THE CHOISE

Warning

(') tanda petik satu berbicara dalam hati

(") tanda petik dua percakapan

"Don't like don't red"

PERCAYA APA YANG KAU PERCAYAI

Tuk…tuk…tuk…. Suara highilsku terdengar nyaring di sepanjang jalan menuju ke ruangan manager perusahaan ini

*manager room uzumaki naruto*

Entah kenapa setelah membaca tulisan yang tertera di depan pintu ada keraguan muncul 'tidak' aku mengeleng kuat. 'ini keputusanku ini jalan yang aku pilih'

"permisi"

"masuk" terdengar sahutan dari dalam.

"Hyuuga " ucapnya sedikit terkejut saat melihatku. aku hanya tersenyum manis mendengar suaranya memanggilku suara yang bener-bener familiar di telingaku.

"duduklah, bagaimana kabarmu kau ingin minum sesutu akan ku pesankan sekertarisku akan mengntarkanya."

"Tidak terimakasih aku hanya sebentar uzumaki-san, aku hanya ingin memberikan ini" aku menyodorkan selembar undangan kepadanya. "a-apa ini" tanyanya bingung. "datanglah" ucapku tanpa menjawab beribu pertanyaan yg ada di kepalanya. Aku bisa melihat perubahan ekspresi di wajahnya ekspresi yg tidak bisa di artikan.

"apa tidak ada kesempatan lagi" suaranya memecahkan keheningan

"apa aku terlambat" ucapnya lagi

Aku menghela nafas pelan dan mulai merangkai kata-kata yang ada di kepalaku. "tidak, tidak ada kata terlambat aku yang menyerah, aku bukan malaikat aku memiliki rasa lelah dan sepertinya aku sudah sampai dimana titik lelahku maaf"

aku berdiri dari kursi yang ku duduki dan siap pergi dari ruangan yang penuh dengan atmosfir menggerahkan sebelum suara baritonya menghentikan langkahku. "berikan aku satu kesempatan lagi" aku menghela nafas pelan aku berbalik menghadapnya memandang jauh kedalam matanya.

"rasanya sudah cukup tuan uzumaki, aku terlalu lama menunggu. Setelah kupikir-pikir masa depanku lebih penting sepertinya aku banyak bicara maaf" aku tersenyum kearahnya "lagi pula aku sudah menemukan tempatku, kau juga kau harus menemukan bagian dirimu yang hilang, dunia tidak akan berakhir setelah aku memutuskan memilih jalanku sendiri dan menyerah mencintaimu. Begitu juga denganmu jadi, carilah tulang rusukmu jangan buat dia menuggu"

setelah percakapan panjang itu aku keluar ku tutup pintu minimalis dari kayu mahoni itu dengan pelan. Aku tidak percaya apa tadi benar-benar diriku aku memejamkan mataku dan menetralkan detak jantungku, bohong jika aku tidak ingin menangis, melepaskan orang yang kita cintai dan menyerah saat ia berbalik membuka hati. sadis Hidup ini benar-benar penuh drama.

"kau sudah selesai" Aku membuka mataku saat mendengar suara yg kali ini berbeda "sasuke-kun" ucapku bingung. suara laki-laki yang sekarang mengisi hatiku, yang menerima aku apa adanya tanpa membutku menunggu.

"Apa kau menunggu ku sasuke-kun" tanyaku

"Apa aku terlalu lama maaf" tanyaku lagi

"tidak, aku lapar temani aku makan"

"Ta..tapi"

"aku tidak menerima penolakan"

Itulah dia uchiha yang menyebalkan, suka seenaknya sendiri pemaksa dan sok keren tapi aku. aku mencintainya.

"apa kau akan disitu sampai besok nona uchiha" aku tersadar dari lamunanku, lihatlah bukankah dia menyebalkan, aku bahkan belum resmi menjadi miliknya tapi sudah memamnggil namaku dengan marganya. Dia benar-benar menyebalkan.

O…iya Satu lagi yang aku tau penyesalan selalu datang di akhir.

Akhirnya kelar juga cerpen the choise rasanya kaku banget udah lama ga nulis. Aku ngerasa cerpenku kali ini pendek banget soalnya baper aja nulisnya hehe. Ambil hikmahnya ya . yg suka buat menunggu hati-hati. Hehe.

Reviewnya sangat diperlukan. See you again