By : MinGyuTae00

Character : Kyuhyun , Kibum and others

Rating : M

Genre : Romance , Drama

Summary : Kyuhyun yang sempurna dan menjadi idola semasa sekolahnya kini tak lagi ada. Yang ada hanya Kyuhyun yang menjadi bahan olokkan teman-temannya karena bentuk tubuhnya. Harapanpun menghampirinya ketika berjumpa dengan seorang namja dingin yang sukses menjungkirbalikkan hidupnya. Terinspirasi oleh Oh My Venus. Diperuntukan untuk Desember Ceria KiHyun.

.

.

.

Oh My Venus

.

.

.

"Kyuhyun, Kyuhyun-ah irreona"Kyuhyun membuka kelopak matanya perlahan. Mencoba membiasakan diri dengan cahaya yang berpendar dipenjuru kabin.

"Oh mianhae, igo terima kasih"Kyuhyun menyerahkan kembali jaket yang tengah ia kenakan kepada pemiliknya.

"Tidak apa-apa, ah aku harus pergi. Kuharap kita dapat berjumpa kembali"Belum sempat Kyuhyun menjawab tiba-tiba saja tubuhnya terdorong kedepan karena seseorang menambraknya cukup keras hingga membuatnya oleng. Beruntung seseorang tersebut segera meraihnya sebelum ia terjatuh. Ditatapnya lekat wajah pelaku penambrak sekaligus penolongnya.

"Kau tidak bangkit?"Kyuhyun mengerjap – ngerjapkan manik matanya lucu sebelum berdeham dan mendirikan tubuhnya. Melihat itu , namja tersebut kembali melanjutkan langkahnya.

"Cih , orang itu"Kyuhyun mendelik kesal sebelum melanjutkan langkahnya naas ponselnya jatuh begitu saja. Dengan ogah – ogahan Kyuhyun merendahkan tubuhnya guna meraih ponselnya yang tergeletak begitu saja dilantai kabin. Namun sesuatu menarik perhatiannya , ia meraih kartu nama yang tergeletak tak jauh dari ponselnya. Matanya kembali membulat.

"Bryan Kim"Melirik sekitarnya sebelum meraih benda tersebut dan menyimpannya ke dalam saku jaketnya sebelum melangkah cepat menuju pintu keluar. Beberapa saat kemudian , ia kembali memperhatikan keadaan sekitar mencoba menemukan sang pemilik kartu nama yang ia temukan.

"Aish cepat sekali ia menghilang , lebih baik kusimpan saja".

.

.

.

"Hyung , tunggu aku!" Seorang namja manis berlari tergopoh-gopoh menghampiri dua orang namja yang berjalan didepannya, salah dari mereka menghentikan langkahnya dan menggeleng pelan.

"Henry-ah palli!" Henry tersenyum manis ketika ia berhasil menyamakan langkahnya dengan seorang namja yang berusia 2 tahun lebih tua darinya.

"Donghae hyung mian"memasang aegyo andalannya yang dibalas dengan sentilan pelan pada keningnya.

"Kajja , dia akan marah jika kita terlambat"Donghae kembali melangkah sembari merangkul dongsaeng kesayangannya.

" Ah chakaman , aku tidak melihatmu sedari tadi"ujar Donghae setelah keduanya telah menyamankan diri pada kursi kemudi bagian belakang ditemani Bryan yang sudah terlebih dahulu tiba.

"Tentu saja aku bertukar tiket dengan seorang yeoja paruh baya , aku prihatin padanya. Lagipula aku sudah bosan pada kelas VVIP. Ah kau tahu hyung aku bertemu dengan seorang namja yang sangat manis dan imut , sialnya aku salah menyebutnya dengan sebutan yeoja"

"Jinjja? Siapa namanya?"

"Kyuhyun. Cho Kyuhyun"

"Jangan bilang kau jatuh cinta dengannya magnae"

"Entahlah"

"Ah Kibum-ah err berhubung kita berada di Jepang aku akan memanggilmu dengan nama aslimu saja, kau keberatan?"Ujar Donghae pada Kibum yang sedang memainkan ponselnya.

"Hm"

"Itu artinya apa hyung? Bryan hyung menolaknya atau menerimanya?" Henry berbisik pelan ditelinga Donghae. Donghae hanya terkekeh kecil mendengarnya , ia pun mengacak –acak surai Henry hingga membuat helaian demi helaian surai milik Henry berantakan. Henry tentu saja protes namun ia harus menelan protesannya itu bulat-bulat karena deheman Pak Kang yang menyadarkan mereka.

Oh ternyata butler yang sudah menemani Kibum sedari kecil sudah menunggu lama mereka sedari tadi. Dilihatnya Bryan sudah memasuki mobil tersebut disusul oleh Donghae dan mau tidak mau ia juga harus ikut jika tidak ingin tertinggal. Tidak lucu bukan jika Henry yang menganggap dirinya keren harus tertinggal dan terlunta-lunta tak tentu arah layaknya gelandangan ditengah-tengah bandara.

"Selamat datang tuan muda"

"Hm" Kibum hanya mengangguk pelan kemudian menyandarkan tubuhnya dengan nyaman pada kursi mobil tak lupa ia mengenakan headset kesayangannya sembari mendengarkan alunan-alunan nada dari musik yang berputar pada ponselnya.

"Aiss mengapa ia selalu membalas perkataan orang seperti itu" Donghae menyenggol pelan lengan Henry mencoba member isyarat agar ia menutup mulutnya. Henry yang mengerti pun mengangguk berkali-kali dan membuat gerakan seperti menarik resleting didepan bibirnya kemudian mengacungkan dua jarinya membentuk tanda peace.

Pak Kang hanya menatap mereka dalam diam dan kembali memfokuskan perhatiannya pada jalan.

"Apa tuan ingin mampir kesuatu tempat?"

"Tidak"

Henry yang sudah kapok mencoba tidak memperdulikan kelakuan hyungnya yang satu itu , karna mau bagaimana pun sifat hyungnya memang seperti itu sedari kecil. Ia pun lebih memilih memainkan game pada ponselnya , sedangkan Donghae terlihat sibuk dengan tablet digenggamannya.

Setelah tiga puluh menit menempuh perjalanan , mobil yang mereka naiki mulai memasuki sebuah kompleks elit well jika ditelaah lebih lanjut lagi , hanya terdapat dua rumah besar dan luas sisanya dikelilingi oleh taman buatan. Pak Kang memberhentikan mobilnya tepat dihadapan rumah bergaya Eropa yang sangat elegan dan tentunya sangat luas. Tak beberapa kemudian pintu garasi dirumah tersebut terbuka dengan sendirinya. Pak Kang pun kembali melajukan mobilnya setelah menurunkan tuan mudanya dan juga kedua temannya.

"Whoa.. amazing, apa kita akan menetap sementara disini?" ujar Henry pada Donghae yang berdiri disampingnya.

"Menurutmu?" Donghae memberikan wink pada Henry dan berlalu begitu saja menyusul Bryan dan Pak Kang yang sudah berjalan didepannya. Henry yang tersadarpun segera menyusul walaupun pandangannya tak henti-hentinya memandang kagum pada interior rumah tersebut.

"Donghae hyung , apa rumah ini sama luasnya dengan mansion keluarga Bryan hyung?" Donghae yang penyabar pun hanya mengelus surai Henry pelan.

"Tidak , Mansion keluarga milik Bryan 5 kali lebih luas dari ini"

"Ehem.. mari saya antar menujur ruangan kalian tuan"

"Oh ayolah Kang Ahjussi , tidak usah terlalu formal padaku just call me Henry okay?" Henry yang terkenal dengan ke-easygoingnya dengan santai melingkarkan lengannya pada pundak Pak Kang yang hanya menatapnya datar. Donghae hanya menatap gemas Henry dan menurunkan lengan adiknya itu.

"Tolong maklumi dia Pak Kang, kajja!" Pak Kang hanya mengangguk pelan kemudian berjalan mendahului mereka.

Sedangkan disisi lain , Bryan meletakkan jasnya begitu saja pada ranjangnya. Tak perduli dengan keadaannya ia hanya ingin berbaring sejenak. Sudah lama rasanya ia tidak menghirup udara bebas Asia. Walaupun sebenarnya ia merindukan udara yang menguar ditanah kelahirannya yaitu Korea Selatan. Walaupun Jepang dan Korea sangat dekat tetap saja ia merasa sangat jauh dari rumahnya , ya rumahnya yang sebenarnya. Terdengar ketukkan beberapa kali pada pintu kamarnya.

"Masuk"

Terlihat Pak Kang berjalan menghampiri Bryan yang masih senantiasa berbaring dengan nyaman dipembaringannya.

"Maaf menganggu tuan muda , saya hanya ingin menginformasikan bahwa sekitar pukul 7 malam nanti acara akan dimulai, semua pakaian dan perlengkapan anda sudah disiapkan. Untuk mengisi waktu 4 jam anda yang luang , apakah tuan ingin melakukan sesuatu atau anda menginginkan sesuatu?"

"Siapkan saja makan siang"

"Baik tuan saya permisi"

Setelah kepergian Pak Kang , Kibum bangkit dan memutuskan membersihkan tubuhnya sekaligus berendam guna merilekskan otot-otot tubuhnya yang menengang setelah sebelumnya menempuh perjalanan panjang. Oh bayangkan saja mereka yang baru tiba di Korea Selatan harus pergi lagi menuju Jepang. Jika saja ini bukan perintah dari Ayahnya mungkin ia akan sibuk berdiam diri diruangan pribadinya di Korea.

" Good luck Kibum" gumamnya lirih sebelum menuju kamar mandi dan melepaskan satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya , menampilkan tubuhnya yang berotot dan sedikit kekar.

Disisi lain…

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan ceria menuju kamar hotelnya , well beruntunglah ia bekerja diperusahaan ternama. Walaupun ia hanya menjadi perwakilan namun fasilitas yang ia terima cukup mewah. Bersiul-siul pelan sembari memperhatikan nomor yang tertera pada pintu masing-masing kamar. Senyum lebar pun terpampang indah diparas manisnya kala ia menemukan kamar hotelnya. Ia pun menempelkan sebuah kartu pada layar gagang pintu berbentuk persegi yang dilengkapi oleh sensor. Setelah pintu terbuka secara otomatis , ia pun memasuki ruangan tersebut.

Kyuhyun melepaskan alas kakinya dan jasnya kemudian meletakkannya dengan rapi. Ia pun melangkahkan kakinya cepat menuju pembaringan berukuran queen size tersebut. Menjatuhkan tubuhnya begitu saja kemudian berguling kesana kemari.

"Ah..nyamannya"

Baru saja ia akan terlelap jika saja ia tidak mendengar ponselnya yang berbunyi , dengan segera ia bangkit dan merogoh saku jasnya yang tergantung di sebuah gantungan benda.

"Yoboseyo"

"…"

"Ah ne , saya sudah tiba tuan"

"…."

"Jam 7 malam? Baiklah tuan"

"…"

"Ne"

Setelah panggilan tersebut usai , ia pun memutuskan untuk meletakkan ponselnya begitu saja diatas nakas. Kemudian mendekati kopernya yang tergeletak begitu saja didepan pintu , menyeretnya pelan kemudian mengeluarkan barang-barang yang dibutuhkannya.

"Baiklah tersisa 4 jam lagi , lebih baik aku membersihkan diri dan memesan layanan kamar saja"

Kyuhyun pun berjalan menuju telepon yang tersedia disana , membaca petunjuk yang tertera pada kertas berlaminating yang tergeletak persis tepat disamping telepon tersebut. Ia pun menekan number 1 dan 4 secara bergantian guna memesan layanan kamar dan juga beberapa hidangan. Setelah itu ia pun memutuskan untuk berjalan menuju kamar mandi.

Ia pun meletakkan beberapa barang-barang yang ia keluarkan tadi diatas meja , kemudian ia pun melucuti satu persatu helai demi helai pakaiannya. Menampilkan tubuhnya yang putih bersih walaupun kini tubuhnya tidak sesempurna dulu . Aiss membayangkannya saja Kyuhyun ingin menangis.

"Mengapa tubuhku jadi segendut ini bahkan pipiku semakin hari semakin chubby saja"

Beberapa menit kemudian , terlihat Kyuhyun tengah mengeringkan rambutnya yang halus dengan handuk kecil. Pandangannya terhenti pada sebuah kartu nama yang sempat ia temukan.

"Apa benar ini nomor ponsel Bryan Kim? Ah sudahlah lebih baik aku makan kemudian tidur"Kyuhyun meletakkan kartu nama tersebut pada dompetnya.

.

.

.

Donghae yang sudah bersiap sedari tadi hanya berdecak gemas dengan kelakuan Henry yang selalu membuatnya pusing. Bagaimana tidak , sedari tadi ia berjalan kesana kemari mencocokkan pakaian mana yang akan ia kenakan.

"Henry-ya kita akan pergi keacara formal bukan ke klub jadi gunakan setelah jas yang sudah aku siapkan dan tidak ada bantahan"

Disisi lain terlihat Pak Kang membantu Kibum mengenakan pakaiannya.

"Semuanya sudah siap tuan muda , saya akan menunggu diluar. Permisi"

"Geurae" Sekali lagi Kibum mematut penampilannya , memang pada dasarnya Kibum yang nyaris sempurna sehingga pakaian apapun yang ia gunakan akan terlihat bagus dan cocok. Setelah dirasanya penampilannya sudah perfect ia pun menuju pintu. Dilihatnya Donghae yang sudah menunggunya sembari menyunggingkan senyuman manisnya dan juga Henry yang kembali bertingkah konyol didepan Kibum.

"Ck Henry-ya berhenti"ujar Donghae menegur Henry yang dibalas dengan cengiran nakalnya.

"Henry-ya" Mereka berdua pun mengalihkan pandangan kepada Kibum yang baru saja berbicara.

"N-ne" Walaupun Henry selalu terlihat seenaknya dan arogan namun jika Kibum sudah mengajaknya berbicara ia akan merasa gugup.

"Jaga sikap dan panggil aku Kibum"setelah mengatakan itu Kibum pun berlalu begitu saja meninggalkan Henry yang cengo dan Donghae yang terkekeh.

.

.

.

Para hadirin termasuk Kyuhyun segera berdiri ketika pintu ruangan terbuka dan menampilkan jejeran para petinggi dan yang paling ditunggu-tunggu adalah kemunculan sang ahli waris yang selama ini dielu-elukan dan sangat misterius. Kyuhyun membulatkan matanya ketika ia mengenali salah satu wajah yang terpampang dihadapannya.

Kyuhyun yang tersadar pun mulai bertepuk tangan mengikuti yang lainnya. Walaupun matanya masih memandang lekat orang tersebut.

"Bryan"lirihnya.

Para hadirin pun mendengarkan dengan kusyuk wejangan demi wejangan dan pidato singkat para tetua. Kyuhyun yang semula terfokus kini fokusnya menjadi buyar karna seseorang.

"Wah lihatlah siapa ini , bukankah kau Kyuhyun si Venus? Oh apa aku harus mengatakan jika kau adalah Kyuhyun si Mantan Venus?" ujar seorang yeoja bergaun merah ketat dengan sinis kearah Kyuhyun. Kyuhyun memutar bola matanya malas dan kembali memfokuskan pandangannya kearah depan mencoba tak menghiraukan yeoja kurang kerjaan menurutnya.

"Ah kudengar kau sudah putus dengan Seunghyun"

Deg

Kyuhyun menatap tajam yeoja tersebut. " Itu bukan urusanmu"

"Well baiklah , tapi aku tidak menyangka saja akan seperti ini pada akhirnya. Cih pantas saja Seunghyun oppa meninggalkanmu lihat saja dirimu saat ini , ck aku saja muak melihatmu apalagi Seunghyun oppa"

Kyuhyun menggepalkan tangannya , mencoba mengontrol emosinya. " Well kau kira kau hebat? Lihatlah penampilanmu saat ini , kau bahkan terlihat seperti wanita jalang yang halus belaian dengan pakaian seketat dan terbuka seperti itu. Apa kau kesini untuk menjajakan tubuhmu?"

Walaupun fisiknya berubah tetapi Kyuhyun tetaplah Kyuhyun yang dulu. Si namja manis dengan mulut berbisanya. Ingin rasanya So Hee untuk membalas dan menampar wajah Kyuhyun jika saja ia tidak ingat ada dimana ia sekarang. Sedangkan Kyuhyun , ketahuilah ia tengah mencoba menenangkan perasaannya yang tak karuan saat ini. Seunghyun, orang itu…

.

.

.

Flashback

Kyuhyun menatap geram seseorang yang duduk berhadapan dengannya , namun sedetik kemudian ia kembali memandang datar Seunghyun.

"Setelah 7 tahun lamanya kau ingin kita putus begitu saja?"

"Kyuhyun dengarkan…"

"Apa? Apa lagi yang ingin kau katakan? Aku yang berubah? Itukan maksudmu"

"…."

"Cih , baiklah kita putus. Semoga kau mendapatkan pendamping yang sesuai dengan keinginanmu"Kyuhyun berlalu begitu saja meninggalkan Seunghyun yang menatap kepergiannya dengan frustasi.

"Seharusnya kau mendengarkan penjelasnku terlebih dahulu"

Diluar..

Kyuhyun menaiki bis yang berhenti dihadapannya , mencari kursi paling pojok. Disaat ia menemukannya tanpa aba-aba ia mendudukkan tubuhnya begitu saja dengan arah pandangannya yang terfokus keluar jendela menikmati pemandangan berbagai kendaraan dan orang-orang yang melintas serta gemerlapnya jalanan kota beserta kios-kios yang berada disekitarnya.

Setetes cairan bening menuruni pipinya yang chubby , Kyuhyun mengusap lelehan air tersebut. Senyum miris terpancar pada rautnya. Akhir-akhir ini mereka memang sering bertengkar , entah dengan masalah sepele yang dibesar-besarkan

"Aku berubah seperti ini juga bukan mauku , kau bilang aku semakin cuek padamu , padahal ada alasan lain lagi bukan"inner Kyuhyun.

Flashback Off

.

.

.

Kyuhyun memasuki kamarnya dengan lunglai. Tubuhnya lelah ditambah dengan beban fikiran dan hatinya yang menganggunya. Ia pun memutuskan untuk mengganti pakaiannya dan membasuh wajahnya. Ia menatap wajahnya yang terpampang nyata pada cermin dihadapannya dengan datar.

"Aku pasti akan membuat kalian menyesal" ia pun mengeringkan wajahnya dengan handuk yang tersedia disana. Kemudia berlalu menuju arah dompetnya yang ia letakkan diatas meja nakas , membukanya dan menemukan sebuah benda yang dicarinya. Terdapat sedikit keraguan didalam hatinya, namun ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

"Tidak ada salahnya kan mencoba"

TBC


Hai~~

Ada yang nunggu ff ini update? Well , maaf baru bisa update. Seperti biasa ini gara-gara masalah laptop. Sebenarnya bisa aja dilanjut di laptop adik tapi file-file semuanya ada di sini. Maaf jika chap ini pendek , kalau responnya bagus. Astungkara updatenya juga cepet.

Salam,

Mingyutae00