Cast : Oh Sehun, Xi Luhan

Genre : Romance and drama

Boy and Boy Love

"Ya Tuhan dasar bodoh ishhhh ini memalukan astaga sial", batin Sehun kesal berjalan sedikit berlari sepanjang koridor sekolah . Apa yang dipikirkannya saat itu dan untuk apa dia peduli pada Luhan atau jangan-jangan Tidak mungkin Sehun menggeleng-gelengkan kepalannya ribut membuang semua pemikiran aneh dari otaknya.

Tapi bukannya pikiran itu hilang malah semakin menjadi diotaknya Sehun pikir dirinya sudah gila ia terus memantapkan pikirannya terus mengingat Luhan itu hanya musuh berdebatnya ,Korban untuk kejahilannya dan tidak lebih dari itu. Bagaimana bisa Sehun berpikir tentang Luhan berpikir kalau ia "Jatuh "pada Luhan itu tidak akan pernah terjadi saat ini ataupun dimasa depan , "Aku mungkin terlalu malu salah menduga idiot itu ingin bunuh diri ya mungkin itu, dan tentu saja aku tidak menyukai namja aneh itu tidak akan pernah", Guman Sehun pada dirinya sendiri.

Dan Sehun terus saja menyangkalnya ia hanya tidak memahami dan melihat hatinya bahwa sebenarnya ia memang benar sudah Jatuh pada Luhan si korban kejahilannya itu.

..

...

~Nan Gwaenchana~

...

Suasana koridor di sepanjang kelas mulai sepi mengingat bel pulang berbunyi beberapa saat yang lalu.

Terlihat Luhan dengan santainya berjalan di koridor sesekali bersenandung kecil sambil menenteng ranselnya dipundak . Namun ia berhenti saat ia melihat Sehun didepannya yang seperti orang salah tingkah dan cara berjalannya yang aneh ia memiringkan kepalanya dan sedikit mengernyit bingung.

"Ada apa dengan orang aneh itu ", guman Luhan masih memperhatikan tingkah laku Sehun didepannya sesekali tersenyum geli.

...

...

...

Sehun berjalan santai seperti biasa sambil mendengarkan lagu dari earphonenya sebelum mata tajamnya bertemu dengan sosok Luhan yang berjalan kearahnya . Jarak mereka hanya berkisar sepuluh meter saat ini seketika matanya membelalak dan dengan cepat membalikkan badannya membelakangi Luhan .bagaimanapun ia masih merasa malu dengan kejadian diatap siang tadi

"ish~ kenapa harus bertemu ... Ahh~ sialan", kesal Sehun mulai berjalan sedikit membungkuk dan menutupi wajahnya dengan tangan kirinya menjauh dari tempatnya berdiri sekarang agar tak terlihat oleh Luhan .

Luhan yang melihat tingkah Sehun hanya menggelengkan kepalanya "Dasar orang aneh ..", Guman Luhan dan berlalu dari koridor .

...

Bruk

Luhan menghentikan jalannya sedikit menyipitkan matanya .

"Dasar Miskin berani sekali kau ",

"M-maaf K-kriystal-ssi aku tidak sengaja ",

Byur !

Krystal menumpahkan sebotol minuman soda berwarna merah pada siswi yang ada didepannya membuat baju yang dipakainya kotor seketika .

Krystal sedikit membungkukkan tubuhnya dan menjambak rambut siswi itu keras membuat ringisan kesakitan terdengar .

"Jalang tak tau diri... Kau tau berapa harga bajuku kau tidak akan mampu membelinya sialan ..meski kau menjual tubuhmu ", Geram Krystal dan mengangkat tangannya hendak memukul wajah siswi didepannya itu namun terhenti saat merasakan lengannya ditahan seseorang. Ia menoleh kesal melihat pelaku yang menahan tangannya "Cih..lepaskan ",

Namun bukannya menurutinya Luhan menarik lengan Krystal cukup kencang menyuruhnya berdiri .

"Brengsek lepaskan aku bilang..", kesal Krystal .

"Bukankah terlalu berlebihan kalau kau harus memukulnya Krystal -ssi...lagi Pula kau kan orang kaya harusnya jika bajumu kotor kau tinggal meminta seorang pelayan mencucinya atau beli yang baru mungkin ", Kata Luhan menunjuk noda kecil pada baju Krystal yang sepertinya terkena tumpahan soda .

Krystal menghempaskan tangan Luhan dan memegang pergelangan tagannya yang memerah "Jangan ikut campur.. Kau pikir kau siapa ini bukan urusanmu ..enyahlah ", Sembur Krystal .

Luhan menyeringai kecil tak menggubris perkataan Krystal .ia membantu siswi didepannya berdiri dan memakaikan jaketnya menutupi tubuh siswi yang basah karena ulah Krystal itu .

Siswi bername tag Kim Hyeri itu hanya menunduk "T-terima kasih Sunbae ", Gumannya sangat pelan pada Luhan . Luhan yang masih mendengarnya pun mengangguk dan tersenyum . Sedangkan Krystal yang melihatnya hanya berdecih jijik melihat Luhan yang perhatian pada Hyeri "Pasangan yang serasi bukan teman-teman .. Si miskin dengan si miskin ck! ", dan memutar bola matanya jengah.

"Pergilah biar aku yang mengurus mereka ", Suruh Luhan ,Hyeri membungkuk dan membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkan Luhan dan Krystal beserta teman-temannya .

"Yak!Jalang mau kemana kau ...", Teriak Krystal saat melihat Hyeri berjalan menjauh dari tempatnya berdiri sekarang. "KAU...", Kesal Krystal menunjuk wajah Luhan yang hanya memandangnya santai.

"Bukan berarti kau kaya .. Kau bisa merendahkan orang miskin Krystal-ssi .. Apa kau berpikir kau lebih baik dari mereka ...Aku rasa tidak ", Kata Luhan menepis tangan Krystal yang menunjuk tepat diwajahnya .

Krystal memandang Luhan marah "Sialan kalian orang miskin memang pantas diperlakukan seperti itu ...dan KAU-,... Harusnya kau tahu diri sedikit kau pikir kau siapa hah!",

Luhan mengedikkan bahunya " Aku...",Luhan menunjuk dirinya sendiri "Ya aku tau diri Krystal-ssi dan kau tak perlu mengingatkanku tentang siapa aku... Dan kau jaga bicaramu meskipun aku orang miskin aku juga punya harga diri ...dan kau ...kau benar-benar menjijikkan. Apa semua orang kaya tak punya otak ",

"Yakkk! Kau berani-beraninya..." Krystal hendak menampar Luhan namun lengannya di cekal terlebih dahulu .

"Aku hanya tidak suka melakukan kekerasan fisik ..apalagi dengan perempuan ..hah!Lebih baik aku pergi daripada harus berurusan dengan idiot-idiot seperti kalian Semua ..Yang bahkan tak bisa berpikir "

Luhan melepas cekalannya dan berjalan meninggalkan Krystal yang masih menatap Luhan marah.

"YAK!BRENGSEK MAU KEMANA KAU SIALAN... TUNGGU PEMBALASANKU XI LUHAN BRENGSEK", Teriak Krystal marah .

...

...

...

Luhan berjalan di trotoar sesekali menggerutu kecil Moodnya benar-benar buruk sekarang "Dasar wanita itu .. Mulutnya benar-benar berbisa ..berlebihan sekali dia ck!Aku kesal ", Luhan melirik sebuah supermarket ia terdiam sejenak namun kemudian masuk kedalam supermarket

'Aku harus membeli kebutuhanku ..aku lupa isi kulkasku sudah menipis apalagi stok Ice cream ku 'Kata Luhan dalam hati Dan tersenyum manis mengambil sebuah troli mendorongnya menyusuri rak-rak tinggi di supermarket itu .

Luhan memasukkan beberapa sayuran , Buah dan daging ia ingin makan daging malam ini sesekali tak apa ia pikir .Luhan mendorong trolinya menuju rak snack dan minuman kaleng ia butuh itu semua mengingat ia tukang makan .

Luhan mengambil beberapa Snack melihatnya sebentar sebelum memasukkannya kedalam troli .

Ia sedikit membungkuk dan melihat kedalam trolinya mungkin ada yang ia Lupakan .

"Sayur sudah , Buah , daging , snack ,es krim dan Soda..soda..oh ya aku belum membeli soda ", Luhan mendorong kembali trolinya dan menghampiri rak minuman kaleng itu .

Mengambil beberapa kaleng dan memasukkan kedalam troli . Matanya masih sibuk mengamati rak-rak mungkin ada snack terbaru pikirnya .

Bruk

Terlalu sibuk Luhan tak memperhatikan jalan didepannya ia meringis kecil dan menoleh kearah seseorang yang sedang berjongkok mengelus lengannya pelan . Bisa Luhan Lihat beberapa kaleng soda yang tercecer di sekitar orang yang ia tabrak tadi . Merasa bersalah dan tak enak Luhan segera menghampiri orang yang ditabraknya tadi . Membungkuk sebelum ia berjongkok untuk membantu memunguti soda yang tercecer dilantai dan Luhan bisa mendengar orang didepannya itu menggerutu .

"M-maafkan aku Tuan...Aku tidak sengaja ", Kata Luhan meminta maaf.

"Ish~ Kau kalau jalan hati-hati ... Kau pikir aku kardus berserakan ", Kesalnya masih membelakangi Luhan .

"Maafkan aku tuan.. Sekali lagi aku minta maaf ", kata Luhan Lagi .

"hhh~Lain kali kalau jalan pakai... KAU-,.." Luhan mendongakkan kepalanya dan sedetik kemudian ia mendengus jengkel .

"hhh~ Sial sekali aku harus bertemu denganmu lagi ," Jengah Luhan dan berdiri sedikit menepuk celana seragamnya yang kotor .

"Kau mengikutiku atau apa hah!", Tanya Sehun menatap Luhan menyelidik . Luhan menatap Sehun tak percaya "Memangnya kau artis untuk apa aku mengikutimu ...", dengus Luhan .

"Aku kira kau mengikutiku ... Dan menjauhlah aku bosan melihat wajah idiotmu itu ," Perintah Sehun sambil memasukkan minumannya kedalam keranjang belanja .

"Berhenti mengataiku idiot Sialan ", Kesal Luhan . Demi Tuhan Moodnya sudah hancur saat berurusan dengan wanita berbisa tadi dan sekarang ia harus berurusan dengan si idiot Sehun .

"Bagaimana kalau aku tidak mau ..aku kira julukan itu sangat cocok untukmu", Jawab Sehun santai .

"Oh Sial kenapa ada manusia sepertimu huh!... ",

"Maksudmu sepertiku yang tampan ..", Jawab Sehun percaya diri .

Luhan menatap Sehun jengkel dan membuat ekspresi ingin muntahnya " Berkacalah dulu sebelum menyebut dirimu tampan ...aku berpikir kau seperti Ahjussi penjaga sekolah ", Katanya tertawa sarkastis .

Sehun memelototkan matanya pada Luhan .Apa rusa idiot ini bilang wajahnya yang bak model terkenal itu dikatai seperti ahjussi penjaga Sekolah yang sudah keriput itu .

Puk

"Yak sialan kenapa kau memukulku ...Hey mau kemana kau ", pekik Luhan tak terima saat Sehun memukul kepalanya dan sekarang albino itu berjalan meninggalkannya begitu saja .

Luhan mendorong Trolinya mengejar Sehun yang terlihat sedang mengantri membayar dikasir .

Ia ikut sekalian mengantri dan berpikir akan mengikuti Sehun saat keluar dari Supermarket nanti Balas dendam tentu saja mana mungkin ia diam saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Sehun . Tidak akan ! Luhan menyeringai kecil menatap Sehun ."awas saja kau Oh Sehun sialan "

Sesekali Luhan mendengus sebal kala antrian masih sangat panjang ia mengedarkan pandangannya melihat ke kanan ke kiri mungkin ada kasir yang antriannya tak seberapa panjang seperti ditempatnya berdiri saat ini .

Namun ia kembali mendengus saat melihat antrian yang sama panjangnya. Ia mengernyit saat matanya menangkap sosok nenek paruh baya yang sepertinya tengah terjepit antrian . Ia mendorong trolinya keluar dari antrian meletakkannya begitu saja dan berjalan kearah nenek tadi .

Sehun yang sibuk membayar belanjaannya tak sengaja melihat Luhan keluar dari antrian dibelakangnya . Ia terus mengamati gerak-gerik Luhan namun suara petugas kasir menginstruksinya.

"Semuanya 275 ribu won Tuan..", ujarnya dan menyerahkan kantong belanjaan pada Sehun . Sehun mengangguk dan memberikan beberapa won pada kasir lalu meraih belanjaannya .

Sehun masih memeriksa belanjaannya dan kepalanya kembali mendongak lalu menangkap sosok Luhan yang menyerahkan sebuah kantong belanjaan pada seseorang nenek didepannya .

"Terima kasih anak muda sudah membantu nenek membayarkan belanjaan", Nenek itu meraih belanjaannya dari tangan Luhan .

Luhan tersenyum tulus dan terlihat benar-benar manis " Sama-sama Nek , Senang bisa membantu ",

Sehun tersenyum melihat interaksi antara nenek itu dan Luhan ."Rusa yang baik ", Gumannya sangat pelan masih setia menatap Luhan yang berjalan kembali menghampiri trolinya usai nenek itu pergi .

Namun Senyumnya hilang beberapa saat kemudian ia menggelengkan kepalanya ribut .Sial! Dan pikiran aneh yang membuat darahnya berdesir kembali hinggap di otaknya tanpa bisa ia cegah. Ia mendengus jengkel dan mengambil sekaleng soda dari kantong belanjanya membuka penutupnya dan meneguknya dengan cepat . Mungkin ia benar-benar sudah gila ya ia pikir seperti itu mungkin .

Luhan selesai membayar belanjaannya kala matanya melihat Sehun yang sedang berjalan keluar supermarket . Ia melangkahkan kakinya cepat berniat mengejar Sehun membalaskan dendamnya .

Luhan sudah berdiri tepat di belakang Sehun ia berseru senang dalam hati saat pria albino didepannya ini tak menyadari keberadaannya . Ia mengangkat tangannya dan

Puk

Byur

Memukul belakang kepala Sehun membuatnya yang tengah minum itu menyemburkan kembali sodanya keluar dengan tidak elitnya . .

"Uhuk..uhuk... Sialan siapa yang berani memukulku ..uhuk ", katanya memukul kecil dadanya .ia masih menetralkan deru nafasnya sambil menggerutu dalam hati saat melihat Luhan berlari kedepannya dan menghadapkan tubuhnya kearah Sehun . Sehun menatap Luhan kelewat tajam namun dibalas dengan senyum kemenangan sekaligus mengejek darinya .

"Ahjumma idiot ..beraninya kau ", teriak Sehun marah . Ia benar-benar kesal sekarang berani sekali rusa itu memukulnya apalagi sampai membuatnya tersedak soda coba bayangkan itu sangat menyakitkan asal kau tahu .

"Balas dendam itu menyenangkan Ahjussi ...", Luhan tertawa senang "Dan berhenti memanggilku Ahjumma aku ini pria ..kau mengerti Sehun Ahjussi Pria ...", melototkan matanya pada Sehun sebelum membalikkan badannya sedikit berlari meninggalkan Sehun di belakang . Sesekali ia menoleh kearah belakang menatap Sehun sambil memeletkan Lidahnya mengejek.

"Ya ...Sialan mau kemana kau ...Dan apa kau bilang aku Ahjussi yang benar saja ... HEY XI LUHAN KEMARI KAU ", pekik Sehun tak terima .ia mulai melangkahkan kakinya mengejar Luhan yang sudah berlari cukup jauh darinya . Ia terus berlari mengejar Luhan sebuah sringaian terlukis di wajah tampannya melihat Luhan yang berhenti berdiri didepannya .

Tak membuang kesempatan dengan cepat kaki jenjangnya menghampiri Luhan yang tengah mematung ditempatnya . Sehun melambatkan larinya dan berdiri tepat di belakang Luhan .

Bruk

Kantong belanjaan Luhan ia jatuhkan begitu saja membuat Sehun mengernyit dan berdiri disamping Luhan . Namun seakan Sehun hanyalah angin untuk Luhan ia tatap wajah Luhan yang terdiam . Sehun kembali mengernyit dan berpikir apa yang terjadi pada anak didepannya ini dan apa yang dia Lihat . Dan Sehun menolehkan kepalannya yang sedari tadi menatap wajah Luhan yang masih tak bergeming mengikuti arah tatapan mata Luhan . Dan ia bisa melihat sosok pria tampan dengan kulit putih dan berpostur tinggi itu tengah menatap kearah mereka lebih tepatnya Luhan .pria itu berjalan menghampiri tempatnya dan Luhan berdiri sesaat ia hanya berjarak satu meter dari Luhan tangan kekarnya terangkat hendak mengelus wajah Luhan dan Sehun berjalan sedikit. menjauh dari mereka ia pikir ini bukan urusannya . Ia hendak pergi namun ia urungkan entah apa yang menahannya untuk tetap berdiri memperhatikan kedua orang didepannya .

...

Luhan diam persendiannya terasa kaku ia tak dapat bergerak lidahnya kelu untuk berucap sepatah kata pun ia tak mampu . Ia tau saat Ada Sosok Sehun disampingnya sedang memandang wajahnya bingung . Namun seakan tak peduli ia masih saja setia menatap sosok yang sangat familiar tepat disana didepannya hanya berjarak beberapa meter dari tempat ia dan Sehun berdiri .ia takut Luhan ingin sekali berlari pergi menjauh dari sana namun ia merasa tubuhnya tak mampu bergerak . Ia ingin meminta bantuan Sehun disampingnya untuk membawanya pergi tak peduli mereka Musuh sekalipun Luhan hanya membutuhkan seseorang yang bisa membawanya pergi sejauh mungkin dari hadapan pria didepannya ini . Jantung Luhan semakin berdetak tak karuan saat pria itu berjalan mendekat kearahnya dan dapat Luhan lihat tangan itu ingin menyentuh wajahnya saat jaraknya hanya tinggal beberapa senti saja Luhan dengan cepat berjalan mundur memberi jarak pada pria itu nafasnya terengah saat kenangan masa lalu kembali berputar diotaknya ia masih ingat dengan kejadian saat itu terlampau jelas hingga menimbulkan trauma tersendiri baginya dan Luhan menundukkan kepalanya takut. Pria itu menatap Luhan yang terlihat takut dengannya ia tersenyum miris . "Apa kabar Luhan ...", Tanyanya namun Luhan tetap diam .

"Lu Maafkan aku...", Sambungnya dan kembali berjalan mendekati Luhan .

Luhan mengangkat tangannya ke depan membuat gestur menolak untuk didekati "Jangan...J-jangan mendekat ",

"Lu aku tidak akan menyakitimu... Jangan takut padaku ku mohon ", namun seperti angin lalu bagi Luhan ia tetap diam dan

Bruk

Entah apa yang dipikirkannya saat kakinya berlari dan memeluk tubuh Sehun erat . Sehun jangan tanya lagi ia sangat terkejut dengan perlakuan Luhan saat ini . Apalagi dengan jantungnya yang mulai berdetak tak karuan perutnya juga terasa digelitik dan sensasi itu benar sangat menyenangkan .

"H-hei apa yang kau lakukan", guman Sehun yang tersadar hendak melepaskan pelukan Luhan di pinggangnya namun ia urungkan saat suara Lirih Luhan terdengar di pendengarannya .

"S-sehun tolong bawa aku pergi hiks... Dari sini hiks ..T-tolong ", dan tak sampai hati Sehun menolak saat mendengar permintaan Luhan . Ia dapat merasakan pria mungil yang sedang memeluknya erat ini tengah bergetar terisak dan ketakutan bersamaan . Sehun tidak mengerti apa yang terjadi dan apa yang tengah ia pikirkan saat kepalanya mengangguk begitu saja menyetujui permintaan Luhan . Ia berjalan dengan Luhan dipelukannya meninggalkan belanjaannya meraih ponselnya di dalam saku seragamnya dan mengetik beberapa kata disana mengirimnya ke kepala pelayan dirumahnya untuk mengambil belanjaannya dan Luhan .

Sehun menghentikan sebuah taksi dan membawa dirinya beserta Luhan yang masih memeluknya masuk kedalam taksi . Tak memperdulikan pria yang masih menatap kepergian Luhan yang terlihat begitu ketakutan karenanya . Ia mengepalkan tangannya saat melihat pria lain memeluk tubuh Luhan ada rasa tak rela hinggap dihatinya .

"Kenapa Lu...Maafkan aku ...", ia memakai kembali topi hitamnya .

"Dan Seharusnya aku yang berada diposisi pria itu ..Seharusnya aku yang memelukmu", Ia tersenyum miris dan berjalan pergi dari sana .

...

...

...

TBC!

HEY balik gue ... Maaf kalo telat update beberapa hari ini gue sakit jadi ya gitulah berhenti dulu tapi ya ga papa kan yang penting sekarang gua kembali nongol ...

Dan maaf kalo gk nepati janji buat bongkar siapa tu si Shixun chap ini soalnya masih ada yang kurang jadi ya dipending dulu ya baca apa yang ada dulu oke hehe ...

Shixun bakal kebongkar chap depan ato chap berikutnya lagi kalo gk ada halangan ya hehe ...

Buat yang Love is? Bakal update Jumat itu juga kalo gak ada halangan yang melintang haha ..

Dan buat yang udah review dan mendukung kelanjutan ff ini ..

Jeongmal gomawo ne...

So happy reading and don't forget review ..

Haha ... Gaya mau inggrisan...

Yah pokoknya mohon dukungannya oke .. Maaf kalo gak memuaskan dan pendek soalnya saya masih belajar apalagi dengan otak saya yang pas pasan .. Sampai jumpa Chap depan ... Sekali lagi terima kasih sudah mau membaca dan review ataupun yang sekedar lewat...