[Our Codes]
By: Miyucchi sang Cappuccino

.

Disclaimer :
KHR owned by Amano Akira

.

[1827 : Existence]
"Ada kalanya Hibari tidak menginginkan apa-apa dari Sawada Tsunayoshi kecuali keberadaannya di sampingnya–hanya dengannya."

.

FICTOGEMINO


Bukan suatu rahasia besar bahwa Hibari Kyoya, sang prefek Namimori-chuu, sangat tergila-gila dengan Sawada Tsunayoshi.

Dia hanya diam, memandang sang brunette dengan tatapan hangat. Ah, andaikan dirinya bisa mengatakannya. Betapa beharganya dia untuknya.

"Um… Hibari-san? Kau tidak apa-apa?" Tanya sang brunette kembali.

Sebuah belaian lembut di kepalanya–sebuah jawaban bisu dari sang prefek. Lagi-lagi Hibari tidak mengatakan apa-apa, namun secarik senyuman terpampang jelas di wajahnya–menimbulkan pertanyaan di kepala Tsuna.

Kedua insan tersebut terdiam, menikmati suasana yang jarang mereka rasakan. Dimana dirinya–Sawada Tsunayoshi, hanya berdua dengan sang prefek–Hibari Kyoya. Bukan antara ketua osis dan muridnya atau sang guardian dan bosnya. Tetapi–sepasang kekasih.

Hibari menyenderkan kepalanya ke pundak Tsuna, membuat sang empunya memerah malu. Di lubuk hatinya lelaki itu bersyukur tidak ada yang melihat mereka. Kusakabe sekali pun tak berani mengintip mereka, dan Reborn sedang menjalani misinya di Itali.

"Hibari-san…" Sang pemilik nama membuka sebelah matanya, menatap balik Tsuna. "A-ano… Apa… kau baik-baik saja? Lukamu…" Ia mengelus luka memar di pipinya–akibat bertengkar tadi pagi dengan si nanas jejadian–dan sang empunya membiarkan. Memang sedikit nyeri, namun tidak sebanding dengan hangatnya tangan sang brunette. Tangan yang selalu terbuka lebar bagai langit senja.

Diam-diam Hibari mengobservasi makhluk mungil di hadapannya. Pupil bulat nan besar penuh kepolosan–seperti perempuan–yang kadang menjadi jingga cerah ketika masuk HDWM. Rambut brunette melawan gravitasi yang begitu empuk ketika disentuh. Kulit putih lembut yang selalu menggoda untuk 'digigit'. Bibir manis yang menggoda untuk dikecup. Tubuh mungil dan langsing miliknya yang begitu 'mengundang' untuk…–whoa there, cowboy.

Sawada Tsunayoshi. Ah, menyebutkan namanya saja sudah menjadi candu semata. Biarlah hanya angin sepoi yang tahu betapa ia menikmati kehadiran lelaki itu di sampingnya.


Why don't you try to read this once again from here to upper?


In the end this is become a drabble.

(bukannya kelarin MC malah numpuk satu lagi)

(y h a)

(at least kan ini bisa diberhentikan kapan aja muehehe/nyet)

Yang pertama sudah pasti 1827 yay~ Main OTP daku gitu lho ;3 /ei

TBH, fic ini adalah WIP iseng nggak karuan waktu masih kelas 8. Bukannya fokus UAS malah sibuk numpuk we-i-peh di laptop :v #Nyampah

BTW, karena ini kumpulan drabble gaje… readers bisa request pair apa saja! :D Kalau mau, bisa ditambahin prompt-nya–terserah anda~

Dan tenang saja, bisa ngulang pair yang sebelumnya sudah dimunculin kok :) Jadi anda bisa nge-request 1827 lagi kalau masih belum puas, haha

Jaa…

Review, please?