Paralel World. Code Geass

Code Geass Hangyaku no Lelouch

Oleh : Sunrise & CLAMP

Paralel World. Code Geass

Oleh : Kawaihana


Aku ingin sekali melepas kain yang menutupi mataku ini untuk melihat dua orang teratas yang paling kusukai dalam dunia Code geass ini.


Chapter 47

Yuka POV

Setelah memberi tahuku kalau Lelouch dan Suzaku akan segera datang, Mao langsung pergi menuju tempat dimana dia akan menunggu Lelouch.

Bisa kudengar suara dua pasang langkah kaki yang semakin mendekat hingga berhenti beberapa meter dari tempatku berada.

Sesuai dengan cerita aslinya, Suzaku yang lebih dulu menyadari bom yang dipasang Mao di langit-langit tepat diatas tempatku berada. Bom itu terus berayun dan kalau berhenti, akan langsung meledak. Begitu pula kalau aku berpindah dari tempatku berada sekarang, bom itu juga akan meledak.

Suzaku dan Lelouch terdengar sedang membicarakan cara menghentikan bom itu, sementara aku mulai merasa mual. Jujur, aku tak sepemberani itu. Diatas kepalaku ada bom. Mustahil aku tak merasa panik sama sekali.

Mao yang sejak tadi menghubungi Lelouch, memberi tahu tempat dimana Mao menunggu Lelouch untul memainkan permainan terakhir mereka.

Sebelum Lelouch pergi ke tempat yang diberitahu oleh Mao, Lelouch memberi tahu kabel yang harus dipotong oleh Suzaku untuk menjinakkan bom itu. Awalnya terdengar perdebatan kalau manusia tak mampu memotong kabel itu secara akurat karena benda itu terus bergerak. Namun, Suzaku berhasil meyakinkan Lelouch.

"Anda tak perlu khawatir. Saya pasti akan menyelamatkan anda. Percayalah pada saya" Ucap Suzaku dengan bahasa yang formal karena ini pertama kalinya kami bertemu. Rupanya dia menyadari wajahku yang memucat.

Kalau saja bukan dalam situasi terikat dan nyawa terancam, mungkin aku akan melompat-lompat kegirangan dilatarbelakangi bunga-bunga imajinasi yang bertebaran.

Dengan menahan perasaan girang yang salah waktu dan tempat, aku mengangguk menanggapi ucapan Suzaku.

Sebelum Lelouch berjalan pergi untuk menemui Mao, aku berkata padanya untuk berhati-hati. Aku tahu Lelouch akan melupakan kata-kataku karena dia akan menggunakan Geass pada dirinya sendiri untuk melupakan perintahnya pada Suzaku, tapi aku tak tahu apakah ucapanku yang tadi akan ikut terlupakan bersama geass itu.

Setelah beberapa saat suara langkah kaki Lelouch sudah tak tetrdengar lagi, kini Suzaku sedang menunggu waktu yang tepat untuk melompat dan memotong kabel untuk menjinakkan bom ini. Begitu dia mendapatkan tempo yang tepat, Suzaku melompat dan memotong kabel itu.

Sepertinya selama Suzaku menunggu waktu dan akhirnya memotong kabel yang tepat, itulah saat dimana Mao sedang fokus membaca pikiran Lelouch untuk mengalahkannya dalam permainan catur. Saat sedang fokus itulah, Mao sama sekali tak melihat keadaan di sekitarku melalui kamera yang dia letakkan agar bisa terus memantau keadaan.

Setelah memotong kabel yang tepat, Suzaku juga melepaskan ikatanku dan juga kain yang menutupi mataku. Bisa kulihat pada tanganku yang tadi terikat kini ada bekas merah dari tali yang tadi terikat dengan kencang. Bahkan ada luka lecet di beberapa tempat karena tadi aku sempat meronta untuk mencoba melepaskan diri.

"Anda tidak apa-apa?" Suzaku bertanya dengan nada cemas.

"I iya... Aku tak apa-ap..." Aku menjawab, namun sebelum ucapanku selesai, kakiku terasa lemas hingga jatuh terduduk.

Suzaku yang menyadari kalau tubuhku kini terasa sangat lemas, langsung mengangkat dan menggendongku.

"Pasti karena panik. Tak apa-apa. Sekarang anda sudah aman" Ucapnya dengan nada selembut mungkin berusaha membuatku tenang.

Aku tak tahu, situasi ini disebut buruk atau bagus. Jarak antara aku dan SUzaku hampir tidak ada. Kami begitu dekat. Detak jantungku menjadi cepat dan pastinya dapat didengar oleh Suzaku.

Sebelumnya sekamar berdua dengan Lelouch. Sekarang digendong oleh Suzaku. Wahai Tuhanku... Apakah Anda sedang memberi hambamu ini hadiah ataukah cobaan?

Suzaku POV

Setelah kulepaskan ikatan pada tubuhnya, gadis itu berusaha bangun namun langsung terjatuh. Tubuhnya terlihat sangat lemas. Yah... Itu tak aneh. Orang biasa tentunya akan panik kalau diculik seperti itu.

Dari nama yang sudah disebutkan Lelouch, sudah kuduga teman Nunally ini orang jepang. Aku belum pernah melihatnya sebelumnya.

Dengan perlahan, kugendong gadis bernama Yuka ini karena kakinya terlalu lemah untuk digunakan berjalan. Selama berjalan pergi daru saluran air bawah tanah itu, aku tak sadar sejak kapan Yuka tak sadarkan diri. Wajahnya yang tadi sempat terlihat pucat, kini terlihat memerah.

Sesuai intruksi dari Lelouch, aku membawa Yuka ke tampat Lelouch berada. Tentunya dengan jarak tidak terlalu dekat dari bangunan itu karena dari intruksi Lelouch, aku akan masuk dengan memecahkan kaca begitu terdengar suara teriakan darinya dan membekuk penculik itu.

~...~

Kuletakkan Yuka yang masih pingsan di bawah pohon yang berada tak terlalu jauh dari tempat Lelouch dan penculik itu berada, kusadari Yuka mulai membuka matanya.

"Ini... Dimana..." Ucapnya perlahan.

"Tenanglah. Kau sudah aman. Kita sudah berada di luar. Tunggulah disini. Saya harus menghampiri Lelouch".

Ucapku sebelum akhirnya meninggalkan Yuka yang wajahnya sudah terlihat pucat ataupun memerah.

Sambil bersandar di dinding tak jauh dari jendela, aku menunggu lelouch berteriak yang merupakan tanda darinya untukku masuk dengan paksa melalui Jendela.


TBC

Chapter 47 selesai

Maaf, masih pendek-pendek 😅

Terima kasih juga buat semua yang masih setia menanti karya Hana yang satu ini

Sebisa mungkin Hana akan kembali meluangkan waktu untuk melanjutkan fanfic yang sudah Hana buat 😇

Kembali Hana memohon Review dari semuanya ^_^

Salam,

Kawaihana