Tsukishima menilai dirinya sebagai orang tersial jika sudah berurusan dengan segala hal yang bernama perjudian. Bukan berarti Tsukishima pernah bermain judi atau semacamnya. Spider Soltaire di komputer tidak termasuk judi, kan?

Namun ada berbagai macam jenis judi yang terbaur di kehidupan sehari-hari dimana manusia tidak menyadari hal itu adalah bagian dari judi.

Ambil salah satunya, yaitu gacha.

Gacha sebenarnya adalah mesin penjual otomatis yang seharusnya tak berbeda dengan mesin penjual otomatis normal lainnya. Jika mesin penjual minuma, ya jual minuman. Tinggal masukkan koin dan minuman tersebut akan keluar secara otomatis.

Namun gacha sedikit berbeda. Jika memakai istilah judi, gacha sangat mirip dengan slot machine.

Karena kalian tak pernah tahu apa yang kalian pesan. Semuanya tersembuyi di dalam sebuah kapsul warna warni.

Maaf, Tsukishima koreksi sedikit. Karena kalian tak pernah tahu apa yang kalian pesan-coret dapatkan. Karena yang dipesan sudah jelas, namun yang didapatkan semua hanya tergantung pada keberuntungan.

Ya, keberuntungan. Dimana hal tersebut yang tidak Tsukishima miliki.

Tsukishima berdiri kaku di depan mesin gatcha yang berisikan mainan miniatur dinosaurus. Pemuda berambut pirang tersebut menatap gambar yang terdapat di mesin gatcha yang berisikan daftar dinosaurus. Hampir semuanya Tsukishima sudah miliki, kecuali satu. Dimetrodonte.

Dia mengambil nafas dalam. Mata menatap fokus pada gambar Dimetrodonte saat dia memasukkan dua buah koin ke dalam mesin. Sambil menggumankan nama dinosaurus tersebut, Tsukishima memutar kunci mesin dan satu bola menggelinding keluar.

Begitu dibuka, isinya ternyata adalah Eoraptor. Dinosaurus yang bahkan di rumah Tsukishima sudah punya enam buah. Remaja itu menghela nafas kecewa.

"Kenapa, Tsukki?" tanya sebuah suara yang datang dari belakangnya.

Tanpa perlu menengok, Tsukishima sudah tahu jika yang bertanya adalah Yamaguchi. Sahabat sekaligus pacar yang selalu menemaninya ke toko mainan ini melongokkan kepalanya dari balik punggung tinggi Tsukishima untuk melihat mainan yang ada di tangannya. "Dapat apa?"

"Ampas," jawabnya.

Yamaguchi tertawa ringan. "Mana sini kucoba."

Pacarnya maju. Dia mengeluarkan dua buah koin gacha dan diletakkannya di telapak tangan. Yamaguchi menggenggam koin itu erat, kemudian menutup mata. Bibirnya komat-kamit seolah tengah membaca doa. Begitu selesai, dia membuka mata. Lalu menyodorkan genggaman tangannya itu di depan mulut Tsukishima.

"Nih, tiup dulu," ucapnya dengan nada jenaka. Tsukishima yang tak mengerti pun menuruti dan meniup tangan Yamaguchi. "Buat keberuntungan," lanjutnya.

Buat apa minta keberuntungan pada Tsukishima? Dia orang yang paling sial kok.

Namun begitu koin itu masuk dan sebuah bola keluar, Yamaguchi terlihat begitu riang dan senang. Lalu saat mainan itu dikeluarkan, Tsukishima langsung menganga.

Di tangan Yamaguchi saat ini berdirilah dinosaurus terakhir dalam list mesin gatcha. Makhluk paling langka yang ada di dalam mesin, yang sudah berulang kali tak berhasil Tsukishima keluarkan. Tapi nyatanya Dimetrodonte hadir berkat koin dari Yamaguchi, doa khusuk yang dia panjatkan, dan dalih bujukan manis dengan tiupan itu agar Tsukishima percaya bahwa sebagian keberuntungan itu adalah miliknya.

Namun orang yang paling beruntung adalah Yamaguchi.

Ah, bukan. Justru terbalik. Orang yang paling beruntung adalah Tsukishima. Karena dia memiliki Yamaguchi.