Our Codes
By: Miyucchi sang Cappuccino

.

Disclaimer :
KHR owned by Amano Akira

.

Warning(s) :
TYL!Timeline, Possibly Typos, Chara Death, DLL.

.

[8059 : Freeze]
Walau sudah tiada, sosok Gokudera Hayato selamanya akan hidup di memorinya. Di memori sang Yamamoto Takeshi.
(REQUESTED BY : Reza-san)

.
FICTOGEMINO


Yamamoto bukanlah seseorang yang melankolis. Namun kala ia kembali berhadapan dengan realita, raga dan jiwanya kembali terkekang dalam masa lalu–memanggil namanya dalam hampa.

"...Hayato."

Pria itu tertawa hambar. "Kadang aku berpikir, apakah hari ini kau juga mendengarku...?" bisiknya seraya mengelus ukiran nama sang pujangga. "Lagipula, sudah lama kita tidak mengobrol, ya? Dulu, waktu masih SMP, kita bersama Tsuna selalu bercengkrama saat pulang sekolah. Waktu istirahat, kita bertiga pergi ke atap sekolah–dan bertemu Hibari tentunya–untuk makan atau sekedar mengobrol tentang apa saja. Aku–aku merindukan itu semua..."

Helaan berat keluar dari mulutnya–lelah, kacau, dilema.

Yamamoto kembali termangu di depan makam mantan sang guardian of storm sekaligus tangan kanan kebanggaan Vongola Fagmilia, Gokudera Hayato. Ia mencoba membayangkan Gokudera sedang berdiri di hadapannya dengan sebatang rokok tersemat di mulut. Membayangkan ekspresinya yang keras–tetapi seketika merona merah tatkala digoda. Membayangkan dirinya bernapas–hidup, tidak berbaring tidur di bawah rerumputan selamanya.

Sesaat, walau sebentar, sosok Gokudera terasa abadi.

"Tiga tahun," tuturnya getir. "Padahal sudah tiga tahun sejak kematianmu, tapi aku masih tidak bisa memaafkan diriku sendiri, Hayato. Aku tahu Tsuna dan yang lainnya tidak menyalahkanku, tapi..." Kalimatnya menggantung, dan memorinya kembali terputar ulang. Tiga tahun yang lalu–tepat hari ini, mereka berdua menjalankan sebuah misi. Sebuah misi yang memojokkan mereka berdua. Sebuah misi yang hampir merengut nyawanya sendiri. Sebuah misi yang telah mengakhiri kehidupan sang Gokudera Hayato. Sebuah misi yang telah mengajarkan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang dicintai.

"Kalau..." Yamamoto mengalihkan pandangannya ke langit sore, di mana kumpulan awan berenang lambat diantara cahaya redup mentari. "Kalau saja metode time travel masih mungkin, apakah kau mau memutar waktu? Kembali pada saat-saat kita semua masih naif, tanpa peduli apa kata orang. Bagaimana menurutmu?" Sang pemilik Shigure Kintoki terkekeh sebelum terdiam sesaat.

But nobody came.

"Ne, Hayato?"

Yamamoto Takeshi kembali bernostalgia. Sama seperti dahulu–di bawah lembayung senja, mereka hanya berdua, sekadar melihat pemandangan. Walau sudah banyak yang berubah, namun kebiasaan lama tidak mungkin berubah.


Why don't you try to read this once again from here to top?


Yamamoto gak bisa move on ampe tiga tahun lol

Btw

I AM BAAAAAAAAAACK

AND I AM TRULY SORRY IM SORRY IM SORRY IM SORRY IM SORRY IM SORRY SRSLY IM SORRY EVERYONE–

Sejak ganti laptop, entah mengapa bawaannya cuman numpuk WIP, main games, sama nonton doang hiks. Ditambah pedalaman materi. Ditambah TO. Ditambah UCUN. Dan–tuh kan, makin kacau diksinya argh. Saya tjapek.

And welp i cant help but add a lil' reference from a fandom out there. Im so sorry.

Eeeeeniwei! Saya nggak menjamin sih bakal apdet cepet tapi–

Next chapter probaly will 8027! So... yeah, uhm.

*awkward silence*

...Review, please?