.

.

.

Nan Gwaenchana

.

.

.

HunHan

.

.

(Annyeong haseyo chingu-ya, happy reading)

Semua terjadi begitu saja dan ia merasa ini adalah hal terburuk yang pernah terjadi selama hidupnya. Semua berjalan begitu saja dan Sehun merasa begitu gagal menjadi seorang kekasih bagi Luhan. Ia merasa bodoh, pengecut dan tidak berguna kala Luhan terluka seperti ini namun ia tak dapat melakukan apapun.

Pagi sudah menjelang kala Sehun , Luhan, Chanyeol dan Kai tiba di hotel "Ya Tuhan Luhan" itu suara pekikan Baekhyun dan Kyungsoo saat melihat Luhan yang sangat pucat di gendongan Sehun. Suara pekikan mereka mampu membuat semua anak bahkan guru berkumpul mengerubungi mereka namun jujur saja ia merasa begitu risih. Ia berpikir bisakah mereka menyingkir dan menghalagi jalannya Luhan harus di obati terlebih dahulu mereka mengerti atau tidak sebenarnya.

Tak memperdulikan pertanyaan-pertanyaan yang sedari tadi dilontarkan dari beberapa guru dan murid disana Sehun berjalan pergi membawa Luhan kekamar mereka diikuti Kai, Chanyeol, Kyungsoo dan Baekhyun di belakangnya. Saat sampai didepan pintu kamar hotelnya Kai membukakan pintu untuk mereka dan Sehun langsung masuk dan merebahkan tubuh Luhan ke atas ranjang.

"Aku akan meminta memanggilkan dokter" ucap Kai dan keluar kamar.

"Sehun biarkan aku dan Baekhyun yang merawat Luhan kami akan membersihkan tubuhnya lebih dahulu" Kata Kyungsoo menggeser Sehun sedikit untuk menjauh dari Luhan.

"Kyungsoo benar lebih baik kalian membersihkan diri kalian dulu , Yeoll antar Sehun kekamar kita" Suruh Baekhyun pada Chanyeol dan Sehun. karena tak mendapatkan tanggapan apapun dari Sehun membuat Chanyeol menepuk bahunya pelan membuatnya tersadar sebab ia hanya memandang wajah Luhan yang tengah memejamkan matanya.

Sehun menghela nafas pelan sebelum mengangguk "Baiklah , jaga dia untukku" katanya pada Kyungsoo dan Baekhyun sebelum keluar kamar bersama dengan Chanyeol.

.

Beberapa saat kemudian Sehun sudah selesai membersihkan tubuhnya dan segera kembali menuju kamarnya bersama Luhan.

Cklek!

"Sehun kau sudah selesai?" tanya Kyungsoo saat melihat Sehun memasuki kembali kamarnya dan hanya dijawab dengan gumaman pelan darinya. Luhan sudah terlihat lebih baik sekarang kepalanya sudah diobati dan diperban, tubuhnya juga sudah dibersihkan. Sehun mendudukan dirinya dipinggiran ranjang lalu mengusak pelan rambut Luhan.

"Apa dia belum bangun dari tadi" tanya Sehun masih menatap Luhan yang terpejam.

"Dia akan bangun sebentar lagi kata dokter lukanya tidak terlalu parah dia hanya kelelahan dan sedikit shock" Jelas Kyungsoo membuat Sehun mengangguk tanpa mengalihkan padanganya dari Luhan

"Kalau begitu aku, Baekhyun dan Kai akan keluar" Pamit Kyungsoo dan beranjak pergi keluar dari kamar berniat untuk memberi waktu untukSehun dan Luhan berdua

"Gomawo" Ucap Sehun tulus kali ini menatap ketiga temannya.

"Tak perlu berterima kasih, Lagi pula Luhan juga teman kami" Balas Kyungsoo diangguki oleh Baekhyun dan Kai.

"Kalau begitu kami pergi dulu dude~ , kau juga beristirahatlah kau nampak kelelahan" Suruh Kai sebelum keluar dan diangguki oleh Sehun.

Sehun kembali menatap wajah Luhan dan mengenggam tangannya menciumnya sesekali. Ia merasa begitu khawatir dan marah pada satu waktu , ia khawatir jika si mungilnya merasa kesakitan dan marah dengan apa yang terjadi pada Luhan akibat dari perbuatan sikeparat sialan bersumpah akan membalasnya berkali-kali lipat lebih menyakitkan

"sehun"

Sehun masih sibuk dengan pemikiranya sendiri saat terdengar suara Luhan yang begitu lirih memanggil namanya membuatnya menoleh dengan cepat dan mendapati Luhan tengah menatapnya dengan matanya yang sayu.

"sehun"

"Ya Lu , apa kau merasa sakit? Mana yang sakit katakan padaku" Tanya Sehun bertubi-tubi ia merasa begitu bahagia. Sedangkan Luhan yang mendengar suara Sehun yang nampak khawatir padanya membuat matanya terasa memanas "m-maaf hiks..."

"Sssst~ harusnya aku yang minta maaf hum! Kumohon jangan menangis Lu" Kata Sehun dan membawa Luhan kedalam pelukannya mengelus punggungnya pelan berniat memberiak ketenangan untuk kekasihnya.

"hiks..Se-hun ...hiks a-aku takut" isak Luhan dipelukan Sehun

"Ada aku sayang jangan takut semua sudah baik-baik saja" Ujar Sehun menenangkan. Sehun terus menenangkan Luhan mengucapkan kata-kata yang bahkan orang tak akan percaya jika seorang pria Sehun bisa mengatakan hal semacam itu. Mereka masih seperti hampir dua puluh menit hingga Sehundapat merasakan deru nafas teratur Luhan yang nampaknya kelelahan menangis dan kembali tertidur.

Sehun membaringkan tubuh Luhan dan mengecup keningnya sayang lalu menyelimuti tubuhnya sebelum beranjak hendak turun dari ranjang kalau saja suara lirih Luhan tak kembali terdengar

"Se-hun"

"Aku disini sayang tidurlah aku bersamamu" kata Sehun dan kembali mengenggam tangan Luhan erat sesekali mengecupnya. Nafas Luhan nampak kembali teratur membuat Sehun lega.

.

.

.

Akibat insiden kemarin Kim saem memutuskan untuk mengakhiri perjalanan mereka hari ini dan kembali ke Seoul. Saat ini mereka sudah berada didalam bis masing-masing bersiap untuk kembali dan Luhan duduk dibangku nomor lima dari depan dengan Sehun yang memeluk erat Luhan yang masih sangat pucat tak memperdulikan tatapan yang diberikan para siswa dan siswi yang melihatnya. Luhan menoleh kearah siswa maupun siswi yang nampak memandang mereka dengan tatapan yang takjup, aneh dan terkejut

"Sehun" panggil Luhan pelan pada Sehun yang duduk disampingnya dan dijawab gumaman pelan dari Sehun

"Sehun" panggilnya lagi dan kali ini Sehun menoleh menatap Luhan

"Ada apa Lu?" tanya Sehun yang merasa Luhan terlihat aneh saat ini.

"lepaskan pelukanmu aku risih di tatap mereka seperti itu" Bisik Luhan di telinga Sehun membuat Sehun mengikuti arah pandang Luhan dan benar jika ia dan Luhan nampak tengah menjadi pusat perhatian oleh siswa siswi disana. Sehun hanya mendengus malas dan melepas salah satu earphonenya lalu memakaikannya pada menaikan hodie Luhan yang hampir menutupi seluruh wajahnya dan membawa kepala Luhan kepundaknya sambil memeluk erat tubuhnya "Abaikan mereka tidurlah perjalanan ini akan membutuhkan waktu yang lama aku akan membangunkanmu saat sudah sampai di Seoul nanti"

Memilih untuk menuruti perkataan Sehun dan mengangguk paham sebelum memejamkan matanya merasa tubuhnya memang masih terasa lemas dan kepalanya juga pusing. Saat dirasa deru nafas teratur Luhan terasa dilehernya Sehun melirik kearah siswa siswi yang menatapnya dan Luhan memberikan padangan tajamnya membuat mereka semua mengalihkan pandangan mereka dan berhenti untuk bicara sebab takut. Dan Sehun tersenyum puas karenanya sebelum menyenderkan kepalanya pada kepala Luhan yang ada di bahunya.

Perjalanan menuju pelabuhan tak membutuhkan waktu lama mungkin hanya sekitar lima belas menit saja. Saat ini para siswa dan siswi mulai berhamburan keluar dari bis menyisakan Sehun dan Luhan berdua.

"Lu kita sudah sampai" kata Sehun membangunkan Luhan pelan dan menurunkan hodienya kemudian mengusak rambutnya. Luhan nampak mengeliat terusik dalam tidurnya membuat Sehun yang meihatnya tersenyum gemas

"Eh! Sehun" panggil Luhan saat merasa tubuhnya terangkat dan benar saja Sehun kini telah menggendongnya di punggung

"Sudah bangun?" tanya Sehun yang telah menuruni bis dan berjalan kearah teman-temannya menunggu .

Luhan mengganguk pelan dan menyembunyikan wajahnyan diceruk leher Sehun karena merasa malu "Sehun turunkan aku memangnya kau tak malu" lirih Luhan bertanya pada Sehun yang hanya mengedikkan bahunya acuh "Siapa peduli lagipula badanmu mulai hangat Lu"

Luhan memberengut kesal pada Sehun yang selalu seenaknnya sendiri dan Luhan yakin mereka berdua akan menjadi topik pebicaraan yang sangat hangat di sekolah. Dimana kedua orang musuh yang selalu bertengkar setiap kali bertemu saat ini sudah menjadi sepasang kekasih yang sangat manis. Oh! Luhan bahkan tak bisa membayangkan apa yang terjadi

"Aigo~ kenapa Luhannie tidak jalan sendiri" Goda Kyungsoo saat Sehun yang menggendong Luhan dipunggungnya sampai diatas kapal

"Soo-ya jangan mengoda Luhan" peringat Kai yang kini sudah memeluk pinggang Kyungsoo yang masih terkekeh

"Aku akan membawanya kedalam" Kata Sehun hendak membawa Luhan masuk kesalah satu kamar yang ada dikapal untuk beristirahat namun nampaknya Luhan menolak dan menggelengkan kepalannya ribut di gendonggan Sehun

"Aku ingin disini" Pintanya berbisik ditelinga Sehun

"Tapi-.."

"Aku bosan terus tidur dikamar" rengek Luhan

"Kau demam Lu dan bagaimana jika kau pingsan lagi seperti kemarin" Tanya Sehun khawatir . Luhan masih saja menggeleng

"Sehun benar Lu masuklah kedalam" Suruh Baekhyun dan diangguki oleh Kyungsoo, Kai dan Chanyeol.

"Aku ingin disini"

"Lu!"

"Aku akan baik-baik saja Sehun, lagipula ada kau dan mereka disini jadi aku akan baik-baik saja"

Sehun menghela nafas mengalah dan mengangguk menyetujui permintaan Luhan "Baiklah , tapi jika kau merasa pusing atau sakit katakan padaku"

" Hum! Baiklah"

"Astaga kalian manis sekali" Seru Kyungsoo dan Baekhyun hampir bersamaan membuat Luhan merona malu dan menyembunyikan wajahnya di punggung Sehun

"Kalian berdua berhenti mengoda Luhan" Kata Sehun melirik tajak ke arah Kyungsso dan Baekhyun yang dipeluk kekasih mereka masing-masing

"Bagaimana kalau kami tidak mau, dasar manusia es" cibir Kyungsoo pada Sehun

"Bukan manusia es Kyung tapi tembok berjalan lihat saja wajahnya" timpal Baekhyun mengejek

"Yak" teriak Sehun tak terima

"Kalian berdua berhenti mengejek Sehunku" Ucap Luhan membela Sehun yang terus diejek oleh kedua sahabatnya

"kalian dengar , kalalu kalian tak berhenti mengejekku akan ku lempar kalian kelaut" Ancam Sehun dan mendapatkan lototan tak terima dari Kai serta Chanyeol

"Awas kalau kau berani" Ancam Kai dan Chanyeolpada Sehun hampir bersamaan

"Memangnya kalian berani padaku Huh!" tantang Sehun memberikan tatapannya yang super tajam dan menusuk pada Kai serta Chanyeol yang membuat mereka berdua berkeringat dingin

"Hehehe.." Kai dan Chanyeol menyengir lebar yang terlihat idiot dimata Sehun yang melihat mereka dengan jijik

"Apa maksud Hehehe kalian itu"

"Kami hanya bercanda iyakan Yeol" Kata Kai menyenggol bahu Chanyeol disampingnya yang masih tertawa aneh.

"Iya" balas Chanyeol kaku

"Aigo~ Sehunku" kata Kyungsoo dan Baekhyun kembali mengoda Luhan

"Ish~ kalian berdua hentikan" Omel Luhan yang merasa wajahnya memanas sekarang karena terlalu malu terus di goda oleh kedua sahabatnya beserta Kai maupun Chanyeol.

"Astaga kalian , Aku benar-benar akan menceburkan kalian berdua kelaut setelah ini" Geram Sehun jengah membuat Luhan dan keempat temannya terkekeh.

.

.

.

Mereka akhirnya sudah sampai di pelabuhan Incheon pada sore harinya dan mulai berhambur keluar kapal untuk kembali pulang kerumah masing-masing. Luhan nampak tertidur selama perjalanan tadi karena terus mengeluh pusing digendongan Sehun dan ia menyuruhnya untuk tidur. Setelah berpamitan pada teman-temannya Sehun menghentikan sebuah taksi dan menempatkan Luhan terlebih dahulu di kursi belakang sebelum memasukan barang-barang mereka. Usai memasukan barang-barangnya dan Luhan ia mendudukan tubuhnya disamping Luhan kemudian menyenderkan kepala Luhan dibahunya. Sehun memberikan alamat tujuan kepada supir taksi sebelum kembali menfokuskan perhatiannya pada Luhan yang tertidur.

Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di apartemennya , ia kembali mengendong Luhan masuk kedalam apartemen yang sebelumnya meminta bantuan pada penjaga apartemen untuk mengangkat barang-barang mereka.

"Terima kasih Ahjussi" Ucap Sehun pada penjaga yang membantunya membawakan barang-barangnya dan Luhan.

Penjaga itu tersenyum ramah pada Sehun "Sama-sama kalau begitu saya akan turun selamat beristirahat Tuan Oh"

Usai penjaga itu pergi Sehun segera masuk kedalam apartemennya dan merebahkan tubuh Luhan ke atas ranjangnya. Ia tersenyum dan membelai rambut Luhan lalu mengecup dahinya pelan. Sehun kembali keluar untuk memasukkan barang-barang mereka dan beranjak membersihkan diri merasa badannya sangat lengket akibat perjalanan mereka hari ini.

Beberapa menit kemudian Sehun keluar dari kamar mandi dengan handuk dikepalanya. Ia melirik ke atas ranjang yang mendapati Luhan tengah duduk dan memandangnya.

"Kau sudah bangun" Tanya Sehun berjalan mendekat pada Luhan.

Luhan mengangguk "Kita dimana Sehun?"

"Uh! Ini apartemenku kau tertidur tadi dan aku bingung akan membawamu kemana jadi aku bawa saja kau kemari" Jelas Sehun pada Luhan yang kini tengah mengangguk paham.

"Sudah merasa lebih baik atau kepalamu masih pusing" Tanya Sehun khawatir namun ia menghela nafas lega sat Luhan menggelengkan kepalanya pelan

"Baguslah kalau begitu pergilah mandi aku akan menyiapkan makan malam untuk kita dan kau harus meminum obatmu" suruh Sehun beranjak pergi keluarkmar untuk menyiapkan makan malam

"Sehun" panggil Luhan pelan namun masih terdengar di telinga Sehun membuatnya menoleh sambil berguman. Luhan nampak gelisah ditempatnya sebelum berdiri dan menghampiri Sehun yang berada didepan pintu

CUP

Ia mengecup pelan bibir Sehun malu-malu "Terima kasih , Aku mencintaimu" Kata Luhan merona dan berlari masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Sehun yang masih diam dengan tampang bodohnya. Namun sesaat kemudian ia tersenyum sangat lebar sambil menyentuh bibirnya yang mendapat kecupan singkat dari Luhan

"Aku juga mencintaimu rusa kecil" guman Sehun

.

.

.

"Sehun"

Sehun yang tengah menyiapkan makan malam di dapur menoleh saat suara Luhan memanggilnya. Ia menatap takjup Luhan yang memakai piyamanya yang nampak kebesaran ditubuhnya membuat Luhan seperti orang-orangan sawah yang tenggelam pada bajunya.

"Kau membuat apa" Tanya Luhan yang sudah duduk pada kursi didepan Sehun sambil menangkup kedua wajahnya saat itu pula Sehun baru sadar dari pemikiran absurdnya.

"Oh!aku membuat ramen" Balas Sehun

"Wah! kelihatannya enak" kata Luhan riang saat Sehun menaruh panci ramen yang masih mengepulkan asap itu didepan Luhan.

"Makanlah" Ucap Sehun dan memberikan mangkuk beserta sumpit pada Luhan dan untuknya sendiri.

"Selamat makan" Ujar Luhan terlampau bersemangat

Slurrpp

"Woah~ ini benar-benar enak Sehun" Puji Luhan membuat Sehun tersenyum gemas dan mengacak rambut Luhan

Usai makan malam Sehun dan Luhan duduk bersantai di ruang televisi dengan Luhan yang besandar di dada Sehun dengan nyaman.

"Sehun kenapa kau tidak tinggal bersama kedua orang tuamu" Tanya Luhan pada Sehun.

"Kenapa tiba-tiba bertanya hal itu" Tanya Sehun balik dan menatap Luhan yang bersandar pada dadanya

"Ish~ kau ini kenapa bertanya balik" Kesal Luhan sedikit memukul dada Sehun pelan

"Aku hanya malas" Kata Sehun santai

"Kalau kedua orang tuaku masih ada aku ingin tinggal dengan mereka, menghabiskan waktu bersama" Kata Luhan entah mengapa ia merasa begitu merindukan mendiang orang tuannya sekarang.

"Orang tuamu pasti sudah bahagia bersama Tuhan , lagipula jika kedua orang tuamu masih ada kau juga tidak akan datang ke korea dan bertemu denganku"

Luhan mengangguk "Ya kau benar Sehunnie mungkin ini sudah takdir"

"Ahhh~ aku sangat mencintaimu Lu" gemas Sehun memeluk erat tubuh Luhan

"Sekarang kau bilang mencintaiku dulu saja kau selalu mengataiku idiot, wanita gila , ahjumma cerewet bahkan rusa jelek" kekeh Luhan mengenang saat dulu ia selalu bertengkar dengan Sehun setiap kali bertemu.

"Kau juga mengataiku manusia es, Albino jelek dan cadel" Omel Sehun yang ikut terkekeh geli mengenang.

"Kau memang seperti itu Sehunnie jadi aku tidak salah" kata Luhan membenarkan dan tertawa membuat Sehun menatapnya tak percaya

"Issh~ kau ini benar-benar dasar rusa jelek"

"Y-yak kenapa kau mengataiku rusa jelek lagi" protes Luhan menegakkan tubuhnya menatap Sehun garang namun lebih terlihat sangat cute menurut Sehun

"Baiklah-baiklah bagaimana kalau Rusa cerewet" Timpal Sehun membuat Luhan tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya sebelum ia tersadar dan memelototi Sehun

"YAK OH SEHUN KAU MAU MATI" Teriak kencang Luhan dan melempari Sehun yang sudah sejak kapan berlari menjauh dengan bantal sofa disampingnya membuat Sehun meledakkan tawanya keras.

.

.

.

"Apa" kesal Luhan pada Sehun yang mengejeknya habis-habisan semalam.

"Ayolah aku kan hanya bercanda Lu" rengek Sehun disepanjang jalan menuju sekolah mereka yang merasa bersalah karena menggoda Luhan habis-habisan semalam. Hingga mereka berangkat ke sekolah Luhan masih nampak kesal seperti saat ini dan lebih memilih berjalan kaki untuk pergi kesekolah menolak ajakan Sehun berangkat menggunakan mobilnya. Dan alhasil Sehun juga mengikuti Luhan berjalan kaki lagipula jarak apartemen dan sekolah mereka cukup dekat

"Siapa suruh kau melakukkannya" Omel Luhan menatap Sehun seram.

"Lu kalau kau tidak mau memaafkanku aku akan pergi" Ancam Sehun berpura-pura serius

"Oh! Pergi sana" Kata Luhan acuh membuat gerakan mengusir dengan tangannya pada Sehun

"Lu kau yakin"

"Ya"

"Luuu~"

"Katanya mau pergi sana pergi" Usir Luhan mengibaskan tangannya mengusir Sehun

Sehun menghela nafas mendramatisir "Huh! Baiklah aku pergi"

"Pergi sana" kata Luhan jengah

"Lu aku benar-benar akan pergi"

"Yak! Oh Sehun" pekik Luhan kesal dan mempercepat jalannya hingga beberapa meter lalu menoleh kebelakang dan tak menemukan Sehun disana membuatnya menghela nafas bersalah

"Dia benar-banar pergi" Guman Luhan sedih dan hendak kembali berjalan sebelum

"BOO"

"YAKK!"

Ia memekik keras karena terkejut saat Sehun muncul di depannya tiba-tiba saat ia membalikkan badan. Sehun yang menyadari perubahan air muka Luhan yang memerah kesal segera berlari menjauh karena Luhan pasti

"OH SEHUN KEKASIH MACAM APA KAU , KEMARI KAU AKU AKAN MEMBUNUHMU"

Berteriak sangat kencang tanpa memperdulikan para pejalan kaki yang menutup telinga mereka akibat teriakan Luhan yang luar biasa sangat memekakan telinga.

Menyadari kesalahannya membuat Luhan melirik kekanan dan kirinya dan mendapati tatapan marah dari orang-orang yang berada disekitarnya sebelum mengaruk tengkuknya malu dan membungkuk meminta maaf kemudian berlari sekencang-kencangnya mengejar Sehun yang nampak tertawa terpingkal-pingkal didepan sana .

"Aku bisa gila" gumannya kesal

.

.

.

.

.

TBC

Anyyeong dinda back again Hihi

Sebenernya ini udah mau dinda update kamis kemaren tapi masih ada yang kurang . sebenernya rencannya dinda mau update chap ini minggu besok tapi sewaktu baca review dari para readers akhirnya dinda update aja sekran. Btw chap ini chap seneng-seneng dulu ya karena chap depan konflik akan mulai bermunculan.

Maaf udah buat kalian nunggu

Jangan lupa teview, fav or foll okeyy

Sampai jumpa di look at me dan rain and winter

Untuk yang nunggu tfsm sabar ya dinda masih ngrangkai ceritanya lagi

See you

Muahh~