Disclaimer: Vocaloid bukan punya saya, punya Yamaha dan yang membuat.

A/N: Yah, nggak jadi post Minggu lalu…. Hehe….Tidak banyak bisa membayar, selain Chap ini lebih panjang dikit kali ya? Dari Chap sebelumnya. Enjoy?!


DSDSDSDS


Di Lapangan

Megu's POV

Aku sedang berjalan jalan mengitari Lapangan untuk mengecek persiapan Rekreasi. 'Tampaknya semua sedang dipersiapkan dengan lancar, tapi kok rasanya ada yang kurang ya?' pikirku.'Ah, lupakan dah, Dia kan pasti tau kalau ada yang kurang.'

Ketika aku akan masuk ke gedung asrama, seseorang menghampiriku.

"Megu sensei! Megu sensei!"

"Nani desu ka? Ada apa, kok kelihatan buru buru Yuzuki san?"

"Ano, Sensei, sensei lihat Akaito dan Kaito nggak?"

" Enggak, emang ada apa? Mereka di culik?"

"Eeh, sensei ngapain berpikir terlalu jauh? Aku Cuma lapar"

"Oh, begitu ya sudah."

Aku pun meninggalkan Yuzuki san dan menuju gedung asrama lelaki untuk mencari Akaito dan Kiyote.. eh Kaito. Duh, aku terlalu memikirkanNya.


DSDSDSDS


Akaito and Kaito's Place, Dormitory Hall

3rd POV

"Kaito, kamu nanti di hotel kamar berapa?"tanya Akaito."Kamar 187. Emang kenapa?" tanya Kaito balik." Wah berarti kamar kita bersebelahan dong!" seru Akaito. "Lah, yang ngatur kamar kan OSIS, A.K.A. kamu kan? Kamu harusnya udah tahu kan Akai?" Yang disebut hanya nyengir kuda. Tak lama kemudian, percakapan lain terjadi.

"Oya Akai, Menurutmu Megu Sensei itu seperti apa?"

"Hm? Memang kenapa?"

"Gak, Cuma tanya aja kok."

"Menurutku Disiplin, kadang agak emosional dikit ya? Terus kata rumor itu.. eh.. apa ya? Kok aku lupa..?"

"Menurutku ya Akai, Pemarah, emosional, terlalu displin, suka menyukai orang tertentu lagi!"

"Eh, memang orang seperti apa?"

"Ganteng, baik, popular, dan pintar sampai sampai dia lupa apa yang ia kerjakan"

Ditengah pembicaraan mereka, sebenarnya ada Megu sensei tak jauh di belakang mereka, dan sayangnya ikut mendengar dari awal.

Karena yah, suangat ngat ngaattt kesal, Megu Sensei pun menghampiri mereka.

"Halo anak anak! Ngomongin apaan nih? Kok kayaknya ada yang nyindir Sensei ya?" tanya Megu Sensei dengan senyum dan aura Devil. "W-WA-WAH! Sensei?!" seru Kaito terkejut.

"Oh, halo Sensei!" sapa Akaito tenang tenang aja. "Nah, Kaito, tadi kamu ngomongin apa tentang Sensei?" tanya Megu Sensei lagi.

"Euh, kan semua orang boleh mengemukakan pendapat mereka bu! Aku kan hanya mengemukakan pendapatku, ya kan Akaito?" melas Kaito pada kembarannya. Namun, Akaito hanya senyum senyum gak jelas sendiri.

'Hasyah! Ni kembaran guna dikit apa?!' teriak hati Kaito."Maaf kan saya Megu sensei!" pinta Kaito dengan wajah memelas. "Ok, ibu akan maaf kan kalian, tapi kalian harus diberi hukuman!" ujar bu Megu.

"Ara, Hukuman apa Sensei?"tantang Akaito setelah diam dari tadi. "Nantang desu ka? Akaito san? Baiklah!" balas Megu sensei. Setelah beberapa saat berpikir, Megu sensei pun menemukan hukuman yang menurutnya cocok.

"Yak, hukuman kal-, eh, sebentar, yang bicarain Sensei itu siapa? "

"Kaito yang memulai, tapi saya juga Sensei."

"Oke! Kaito! Kamu dilarang ikut rekreasi dan skors 1 Minggu! Akaito! Kamu.. yak! Kamu skors 2 hari!"

.

.

.

.

.

.

Setelah mencerna baik baik kata kata Megu sensei, Kaito pun histeris.

"GYAAAAAAA! Tidak Sensei! Ampuni saya! Tolong biarkan saya ikut rekreasi! Tolooooooooonnnnnnnnnnggggg!"

"Kaito…"

"Diamlah Akaito! Tolong ampuni saya Sensei! Kok hukuman Akaito cuman dikit?!"

"Kaito.."

"Diamlah Akaito! Senseiiiii saya mohon! Sensei boleh ambil deh es krim saya!"

"Idih, nggak sudi!"

"KAITO! DIAM BENTAR NAPA?!"

Kaito pun terdiam setelah teriakan Akaito. Dan Kaito pun berbisik bisik dengan Akaito.

"Kaito, ngapain elu teriak teriak gak jelas ke sensei?! Nanti hukumanmu malah ditambahin lho!"

" Lha,Terus aku harus gimana?"

"Paling enggak kamu minta maaf gih, atau minta kesempatan ke 2 gitu."

"Ooo, ok deh."

Kaito pun mengakhiri acara bisik bisiknya dengan Akaito.

"Sensei, saya minta maaf, karena telah teriak teriak pada sensei" ujar Kaito. " Baru sadar ya ni anak" ujar Megu Sensei sambil tersenyum sombong.

" Iya bu, saya baru sadar kalau saya salah, tapi jangan berikan saya hukuman seberat itu ya, senseiii?" pinta Kaito dengan puppy eyes. "Baiklah, sebagai gantinya kamu di skors tetap 1 Minggu!" jawab Sensei.

"Tapi saya boleh ikut rekreasi kan bu? Ya? Ya?"

"Silahkan, tetap-" ucapan Megu Sensei dipotong oleh Akaito.

"Sensei, bukankah itu terlalu lama? Lagipula sekarang setelah Rekreasi akan ada persiapan Kenaikan Kelas kan Sensei? Itu kan tidak baik? Saya sih tidak masalah skors 2 hari, tetapi sayang bila Kaito 1 minggu sensei, kan dia bisa melewatkan pelajaran penting." Jelas Akaito.

"B-ba-baiklah! Kalau begitu saya cabut hukuman kalian! Segera pergi sebelum saya berganti pikiran!" seru Megu Sensei agak gelagapan gegara 'Prince Charming' nya.

Kaito dan Akaito pun segera ngicir pergi ke lapangan.


DSDSDSDS


Sementara itu Kaiko masih mendata persiapan rekreasi dan bertemu Kaito dan Akaito. Kaito pun segera pergi ke wilayah Konsumsi.

"Akaito ngapain Kaito kelihatan lega banget gitu?" tanya Kaiko.

" Itu lho tadi aku sama dia nyindir Megu Sensei, yah lebih ke Kaito sih. Terus Sensei marah dan menghukum kami. Karena Kaito mendapat hukuman yang lumayan berat, dia meninggikan suaranya ke Sensei minta diturunkan berat hukumannya. Lalu aku menyuruh nya untuk meminta maaf, daripada tambah berat hukumannya, dan minta biar dia boleh ikut rekreasi" jelas Akaito dengan panjang lebar

"Oooo, gitu ya? Terus kamu kok nggak bantuin si Kaito?"

"Bantuin apa?"

"Itu, dia sama Taito kan panitia Konsumsi,terus barangnya belum siap yang buat konsumsi di bus."

"Oh, gampang. Kaito itu ahlinya makanan, dan dia kalau sudah keburu buru dan niat, semua kerja pasti cepat selesai. Tak jamin kok!" Akaito pun pergi setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya.


DSDSDSDS


Day 1 10:00

Persiapan Berangkat dan Keberangkatan

Kaito's POV

"Konsumsinya sudah siap Kaiko!" seruku pada Kaiko. "Oh, oke!" balasnya sambil mencatat data persiapan.

"Kaito, konsumsinya siap?" tanya Akaito sambil menghampiriku. Aku mengangguk. "Oke, kalau begitu bantu Miku dan Len untuk mengumpulkan semua anak ke Lapangan untuk keberangkatan."

"Oke Akai!"

Akaito terlihat agak terkejut karena aku langsung setuju, padahal biasanya aku suka memberikan tugasku, tidak termasuk urusan pelajaran, pada orang lain untuk dibantu. Hehe agak males ya aku?

Kalian tahu alasanku langsung menerima tugas ini? Karena ada Miku. Aku sebenarnya ngecrush sama dia, tapi yah, malu malu kucing deh. Aku berniat menyatakan perasaanku padanya nanti saat Rekreasi, dukung aku ya?!

Aku segera mencari Miku dan Len untuk membantu mereka. Aku pun menemukan mereka sedang berjalan menuju arah Asrama Perempuan.

"Yo Miku! Len!"

"Oh, Kaito!"/"Bakaito!"

Aku tidak memedulikan balasan Len dan langsung bicara dengan Miku.

"Miku, kamu sudah selesai manggil anak anak?" tanyaku.

"Belum, ini mau ke Asrama Perempuan dulu, terus ke Laki laki. Kamu disuruh Akaito bantu kita ta?" tanyanya balik.

"Iya, kalau begitu yuk! Kita kan harus selesai cepat supaya tidak ketinggalan jadwal." Ajakku. "Ayo!" balas Miku.

"Eh, sebentar." Cegah Len. "Apa Len?" tanya Miku. "Begini, daripada kelamaan ngetuk satu satu, kan lebih baik kalau kita umumkan dulu lewat Speaker Pengumuman, gimana?" tawarnya. "Boleh tuh" kataku. "Oke! Diputuskan kalau kita umumkan dulu lewat Speaker!" seru Miku.


DSDSDSDS


A/N: Jadi gimana? Lumayankah? Mystery dan semacamnya mungkin baru ada pas di tempat Rekreasi, yang mungkin pada Chapter 3 atau 4. Yah, tapi tergantung juga sih, kan kadang Writer Block dan kerjaan sehari hari menyerang dan tiada inspirasi deh xD

Dan kredit pada saudaraku yang membantu ide dan isi cerita ini ;)

Boleh Reviewnya?