BELIEVE

Main Cast : kim Xiao Lu /Luhan,

Other cast : xiao yin (OC),

Tuan Kim young woon (appa Xiao Lu, Xiao Yi)

Nyonya kim/han kyu kyung (eomma Xiao Lu, Xiao Yi)

Kim Xiao Yi (saudaara kembar Xiao Lu)

Kim junmyeon (sepupu / sahabat Xiao Lu)

Bibi dan paman choi (pengurus mansion kim)

Cast lainnya akan bermunculan beriringan dengan berlanjutnya ff ini

Length: Chaptered

Genre : family, Crime, Friendship, sad and hurt

Summary: Hidup bagai kita bermain taruhan, antara dimakan dan dimakan, karena hidup dengan mempercayai seseorang maka engkau telah siap akan jatuh dalam kegelapan atau bahagia dalam cahaya

Rated : T

Note: Cerita ini murni dari otak milik saya. Cast beserta lainnya milik Orang tuanya saya hanya meminjam nama. Jika ada kesamaan jalan cerita, mungkin hanya kebetulan semata. Yang tidak disengaja.^_^

Happy Reading

O…O…O…O…O…O…O…O…O

KELUARGA…

Apa arti keluarga yang sebenarnya? Yang kutahu keluarga adalah sesuatu yang asing dan menimbulkan rasa sakit serta kebencian. Karena keluargalah yang mengajarkan ku bahwa hidup itu harus mementingkan diri, masa bodoh dengan orang lain.

Seoul 1995

Angin malam berhembus lewat ventilasi kecil didalam sebuh kamar berukuran kecil yang terlihat tak layak digunakan untuk tidur. Kamar itu terasa dingin, hanya ada lemari kecil dan sebuah kasur tipis serta jendela yang tertutup. Sedari tadi seorang anak kecil berumur 5 tahun berbaring sambil menunjukkan wajah kosong dan menyedihkan. Bocah 5 tahun itu hanya berbaring diam dengan liquid bening yang mengalir dari kedua mata bulat dan bening itu. Tampa suara, menangis dalam diam.

"ting tong ting tong."

"Cklek"

Bunyi bel dan pintu terbuka. Itu berarti orangtua bocah kecil itu sudah pulang. Malam itu orangtua sibocah pulang agak larut malam karena ada pertemuan dengan kolega bisnis Appa. sibocah mengintip dibalik pintu kamarnya dan melihat bibi Choi menutup pintu. Orangtua sibocah sedang duduk disofa sementara saudara kembarnya Xiao Yi yang tertidur digendongan appa. Ia melihat orantuanya terlihat lelah. Ingin sekali sibocah sekedar membawakan minuman hangat atau memijit badan mereka. Bocah itu memberanikan diri untuk mendekati mereka, tapi baru saja anak itu ingin mendekati mereka, Appa dan Eommanya langsung melihatnya dengan tatapan tajam dan benci. Appa langsung bangkit sambil menngendong Xiao Yi.

"Aku akan membawa Xiao Yi kekamarnya.," Ucap Appanya dengan nada terdengar datar dan dingin. Sementara Eommanya hanya memendangnya dengan tatapan bencinya.

"cklek" sang bocah melihat Appanya menutup pintu kamar Xiao yi dan memasuki kamar itu untuk menidurkan Xiao yi. Saat bocah itu melihat Eommanya kembali bermaksud ingin menyapa Eomma tapi tak disangka Eommanya sudah berkata dengan nada dingin yang sarat akan kebencian.

"jangan bicara padaku apalagi berniat menyentuhku ! Anak sialan! Hardik Eommanya pada anak kecil itu.

"ini semua gara-gara kamu! Kamu membuat Suamiku marah! Kamu harus rasakan akibatnya". Amarah Eomma semakin menjadi. Sang Eomma menampar pipinya sangat keras sekali. Bibi Choi yang melihat hal itu hanya bisa berdiri melihat dengan tatapan sendu pada bocah yang menjadi anak majikannya diperlakukan seperti itu.

"eomma sakit." Ujar bocah itu. Sang Eomma kemudian membanting tubuh mungil bocah itu kelantai sehingga kepala serta badan kecilnya membentur lantai.

"akh" rintihan kecil keluar dari bibir bocah itu.

Xiao lu nama bocah itu mendudukan dirinya. Hal ini bukan pertama kali dirasakannya. Ia sudah sering kali dipukuli oleh orangtuanya. Ia tau kalau keluarganya tidak menyukainya. Ia menangis tampa suara isakan hanya ada aliran liquid bening yang keluar dari kedua matanya.

"Eomma…. Kenapa?" Tanya Xiao Lu dengan suara Lirih.

Sang Eomma mensejajarkan badannya dengan sang Anak. Ia melihat Xiao Lu dengan bengis

"Plakk"

"dugh"

Perempuan yang disebut Eomma oleh bocah itu menampar kembali pipi serta mulai menendang Xiao Lu. kini pipi sang bocah memerah disertai badan yang mulai lebam.

"Nyonya hentikan, Tuan Muda bisa meninggal kalau anda menyiksanya terus seperti itu." Ucap bibi choi sambil mengarahkan langkanya menuju Xiao Lu bermaksud untuk menolongnya.

" Jangan berani mendekat. Atau kamu akan kupecat sekarang juga jika kamu melakukannya." Tukas nyonya rumah. Mendengar hal itu bibi Choi kembali hanya mampu terdiam dengan mata berkaca-kaca sambil berdoa dalam hati agar Tuhan menyelamatkan Tuan Mudanya.

"Plakk"

"Dugh" lagi perempuan itu melanjutkan perbuatan kejinya. Darah mulai mengalir dari sudut bibir Xiao Lu akibat tamparan dan tendangan itu.

"Rasakan. Kau pantas mendapatkan ini! Aku sangat menyesal tak membunuhmu waktu lahir. Dasar anak sial." Ucap sang eomma sadis. Sambil melangkah menuju kamarnya.

"Brakk" sang nyonya rumah membanting pintu kamarnya. Melihat hal itu bibi Choi langsung membantu Xiao lu.

"terima kasih Bibi Choi" ucap Xiao Lu sambil membungkukkan sedikit badannya.

Xiao Lu pun bangkit dengan tertatih menyeret kakinya menuju kamarnya. Bibi Choi hanya bisa menatap tuan mudanya dengan sendu. Sesampainya dikamar ia lalu terduduk dibalik pintu. Ia tak lagi menangis. Setelah mendengar ucapan Eommanya entah mengapa Rasanya sangat perih. Ia memukul dadanya yang terasa sesak. Berharap dengan hal itu akan mengurangi rasa perih dan sesaknya tapi tak sedikitpun air matanya mau keluar lagi dari kelopak matanya. Air mata itu seolah telah kering bagai kemarau. Ia lalu bangkit menuju kasur tipisnya,.

(XIAO LU POV)

Aku adalah anak malang yang sepertinya tak pernah diinginkan. Orantuaku selalu membenciku, di saat orangtua yang lain sangat menyanyangi dan mencintai anaknya. Orangtuaku membesarkan aku dengan kebencian dan amarah yang meledak-ledak, bagai nyala petir yang tak kunjung reda. Tak ada kasih sayang sedikitpun buatku.

Hari-hari kulalui tampa kasih sayang orangtuaku. Dikediaman Kim yang besar aku kesepian dan kedinginan tampa orangtua. Setiap malam aku sering memandang langit dan berbicara kepada bintang karena hanya para bintang dilangitlah yang setia menemani aku.

Oh iya perkenalkan namaku Xiao Lu. Aku adalah bungsu dari sikembar keluarga Kim. Ayahku bernama Kim Young Woon dan ibuku bernama Han kyu kyung . ayahku berdarah korea – cina sedangkan ibuku berdarah asli korea. Ayahku seorang pemilik sebuah perusahaan yang ternama di Korea, Asia bahkan Sudah mulai memasuki sentra bisnis di Eropa. KIM Corp. itu nama perusahaan ayahku. Aku mempunyai saudara tepatnya seorang hyung kembar bernama Kim Xiao Yi. Walaupun kami kembar tapi perlakuan orangtua yang aku dapatkan dengan Hyungku berbeda. Ia mempunyai badan lemah disebabkan terlahir dengan imun yang lemah. Aku kadang merasa iri dengan Xiao Yi hyung. Walaupun ia lemah tapi ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Kadang aku ingin bertanya kepada orangtuaku mengapa memperlakukanku seperti itu. Tapi jangankan berbicara, aku baru mau mendekat sudah dapat pukulan.

Disaat Xiao Yi hyung mendapatkan perhatian dan kasih sayang orangtua kami, aku selalu disingkirkan dari mereka sejak kecil, bahkan di haruskan tidur di kamar bekas gudang yang tak layak sedangkan Xiao yi Hyung mendapatkan kamar yang luas dan bersih. Ayah dan ibuku selalu menghukumku dengan mengunciku dikamar tampa memberi makan dan minum. Paman dan bibi Choi yang kadang mengeluarkanku diam-diam dari kamar itu dan memberiku makan dan minum.

Jika Xiao Yi dibelai penuh kasih sayang maka aku sering dipukul dan dibentak. Tak jarang aku dimaki- maki bahkan dipukul jika melakukan kesalahan kecil saja seperti memecahkan gelas atau piring. Jika Xiao Yi sering diajak berlibur maka aku tak pernah diajak. Aku selalu ditinggal dirumah . jika Xiao Yi Hyung kerap kali diberi ciuman oleh Appa dan Eomma maka aku kerap kali dilempari dengan benda- benda mulai dari buku hingga sepatu. Jika Xiao Yi Hyung dibelikan banyak mainan baru yang bagus maka aku hanya punya bola kaki yang sudah usang hadiah dari Paman dan Bibi Choi.

"apa Tuhan itu ada? Kenapa ia membiarkan Hambanya merasa tersiksa. Apa mungkin Doa yang kupanjatkan masih kurang?" Tanya Xiao Lu dalam hati sambil menatap langit-langit kamarnya.

"sepertinya aku harus tambah rajin beribadah dan berdoa agar permohonanku terkabul." Ucap Xiao Lu. Ia kemudian mengucapkan doanya. Doa Xiao Lu hanya satu dan itu dia panjatkan setiap waktu. Doa agar keluarganya bisa menyayangi dan mencintainya seperti yang dilakukan orangtuanya kepada saudara kembarnya. Setelah itu ia lalu menarik selimut tipis berwarna biru muda walau telah pudar warnanya untuk menutupi tubuh ringkihnya. Mencoba meraih asa lewat mimpi.

2 tahun kemudian

Tahun-tahun kujalani hidup bagai seorang pembantu. Dicaci maki oleh orangtua dan saudara sendiri. . Aku disuruh mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu halaman rumah dan mencuci pakaian. Semua pekerjaan itu aku kerjakan tampa terkecuali tapi mereka selalu merasa belum puas dan selalu mengada-adakan masalah untuk memakiku setiap hari.

Diumurku yang menginjak 7 tahun aku telah duduk di bangku kelas 3 Elementary school di sebuah sekolah ternama di Seoul. Awalnya bibi Choi yang membayar keperluan dan biaya sekolahku. Tapi berkat kejeniusanku maka selanjutnya aku mendapat beasiswa untuk melanjutkan studiku. Begitupun Xiao Yi hyung. Ia juga bersekolah disekolah yang sama denganku. Ia juga jenius.

Disekolah aku hanya mempunyai satu teman sekaligus sepupuku bernama Kim Jumyeon atau biasa dipanggil dengan Suho. Sedangkan yang lain seperti enggan berteman denganku. Mereka mengejekku dengan sebutan anak pembantu karena Paman dan bibi Choi yang selalu mengantar dan menjemputku kesekolah selain itu mereka jugalah yang mengambil Raportku disekolah. Berbeda dengan hyungku yang dijemput dan diantar oleh Appa begitupula saat pengambilan raport pasti appa dan eomma yang mengambilnya.

Aku tak mengerti mengapa orangtuaku masih membenciku. Awalnya aku pikir karena diriku tidak mendapatkan juara kelas. Akhirnya aku berusaha untuk mendapatkan juara kelas. Walaupun aku jenius tapi ini sekolah ternama yang rata- rata muridnya kalau bukan pintar berarti murid itu anak konglomerat., jadi aku harus tetap bersaing dengan mereka. Aku mendapatkan juara kelas berturut-turut namun orangtuaku tetap tak menganggap aku ada. Pernah satu kali aku mendapatkan nilai yang menurut Appa jelek , ia menghukumku dengan memukul serta menyebutku Idiot padahal nilai itu sebenarnya tidak jelek hanya berkurang 2 yaitu angka 8 karena disaat itu aku sedang tidak focus akibat demam yang menderaku. Tapi Appa tidak ingin mendengar alasanku.

(XIAO LU POV END)

Ia menjalani hari- harinya seperti biasanya. Tapi walaupun semua cobaan yang ia terima ia selalu tersenyum ramah. Ia menyanyangi appa dan Eomma serta Hyungnya. Tak ada dendam. Ia menjalani hidupnya dengan senyuman yang tulus, tak menujukkan beban penderitann yang ia tanggung.

Hari dan bulan berganti. Pukulan, tamparan, bahkan cambukan semua pernah mengukir tubuh. Hingga disaat itu disaat yang tak terduga. Yang merubah pandangannya tentang dunia.

Seperti biasa setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya Xiao Lu pergi bermain di belakang rumahnya. Rumah keluarga Kim sangat besar dengan halaman yang luas. ia ingin berlatih sepak bola karena disekolah ia menjabat sebagai kapten sepak bola yang cukup tangguh. Ia berlatih hingga tak sengaja bola itu menggelinding dan berhenti didekat kaki sisulung kembar Xiao Yi.

"Ayo kita main bersama Xiao Lu" kata Xiao Yi sambil mengambil dan membawa bola itu kehadapanku.

"tapi hyung kan dilarang berlari, nanti penyakit asma hyung bisa kambuh" ucap Xiao Lu. Karena Appa dan Eommanya pernah mengatakan itu saat tak sengaja ia melihat orangtuannya membawa Xiao Yi kerumah sakit akibat penyakit asmanya kumat.

"tidak apa- apa, aku sudah kuat kok". Jawab Xiao Yi

" tapi hyung.." Xiao Lu tetap merasa ragu dan bingung.

"ayo" ucap Xiao Yi sambil mulai berlari dan memainkan bolanya, Xiao Lu melihatnya. sebenarnya ia masih bimbang apakah tetap bermain atau menolak seruan hyungnya. Tapi melihat senyum hyungnya akhirnya ia ikut bermain. Mereka bermain dengan ceria. Sudah lama sekali mereka tak pernah main bersama. Orangtua mereka melarang si sulung untuk bermain dengan sang adik karena mereka mengganggap sang adik akan membawa sial jika berdekatan dengan mereka. Mereka terus bermain hingga..

"brugh"

tiba- tiba badan xiao yi ambruk di atas tanah sambil memegang dadanya. Melihat hal itu Xiao Lu langsung berlari memanggil Paman dan Bibi Choi untuk menolongnya. Tidak lama paman membawa Xiao Yi kerumah sakit. Ternyata penyakit asmanya kumat. Tak lupa mereka juga menghubungi Tuan dan Nyonya Kim mengenai hal ini.

Sedangkan Bibi Choi dan Xiao Lu menunggu sambil berdoa dirumah besar itu. Berharap keadaan Xiao Yi baik- baik saja.

Tbc

Mian, ff ini lama di anggurin. Padahal baru nulis prolog malah ngilang. Hahaha

Gimana lanjutannya? Aneh ya? Hahaha

Bukan bermaksud mencari alasan hanya saja kemarin kena serangan dari Negara sebelah jadi hilang deh ide cerita lanjutannya. Pas ada tak sempat nulis karena aktivitaas RL. Sekali lagi mian, jeongmal mianhae,,

Oh iya makasi yah buat yang review prolog kemarin, aku meremake prolognya biz agak kurang nyambung dengan cerita selanjutnya.

Terima kasih pake banget buat KRYSTALASTER dengan editannya. Makasih banyak ya krys…hehehehe dan buat yang review diprolog kemarin.

1Raein937: ni udah dilanjut kok, makasih udah dibaca

Nikmah444: ini udah dilanjut janjan, makasih ya sarannya, makanya bantuin cari ide ya. Hehehehe

8Lee jinAeb: hai juga, kenapa Xiao Lu diperlakukan kayak gitu sama ortunya, jawabannya nanti akan keluar seiring lanjutan chapnya, hahahaha makasih ya, semangat,, kamu juga semangat dengan ffnya ya aku masih nungguin lanjutannya,,

1zhiyu babe : makasih ya udah review.. semangat,, aku juga masih nunggu lanjutan ffnya kamu ni,

4valbifleur : ni aku lanjutin. Thanks udah review, seperti katamu selalu bahagia dan semangat.

60X Wind: ini udah di next, makasi sarannya ya. Semangat. ^-^

2hun94 : ini udah di next. Makasi ya udah review, hehehehehe

Song soo hwa : makasi udah suka. Ni udah dilanjut, semangat ya

1CatmanHunDeer : thanks udah review, tetap semangat ya,

10Lou1507 : makasi udah review ya, hahahaha doain aja luhan tak kenapa-napa heheheh

: makasi. Ni udah di next, semangat ya,,

10de uthie : makasi sarannya, semangat semangat,,,,,

1MinhyunLee : makasi sarannya ya. Semangat,,,

3aeriforEXo : ini udah di next makasi ya,, semangat..

10MyNameIsHuang : makasi udah review,, aku juga tungguin lanjutan ffnya kamu,, semangat ya,,

Dyodyokyung: udah lanjut, maaf ya,, dan terima kasih,,,, tetap semangat

11Winter02 : sudah dilanjutin nie. Makasi sudah bersedia review. Hehehehe

68SachiMalff : udah dilanjutin ni, gimana? Hehehehehehe tetap semangat ya..

Dan terakhir terima kasih buat Silent Rider (kalau ada) hahahaha..

Pokoknya terima kasih kalian bikin aku semangat kembali buat nulis,,

Sampai jumpa dinext chapnya, doain aja agar penyakit malasnya tidak kumat. Sampai jumpa…