Summer in Korea

Ayaweas137

Harry Potter © J. K. Rowling

Ini imajinasi gila author sebagai Kpop dan Potterheads XD kalau ngeliat foto Sehun, author langsung keinget Draco, dan lahirlah ff ini/?/ #plak

Hermione Granger/Oh Sehun
Krystal Jung/Kim Jongin
Harry Potter/Ginerva Weasley

RnR?

.

Hermione Granger, model cantik itu terlihat tengah jogging dipagi yang indah ini. Disampingnya, orang yang tentu saja semua orang ketahui, Kystal Jung. Dua orang yang telah bersahabat selama tiga tahun itu terlihat berolahraga pagi bersama.

Krystal terlihat kelelahan. Mereka berdua segera berhenti dan duduk dikursi yang ada dipinggir taman itu. Hermione segera mengeluarkan dua botol minuman ion dari tasnya dan memberikan satu pada Krystal.

"Pagi yang melelahkan," gumam Krystal.
"Kau harus membiasakan dirimu nona Jung," jawab Hermione.

"Ayo kita pulang saja. Kita ada pemotretan dua jam lagi," kata Krystal. Hermione mengangguk. Mereka pun segera kembali berlari menuju rumah.

.

Di rumah besar ini, mereka tinggal bersama. Terkadang kakak Krystal, Jessica datang untuk menginap. Krystal terlihat masuk ke dalam toilet meninggalkan Hermione yang masih ingin duduk bersantai sambil menonton televisi.

Hermione memang orang yang hebat. Hanya dalam waktu setengah tahun sejak pertama kali kedatangannya di Korea, ia sudah sangat lancar berbahasa Korea. Walau pun ia dan Krystal bisa saling bercakap menggunakan bahasa Inggris.

Lulus dari Hogwarts dengan menyandang gelar pahlawan, lebih dari membahagiakan bagi Hermione. Ia sempat mengambil kerja magang di kementrian, namun suatu hal yang membuatnya akhirnya mengikuti sekolah model dan menjadi model di negeri ginseng ini.

"Ya! Kau ini, cepatlah mandi!" kata Krystal yang terkejut melihat Hermione yang masih duduk santai.
"Arra, Soojung-ah," Hermione segera naik mengambil handuk dan segera mandi.

.

Sesi pemotretan pun dimulai. Hermione dan Krystal memberikan pose terbaik mereka kearah kamera. Tema pemotretan mereka kali ini adalah vintage.

Hermione telah memilih SM Entertainment sebagai agensi tetapnya selama di Korea. Karena itu, ia bisa dekat dengan Krystal juga beberapa artis SM. Hermione pun sering mengikuti kegiatan tur SMTOWN apabila tak bertabrakan dengan kegiatannya yang lain. Krystal menjadi teman dekatnya, karena salah satu dari beberapa artis SM yang paling fasih berbahasa Inggris. Dan karena keahlian boxing Krystal, Hermione selamat dari penjambret ketika ia pertama kali menginjakkan kaki di Korea.

Rahasia terbesarnya pun sudah diketahui oleh Krystal. Krystal awalnya syok ketika mengetahui kenyataan bahwa Hermione adalah seorang penyihir. Namun tak lama membuat Krystal mempercayai dan berjanji menutup mulut soal ini.

"Mwo? Annyi. Tapi aku tak bisa chagi-ah," kata Krystal via telepon.

"Nee. Akan kuberitahu kapan aku bisa. Saranghaeyo," Krystal menutup teleponnya.

"Jongin?" tanya Hermione. Krystal mengangguk.
"Dia memintaku bertemu. Tapi aku sedang malas. Malam nanti aku tinggal di dorm f(x), aku punya kegiatan besok," kata Krystal.
"Nope. Aku besok harus menemui temanku,"
"Mwo? Siapa? Harry?" tanya Krystal.
"Nee. Dia akan datang. Tapi sudah kuyakinkan dia datang menggunakan cara muggle bukan sihir seperti dulu," kata Hermione.
"Arraso, Mione-ah,"

.

"Kau sudah sampai? Aku sudah berada didepan Incheon. Kau masih ingat mobilku, kan?"
"Maaf aku tak bisa turun. Incheon bisa ribut bila aku turun," kata Hermione.

Dilihatnya seorang pria bule yang berjalan seorang diri sambil membawa sebuah koper. Hermione segera memakai kacamatanya dan mendekatkan mobilnya pada pria itu. Dia segera menekan klakson untuk mempersilahkan Harry untuk masuk.

"Aku sudah seperti artis saja yang dijemput oleh manajer pribadiku," kata Harry ketika naik kedalam mobil Hermione.

"Aku akan menjadi manajermu selama kau disini," kata Hermione.

"Apa kau sudah mencarikan hotel untukku?" tanya Harry.
"Ya, hotelmu berada dekat dengan rumahku dan Krystal. Kau dapat berjalan kaki menuju rumah kami," jawab Hermione.
"Baguslah,"

"Kau ingin berjalan-jalan dulu? Waktu kesini dulu kau belum sempat berjalan-jalankan?" tawar Hermione. Harry mengangguk.
"Baiklah. Terserah dari kau saja," kata Harry. Hermione segera mengendarai mobilnya menuju pusat kota London.

Mereka pun tiba di Ceoxtarium SMTOWN. Hermione terlihat tengah mengeluarkan kacamata hitamnya. Harry kebingungan melihat Hermione.

"Kenapa kau memakai kacamata hitam?" tanyanya.
"Penggemar bisa saja menyerbuku. Para netter pun bisa saja mengeluarkan pernyataan negatif tentang ini," jawab Hermione. Harry hanya menatap Hermione sambil mengernyitkan dahi dan masuk kedalam.

Terlihat beberapa stuff menarik disana. Mulai dari snapback, bantal, pakaian, dan lain-lain. Harry terlihat takjub ketika melihat sebuah baju kaos yang bergambar kartun Hermione. Ia segera mengambilnya.

"Sepertinya aku akan memborong kaos ini untuk kebagikan pada orang kementrian dan auror," kata Harry. Hermione memukul pelan Harry.
"Jangan mempermalukanku, Harry," katanya. Mereka tertawa kecil bersama.

Harry terlihat langsung membeli beberapa barang yang bisa dijadikannya sebagai ole-ole. Setelah membayar semuanya, mereka segera keluar dan lanjut berjalan-jalan.

Hermione terlihat begitu senang. setelah sekian lama, ia baru lagi bertemu dengan sahabat yang sudah dianggapnya sebagai kakak ini. Mereka sangat menikmati waktu langka ini pasca mereka lulus dari Hogwarts.

"Ginny bilang ingin ikut, tapi karena kubilang aku akan naik pesawat, ia langsung membatalkannya," kata Harry ketika mereka sedang makan bersama.
"Ah, seharusnya dia ikut. Aku sangat rindu padanya," kata Hermione.

"Musim panas tahun ini, akan ada reuni. Kau mau datang?" tanya Harry. Hermione terdiam. Dia menatap Harry lama, kemudian lanjut mengunyah makanannya.
"Sinca? Ah, aku belum yakin untuk datang. SM selalu mengadakan acara disetiap libur," kata Hermione. Mereka saling terdiam lama.

"Kenapa setiap menyangkut Hogwarts, bahkan London, kau selalu memilikki alasan?" tanya Harry bingung. Hermione terdiam. Ia menegung minumannya perlahan.

"Sudah kukatakan, aku punya jadwal yang padat selama disini. Agensiku adalah salah satu agensi terbesar. Dia punya banyak kegiatan untuk artisnya. Belum lagi, di Korea ini para idol bahkan model sepertiku sangat diperhatikan. Mereka tak ingin memiliki idol buruk," kata Hermione. Harry hanya terdiam.

"Tapi Hermione. Musim ini, adalah peringatan empat tahunnya," kata Harry tiba-tiba. Hermione segera menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah, Harry. Sebaiknya kita segera ke hotelmu," kata Hermione.

Disepanjang perjalanan, Hermione hanya terdiam. Harry merasa tak enak pada Hermione. Namun ia pun berusaha untuk diam. Dia tak ingin meminta maaf atau berkata apapun itu. Bisa saja, emosi Hermione meluap-luap karena itu.

Harry memerhatikan jari Hermione yang tengah mengemudi. Dia masih memakai cincin itu? Gumam Harry dalam hati. Kemudian dilihatnya Hermione yang membelokkan mobilnya memasuki wilayah hotel megah itu.

"Kenapa kau memberiku hotel sebesar ini," bisik Harry.
"Sudahlah. Anggap saja kau sedang melakukan tur disini. Aku sudah membayarnya, kau sisa menyebutkan namamu dan dia akan memberikanmu kuncinya. Lagi pula kau tak bisa makan makanan Korea, kan?" Harry mengangguk.

"Bila butuh sesuatu telepon aku saja," kata Hermione.
"Kamsamhamnida, Ms. Granger," kata Harry.
"Nee, Mr. Potter," Harry segera berjalan memasuki hotel itu. Setelah Hermione yakin Harry telah menerima kunci kamar hotelnya, ia pun segera mengendarai mobilnya pulang.

.

Hermione duduk seorang diri dengan minuman yang dipegangnya saat ini. Pikirannya melambung jauh, dengan perkataan Harry yang terus saja terdengar ditelinganya. Empat tahun? Sudah selama itukah? Hermione memerhatikan cincin pertunangan yang ada dijari manisnya. Sudah empat tahun pula, cincin itu tersemat dengan indah dijarinya. Tak pernah sedetikpun ia berniat melepasnya.

Hermione menghela nafas kemudian meneguk minumannya. Kini ia tak tahu apa yang harus diperbuatnya. Hermione telah pergi sangat jauh dari negeri asalnya. Ia sudah mengatakan pada dirinya takkan kembali lagi kesana. Orang tuanya pun sudah kembali menetap di Paris, jadi untuk apa ia kembali?

"MIONE!"

Hermione terkejut. Ia berbalik dan mendepati Krystal yang menatapnya bingung.

"Mwo? Kau sudah pulang? Ah," Hermione berusaha tersenyum.

"Aku sudah daritadi pulang. Tapi kau tak mendengarku dan terus melamun. Kau sedang ada masalah?" tanya Krystal. Hermione menggeleng. Krystal segera mengambil tempat didepannya.

"Kau tak pandai berbohong, Ms. Granger," gumam Krystal. Hermione terkejut dan menatap Krystal.

"Kita sudah bersahabat lama, kita bahkan tinggal bersama. Aku sudah mengerti dirimu, Mione," kata Krystal. Hermione tertunduk.
"Aku sedang tak ingin membicarakannya sekarang. Sudahlah, kajja kita tidur. Aku ingin menikmati liburku," kata Hermione. Ia segera meninggalkan Krystal.

"Mione-ah," Hermione berbalik.

"Nee?"
"Mau berlibur ke Jeju?" Hermione mengernyitkan dahi.
"Kita sedang libur. Apa kau tak ingin berlibur ke Jeju? Kita bisa mengajak Harry," lanjut Krystal. Hermione berpikir sesaat.
"Aku belum harus mengatakan itu pada managerku dulu," kata Hermione.
"Aku sudah mengatakan padanya. Tadi aku bertemu dengannya di kantor SM," Hermione kembali berpikir.
"Gwenchana. Lusa kita berangkat," kata Hermione. Ia segera meninggalkan Krystal yang bergembira ide liburannya diterima Hermione.

.

"Jeju? Dimana itu?" Harry mengernyitkan dahi bingung.
"Itu suatu pulau yang sangat indah yang ada di Korea ini. Kau tahu, tempat itu sangat bagus untuk berlibur," Harry terdiam. Dia menatap Hermione yang terlihat menatapnya penuh harap.
"Krystal akan membawa pacarnya, Kim Jongin. Dia fasih berbahasa inggris, jadi kau bisa mengobrol dengannya. Setelah dari Jeju, kau langsung saja naik penerbangan ke London," kata Hermione.

"Baiklah, aku ikut," kata Harry. Hermione tersenyum senang.
"Tapi hanya tiga hari, kan?" Hermione mengangguk.
"Bila aku tertarik, aku bisa mengajak Ginny untuk berbulan madu disana," kata Harry.
"Itu memang tempat yang bagus. Aku akan menunjukkan padamu tempat-tempat terbaik untukmu dan Ginny berbulan madu," kata Hermione senang.

"Kalau begitu, ayo antar aku berjalan-jalan ke Namsan Park seperti janjimu. Aku ingin memotret dan memperlihatkan pada Ginny," kata Harry.
"Ayolah,"

Mereka segera masuk ke dalam mobil Hermione. Hermione segera mengendarai mobilnya menuju Namsan Park.

T.B.C