Prolog

.

.

.

Sial!

Sial!

Sial!

Kenapa ini harus terjadi sih!

Aku hanya bisa menghela nafas melihat perlengkapan yang sudah disiapkan kedua orangtuaku.

"Mulai besok kau akan pergi berpetualang, Shou-kun" ucap Kaa-san dengan wajah riangnya. Aku bisa melihat matanya berkaca-kaca menahan bahagia.

"Jadilah trainer seperti kakakmu nak" kata tou-san sambil menepuk pundakku pelan. Aku hanya bisa tersenyum dengan terpaksa karenanya.

Hei aku bukan kakak!

Ingin sekali kuteriakkan kata itu kepada kedua orangtuaku. Tapi apa daya, jika mereka sudah membuat keputusan tidak ada yang bisa kulakukan lagi.

Setelah perbincangan yang menyebalkan aku pun memasuki kamarku dan merebahkan diri di kasur. Pandanganku menerawang ke langit-langit kamarku. Andai aku punya keberanian untuk berkata...

Aku tidak ingin berpetualang

Aku tidak ingin menjadi trainer

Aku tidak ingin menjadi seperti kakak

Secara perlahan kututup mataku dan membiarkan diriku jatuh ke alam mimpi.

Dream world

Aku terbangun di suatu tempat, tempat itu terlihat seperti kota mati dan sangat mengerikan. Aku bisa melihat beberapa pokemon yang bersembunyi dalam kegelapan dengan wajah penuh ketakutan.

"Kukukuku..." ucap sesosok pokemon yang sangat asing di mataku. Aku berani bersumpah bahea dia adalah pokemon terburuk yang pernah kulihat. Tubuhnya dikelilingi tulang di bagian luar dan daging kemerahan di dalam. Ia lebih mirip zombie daripada pokemon.

"Kukira aku sudah membunuh semua manusia." oke dia juga bisa bicara... Tunggu... Dia bilang membunuh semua manusia?

"A-apa maksudmu?" ucapku dengan terbata-bata. Rasa takut mulai menyelimuti hatiku. Aku baru paham. Aku satu-satunya manusia di sini. Di muka bumi ini.

"Tenang saja, akan kubuat kau menyusul speciesmu itu." Kata makhluk itu dengan nada yang berat. Taringnya yang berwarna hitam menyeruak keluar seakan hendak menerkamku. Um, tidak, maksudku memang sebentar lagi taring itu akan mengoyakku. Cih. Inikah akhirnya? Inikah akhir hidupku? Aku tidak ingin mati... Aku masih ingin hidup!

Perlahan tubuhku bergetar, kakiku serta tubuhku terasa kaku. Kutatap pokemon itu dengan penuh ketakutan.

"Mati kau manusia."

Bersamaan dengan kata itu makhluk itu mulai menerkamku dan aku hanya bisa berteriak.

"Huwaaa!"

Dream world end

.

Ak terbangun dengan tubuh penuh keringat, belum oernah seumur hidupku melihat mimpi yang senyata itu. Kuputuskan untuk pergi ke dapur dan meminum segelas air. Kulihat langit yang sudah menjadi gelap.

'Untung cuma mimpi' pikirku sambil mengingat-ngingat kembali mimpi itu. Setelah menenangkan diri entah kenapa aku merasa sangat penasaran dengen pokeball itu dan memutuskan untuk memeriksanya.

"Pokemon apa ya?" ucapku pelan sambil melempar-lempar pokemon itu ke udara, tanpa sengaja aku menekan tombol di tengah pokeball yanv menyebabkan seekor pokemon keluar. Seekor Charmander. Kami saling memandang dan tiba-tiba saja Charmander itu menggigit kakiku.

"Wadaw!"

Yap dengan ini petualangan kecilku akan segera dimulai...

.

Meanwhile

.

"Sebentar lagi... Sebentar lagi kau akan kubangkitkan wahai Pokemon yang lahir dari kegelapan murni, kakak dari Arceus, dan musuh dari para dewa, Yami!" teriak seorang Pria dengan menggunakan jas hitam sambil menatap sebuah layar yang menggambarkan seekor pokemon yang disegel di kuil kegelapan.

.

TBC