Seven Kings and A Girl

K

Oleh : GoRA X GoHands

Seven Kings and A Girl

Oleh : Kawaihana


Setelah itu kami kembali bertemu di jembatan seperti yang tadi dikatakan oleh Shiro dan kamipun melanjutkan perjalanan kami sesuai permintaan Kukuri untuk pergi mengambil kembang api di pusat perbelanjaan Kagitama Kota Shizume.


Chapter 2

Megumi POV

Aku dan Shiro dan juga kucingnya yang kini ada di bahi Shiro berjalanmenuju tempat yang ada dalam catatan yang diberikan Kukuri di PDA milikku. Dimana-mana terlihat pejalan kaku yang memenuhi trotoar dan juga tempat penyebrangan jalan. Sejak memasuki jalan raya mendekati pusat perbelanjaan Kagitama aku merasa ada yang memperhatikan kami. Shiro pun sesekali menengok melihat ke atas suatu gedung. Mungkinkah Shiro pun merasa sedang diperhatikan?

AKhirnya sampai juga di tempat yang dituju. Toko yang menjual kembang api ini memang tak besar, tapi didalamnya banyak sekali macam kembang api. Aku menunggu di luar sedangkan Shiro masuk untuk mengambil dan membayar kembang api yang diminta dalam catatan Kukuri. Saat keluar, Shiro membawa dua kantung yang berisi kembang api dan sejenisnya, aku membawakan salah satunya. Sekarang sudah selesai dan kami berniat untuk kembali ke sekolah. Kami harus kembali sebelum jam 6.

Saat baru saja beberapa langkah dari took, tiba-tiba datang laki-laki yang mengendarai skateboard sambil membawa pemukul baseball mengincar Shiro dan hampir saja memukulnya dengan pemukul yang dibawanya itu. Walaupun tak kena, aku dan Shiro terkena efek kaget dan terjatuh, sedangkan laki-laki itu dengan skateboardnya menabrak beberapa barang jualan yang ada di toko kembang api yang baru saja kami datangi. Saat orang itu menghampiri kami tiba-tiba mukanya memerah saat melihatku "K..ke..kenapa ada perempuan juga. Kau cepatlah menyingkir, aku ada urusan dengannya". Orang itu berkata padaku sambil menunjuk pada Shiro. "Harusnya aku yang bilang apa masalahmu dengan Shiro?". "Kau… apa kau anggota clansmannya?" Sambil membantu SHiro berdiri, aku tak menjawab pertanyaan orang itu. Entah ada apa tiba-tiba saja orang yang menyerang itu tersenyum menyeringai. "Ada apa ya?" "eh?!" Aku dan Shiro berkata bersamaan dan ditujukan pada orang yang tiba-tiba menyerang tanpa alasan itu. "Kalau benar, maka kau juga tak akan kubiarkan lolos" Setelah menjawab orang itu lalu mengejar kami, otomatis aku dan Shiro berlari sekencang mungkin sambil berusaha tak menabarak pejalan kaki yang ada. Kami terus berlari sambil sesekali melihat kebelakang. Orang itu masih terus mengeja kami. Dia menyuruh kami untuk berhenti tapi tentu saja siapa yang mau berhenti jika sedang dikejar orang aneh dengan pemukul baseball di tangannya…

Seperti belum cukup, tiba-tiba kini muncul dua orang aneh yang menaiki motor dan mereka juga mengincar Shiro. Salah satu dari mereka memegang sebuah pemukul yang diayunkan pada Shiro. Saat diayunkan dari pemukul itu keluar aura merah seperti api. Sebetulnya apa yang sedang terjadi sih? Atau ini hanya mimpi? Ya, pasti mimpi. Mana mungkin sebuah pemukul bisa mengeluarkan api seperti itu?

Tapi rasa sakit yang tadi kurasakan saat terjatuh dan juga hawa panas yang dikeluarkan pemukul tadi menandakan kalau ini bukan mimpi. Dan kini Kami terjepit, di kana nada orang aneh dengan skateboard, dan dikiri ada dua orang aneh pula yang mengendarai motor. Mundur pun tak bisa karena ada jalan raya yang penuh. Setelah melihat di depan kami ada sebuah gang kecil, Shiro menarik tanganku untuk memasuki gang kecil itu sebagai jalan upaya melarikan diri dari mereka, tapi tiga orang it uterus saja mengejar kami tanpa menyerah. Sepertinya nasib sial kami belum berakhir, di depan jalan aku melihat seorang laki-laki berkaca mata yang sedang merokok lalu dia melemparkan rokoknya. Dari rokok yang dilemparnya itu keluar bola-bola api yang mengarah pada kami. Tapi sebelum bola-bola api itu mengenali kami, tiba-tiba dari arah atas seperti jatuh muncul orang lain lagi. Orang yang satu ini kelihatannya berbeda dengan empat orang yang lainnya. Dia membawa pedang dan berambut panjang diikat kucir kuda. AKu dan Shiro mendur satu langkah saking terkejutnya. Orang itu menangkis semua bola api yang datang dengan pedang yang dibawanya. Setelah bola-bola api itu berubah arah menjadi menabark tembok-tembok bangunan yang ada di sisi kiri dan kanan kami, kini dia setengah berbalik arah dan mengarahkan tangannya ke orang ber skateboard yang tadi pertama mengejar kami. Dari tangannya itu terlihat seperti memanjang tapi transparent dan tangan itu menarik orang berskateboard tadi lalu dipukulnya dengan sikut hingga terhempas. Setelah itu aku dan Shiro dipegang olehnya dan dia melakukannya lagi, tangannya seperti memanjang dan dia membawa kami seperti terbang/ melayang. Aku tak tahu dia membawa kami kemana, tapi sepertinya aku terlibat dalam suatu masalah yang aneh. Lagi pula apa sebenarnya masalah Shiro hingga dikejar-kejar orang aneh seperti preman itu?

TBC


Chapter 2 Selesai.

Mohon Reviewnya ya ^_^

Salam,

Kawaihana