Dia milik ku,

Hatiku sudah menjadi miliknya

Saat pertama kali bayangannya tertangkap dalam retinaku…

Fillers Heart

Story by : Me

Disclamer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Pairing : Sasuke U x Hinata H

Genre : Romance, Hurt

Warning : So Many Typo, OOC, Cerita tidak jelas dan sebagainya,


Jam 08.00 pagi, parkiran kendaraan di Konoha University sudah mulai padat terisi, ini wajar karena ujian semester akhir akan dilaksananan pada 2 minggu kedepan.

Brum… Brum

Suara halus mesin terdengar jelas, Lamborghini hitam mengkilap sudah stand by terparkir di tempatnya, bahkan untuk mobil dia tempat parkir pun di sediakan khusus, dan tak ada yang berani untuk mengambil tempatnya bahkan dosen sekalipun.

Pintu mobil terbuka, menampakkan kaki jenjang berbalut celanan jeans keluaran terbaru yang di padukan dengan kemeja lengan panjang yang bagian lenganya tergulung sampai siku, dan ransel yang dilampirkan di sisi kiri lengannya.

Kulitnya putih, badannya tinggi semampai, rahangnya yang tegas, hidungnya yang mancung, mata hitamnya sejelaga malam yang mampu menarik setiap wanita hanya dengan lirikan matanya, rambut nya hitam mengkilap jelas perpaduan sempurna, bahkan ciptaan yang terlalu sempurna.

Dia adalah…

Uchiha Sasuke

Adik satu-satunya dari Uchiha Itachi Presiden Direktur dari Uchiha Corporation, pemilik utama dari maskapai penerbangan Uchiha air, beberapa jaringan hotel berbintang maupun property-properti mewah ada di bawah naungan managemen by uchiha, sertapemegang saham utama terbesar dari Uchiha Bank.

Ya, Uchiha Sasuke yang ini…

Dia anak kedua dari pasangan Uchiha Mikoto dan Uchiha Fugaku CEO Utama dari Uchiha Corporation, yang kantor pusatnya bertempat di Manhattan, New York Amerika Serikat.

Pangeran Kampus.

Ya, dengan segala hal yang dimilikinya, jelas dia yang paling layak untuk menyandang gelar sebagai pangeran kampus. Dengan latar belakang marga keluarga yang dia miliki, kecerdasaannya diatas rata-rata, ditambah mempunyai bentuk fisik yang sangat sempurna. Membuat dia jadi primadona di setiap langkahnya, auranya sangat kuat, dimanapun dia berada entah mengapa pesonanya terasa yang paling bersinar diantara yang lainnya.

"Hei… Teme tunggu aku !"

"Urusai dobe ! kau pagi-pagi sudah berisik sekali !" hardik Sasuke.

"Ahahahaha, gomen gomen… kau tumben sekali teme pagi-pagi sudah berada di kampus ?" tanya Naruto pada Sasuke yang tepat berjalan di sampingnya. "Hn…" jawab Sasuke seadanya.

Mereka berdua jalan beringin masuk kedalam kawasan universitas, ya… Sasuke Uchiha dan Naruto Uzumaki dua mahluk dengan kepribadian yang jelas berbeda, mereka berdua bersahabat sejak…. entah mungkin di kehidupan sebelumnya mereka memang sudah bersahabat jadi jangan heran, jika di mana ada Sasuke di situ ada sahabat terbaiknya yang berisik Uzumaki Naruto.

Sasuke Uchiha,

Tak akan pernah ada habisnya jika berbicara perihal sang Pioner dari Uchiha. Seperti kebanyakan para Uchiha, dia terlahir lengkap dengan segala hal yang sudah dimilikinya. Walaupun sifatnya yang dingin, dan angkuh jelas tidak menghalangi pesonanya, seluruh penghuni kampus baik yang berada di tingkat akhir maupun para kouhai-nya sudah jelas tahu siapa dirinya, bahkan kebanyakan dari mahasiswi membentuk kelompok-kelompok atau fans base untuk memuja sang adik tersayang Uchiha Itachi.

Ya, hampir semua memujanya…

Kecuali satu gadis,

Ya, satu gadis yang mampu membuat kehidupan Sasuke bak di neraka jika satu hari saja dia tak bisa melihat bayangannya, satu gadis yang bahkan diawal pertemuan saja sudah berhasil membuat Sasuke menyerahkan seluruh kehidupannya dibawah kakinya.

Satu gadis yang namanya selalu dia lantunkan dalam do'a sebelum tidurnya sepanjang malam.

Satu gadis yang dia selalu harap bisa berlaku sama seperti gadis –gadis lainnya di universitas ini.

Ya, gadis manis dengan mata amethyst yang menyejukkan, gadis manis berwajah ayu dengan rona kemerahan jika dia sedang tersipu.

Hinata Hyuga,

Mahasiswa biasa, sekilas tidak ada yang istimewa dengan gadis ini jika di bandingkan dengan Haruno Sakura ataupun Ino Yamanaka, dua gadis paling popular di kampus yang memang memenuhi standar jika disandingkan dengan bungsu Uchiha, ya… gadis biasa bermarga Hyuga, penerima beasiswa berkat prestasi akademik yang sudah di torehkan olehnya… tapi, pintar di bidang akademis saja belum cukup untuk bisa sebanding dengan Uchiha Sasuke bukan ? tapi kenapa… melalui pesonanya mampu membuat sang prodigy bertekuk lutut untuknya.

Tap

Seperti sudah otomatis, langkah kaki lebarnya berhenti seketika, aroma lavender menyerbak masuk melalui indra penciumannya, Hinatanya disini… onyx nya bergerak liar mencari sang pujaan hati, Hinata berada disekitarnya… sudut bibirnya terangkat, sang Uchiha tersenyum setelah bayangan Hinata tertangkap dalam onyx nya.

Seketika rasa bahagia menjalar dan memenuhi seluruh organ tubuh sang uchiha, dengan melihatnya di pagi hari begini saja sudah membuat hari sang Uchih berwarna warni.

"Teme.. ! hey… teme ?!" Naruto menggucang bahu sang sahabat dengan kasar, melihat sahabat nya mendadak berhenti berjalan jelas membuat Naruto penasaran.

"Urusai dobe !" Ucap Sasuke kemudian, sambil kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas, suara cempreng dari sang uzumaki membuyarkan lamunannya terhadap Hinata.

"Kau kenapa teme ?" Naruto bertanya kembali.

"Hn," Jawab Sasuke seperti biasa, Naruto menyerah bertanya pada Sasuke, dia hanya mengendikkan bahu sebagai respon.


Dalam gelap malam kau tawarkan pelita kehidupan, bagi Sasuke… Hyuga Hinata bagaikan pelita itu… Sasuke Uchiha hanya membutuhkan Hinata Hyuga dalam kehidupannya yang tanpa warna.

flashback

Saat tahun pertama perkuliahan, saat itu musim gugur yang menyelimuti jepang secara keseluruhan, setelah masa orientasi mahasiswa baru berakhir… Sasuke yang di awal masuk saja sudah mampu menarik minat para senpai maupun mahasiswa baru lainnya dalam pesonanya, jelas membuat Sasuke merasa risih… ia yang sejak dahulu tidak suka menjadi pusat perhatian perlahan meninggalkan sang sahabat Naruto yang berada di kerumunan mahasiswa baru lainnya untuk menuju atap universitas, tempat terbaik yang sepi menurut sang aniki yang sudah lebih awal bertahun-tahun lalu menggunakan almamater Universitas ini dan lulus dari kampus ini.

"Hn, lumayanlah" Ucap Sasuke, dia kemudian merebahkan dirinya di kursi panjang yang tersedia dia atas gedung kampus, matanya perlahan terpejam sampai ketika telinganya menangkap suara gumamam gadis.

'Ah… shit !' ucap Sasuke dalam hati, dia baru saja lari dari kerumunan pada gadis berisik menurutnya dan sekarang dia harus terjebak dengan seorang gadis yang mungkin sama berisiknya dengan gadis-gadis yang lain.

Sasuke terpaksa kembali duduk dia mengarahkan pandangannya pada sesuatu di belakang kursi yang dia duduki, onyx nya menangkap punggung sang gadis yang rambutnya dikucir kuda.

"Sedang apa kau ?!" tanya Sasuke dengan intonasi datar seperti biasanya.

Demi Kami-sama

Terasa ada kilatan cahaya yang bermonokrom membentuk sebuah pelangi, rasa hangat menjalar melalui pori-pori kulitnya… ini apa namanya ? dia termangu… sesaat gadis itu menoleh amethyst nya mencuri satu detakan jantungnya, onyxnya serasa terkunci pada tatapan matanya yang teduh.

Sasuke merasa… sesaat detik dunia berhenti di titik itu juga, dia terbawa kuat arus sang Hyuga. Sasuke masih termangu, debaran jantungnya berpacu dengan cepat sampai dia merasa sakit dan sulit bernafas.

"A… ano, ma-maafkan aku mengganggumu " dengan terbata suara lembutnya bagaikan melody simpony yang sering dia dengar dari kamar sang kakek.

"Ti- tidak apa-apa…. " Jawab sang Uchiha setelah kesadarannya kembali.

Hinata berdiri, dia mengambil posisi duduk disamping Sasuke, di gengamam tangannya ada kotak bento yang tersusun rapi, dengan gerakan yang lembut Hinata menawarkan bento nya pada Sasuke.

Sasuke yang belum sepenuhnya sadar efek dari pandangannya yang sudah dicuri oleh Hinata hanya bisa mengangguk dan menggeser posisi duduknya memberikan tempat untuk kotak bento yang Hinata susun, didalammnya penuh dengan makanan yang terlihat menggiurkan.

Sasuke menelan ludah, seumur hidupnya dia belum pernah merasakan masakan seperti ini, dia hanya makan apa yang di hidangkan dari juru masak di mansionnya.

"Bo-bolehkah ?" tanya sang uchiha memastikan

"Ten… tentu.. " jawab sang gadis lengkap dengan senyumnya yang menawan.

Sasuke tertegun, untuk pertama kalinya dia mendapat senyum yang seperti ini, senyum penuh keikhlasan yang Hinata berikan sangat terasa untuknya, untuk pertama kalinya Sasuke merasa menjadi dirinya sendiri dihadapan orang lain selain keluarganya.

Hinata memberikan sumpitnya pada Sasuke "ini… " ucap Hinata kemudian "Makanlah, aku yang membuatnya jadi maaf jika rasanya kurang begitu enak."

Sasuke hanya menganguk, dia menyumpit egg roll dan memakannya perlahan, kemudian dia tersenyum "ini… enak" ucap Sasuke.

Hinata merona, rona merah menghiasi pipinya, masakannya di puji oleh selain keluarga tentu membuatnya senang, dia hanya tersenyum sambil mengucapkan terima kasih dengan terbata.

Dan dalam siang itu…

Ada Sasuke dan Hinata di atap gedung universitas, tanpa suara, perlahan menghabiskan isi kotak bento yang dibawa Hinata.

Dan sejak saat itu, Sasuke merasa hidupnya kembali…

Ada warna baru dalam kehidupan monotonnya yang penuh dengan kemunafikan, Sasuke hanya merasa selama ini dia dipuja, dia diagungkan, semua orang menghormatinya jelas karena marga yang disandangnya bukan karena siapa dia, hanya segelintir orang dalam kehidupannya yang dia percaya, orang tuanya, aniki-nya, keluarga Uzumaki lengkap dengan anaknya yang berisik beserta sedikit temannya, yah… hanya mereka yang Sasuke percaya, dan akan Sasuke pertahankan mereka bagaimanapun caranya… dan saat ini, ada gadis asing yang merangsak masuk dalam kehidupannya, dan… akan Sasuke pertahankan ia dengan cara apapun.

Karena, sejak saat itu.

Hati Sasuke bukan lagi milik-nya, walau terlalu awal, dia sudah bersedia menyerahkan kehidupannya untuk sang gadis "A… ano aku Hinata" ucapnya kemudian sambil mengulurkan tangannya.

"Sasuke… Uchiha Sasuke" ucap Sasuke sambil menerima jabatan tangannya.

lembut tangannya bersentuhan langsung dengan kulit Sasuke, membuat rangsangan aneh yang baru pertama kali dirasakan sang prodigy uchiha, Sasuke bergetar, bulu halus di tangannya jelas menunjukan perasaannya.

Yang dia tahu, Sasuke sudah jatuh cinta pada Hinata sejak saat itu.

flashback off


Seharusnya tidak seperti ini, seharusnya dengan segala asset yang melengkat padanya mampu membuatnya memiliki keberanian untuk meminta gadis pujaan hatinya dengan mudah untuk menjadi miliknya, namum ini apa … ? sudah memasuki tahun akhir dalam masa perkuliahan, hubungan dia dengan Hinata sama sekali tidak ada kemajuan, yah… dia dengan Hinata memang beda fakultas, tapi bukan berarti ini menjadi alasan bukan ?

Yang kita bicarakan saat ini adalah Sasuke Uchiha, kharismannya bahkan melebihi sang sulung Uchiha yang sudah lebih dulu terjun kedalam pusaran bisnis Uchiha corporation, Sasuke uchiha yang jelas selalu menjadi yang terbaik dalam angkatannya, Sasuke uchiha cassanova kampus yang menjadi mimpi para mahasiswi di kampusnya.

Berawal dari rasa percaya dirinya yang terlalu tinggi, dia mengganggap Hinata akan meneriakkinya, menggaumkan namanya dan menjadikan dirinya sebagai pangeran impian sebagai mana yang dilakukan hampir mahasiswi diseluruh kampus.

Tapi… Hinata berbeda, setiap manusia jelas berbeda bukan ? dan Sasuke sudah jelas salah perhitungan dari awal.

Setelah hari dimana hatinya sudah dicuri oleh sang Hyuga.

Sasuke seolah bersikap biasa saja, dia merasa Hinata akan menyapanya terlebih dahulu dan dia akan senang hati membalas sapaanya, sejak pagi Sasuke terus menerus tersenyum membayangkan Hinata yang akan menyapanya lengkap dengan rona merah pipinya.

Tapi kenyatannya…

Saat bertemu pandang, Sasuke bersikap pura-pura tidak peduli, dan Hinata… dia hanya menundukan pandangannya dan berjalan melewati sang Uchiha.

Seperti deburan ombak yang menghantam tubuhnya,

Saat itu untuk pertama kalinya Sasuke merasa hatinya sakit, tidak pernah dalam hidupnya dia diacuhkan seperti ini terutama oleh orang yang dia harapkan, Sasuke marah… dia gelap mata, terlebih onyx nya memantulkan bayangan sang gadis tertawa bahagia dengan pria bersurai merah, bermata hijau teduh dan sama stoicnya seperti dirinya.

Buku jari tangannya memutih, dia mengepalkan tangannnya dengan kuat.

"Brengsek !" makinya entah pada siapa.

Seluruh perasaan bahagia yang menyelimuti nya tadi seketika hilang digantikan dengan rasa sakit yang menjalar dan mampu membuatnya gelap mata, dia marah, dia berbalik dan berlari menabrak setiap apapun yang menghalangi jalannya. Sejak saat itu, Sasuke berubah menjadi pribadi yang lebih dingin dan kejam, dia berusaha memenangkan segala macam penghargaan baik di dalam dan diluar kampus, dia menjadi sering berkelahi, balapan liar dan berkencan dengan puluhan gadis, hanya untuk membuat Hinata Hyuga melihatnya dan berpaling padanya.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya, Hinata terasa semakin sulit di jangkau.

Dia patah hati.

Hanya itu pelampiasannya, terlebih mendengar kabar Hinata yang menjalin hubungan dengan pria yang di ketahui bernama Sabaku Gaara jauh lebih membuat hatinya yang sudah remuk menjadi patah berkali-kali.

Selama 2 musim perkuliahan Hinata berhubungan dengan Sabaku Gaara, melihatnya setiap hari menjalin interaksi dengan sang Sabaku membuat Sasuke tak bisa bernafas dengan benar.


Yah, anggap saja Kami-sama sedang berbaik hati pada-nya,

Hanya 2 musim perkuliahan yang membuat hatinya remuk, Sabaku Gaara pindah universitas, dia pindah keluar negeri mengikuti kedua kakaknya, dan saat pertama kali Sasuke mendengar kabar itu, dia merasa seperti mendapatkan oasis di tengah gurun pasir.

Hinata-nya,

Yah anggap saja begitu, bisakah dia berjuang untuk bersamanya saat ini ? bolehkah dia berjuang untuk memintanya menjadi miliknya ?

Tapi…

Kemana nyalinya ? kemana keberaniannya ? jangankan meminta Hinata untuk menjadi miliknya, menyapanya terlebih dahulu saja dia tidak pernah berani. Sang prodigy hanya bisa memandangnya dari kejauhan, meastikan sang hime baik-baik saja, merasakan aroma lavender yang menjadi khasnya jika berpapasan dengannya, Sasuke sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekat padanya, Sasuke merasa itu semua sudah cukup… Dan ini berjalan sampai di musim tingkat akhir perkuliahan.

Menjadikan Hinata Hyuga sebagai poros kehidupannya.

-tbc-

Konbanwa Minna…

Ahh… gomen, saya malah publish fict baru dan bukan melanjutkan fict yang satunya.. tapi saya harap fict yang ini tidak mengecewakan.

Sekali lagi, Sankyu Arigatou buat yang sudah bersedia baca..

dan Oyasuminasai...

Intan.