.

.

.

Look at Me

Xi Luhan (Oh Luhan coming soon (: )

Oh Sehun

.

.

.

Luhan merasa begitu nyaman saat pelukan dan dekapan hangat yang ia terima dari siapa lagi jika bukan Oh Sehun. Pria yang mampu merubah pendiriannya begitu cepat dan pria yang mampu mengisi kekosongan hatinya. Ia hanya berpikir dan merasa begitu aneh saat tiba-tiba seorang Sehun yang terkenal dingin , kejam dan tak berperasaan mengatakan hal yang terdengar begitu cheesy. Pria itu mengelus punggung Luhan berniat membuat simungil merasa nyaman dan tertidur. Setidaknya itu yang terjadi selanjutnya, Sehun sedikit menunduk dan melihat wajah Luhan yang nampak memejamkan matanya benar-benar tertidur. Terlihat dari tidak ada kerutan didahinya dan deru nafasnya yang teratur. Ia menerik sebuah senyuman yang begitu mempesona dan membaringkan tubuh Luhan diranang rawatnya lalu ia segera turun dan menaikkan selimut si mungil.

Sehun menempelkan bibirnya pada dahi Luhan mengecupnya singkat dan mengatakan "Selamat tidur sayang" lalu ia terkekeh setelahnya. Lidahnya merasa belum terbiasa mengucapkan kata itu dan begitu terasa aneh terdengar di pendengarannya.

Drrt...drrt

Sehun menegakkan tubuhnya saat merasakan ponselnya berbunyi. Ia merogoh saku celananya dan melihat siapa yang menelponnya

Max

"hallo"

"Bos"

"Ada apa?"

"Bos ada yang harus kulaporkan padamu"

"Katakan saja"

"Umh! Tidak bisa Bos ini benar-benar tidak bisa aku katakan padamu lewat telepon"

"Baiklah laporkan saja besok aku sedang di rumah sakit menemani Luhan"

"Baik Bos kalau begitu aku akan mengirimkan beberapa foto terlebih dahulu keponselmu Bos"

"Baiklah aku tutup"

Tutt ...Tutt

Sehun menutup teleponnya dan duduk disebuah sofa panjang tak jauh dari ranjang Luhan dan merebahkan dirinya sebelum ponselnya kembali bergetar tanda ada sebuah pesan masuk.

Ia mengernyit binggung saat sebuah foto terpampang dilayar ponselnya. Seorang pria tinggi dengan aksen rahangnya yang tegas , tampan dan putih dengan memakai pakaian serba hitam , kaca mata dan topi juga. Sehun membuka sebuah foto lain kali ini foto seorang pria yang nampak sudah berumur yang kelihatannya sedang berbicara dengan pria yang lebih muda , pria yang fotonya pertama kali Sehun terima. Ia masih bingung tentang siapa kedua orang tersebut dan pria tua yang ada difoto itu juga siapa dia terlebih wajahnya tidak terlihat.

.

Pagi menjelang menampakkan matahari yang tengah bersinar cerah di atas langit. Hari ini Luhan sudah diperbolehkan pulang karena menurut dokter yang merawatnya ia sudah cukup baik namun ia harus masih tetap beristirahat. Sehun, pria itu sibuk memakaikan sebuah syal berwarna putih ke leher Luhan dan Luhan hanya diam saja saat Sehun dengan Yixing membereskan barang-barangnya.

Terakhir Sehun memakaikan mantelnya pada tubuh Luhan dan jujur saja Luhan menyukai itu sebab ia merasa seakan Sehun merengkuhnya. Masih sibuk menyesapi aroma Sehun yang tertinggal dimantelnya Luhan tak menyadari kalau tinggal mereka bedua di kamar rawat itu.

"Apa kau senang?" Tanya Sehun duduk di sebuah kursi disepan Luhan yang duduk di pinggiran ranjang dengan sebuah senyuman hangat yang diberikannya.

"Ya, aku juga tak menyukai rumah sakit sebenarnya" Jawab Luhan. Semua terasa berbeda setelah peryataan cinta Sehun semalam dan Luhan merasa sangat nyaman dengan ini. Suasananya begitu hangta dan terasa lebih baik.

"Aku tahu, aku bisa melihatnya" Kekeh Sehun

"Sehun"

"Hum! Ada apa?" Tanya Sehun lembut saat suara Luhan memanggilnya.

"Kau terlihat lebih baik dari yang sebelumnya" ucap Luhan membuat Sehun mengernyitkan dahinya

"Kau lebih banyak tersenyum" Lanjut Luhan

"Benarkah? Mungkin itu karena ada kau" Kata Sehun dan

Cup

Ia mengecup cepat bibir Luhan membuat Luhan mengerjap-kerjapkan matanya imut. "Ayo pulang"

Luhan hanya diam saat Sehun mengangkat tubuhnya dan mendudukannya di sebuah kursi roda yang entah kapan sudah berada di sana.

"Apa harus memakai kursi roda" Tanya Luhan saat Sehun mulai mendorong kursinya keluar kamar

"Kenapa"

"A-ani hanya saja aku merasa tidak terlalu nyaman" Kata Luhan sedikit menoleh kebelakang dimana Sehun yang mendorong kursinya.

"Kau masih belum sembuh total dan kau juga tak boleh terlalu kelelahan, jadi kau memilih duduk di kursi ini atau aku gendong sepanjang jalan?" Ujar Sehun dengan sebuah kekehan kecil keluar dari bibir tipisnya.

"Umh! Aku rasa duduk di kursi ini tak terlalu buruk" Ucap Luhan memberikan sebuah senyuman kaku pada Sehun. Ya, daripada harus di gendong Sehun selama perjaanan mereka keluar dari rumah sakit duduk di kursi ini mungkin lebih baik. Ia hanya akan merasa malu jika harus berada di gendongan Sehun apalagi melewati banyak orang di rumah sakit. Saat perjalanan mereka menuju pintu keluar utama rumah sakit Luhan dapat melihat banyak orang yang melihat kearah mereka dan Luhan pikir ia tak perlu ambil pusing dengan hal itu mengingat yang mendorong kursinya saat ini adalah seorang Oh Sehun pria yang sangat diincar oleh para wanita dan pria di Korea. Mereka sesekali berbisik masih dengan pandangan yang nampak iri dan terkejut.

"Tuan Oh"

Luhan yang masih sibuk melihat sekitarnya seketika menoleh kedepan dimana sekumpulan orang berpakaian putih yang ia asumsikan adalah dokter dan direktur rumah sakit itu berdiri di depannya. Ia dapat melihat sekumpulan orang itu membungkuk hormat pada mereka

"Ada apa?" Tanya Sehun datar berbeda sekali dengan saat ia berbicara pada Luhan yang lembut, manis dan hangat.

"Kami hanya ingin mengucapkan selamat jalan dan mengantar kepergian anda dan istri anda" ucapnya sopan dan seorang dokter wanita berjalan menghampiri Luhan memberikan sebucket bunga padanya

"Tidak perlu kau terlihat berlebihan, jadi bisakah kalian minggir" Balas Sehun

"Baiklah Tuan , semoga anda cepat pulih Nyonya Oh"Kata direktur rumah sakit itu pada Luhan dan kembali membungkuk hormat diikuti dokter yang berada dibelakangnya sebelum memberi jalan pada mereka.

Sedangkan Luhan hanya memberi mereka sebuah senyuman manis dan anggukan kecil.

"Sehun memangnya harus seperti itu" Tanya Luhan jujur saja ia tak terbiasa dengan hal itu

"Jangan pikirkan hal itu , mereka hanya mencari muka didepanku sebagai pemilik rumah sakit ini" Kekeh Sehun saat mereka sudah berada di depan rumah sakit dan Luhan dapat melihat sebuah mobil hitam mewah dan mengkilat itu berada didepan mereka.

"Jadi..-"

"Ya seperti yang kau pikirkan rumah sakit ini memang milikku" Jawab Sehun cepat memotong ucapan Luhan. Luhan menganggukan kepalannya pelan mengerti Sehun dan seluruh yang ada pada diri pria itu benar-benar sangat sempurna dan itu Luhan dapat merasakan tubuhnya kembali di angkat Sehun kedalam mobil. Luhan tak tau jika saat ini mobil yang ia tumpangi dengan Sehun sudah berjalan meninggalkan areal rumah sakit. Ia masih sibuk melihat keluar jendela tak memperhatikan kearah Sehun sedikitpun lagipula pria itu nampak sibuk dengan ponselnya.

Akhirnya tak butuh waktu lama untuk sampai di mansion mewah Sehun dan tanpa Luhan sadari pintu mobil sudah terbuka menampakkan Sehun yang membukakannya dan kembali mengendongnya ala brydal. Namun kali ini berbeda Sehun tak mendudukan dirinya kembali kekursi roda ataupun menurunkannya untuk berjalan sendiri. Pria itu mengendongnya hingga memasuki mansion dan jujur saja Luhan tersipu malu karena perbuatan yang dilakukan Sehun saat ini terlebih para pelayan bahkan pengawal Sehun yang menyambut mereka sambil tersenyum ramah.

Sehun mengendongnya kelantai dua dan memasuki kamarnya , tapi ini juga berbeda ini bukan kamarnya melainkan kamar lain.

"Ini kamarku" kata Sehun seakan pria itu dapat membaca pikirannya.

"Aku kan tidak bertanya" Jawab Luhan saat Sehun sudah menempatkannya diatas ranjang yang terasa lembut, empuk dan begitu nyaman

"Aku bisa melihatnya Lu" kekeh Sehun duduk di pinggiran ranjang tepat didepan Luhan.

"Bagaimana bisa" Tanya Luhan tak percaya

Sedangkan Sehun mengedikkan bahunya "Entahlah aku juga tidak tau"

Sehun berdiri dari duduknya dan mendorong tubuh Luhan pelan untuk berbaring lalu menyelimutinya "Beristirahatlah kau belum boleh terlalu lelah"

"Kau mau pergi?" Tanya Luhan memberengut kecewa menatap Sehun

"Aku ada sedikit urusan dengan Max dan akan segera kembali maka dari itu tidurlah aku akan di sampingmu saat kau bangun nanti" balas Sehun

"Kau janji"

"Oh Sehun selalu menepati janji sayang" Kekeh Sehun namun ia mengernyit bingung saat Luhan menarik tangannya dan menyatukan kedua jari kelingking beserta ibu jari mereka

"Kau sudah mengikat janjimu dan kau akan berdosa besar jika mengingkarinya" Tutur Luhan

"Ini sungguh kekanakan" Kekeh Sehun geli kemudian ia mengecup kening Luhan pelan dengan Luhan yang memejamkan kedua matanya menikmati kecupan lembut dan penuh cinta yang diberikan Sehun.

Itu hanya sebentar saat Sehun sudah menjauhkan wajahnya dan menatap lekat pada mata bening Luhan. Keduanya masih terdiam dengan tatapan saling dengan mengagumi dan terpesona. Sebelum Sehun kembali mengikis jarak antara ia dan Luhan. Menempelkan bibinya di bibir cerry Luhan benar-benar hanya menempel hingga kemudian perlahan Sehun melumat bibir tipis itu lembut, sangat lembut. Namun lama-kelamaan ciuman itu terjadi lebih menuntut bahkan Luhan meremas rambut hitam Sehun dengan kedua tangannya sedangkan Sehun kini sudah berada di atas Luhan tangannya masuk menelusup ke perut Luhan dan mengelusnya.

"Ughhh Se-sehun" desah Luhan disela-sela ciuman mereka

"Lu aku mencintaimu" ucap Sehun saat ciuman mereka yang terjadi beberapa detik itu terlepas dengan tangan kekarnya mengelus bibir Luhan yang nampak membengkak

"Aku juga mencintaimu Sehun" balas Luhan yang masih terengah karena kegiatan ciuman panas mereka tadi.

"Kalau saja kau tidak sakit aku benar-benar tak bisa menahan diri" Guman Sehun frustasi karena hasratnya yang sudah menggebu-ngebu tak bisa tersalurkan akibat dengan kondisi Luhan yang belum pulih sepenuhnya. Luhan yang mendengarnya hanya bisa merona malu merasa perkataan Sehun terlalu vulgar.

"jangan memasang wajah seperti itu kau membuat ku ingin memakanmu Lu" Kekeh Sehun gemas

Cup

Ia mengecup singkat bibir Luhan dan mengusap rambutnya "Aku akan segera kembali beristirahatlah" Pamit Sehun dan menurunkan tubuhnya dari atas ranjang

Luhan yang masih merasa malu hanya mengangguk pelan. Sehun yang melihatnya tersenyum sebelum berjalan keluar dari kamar meninggalkan Luhan yang wajahnya masih terasa panas dan merah.

.

.

.

"Bos"

Panggil Max saat mellihat Sehun turun dari tangga dan duduk disofa ruang tengah tepat didepannya.

"Jadi apa yang ingin kau laporkan padaku Max" Tanya Sehun.

Max bergerak gelisah diduduknya "Kau tidak akan suka dengan apa yang akan aku katakan ini Bos"

"Jangan bertele-tele Max cepat katakan" Geram Sehun merasa anak buahnya itu terlalu banyak bicara

Max menyodorkan sebuah amplop coklat pada Sehun dan dengan cepat Sehun membukanya kemudian menatap anak buahnya itu binggung

"Apa ini"

"I-itu adalah foto seseorang yang menjadi pemimpin atas kejadian yang terjadi pada mendiang istrimu Bos, Pria tua itu adalah pemimpin mereka" Jelas Max gugup merasakan suasana disekitarnya mulai menegang

"T-tapi aku belum bisa melihat wajahnya Bos dan pria yang lebih muda itu bernama Kris dia adalah kaki tangan kepercayaan pria tua itu , pria bernama Kris itulah yang selalu melakukan segala hal yang diperintahkan pemimpin nya " Lanjut Max namun Sehun masih diam dengan rahangnya yang mengeras namun ia masih memberikan waktu untuk anak buahnya itu menjelaskan semuanya hingga selesai.

"Dan yang paling penting pria itu juga mengikuti Luhan Bos , Lihat ini" Ucap Max memberikan beberapa lembar foto yang menampakan pria bernama Kris itu mengamati Luhan saat Luhan keluar dari cafe tempatnya bekerja. Hal itu sukses membuat Sehun merasa begitu marah

"Brengsek, sebenarnya siapa mereka"

"Aku juga masih mencari tahu Bos..-"

"...-Ada lagi Bos aku rasa pria tua itu memiiki hubungan yang tak cukup bagus dengan mendiang ayahmu Bos tapi aku belum mengetahui tentang hal itu lebih jauh" lanjut Max .

Sehun memijit kepalanya pelan "Sebenarnya apa yang mereka inginkan dariku , dan Max laporkan padaku secepatnya tentang hal-hal yang kau ketahui lagi...-" Sehun berdiri dari duduknya

"Cari tahu siapa mereka sebenarnya aku tak akan membiarkan mereka menyentuh Luhanku walau sehelai rambutnya"

"Baik Bos"

Mendengar balasan dari Max membuat Sehun mengangguk dan berjalan kembali menaikki tanggan meninggalkan Max yang masih berada di ruang tengah.

Cklek

Sehun membuka kamar dimana tempat Luhan beristirahat dengan hati-hati tak ingin menganggu istirahat kekasihnya itu. Ia perlahan berjalan mendekati ranjangdan mendudukandirinya disana dengan matanya menatap lurus kearah Luhan yang napak tertidur dengan damai. Sehun tak pernah takut dengan hal apapun dan dengan siapapun namun entah mengapa saat mendengar bajinganbajingan yang dulu membuatnya kehilangan Luna mengicar Luhan membuat perasaannya begiti gelisah dan ketakutan. Ia takut tak bisa menjaga orang yang ia cintai lagi, ia takut jika ia kehilang Luhan dan jujur saja ia tak sanggup walaupun hanya memikirkannya. Dadanya bergemuruh mengapa ia selalu menepatkan orang yang ia cintai daasituasi yang berbahaya dan sangat sulit.

"Sehun"

"Sehun"

"Uh!" Sehun tersadar dari lamunannya saat merasa tangan lembut Luhan membelai pipinya

"Apa yang kau pikirkan Sehun? Apa kau ada masalah kenapa melamun" Tanya Luhan lembut memberikan senyuman manis yang begitu menenangkan pada Sehun

Sehun menggeleng pelan dan menggengam tangan Luhan yang menyentuh pipinya"Tidak ada yang aku pikirkan Lu, aku kira kau tidur "

"Benarkah? Kau sedang tidak berbohongkan?" selidik Luhan curiga "Aku memang tidur saat kau belum datang tadi" lanjut Luhan

Sehun kembali menggeleng pelan dan mengecup kening Luhan "Tidak aku tidak berbohong dan maaf jika membangunkanmu" katanya merasa bersalah

"baiklah aku maafkan" ujar Luhan tersenyum

"Aku mencintaimu Lu ,sangat mencintaimu" tutur Sehun tiba-tiba

"Aku juga mencintaimu Sehun sangat" balas Luhan

Sehun tersenyum dan mengecup punggung tangan Luhan 'Aku tidak akan membiarkan para bajingan itu menyentuh bahkan menyakitimu Lu, aku akan melindungimu meski aku harus mati sekalipun' Guman Sehun dalam hati. Karena Luhan adalah hidupnya , cintanya dan segalannya bagi Sehun dan ia akan menjaganya dengan sangat baik agar Luhan tak kekurangan sedikitpun. Karena Luhan adalah pemilik seluruh yang ada pada diri seorang Oh Sehun dan Sehun tak akan gagal lagi ia akan menjaga Luhan dengan seluruh hidupnya mekipun dia harus mati karena hal itu ia rela. Karena jika Luhan terluka dia juga akan mati karenanya

Karena Luhan adalah pemilik hidup seorang Sehun pria yang dulu bertangan dingin dan tak punya belas kasihan pada siapapun yang kini mulai nampak lebih manusiawi hanya karena seorang Luhan pria yang sangat dicintai seorang Sehun satu-satunya pemilik hatinya pengisi kekosongnnya

.

Hubungan Luhan dan Sehun semakin bertambah baik setiap detiknya mereka berdua memang sudah saling terbuka satu sama lain. Dan Sehun tak lagi sungkan untuk mencium, memeluk dan memanggil panggilan sayang pada Luhan namun berbeda dengan Luhan yang masih merasa malu tak sama seperti halnya Sehun. ia akan merona berlebih jika Sehun melakukan hal-hal yang manis padanya. Walaupun Sehun adalah seorang yang sangat sibuk ia selalu menjadikan Luhan prioritas di atas pekerjaannya. Luhan saat ini tengah duduk sendirian di sebuah kursi di bawah pohon maple yang cukup besar yang berada dihalaman belakang mansion Sehun. Sebenarnya ia tak sendirian disana mengingat banyak sekali para pengawal Sehun yang disuruh untuk menjaganya. Terkadang Luhan berpikir apa Sehun takut ia akan melarikan diri dan meninggalkannya dengan menyuruh banyak pengawa yang mengawasinya. Jujur saja ia merasa tidak nyaman dengan ini menurutnya sangat berlebihan , ada dimana ia proters pada Sehun untuk tak peru menyuruh penjaga selalu menemaninya setiap saat. Mereka berdebat kecil saat itu , namun saat mendengar alasan Sehun melakukannya membuat hati Luhan menghangat dan meredakan emosinya seketika 'Kau tau aku tidak mungkin menarik mereka semua , aku melakukan ini semata-mata untuk mu karena kau milikku dan aku tidak ingin kau terluka meski setitik tintapun aku seorang pebisnis besar sayang yang banyak memiliki musuh diluar sana yang bahkan aku tidak tahu kau pasti tahu juga bagaimana persaingan di dunia bisnis, mereka bahkan tidak segan-segan mengeluarkan banyak uang dan mengambil resiko untuk menjatuhkan lawannya termasuk diriku'

Luhan tahu Sehun bukanlah pria biasa yang bisa hidup dalam kedamaian meski ia menginginkannya. Lagipula pekerjaan Sehun adalah hidupnya dan Luhan tak mempermasalahkan itu semua. Luhan entah beruntung atau tidak bisa menjadi seseorang yang berharga bagi Sehun , namun ia tak memperdulikan semua itu karena ia mencintai Sehun perasaan aneh yang sudah saat dimana ia pertama kali bertemu Sehun dan semua hal yang terjadi stelahnnya memang tak seseuai dengan apa yang ia pikirkan

"Kau melupakan syalmu lagi" Suara berat itu berasa dari belakang Luhan dan disaat bersamaan sebuah syal berwarna putih membalut lehernya.

"Uh! Sehun" Panggil Luhan tersadar dari semua pikirannya. Di depannya ia dapat melihat Sehun berjongkok dengan senyumannya yang menawan

"Kenapa kau berada diluar saat cuaca yang semakin dingin seperti ini?" Tanya Sehun kedua mengosokkan kedua tangannya dan kemudian menangkup wajah Luhan "Apa kau merasa hangat?"

Luhan mengangguk lalu membalas senyuman Sehun sebelum

Grep

"Aku merindukanmu" Ucap Luhan memeluk tubuh kekar Sehun dan menempatkan wajahnya diceruk leher Sehun menyesapi aroma Sehun yang begitu ia rindukan seharian ini mengingat pria itu baru pulang dari kantornya. Sehun mempererat pelukannya "Kau pikir aku tidak merindukanmu tidak bertemu denganmu beberapa jam ini hampir membuatku nyaris gila Lu"

"Dasar tukang gombal" Kekeh Luhan tepat di telinga Sehun membuat Sehun juga terkekeh

"Aku tidak" Elak Sehun dan melepaskan pelukannya.

"Aku tidak percaya" Balas Luhan

"Mau bukti" Tanya Sehun menaik turunkan kedua alisnya

Luhan mengernyitkan dahinya dan menatap Sehun tatapan mengintrogasi dengan telunjuk tangannya yang ia ketuk-ketukan berulang kali didagunya mempertimbangkan sebelum tersenyum "Baiklah Tuan Oh Sehun coba buktikan"Tantang Luhan.

Sehun menyeringai jahil "Sesuai permintaan Nyonya Oh Luhan"

"Ish~Sehun aku Xi Lu-..mmmpphhhh"

Protesan Luhan terpotong saat tiba-tiba Sehun menciumnya , ia mulai memejamkan matanya menikmati permainan Sehun yang begitu memabukkan. Luhan meremas rambut Sehun entah sadar atau tidak Sehun menarik tubuh Luhan untuk lebih merapat padanya. Lumatan Sehun penuh gairah dan memabukkan lidahnya mengabsen seluruh isi rongga mulut Luhan membuat lenguhan Luhan kembali terdengar

"Unnghhh..Se-hun" Luhan memukul dada Sehun kecil menyuruh Sehun menyudahi ciumannya karena ia membutuhkan oksigen sekarang. Tak butuh waktu lama Sehun melepaskan pangutan mereka dan menatap Luhan yang terengah dengan bibirnya yang mebengkak jangan lupakan mata sayunya yang menatap Sehun dan itu terihat begitu seksi menurut Sehun

"Lu" panggil Sehun dengan suaranya yang terdengar semakin berat sarat akan nafsu "Aku menginginkanmu sayang ,Bolehkah?"

Luhan menunduk malu dengan pipinya yang sudah semerah buah tomat sebelum menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Sehun.

HAP

CUP

Luhan mengerjapkan matanya berulang kali saat Sehun sudah mengendongnya ala koala dan mengecup singkat bibirnya "Aku mencintaimu Lu"

"Aku juga mencintaimu Sehun"

Karena saat bersama Luhan semua terasa berbeda untuknya , Sehun menjadi sosok yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Jika dulu ia memaksa Luhan untuk bercinta dengannya namun kali ini berbeda karena saat ini mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai dan saling menjaga. Dan untuk Sehun ia akan bersumpah tak akan melakukan hal bodoh seperti saat dulu ia memaksa Luhan untuk tinggal disisinya. Karena Luhan adalah seseorang yang lebih berharga dari apapun didunia ini untuk Sehun dan Sehun tidak akan pernah membuat Luhan menangis ataupun terluka meskipun sekali.

Mungkin benar jika Luhan dikirim Tuhan untuk merubah kembali seorang iblis seperti Sehun menjadi seorang manusia yang lebih baik, menjadi manusia yang membutuhkan cinta dan meberikan cinta untuk semua orang yang ia kasihi.

.

.

.

..

.

..

.

.

.

TBC!

Dinda back again cuman mau bilang makasih yang udah nungguin ff abal-abal dinda ini ya.

Oh ya filmnya ayah mau rilis maret ini loh katanya sih , rasa-rasanya udah galau duluan duh gimana kalau ayah main adegan kissing urrggghhh meratap dah hati dinda. Dinda emang pengen banget liat filmnya ayah tapi kalo ada adegan kissnya selain ama bunda lulukan dinda sakit hati DUH..

Siapin mental aja deh, awas ayah bunda bakalan murka tau ayah, beruntung banget dah yang yang jadi lawan mainnya ayah tuh hiks..hikks kenapa bukan dinda ya *mimpiketinggian*

Hannie222 : ini udah dinext thanks udah mau baca dan review

Sehunnie94 : hehe mian ya soalnya semua udah terencana di otak dinda jadi kalo dirubah lagi jadi binggung lagi dinda , thanks udah mau baca dan review

Guest : masih lama end nya chinggu , haha chap depan rencananya ayah bakal tancep gas(?),thanks udah mau baca dan review

Guest : dinda ya tinggal mood aja ya , thanks udah mau baca dan review

Oh babby milky: ini happy ending chingu, yang sad end rain and winter thanks udah mau baca dan review

Seravin509: ini udah say, thanks udah mau baca dan review

Meliarisky7 : haha ini udah lanjut thanks udah mau baca dan review

auliaMRQ : thanks udah mau baca dan review

Elisye Het : ini udah sayang thanks udah mau baca dan review

Taneptw307 : makasih semangatnya and thanks udah mau baca dan review

Oh jemma: ini udah say thanks udah mau baca dan review

Novey : tunggu next chap ya say itu masih secret hehe thanks udah mau baca dan review

Nqomariah947 : ini udah thanks udah mau baca dan review

Ohjasminxiaolu: dinda juga kagak suka ama si irene makanya kontraknya dinda udahin keke thanks udah mau baca dan review

Apink464: haha itulah hasilnya orang yang banyak bicara thanks udah mau baca dan review

Karinaalysia2047 : mereka emang akan selalu manis kok makasih udah suka ff gaje dinda and thanks udah mau baca dan review

Bylvcky : haha ditunggu aja ya dinda mau nikahin mereka dulu , ini udah next thanks udah mau baca dan review

Vietrona chan : haha mereka emang satu say ang thanks udah mau baca dan review

Sherli898 : ini udah di lanjut sayang and thanks udah mau baca dan review

Ofratalos : oke dinda gak jadi hapus tfs tapi dinda harus ngrangkai lagi ceritanya buatjadi happy end , enggak kok ini bakal sampe end tenang aja and thanks udah mau baca dan review

.58: itu pasti chingu ini udah di lanjut thanks udah mau baca dan review

Arifaohse: ini udah thanks udah mau baca dan review

Ohluhan07 : ini udah dilanjut , dinda juga senyum-senyum geje waktu nulis bagian itu hihi , luhan tau soal luna itu so pasti tunggu aja bakal bergilir munculnya masalah thanks udah mau baca dan review

Keiko yummina : ini udah next makasih say semangatnya , and thanks udah mau baca dan review

Kenna9495: udah ini makasih ya, thanks udah mau baca dan review

Ohluhan07 : mian kalo kecepetanya aklum otak dindapas-pasan, irene udah dimusbahkan tenangsaja thanks udah mau baca dan review

Mian dinda gak bisa balas semua rivew yang sebelumnya , but dinda mau ngucapin terima kasih banyak udah mau membaca ff abal-abal ini. So buat bulan maret ini semoga para fans ayah dan HHHS diberikan ketabahan ya .kalo ada yang kepo rupa wajah dinda atau yang pengen nanya-nanya soal apa gituh search aja

Ig ; thsdinda

*Eyalahpromosi* maklumi aje yekan siapa tahu bisa curhat-curhatan, dinda sebenernya juga ada twitter, line, bbm, WA, path Snap,fb dan lainnya tapi dinda kasih ig aja ya hehe

Makasih yang udah mau mampir membaca REVIEW, FOLL, AND FAV

Sampai ketemu next chap

See you in NG and RAW

Hidup HHHS seluruh dunia

MANSAAAAEEEEEEEEEE~~~~

Tetap harus stay sama HUNHAN OKEE...

Untuk pemberitahuan sedikit dinda mau kasih jadwal update dinda yaitu biasanya hari selasa,kalo gak bisa selasa ya kamis, kalo gak bisa kamis ya sabtu sabtu dan kalo gak bisa sabtu ya minggu

hehehe