SORRY

Cast :

Park Leeteuk

Park Kyuhyun

Park Donghae

Kim Heechul

Genre :

Family, Brothership, Friendship, Hurt

Author :

Ayu Rahayu

Summary :

Aku akan menahan semua rasa sakit ini sendiri. Aku akan selalu menutup luka hatiku dengan senyuman. Aku akan selalu menamakan penderitaanku dengan kebahagiaan. Aku akan tetap kuat, terus tersenyum dan berdiri dengan tegar. Aku akan terus seperti itu, hingga Tuhan mengatakan 'waktunya untuk kembali'.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

Chapter 4

Donghae pov..

" Ya Tuhan, sebenarnya kemana anak itu. Ini sudah larut malam, tapi kenapa dia belum pulang juga. " entah aku masih bisa menghitungnya atau tidak, ini sudah yang kesekian kalinya eomma mengeluh sejak sore tadi. Memang bukan tanpa alasan eomma seperti ini, ini semua karena eomma yang sangat mengkhawatirkan seseorang yang sampai detik ini belum juga pulang. Ya dialah Leeteuk hyung, seseorang yang saat ini memenuhi kepala eomma, mungkin terdengar berlebihan tapi seperti itulah kenyataannya. Sedari tadi eomma hanya terus berdiri dengan gelisah di depanku, tangannya terlihat sibuk mengutak-atik smartphone miliknya, sepertinya belum menyerah untuk terus berusaha menghubungi Leeteuk hyung.

" Eomma, cobalah duduk sebentar. Apa eomma tidak lelah? Aku saja lelah melihat eomma terus-terusan berdiri seperti itu. Jangan terlalu khawatir, mungkin sekarang Leeteuk hyung sedang bersama Heechul hyung. " ucapku berusaha menenangkan eomma. Mungkin kata-kataku tidak terlalu berpengaruh, tapi setidaknya sekarang eomma sudah mau untuk mendudukkan dirinya tepat di sampingku, aku pun tersenyum melihatnya. Jika kalian bertanya kenapa aku masih bisa tersenyum disaat seperti ini? Maka seperti yang kukatakan pada eomma tadi. Sekarang Leeteuk hyung pasti sedang bersama Heechul hyung dan aku tahu batapa Heechul hyung sangat menjaga Leeteuk hyung, jadi sekarang aku tak perlu terlalu khawatir bukan.

" Bagaimana bisa eomma tidak khawatir eoh? Ini sudah jam 9 tapi anak eomma belum juga pulang. Lagi pula, jika sampai appa-mu tahu kalau Leeteuk belum pulang maka eomma takut nanti Leeteuk akan kembali... dipukul. " Oke, aku lupa tentang satu fakta itu. Baiklah, jangan salahkan aku jika sekarang aku pun mulai merasa khawatir. Heechul hyung memang bisa menjaga Leeteuk hyung, tapi tetap saja Heechul hyung tak akan bisa menjaga Leeteuk hyung dari amarah uri appa.

" Eomma gwenchana. Sekarang appa masih di kantor, jadi appa tidak akan tahu. Aku akan segera menelfon Heechul hyung. Eomma jangan khawatir ne. " ucapku dengan lembut, tapi sekarang bukan hanya untuk mencoba menenangkan eomma tapi sekarang aku pun sedang berusaha untuk menenangkan diriku sendiri. Baru kemarin Leeteuk hyung di pukul oleh appa karena kasus kartu kredit itu, dan apakah sekarang Leeteuk hyung harus kembali di pukul hanya karena terlambat pulang ? Andwae ! bahkan membayangkannya saja sudah membuatku ingin menangis.

" Tapi sayangnya aku telah mengetahuinya. " baru saja aku akan berdiri untuk menghubungi Heechul hyung. Sekarang aku sudah harus melihat appa yang telah berdiri dihadapan kami dengan wajah merah padam. Aku tahu, sekarang appa pasti tengah menahan amarahnya. Sekarang apa yang harus kami lakukan?

" Pihak sekolah menghubungiku. Kemarin dia membolos, hari ini dia tidak mengikuti praktikum karena tidak membawa jas, kemudian dia menghilang dan tidak mengikuti pelajaran selanjutnya. Dan sampai sekarang dia belum juga pulang, anak sial itu benar-benar berniat menjadi anak pembangkak sekarang. Dia benar-benar membuatku malu. "

Mendengar penuturan appa, benar-benar membuatku terkejut. ' hari ini dia tidak mengikuti praktikum karena tidak membawa jas ' anio.. bukan seperti itu. Lebih tepatnya, dia tidak bisa mengikuti praktikum karena aku meminjam jasnya. Apakah semua ini terjadi karenaku ?

Sekarang aku hanya bisa menunduk, sambil sesekali melirik eomma yang masih setia duduk di sampingku. Aku bisa melihat air mata telah menetes membasahi pipi eomma. Eomma benar-benar menangis sekarang. Aku tahu, sejak tadi eomma terus berusaha menahan dirinya untuk tidak menangis walaupun rasa khawatir sudah mengusai dirinya. Tapi sekarang sepertinya eomma tak bisa lagi menahan diri karena ucapan appa. Eomma pun bangkit dari duduknya dan mulai berdiri tepat dihadapan appa, eomma menangkup kedua tangannya di depan dada, dan mulai menatap appa dengan tatapan memohonnya.

" Ini baru pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini. Untuk kali ini saja, tidak bisakah kau memaafkannya? Setidaknya beri kesempatan untuknya menjelaskan, kenapa dia sampai melakukan hal ini? Aku mohon padamu... " ucap eomma dengan suara paraunya. Eomma benar-benar menangis sekarang, terlihat dari air mata yang telah membanjiri wajah eomma. Dulu, saat aku masih tinggal dan hidup berdua dengan eomma, aku tak pernah melihat eomma menangis sampai seperti ini. Bahkan saat eomma bercerai dengan appa kandungku, eomma pun tidak menangis sampai seperti ini. Eomma adalah wanita yang sangat kuat, bagiku eomma adalah Wonder Woman. Tapi semenjak eomma mengenal Leeteuk hyung, semuanya seakan berubah. Sang Wonder Woman seakan berubah menjadi Ssesosok Malaikat berhati lembut, sekarang eomma menjadi sangat mudah menangis bahkan untuk hal-hal kecil, apa lagi jika itu menyangkut tentang Leeteuk hyung maka eomma akan berubah menjadi seperti saat ini.

" Haruskah kau menjatuhkan harga dirimu sendiri seperti ini hanya untuk anak itu eoh? " ucap appa masih dengan nada bicara yang terdengar tajam.

" Seorang ibu akan merelakan apa pun yang di milikinya hanya untuk anaknya. Dan itulah yang sedang kulakukan sekarang, melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang ibu. "

" Tapi dia bukan anakmu, kau harus ingat tentang satu hal itu Park Hyera! "

" Dia memang bukan anak yang terlahir dari rahimku. Tapi semenjak aku memutuskan untuk menerimamu sebagai suamiku, maka saat itu jugalah aku pun memutuskan untuk menerima anakmu itu untuk menjadi anakku. " aku pun tersenyum mendengar ucapan eomma, aku sangat bangga memiliki dia sebagai eomma-ku.

" Sudah berulang kali kukatakan padamu, dia bukan anakku! "

" Sekeras apa pun kau ingin menolak, kau harus tetap menerima bahwa dia tetaplah anakmu. Dia adalah Park Leeteuk, anak dari Park Youngmin dan Park Haneul. Kau tidak bisa mengelak dari fakta itu tuan Park. "

" Aku... menyesal pernah memiliki dia sebagai anakku. "

Deg...

Aku terpaku, setetes air mata akhirnya berhasil menembus tembok pertahanan yang sejak tadi ku bangun. Kata-kata itu memang tidak di tujukan untukku, tapi entah kenapa aku sakit saat mendengarnya. Seorang ayah menyesali keberadaan anaknya sendiri, hati anak manapun akan sakit saat mendengar kata itu dan begitu pun denganku. Sekarang aku benar-benar bersyukur karena Leeteuk hyung sedang tidak berada di sini, jika dia ada... aku tak tahu bagaimana hancurnya hatinya saat ini.

Plaakk..

" APA YANG SUDAH KAU KATAKAN EOH ?! SADARKAH KAU DENGAN APA YANG BARU SAJA KAU KATAKAN ITU ?! " aku tahu, eomma tak akan bisa menahan emosinya lagi, aku pun dengan segera bangkit dari tempatku, kupeluk eomma dengan erat.

" eomma jebal~ hentikan... " lirihku pelan.

" Aku sadar, bahkan sangat sadar dengan apa yang kuucapkan. Semuanya hancur karena kehadirannya, seandainya waktu dapat di ulang aku benar-benar tidak ingin memiliki dia sebagai anakku. Dia adalah sumber masalah dalam hidupku. "

" Kau benar-benar kejam Park Youngmin, kau tidak memiliki hati. " ini adalah pertama kalinya aku mendengar eomma berbicara dengan nada begitu tajam, bahkan sekarang eomma menolak pelukanku, dia melepaskannya dan pergi meninggalkanku bersama appa.

" Appa~ " lirihku pelan.

Donghae pov end...

.

.

.

" Appa! " seorang bocah kecil terpekik girang saat melihat sang ayah yang telah seminggu ini tak di jumpainya itu sekarang telah berdiri tepat di depan pintu rumahnya. Tanpa menunggu lama, bocah mungil itu pun segera berlari dengan kaki-kaki kecilnya untuk mendekat pada sosok yang sangat di rindukannya itu. Sang ayah yang melihat buah hatinya itu berlari kearahnya pun mulai merentangkan tangan kekarnya dan dengan sigap sang ayah menangkap tubuh mungil itu dan membawanya masuk dalam dekapannya.

" Kau merindukan appa? " mendengar pertanyaan ayahnya, bocah itu pun mengangguk dengan semangatnya sambil menunjukkan senyum polos yang menggemaskan.

" Tentu saja Teukie merindukan appa bahkan sangat merindukan appa. Appa pergi sangat lama. " ucap bocah mungil yang memanggil dirinya Teukie itu dengan nada meraju dan tidak lupa juga bibirnya yang kini telah di pout dengan lucunya. Sang ayah yang melihat tingkah menggemaskan dari anaknya itu pun tertawa pelan.

" Aigoo.. coba lihat, betapa manisnya jagoan appa ini. " ucapnya seraya mencubit pelan pipi chubby sang buah hati. Tapi sepertinya tindakannya itu bukannya membuat sang anak membaik, justru sekarang bocah mungil itu tampak semakin meraju.

" Yak appa! Teukie bukan manis, tapi Teukie itu tampan. "

" arra~ Teukie memang tampan. " ucap lelaki peruh baya itu mengalah, karena tak ingin membuat jagoan kecilnya semakin meraju. Mendengar sang ayah yang akhirnya mengucapkan pujian yang diinginkannya, bocah ini pun menampilkan cengiran khasnya, yang justru membuatnya semakin terlihat manis.

" coba lihat, karena begitu asik dengan anaknya sekarang tuan Park yang terhormat ini bahkan lupa bahwa dia juga memiliki seorang isteri di sini. " ucap seorang wanita paruh baya yang entah sejak kapan telah berada diantara anak dan ayah itu. Tuan Park selaku ayah dan suami dalam kisah ini pun menatap sang anak dengan senyumannya, Teukie kecil yang seakan paham dengan senyuman sang ayah pun mulai melepaskan dekapan hangat ayahnya dan mulai menatap lucu pada wanita paruh baya yang berperan sebagai ibunya itu.

" baiklah, Teukie akan meminjamkan appa pada eomma. Tapi jangan lama-lama ne eomma, karena Teukie masih sangat rindu pada appa. Sekarang Teukie akan bermain bersama Kim ajjushi. Pai pai appa, eomma." celoteh bocah kecil ini dengan begitu polosnya, sebelum akhirnya berlari kecil meninggalkan sang ayah bersama ibunya.

" meminjamkan? Dia pikir aku barang, yang bisa senaknya dipinjamkan. Aish.. dasar anak nakal. " oceh Tuan Park dengan senyum yang tak pernah lepas dari raut wajahnya.

" semakin hari, dia memang semakin cerewet. Aku tak tahu bagaimana jadinya nanti jika adik bayinya lahir. Mungkin dia akan menjadi semakin cerewet. " mendengar kata 'adik bayi' yang terucap dari bibir isterinya membuat Tuan Park tersenyum manis. Tuan Park pun menatap perut buncit sang isteri dan mengelusnya dengan lembut.

" Annyeong chagi.. kau pasti juga merindukan appa bukan?. " ucap Tuan Park seakan berbicara pada buah hati yang masih berada di dalam rahim sang isteri. Sekarang bagi Tuan Park tak ada lagi yang lebih membahagiakan dari ini. Tinggal menunggu 2 bulan lagi maka semuanya akan menjadi semakin lengkap. Itulah yang ada difilirannya saat ini.

" Aku mencintaimu sayang, aku juga mencintai malaikat nakal kita itu, dan aku pun mencintai calon malaikat kita. Terimakasi. Saranghae."

" Nado. Aku pun mencintai kalian. Kalian adalah sumber kebahagiaanku, kalian adalah hidupku. "

.

.

.

Diatas ranjang putih itu terlihat seorang lelaki berperawakan mungil tengah terbaring lengkap dengan baju khas rumah sakit serta masker oksigen dan tidak lupa infus yang terpasang di tubuhnya. Sejak beberapa jam yang lalu, lelaki ini tetap setia untuk memejamkan matanya.

" Teukie kenapa belum sadar~ " lirih Heechul yang duduk di samping ranjang Leeteuk. Tangannya menggenggam hangat telapak tangan sang sahabat .

Cklek..

Suara pintu terbuka dan masuklah seorang lelaki paruh baya dengan baju putih dan stetoskop yang tergantung dilehernya.

" Appa, kenapa Teukie belum sadar juga? Dia sudah tidur terlalu lama.. " lagi-lagi Heechul berucap lirih.

" Biarkan dia istirahat dulu. Appa sengaja menyuntikkan obat tidur untuknya, agar dia bisa mengistirahatkan tubuhnya. Kau tahu kan betapa keras kepalanya sahabatmu ini. " jawab pria yang ternyata adalah Kim Sooman, ayah dari Heechul dan juga dokter yang merawat Leeteuk. Sooman pun berjalan pelan menuju tempat tidur Leeteuk dan kembali memeriksa keadaan seseorang yang sudah di anggap seperti ananknya sendiri ini.

" Keadaannya sudah lebih baik. Sekarang appa harus memeriksa pasien appa yang lain, jika terjadi sesuatu segera hubungi appa. Dan jangan lupa, kau juga harus beristirahat Chullie. " ucap Sooman seraya mengelus sayang surai sang anak, dan mulai melangkah meninggalkan Heechul dan juga Leeteuk.

Heechul hanya diam, pandangannya tak pernah lepas dari wajah pucat Leeteuk yang sedikit tertutupi oleh masker oksigen yang dipasang untuk membantunya bernafas.

Drrrtttt... Drrrrttt...

Heechul terus diam, hingga suara ponsel miliknya membawanya kembali sadar dari kegiatan melamunnya. Dengan pelan, diraihnya ponsel itu.

" Yeoboseyo "

" Chullie, ini Hyera ahjumma. "

" Ne, ahjumma. Ada apa? "

" Teukie sekarang pasti sedang bersamamu bukan? "

" Ne, dia bersamaku. "

" Kalau begitu bisakah ahjumma minta tolong padamu? Tolong jaga uri Leeteuk ne."

" Ahjumma~ "

" Ahjumma bisakan percaya padamu Chullie? "

" Ne ahjumma, aku akan menjaganya. "

" Baiklah, terimakasi Chullie. "

" Ahjumma tunggu... "

" Ne, waeyo? "

" Ahjumma, bisakah Leeteuk tinggal bersamaku? Aku akan selalu menjaganya ahjumma. Aku janji, tapi biarkan dia tinggal bersamaku. Bisakah ahjumma... "

" ... "

" Ahjumma? "

" Ne Chullie, ahjumma izinkan. Bawa dia bersamamu, jaga dia dan jangan biarkan dia kembali lagi ke rumah kami. "

" Jinjja ahjumma? Kamsahamnida ahjumma. "

" Ne cheonma chagi. Kalau begitu sudah dulu ne. "

" Ne ahjumma. Sekali lagi, Kamsahamnida. "

PIP

" Kau dengar Teukie... sekarang kau akan aman. Aku akan selalu bersamamu. "

.

.

.

Kelopak itu dengan perlahan mulai terbuka, menampakkan sepasang iris hitam kelam yang indah. Ditelisik sekelilingnya, putih. aroma menyengat obat-obatan langsung menyambut penciumannya dan sekarang dia tahu, bahwa kali ini dia kembali berada di rumah sakit.

" Chullie~ " bisik namja ini saat menyadari bahwa sahabatnya tengah tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang direbahkan diatas tempat tidurnya.

" Maaf... Aku harus kembali merepotkanmu, dan terimakasi karena selalu berada disampingku. " batin Leeteuk. Dengan perlahan diangkatnya tangannya yang masih terasa lemas itu, dan dengan lembut Leeteuk mengelus surai hitam sahabatnya.

.

.

.

Pagi telah tiba. Sang mentari pun kini mulai mengerjakan tugasnya, yaitu dengan menyinari setiap belahan bumi dengan sinarnya. Tidak terkecuali dengan salah satu kamar rawat di rumah sakit Seoul ini, kini cahaya sang mentari terlihat mulai merambah masuk melalu celah-celah jendela kamar itu.

Seorang pria manis berdimple, terlihat duduk diatas ranjangnya, dengan tangan yang terlipat didada pria ini menatap lekat seorang pria lainnya yang sepertinya masih betah di dunia mimpinya.

" Kenapa dia belum bangun juga? Apa perlu aku yang membangunkannya? Tapi dia pasti lelah karena harus menjagaku semalaman. Emhh... tapi tadi malam saat aku terbangun dia sudah tertidur, itu tandanya dia tidak menjagaku." Leeteuk, sang pria manis berdimple itu seperti masih asik dengan monolognya sendiri. Hingga suara lenguhan seseorang mengintrupsi kegiatan pria manis ini. Dengan senyum yang dibuat semanis mungkin, Leeteuk pun menatap sang sahabat yang terlihat masih berusaha mengumpulkan nyawa-nyawanya karena baru bangun dari tidurnya.

" Selamat pagi Kim Heechul. " sapa Leeteuk dengan semangat.

" Ne, selamat pagi Park Leeteuk. " balas Heechul sambil merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal karena posisi tidur yang kurang nyaman.

" Mwo? Park Leeteuk? " Heechul seketika melebarkan matanya saat dia sadar bahwa seseorang yang baru saja menyapanya adalah seseorang yang semalaman ini di khawatirkannya. Dengan lekat Heechul pun menatap Leeteuk, seakan berusaha mengabsen alat-alat medis yang semalam terpasang dan kini alat-alat itu sudah terlepa semua, yaa walaupun tidak semua karena infus masih terpasang rapi di pergelangan tangan Leeteuk.

" Kenapa kau menatapku seperti itu ? " tanya Leeteuk yang merasa sedikit aneh dengan tatapan sahabatnya.

Tanpa berkata apa pun, Heechul pun langsung meraih tubuh yang memang telihat masih lemah itu untuk masuk dalam dekapannya. Leeteuk pun hanya tersenyum, dan mulai membalas pelukan hangat itu.

" Syukurlah, akhirnya kau sadar Teukie. Kau tahu, aku sangat mengkhawatirkanmu. "

" Mianhae, aku merepotkanmu lagi. " ucap Leeteuk nada penuh penyesalan, Heechul pun melepaskan pelukannya dan kembali menatap Leeteuk.

" Kau tidak pernah merepotkanku. Jadi jangan meminta maaf. " mendengar penyataan tulus sang sahabat, Leeteuk pun kembali melebarkan senyumnya.

" Baiklah... jadi sekarang apa yang sedang kau lakukan disini Kim Heechul? "

" Eoh? "

" Yak! Cepatlah bersiap-siap. Kau harus segera ke sekolah. "

" Ohhh... aku tidak akan ke sekolah hari ini. "

" Aku rasa, sekarang aku memiliki 2 pilihan untukmu pemalas. Pertama, segeralah bersiap-siap, pergi ke sekolah dan aku akan menunggumu disini. Atau yang kedua, kita berdua akan berangkat sekolah bersama. "

" Yak ! aku akan tetap disini. Jangan memaksaku. "

" baiklah... kajja kita berangkat. " Leeteuk dengan perlahan mulai bangkit dari tidurnya. Heechul yang melihat itu pun segera menahan tubuh Leeteuk dan mulai membaringkan kembali tubuh yang masih terlihat lemah itu.

" Yak! Arra... aku akan segera pulang untuk bersiap-siap dan berangkat sekolah. Kau tunggu disini, beristirahatlah! " Senyum Leeteuk pun merekah, saat melihat Heechul berjalan keluar ruang rawatnya dengan wajah tertekuk.

Setelah Heechul telah benar-benar pergi, Leeteuk pun kembali merebahkan tubuhnya. Wajah ceria dengan senyum tulus yang sedari tadi di tunjukkannya pada Heechul kini telah berubah menjadi wajah yang di penuhi oleh kesedihan dengan tatapan mata yang tampak redup.

" Aku tak perduli. Dan kau anak sial, kau harus segera mengembalikan uangku. Bagaimana pun caranya, aku hanya ingin uangku kembali. "

" 35 juta. Dimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Apa lagi dengan tubuh seperti ini. Apa yang bisa kulakukan. "

.

.

.

Kyuhyun pov...

Pagi ini, sarapan kami tampak sangat berbeda. Bukan karena makananya, karena masakan Hyera eomma dan ahjumma masih terasa sangat enak. Tapi yang berbeda sekarang adalah suasananya, terasa canggung, dingin dan hening. Donghae hyung yang biasanya tidak bisa diam, sekarang tampak sangat diam. Appa juga sama sekali tidak menegurku sejak tadi, Hyera eomma sejak tadi hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat memakannya. Aku tahu, semua ini pasti karena kejadian tadi malam, pertengkaran appa dan eomma. Ahh... ini benar-benar menjengkelkan, saat mengingat bahwa appa dan eomma selalu saja bertengkar karena dia. Inilah yang membuatku semakin membencinya.

" Eomma, gwenchana? Kenapa eomma hanya mengaduk-aduk makanannya? Makanlah eomma. " ucapku, berusaha untuk membuka pembicaraan.

" Kyu, gwenchana. Eomma hanya kurang enak badan, mungkin eomma harus kembali ke kamar sekarang. " eomma pun bangkit dari dari duduknya dan dengan langkah pelan mulai berjalan meninggalkan ruang makan

" Appa... Eomma... " panggilku yang berhasil menghentikan langkah eomma. Appa dan eomma pun dengan kompak menatap kearahku.

" Aku membencinya. Dia menghancurkan keluarga dan kebahagiaanku. Aku benar-benar berharap agar dia menghilang dalam kehidupan dan keluargaku ini. " ucapku berusaha untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hatiku. Bisa kulihat, air mata sudah menetes di pipi eomma.

" Aku pasti menyakitimu eomma, maafkan aku. Tapi sikap eomma yang selalu saja membelanya, itu juga menyakitiku eomma. " lirihku dalam hati.

" Park Kyuhyun, apa yang kau katakan?! Dia yang kau maksud itu adalah hyungmu Kyu, kau harus ingat itu. " ucap Donghae hyung yang kini juga mulai menatapku. Eomma dan Donghae hyung sama saja, selalu saja membelanya.

" Hyung yang kumiliki hanya Donghae hyung. " aku pun mulai bangkit dari dudukku dan berjalan meninggalkan ruang makan.

" PARK KYUHYUN TUNGGU. " teriak Donghae hyung berusaha menghentikan langkahku, tapi aku tidak memperdulikannya. Mood ku benar-benar hancur pagi ini. Aku hanya berharap agar aku tidak berjumpa denganya di sekolah nanti.

TBC

Bagaimana ceritanya chingudeul? Pasti semakin gaje -_-

Sebenarnya rencana mau posting minggu lalu tapi karena ada halangan jadilah baru hari ini baru bisa saya posting

Oya, sebenarnya saya ada FF Romance dengan pairing KyuTeuk, KyuMin, KangTeuk.

Tapi ffn-nya gak bisa posting. Entah karena saya kelamaan gak posting 'New Story' atau akun Ffnya yang error. Yang pasti saya sudah berulang kali coba untuk posting, tapi selalu saja gagal -_-

Jadi maaf ne, kalau ff Romancenya belum bisa saya posting dulu.

Baiklah, saya rasa cukup sampai di sini saja dulu. Dan saya masih mengharapkan review kalian :D

Kamsahamnida... :D