa menunggu lagi Leeteuk pun segera meraih tasnya dan mengeluarkan sebuah botol yang berisi pil-pil kecil berwarna putih, lalu mengambil sebutil pil dan segera menelannya.

Tidak membutuhkan waktu lama, rasa nyeri yang tadi menyerangnya pun semakin berkurang hingga akhirnya menghilang. Dengan segera Leeteuk pun kembali berdiri.

"Aku pikir aku bisa bertahan tanpa obat-obatan ini, tapi ternyata tidak. Aku rasa, aku akan terus bergantung pada pil-pil ini." Lirih Leeteuk sambil menatap miris sebuah botol di tangannya.

Tin… Tin…

Suara klakson mobil akhirnya berhasil menyadarkan Leeteuk dari lamunannya.

"Teukie…" Sapa seorang namja dari dalam mobil sport merahnya. Jika di lihat dari seragam yang dikenakannya, sepertinya namja ini satu sekolah dengan Leeteuk.

"Chullie? Apa yang kau lakukan disini?"

"Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kenapa melamun di pinggir jalan seperti ini?" Tanya namja yang ternyata adalah Kim Heechul, sahabat dekat dari Leeteuk.

"Emhh… Gwenchana." Ucap Leeteuk berusaha untuk menyembunyikan keadaannya dari sang sahabat.

"Sudahlah, kajja masuk."

"Ne? Ani, aku jalan kaki saja."

"Aku bilang masuk Park Leeteuk. Kita akan jalan-jalan."

"Jalan-jalan? Bukankah seharusnya ke sekolah?"

"Anio, kajja kita membolos."

"Mwo?!"

TBC…

Annyeong… saya kambek dengan FF Re-Publish dari Last Wish.

Ceritanya saya rubah, saya juga menambah castnya seperti Kyuhyun dan Kim ahjumma.

Semoga kalian suka ne chingudeul… dan juga mianhae karena terlambat publish. Seharusnya FF ini sudah saya publish kemarin, tapi karena migrain saya yang kambuh makanya publishnya saya cancel dulu.

Oya, saya pernah janji akan membuat FF romance. Dan sekarang saya dalam proses pembuatan, semoga tidak ada halangan jadi saya bisa lebih cepat publish FF romance Leeteuk GS.

Baiklah, saya rasa itu saja cuap-cuap saya. Semoga kalian suka saja sama FF ini.

Kamsahamnida…

#BOW