Title : Eternal Sunshine Chapter 1

Genre : Brothership, Friendship and Family

Rate : K

Cast

Cho Kyuhyun

Park Jungsoo / Leeteuk

Lee Sungmin

Choi Siwon

Kim Ki Bum

Choi Kyusoo (OC)

And other cast

Summary :

Warning : Typos, Gaje, OOC, if read dont bash and review after read.

DONT PLAGIAT!

Disclaimer : All them belong to them selves and God, iam just a fan who use their name for my story.

Story by asmawi97

.

.

Eternal sunshine Chapter 1

.

.

''Kyusoo -ah... Mianhae...eomma mianhae. Jebbal kajima.'' suara tangisan tersebut seolah menggema di seluruh ruangan tersebut.

''Eomma... Jebbal hajimara..'' dua orang putra yang berada disisi kiri dan kanannya terus mencoba menenangkan eomma nya yang terus menangisi mendiang adik bungsunya.

''Relakan Kyusoo eomma..''

''ANDWAEEE...! Eomma bahkan belum meminta maaf padanya, kembalikan Kyusoo ku!'' ucap sang eomma sambil menatap foto putra bungsunya yang terlihat sedang tersenyum.

''Jebbal... Kem...ba..li..kaaan..Kyusooku.'' suara sang eomma semakin melemah dan ambruk membuat kedua putranya langsung panik.

''EOMMA...!''

.

.

Sementara di waktu yang sama, dua orang namja sedang menunggu dengan cemas di depan sebuah ruangan, dimana adik bungsu mereka sedang berjuang antara hidup dan matinya.

Pintu ICU tersebut terbuka membuat kedua namja tersebut menghampiri dengan cepat Uisa dan menanyakan keadaan dongsaeng mereka.

''Bagaimana keadaan dongsaeng kami uisanim?'' sang dokter membuka maskernya dan tersenyum.

''Dongsaeng kalian selamat, dia hanya belum terbiasa dengan jantung barunya. tapi sekarang dia sudah baik-baik saja.'' kedua namja tersebut tersenyum dan mengucapkan syukur di dalam hati mereka.

.

.

Seorang namja berkulit putih pucat yang terbaring di ranjang rumah sakit tersebut terlihat sedikit menggerakan jari-jari tangannya dan perlahan membuka kedua matanya.

''Kyuhyunie kau sudah sadar dongsaeng?''

''Hyung..aku, tidak mati?'' ucap nya lirih. Sang kakak langsung menggeleng. Dia lalu menggenggam dengan erat tangan dongsaeng nya lalu mengecup kening dongsaeng nya tersebut.

''Aniyo...ada seseorang yang mendonorkan jantung nya untuk mu Kyuhyunie.''

''Nu...gu?''

''Molla, yang penting sekarang kau sembuh dongsaeng.''

Kyuhyun lalu meraba dada kirinya dia sangat bersyukur kalau memang kematian tidak jadi merenggutnya.

''Aku akan menjaga jantung ini dengan baik. Dan menjalani kesempatan kedua ku dengan sangat berharga hyungdeul.'' kedua hyung nya Leeteuk dan juga Sungmin mengangguk.

Kyuhyun lalu memejamkan matanya sambil tersenyum ''Jeongmal Gomawoyo..''

.

.

.

.

2 Tahun Kemudian ~

Seorang namja membuka sebuah pintu kamar dengan pelan. Dia lalu memandang keseluruhan kamar tersebut, kamar yang dulu di tempati oleh adik bungsunya, Choi Kyusoo. Namja tersebut ternyata adalah putra sulung keluarga Choi, Choi Siwon.

PRANG!

''Kau harusnya tahu kalau semua barangku ini adalah mahal! Kenapa kau memecahkan nya!''

Siwon langsung membalikan badannya saat melihat bayangan tentang dirinya dan juga adik bungsunya. disana terlihat dia yang sedang memarahi adiknya karena memecahkan barangnya.

''Mianhaeyo Siwon hyung...''

''Mian?! Kau pikir dengan meminta maaf barangku akan kembali seperti semula?!''

Siwon lalu menghampiri bayangan tersebut namun disaat ia sudah sampai bayangan tersebut menghilang.

Siwon mengepalkan tangannya dengan erat dan memukulkan nya pada cermin yang berada di kamar tersebut saat ingatannya tentang Kyusoo adiknya terlihat dengan jelas.

''Kyusoo -ah... Mianhae jeongmal mianhae.''

.

.

Keributan di pagi buta juga terdengar di sebuah kamar sewa sederhana yang di tempati oleh tiga orang namja.

Seorang namja sedang berusaha untuk

membangunkan dongsaeng nya yang terlihat tidak bergeming di tempat tidurnya.

''Kyuhyunie, ireona... Kau bisa telat Kyuhyunie.''

''Aish! Kyuhyunie palli.'' Sungmin terlihat menuntun Kyuhyun kekamar mandi, Kyuhyun sendiri terlihat masih sangat mengantuk. Dan hanya menurut saja saat Sungmin menggiringnya ke kamar mandi dengan piama bermotif lucu yang masih di pakainya.

Leeteuk yang melihat interaksi kedua dongsaeng nya hanya tersenyum. Setiap pagi dongsaeng kecil mereka sangat sulit di bangunkan sehingga memerlukan cara-cara 'khusus' untuk membangunkan nya.

Ya Leeteuk hanya tinggal dengan mereka berdua selama ini. Kedua orang tua mereka meninggal saat mereka masih kecil. Sejak saat itu Leeteuk menjadi appa, eomma dan juga hyung untuk kedua dongsaeng nya. Apalagi Kyuhyun yang masih sangat kecil waktu itu.

Dia dan juga Sungmin, mereka berdua sangat memperhatikan dongsaeng kecil mereka, apalagi saat mengetahui Kyuhyun punya penyakit kelainan jantung. Mereka bahkan jadi sangat protektif terhadapnya.

.

.

''Hyung akan mengantar mu sampai kau benar - benar tiba di sekolah mu Kyuhyunie,.'' Kyuhyun langsung membelalakan matanya saat salah satu hyung nya, Sungmin sudah bersiap-siap untuk mengantarnya.

''Aish! Hyung, kau berlebihan. Aku sangat malu jika namja seusia ku masih diantar hyung nya ke sekolah!'' Kyuhyun menggembung kan pipinya mendengar penuturan hyung nya yang selalu seenak nya.

''Teuki hyung, coba lihat bocah ini tidak mau kuantar, dia bilang dia sangat malu.'' Sungmin mengadu pada Leeteuk membuat Kyuhyun semakin kesal.

''Kyuhyunie turuti hyung mu, apa kau mau kami berdua yang mengantar mu.'' Leeteuk mengatakan nya dengan nada yang membuat Kyuhyun bergidik.

''Aniyo... Kajja Sungmin hyung...'' Kyuhyun langsung menggenggam tangan Sungmin dan keluar dengan cepat dari kamar sewa sederhana mereka.

.

.

''Sungmin hyung berhenti memegang tangan ku seperti ini, lihat semua orang memandang kita!'' Kyuhyun terlihat protes pada Sungmin yang justru terlihat tidak peduli, dia bahkan semakin mengeratkan pegangannya.

''Hyung tidak peduli, hyung hanya merasa bersyukur. nae namdongsaeng Kyuhyunie masih hidup dan berada disini dengan hyung.''

''Sungmin hyung...'' Kyuhyun benar-benar merasa terharu, sejak dua tahun lalu kedua hyung nya sering sekali menggenggam tangannya erat seperti ini. Mereka bilang, mereka hanya merasa bersyukur karena dia masih berada di tengah-tengah mereka.

Sungmin lalu menatap Kyuhyun sendu. ''Kyuhyunie kau harus tetap sehat, dongsaeng.''

.

.

Mereka sudah sampai di sekolah Kyuhyun, Sungmin masih terus memegang tangan Kyuhyun dengan erat, bahkan sampai mereka berjalan di koridor menuju kelas Kyuhyun membuat Kyuhyun sangat malu. Dia hanya menundukan kepalanya saat bertemu dengan sunbae atau hoobae yang mengenalnya.

''Nah ini dia kelasmu Kyuhyunie.'' Sungmin benar-benar mengantar Kyuhyun sampai sekolah dan memastikan Kyuhyun duduk dengan manis di bangkunya.

''Oh Changmin-ah... Minho-ah tolong jaga uri Kyuhyunie nde.'' ucap Sungmin lembut pada kedua teman Kyuhyun Changmin dan Minho yang baru saja memasuki kelas tersebut.

''YA! Sungmin hyung berhenti menitipkan ku pada seluruh orang aku bukanlah bayi!'' Kyuhyun mempoutkan mulutnya yang justru membuat dia terlihat imut.

''Kau bilang kau tidak suka di sebut bayi, tapi kau sendiri sering bertingkah seperti bayi Kyuhyunie. neomu kyeopta...'' ucap Sungmin gemas sambil mencubit kedua pipi chubby milik dongsaeng nya dengan pelan.

''Tenang saja Sungmin hyung, kami pasti akan menjaganya dengan baik.''

.

.

Kyuhyun dan Sungmin sedang berjalan menuju halte bus.

''Aish Kyuhyunie hyung lupa membeli persediaan garam.''

''Mwo? Aish hyung, kenapa kau bisa melupakan hal seperti itu?!''

''Tunggu disini jangan kemana-mana Kyuhyunie!'' Kyuhyun mengerucutkan mulutnya saat mendengar hyung nya lagi-lagi menyuruhnya untuk menunggu dan jangan kemana-mana. Persis seperti seorang eomma yang menyuruh anaknya untuk tidak nakal.

''arraseo!'' ucap Kyuhyun kesal dan menunggu hyung nya di halte bus sambil memainkan ponselnya.

.

.

.

Kibum terus memandangi foto adik bungsunya yang sedang tersenyum.

Dia sangat ingat adiknya tersebut sering tersenyum meskipun mendapat perlakuan buruk dari eomma, hyung, dan juga dirinya.

Dia juga ingat kata-kata Kyusoo dua hari sebelum mendiang adiknya tersebut meninggal karena sebuah kecelakaan.

.

.

''Kibum hyung sampai kapan kau akan terus seperti ini?'' Kyusoo bertanya pada Kibum yang terlihat membelakangi nya.

''Aku bukanlah malaikat yang akan hanya terus tersenyum jika terus diperlakukan seperti ini hyung...'' Kibum mengepalkan tangannya erat saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut adiknya.

Entah mengapa hatinya seolah bisa merasakan kesedihan yang selama ini adiknya rasakan.

''Kesabaran ku... ada batasnya hyung.'' Kibum tetap bergeming di tempatnya membuat Kyusoo yakin bahwa dia tidak akan pernah mendapat kasih sayang dari siapapun di dunia ini.

''arraseo hyung... kau, kalian memang tidak akan pernah menyayangi ku. Suatu saat nanti jika aku mati tolong jangan menyesal dan menangisi ku. Karena aku, tidak membutuhkan nya!''

.

.

Sekarang dia benar-benar menyesal seharusnya saat itu dia berbalik dan menghampiri dongsaeng nya.

''Mianhae Kyusoo-ah.. Jeongmal mianhae.''

Kibum masih terus memandang foto adik bungsunya sambil sesekali menyeka air matanya.

Kibum lalu mencoba mengalihkan perhatian nya kearah jalanan Seoul.

Dia membelalakan matanya saat melihat seseorang yang sudah sangat dia rindukan tersebut, 'Kyusoo' terlihat sedang terduduk di halte bus.

'apa ini mimpi?' Kibum langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri namja yang dia pikir 'Kyusoo' tersebut.

Dia melihatnya. Wajah itu rasanya sudah sangat lama dia memimpikan saat seperti ini.

''Kyusoo -ah...'' ucapnya pada namja tersebut yang terlihat acuh dan tidak begitu memperdulikan Kibum.

Kibum lalu mendekati namja tersebut dan memegang lengannya ''Siapa kau..? kau... Kyusoo?''

''Apa yang kau lakukan, lepaskan!'' namja tersebut terlihat mencoba melepaskan tangan Kibum darinya, tapi seperti nya tenaganya kalah kuat oleh Kibum.

''Kyusoo... ini hyung Kyusoo-ah...'' bukannya melepas, Kibum justru langsung memeluk namja tersebut dengan erat sambil menangis. Rasa bersalah itu tidak pernah hilang walaupun sudah dua tahun adiknya tiada.

''Aish! lepas!''

.

.

Kyuhyun terus mencoba melepaskan dirinya dari pelukan namja yang menurutnya asing tersebut, namja tersebut terus memeluknya bahkan sangat erat. membuat dia cukup takut.

'orang macam apa dia ini?'

Kyuhyun mencoba melepaskan pelukan namja asing tersebut. Tapi percuma, namja tersebut seolah tidak mau melepaskan pelukan nya.

''Apa yang kau lakukan?!'' pelukan tersebut langsung terlepas saat seseorang menghentakan tangan Kibum dengan keras dan memandang nya dengan tajam.

Ternyata orang tersebut adalah Sungmin,

Kyuhyun yang melihat Sungmin langsung bersembunyi di belakang tubuh hyung nya tersebut.

Kibum langsung tersadar. Dia... memang sangat mirip dengan Kyusoo tapi jelas-jelas dia bukanlah Kyusoo.

''Mianhae... aku pikir, aku pikir aku mengenalnya..'' Kibum membungkukan badannya saat menyadari kesalahan nya.

''Kau membuat adikku takut!''

''Mianhae.. Jeongmal Mianhae..'' Sungmin tidak begitu peduli dengan Kibum, dia hanya khawatir dengan keadaan dongsaeng nya.

''Kyuhyunie Gwenchana?'' Sungmin bertanya pada Kyuhyun yang terlihat shock.

''Gwenchana hyung...''

.

.

.

''KYUSOO-AH... EOMMA MIANHAE... ANDWAEEE.. KEMBALIKAN KYUSOO KU!'' suara teriakan eomma nya menyambut Kibum saat dia membuka pintu rumah megahnya tersebut.

Rumah megah yang bak istana itu terlihat begitu suram bagi Kibum. Pasalnya Semenjak Kyusoo adik bungsunya meninggal, eomma mereka menjadi seperti kehilangan kendali. Setiap hari rumah tersebut tidak pernah sepi dari teriakan dan juga tangisan eomma nya.

Kibum lalu menaiki tangga rumahnya dengan cepat dan menemukan sang eomma sedang di beri suntikan oleh seorang dokter dan juga perawat.

''Eomma... sampai kapan eomma akan terus seperti ini?'' Siwon melihat eomma nya yang tertidur setelah diberi obat penenang oleh dokter yang biasa menangani eomma nya.

''obat agar eomma mu sembuh hanyalah satu, yaitu Kyusoo. Tapi Kyusoo sudah meninggal jadi itu tidak mungkinkan Siwon-ah...?'' Siwon mengeratkan pegangannya pada tangan eomma nya.

'obat agar eomma nya kembali seperti dulu adalah Kyusoo?' Kibum, dia ingat dengan sangat jelas. Namja tadi sangat mirip dengan Kyusoo.

''Siwon hyung aku ingin membicarakan sesuatu padamu.'' Siwon yang sedang memandang eomma nya langsung mengalihkan perhatian nya terhadap adiknya.

''Ada apa Kibumie?'' Kibum memberi isyarat agar Siwon mengikutinya.

''Siwon hyung aku tahu cara agar eomma kembali seperti dulu lagi.'' Kibum berbicara setelah sebelumnya mendudukan dirinya di kursi yang berada di taman belakang rumahnya ini.

''Mworago?''

''Obatnya adalah Kyusoo kan? tadi siang aku melihat seseorang yang sangat mirip dengan Kyusoo. Siwon hyung, dia benar-benar mirip dengan Kyusoo.''

''Jinja?!'' Kibum mengangguk dia lalu mengangsurkan foto yang tadi diambilnya setelah kejadian tadi siang.

Siwon lalu melihat foto yang diangsurkan Kibum padanya. ''Dia... memang terlihat seperti Kyusoo Kibum-ah...'' Siwon memandang foto ditangannya dengan sedih.

Namja di foto tersebut benar-benar seperti adiknya dua tahun silam. Saat adiknya juga mengenakan seragam sekolah, sama seperti namja yang berada di foto yang sedang dipegang nya.

''Aku bahkan sempat mengira kalau dia Kyusoo dan memeluknya seperti orang gila hyung...''

''Kibum-ah... Kita harus mendapatkan nya.'' Kibum mengernyitkan dahinya bingung dengan ucapan sang hyung.

''Maksud mu?'' Siwon memandang Kibum dengan tegas.

''Namja ini, harus menjadi adik kita.''

.

.

''Ahjussi tolong cari tahu informasi tentang dia.'' Siwon mengangsurkan sebuah foto pada sekertaris yang sangat dia percaya.

''Pastikan ahjussi mendapat informasi lengkap tentang dia.'' sang sekertaris hanya mengangguk dan sedikit membungkukan tubuhnya mendengar perintah dari atasannya tersebut.

.

.

Minho melihat beberapa orang berpakaian hitam yang terlihat mencurigakan. Sejak tadi, di sekolah dan sekarang di kedai es krim, mereka semua terlihat terus memandang kearah Kyuhyun.

Awalnya dia tidak peduli tapi melihat mereka seperti terus mengikuti mereka dan membuntuti mereka terutama Kyuhyun.

Membuat dia jadi sangat curiga.

''Changmin -ah... Ikut aku sebentar.'' Changmin yang sedang memakan es krim nya memandang Minho dengan heran. Begitupun Kyuhyun

''Ada apa? kau mau ke toilet? Minho-ah...'' Minho memandang Changmin dengan pandangan tidak ingin di bantah.

''Baiklah... kajja..''

''Kyuhyun-ah... Tunggu kami disini dan jangan kemana-mana arraseo!'' Kyuhyun memandang Minho sebentar lalu menganggukan kepalanya.

Minho lalu membawa Changmin menjauhi Kyuhyun.

''Changmin-ah... Coba lihat mereka, mereka terlihat seperti sedang membuntuti Kyuhyun.'' Minho menunjuk beberapa orang yang berpakaian serba hitam, mereka memang terlihat seperti menguntit Kyuhyun. bahkan diantara mereka sepertinya ada yang mengambil gambar sahabatnya tersebut.

''Apa, mereka berniat jahat terhadap Kyuhyun?'' Minho hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Changmin.

''Molla, yang pasti sepertinya mereka bukanlah orang baik.''

Kyuhyun sedang menunggu Changmin dan juga Minho didepan kedai es krim tersebut. Saat tiba-tiba orang berbaju hitam dengan setelan formal menghampiri nya.

''Ikutlah dengan kami.'' Kyuhyun langsung terkejut melihat mereka yang sudah berada disisi kiri dan kanannya dan memegang lengannya dengan erat. 'apa aku membuat kesalahan?'

''LEPAS..!'' Kyuhyun mencoba melepaskan kedua tangannya.

''Aish! Jangan membuat kami terpaksa menyakiti mu!'' mereka berteriak membuat Kyuhyun semakin takut.

'kemana Changmin dan Minho?!'

''ANDWAEEE... CHANGMIN-AH... MINHO-AH..!''

''Aish! Diamlah!'' namja kekar tersebut lalu memasukannya kedalam mobil.

Minho yang pertama mendengar teriakan kyuhyun langsung mencoba menghampiri Kyuhyun. Tapi terlambat, mobil yang membawa Kyuhyun langsung melesat dengan kecepatan tinggi.

Dia benar-benar menyesal seharusnya dia tadi menemani Kyuhyun disini.

Minho lalu mengambil ponsel nya dengan kasar dan langsung menghubungi seseorang.

''Changmin-ah Kyuhyun diculik! Cepat datang kesini!''

.

.

''Aish ahjussi Jebbal lepaskan aku. Aku ini bukanlah orang kaya. Kenapa kalian menculik ku!''

Akhirnya mobil yang membawa Kyuhyun berhenti di sebuah vila yang terlihat cukup megah, dan jauh dari keramaian. Kyuhyun tidak berhenti mencoba melepaskan dirinya, meskipun hal tersebut terlihat sia-sia.

'apa dia akan di bunuh di tempat sepi seperti ini?'

Mereka lalu memaksanya untuk duduk di kursi yang berhadapan dengan seseorang, yang Kyuhyun yakini sebagai ketua dari mereka semua.

Dia langsung menundukan kepalanya dan meremas ujung bajunya, dia benar-benar takut sekarang.

'Sungmin hyung... Teuki hyung,.. tolong aku.' Kyuhyun menjerit di dalam hatinya.

.

.

Siwon memandang Kyuhyun dengan ekspresi yang tidak terbaca.

'Bagaimana bisa... Bagaimana bisa namja dihadapanya ini begitu mirip dengan adik bungsunya?'

Siwon lalu mencoba menyentuh wajah Kyuhyun, tapi Kyuhyun langsung menghindar dengan kepala yang terus menunduk.

''Jebbal jangan membunuh atau menjualku.'' suara Kyuhyun terdengar bergetar membuat Siwon yakin anak ini sedang ketakutan. Bahkan Siwon bisa melihat bulir airmata yang kini menghiasi pipi Kyuhyun.

''Aigoo lihat kalian membuat dia takut dan menangis! bukankah sudah ku bilang untuk jangan menggunakan cara yang kasar!'' Siwon memandang seluruh anak buahnya dengan tajam.

''Mianhamnida sajangnim... Tapi,..''

''Sudahlah tinggalkan kami berdua disini.'' seluruh anak buahnya menurut dan meninggalkan atasan mereka.

''Kyuhyun-ssi, kami tidak berniat untuk membunuh mu atau menjual mu. Mianhae kalau kami membuat mu takut.'' Siwon mencoba menenangkan Kyuhyun yang terlihat terus menangis.

Kyuhyun lalu memandang Siwon dengan airmata yang masih membasahi pipinya membuat dia terlihat lucu.

''Aku akan langsung saja, Kyuhyun -ssi, bisakah kau menjadi adik ku?''

.

TBC OR END?

.

Hmmm kira-kira Kyuhyun mau gak ya jadi dongsaeng nya Siwon?

Denger lagu Kyuhyun oppa eternal sunshine dan jadilah ff gaje ini..

Review nya ya pleeaaasee