.

.

.

.

.

LOOK AT ME

Cast : Xi Luhan

Oh Sehun

BOYSXBOYS , YAOI, M-PREG,

TYPO(s)

.

.

.

.

"Unnghhh..Se-hun " Luhan memukul dada Sehun kecil menyuruh Sehun menyudahi ciumannya karena ia membutuhkan oksigen sekarang. Tak butuh waktu lama Sehun melepaskan pangutan mereka dan menatap Luhan yang terengah dengan bibirnya yang mebengkak jangan lupakan mata sayunya yang menatap Sehun dan itu terihat begitu seksi menurut Sehun

"Lu " panggil Sehun dengan suaranya yang terdengar semakin berat sarat akan nafsu "Aku menginginkanmu sayang ,Bolehkah?"

Luhan menunduk malu dengan pipinya yang sudah semerah buah tomat sebelum menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Sehun.

HAP

CUP

Luhan mengerjapkan matanya berulang kali saat Sehun sudah mengendongnya ala koala dan mengecup singkat bibirnya "Aku mencintaimu Lu"

"Aku juga mencintaimu Sehun"

Karena saat bersama Luhan semua terasa berbeda untuknya , Sehun menjadi sosok yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Jika dulu ia memaksa Luhan untuk bercinta dengannya namun kali ini berbeda karena saat ini mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai dan saling menjaga. Dan untuk Sehun ia akan bersumpah tak akan melakukan hal bodoh seperti saat dulu ia memaksa Luhan untuk tinggal disisinya. Karena Luhan adalah seseorang yang lebih berharga dari apapun didunia ini untuk Sehun dan Sehun tidak akan pernah membuat Luhan menangis ataupun terluka meskipun sekali.

Mungkin benar jika Luhan dikirim Tuhan untuk merubah kembali seorang iblis seperti Sehun menjadi seorang manusia yang lebih baik, menjadi manusia yang membutuhkan cinta dan meberikan cinta untuk semua orang yang ia kasihi.

.

.

.

Bruk!

Sehun membaringkan Luhan cukup kasar ke atas ranjang saat mereka tiba di kamar. Dan tanpa menunggu lama Sehun melepas sepatunya dan jas serta dasi yang masih ia pakai lalu membuangnya asal. Ia merangkak ke atas tubuh Luhan dan menindih pria cantik itu dengan tatapan yang menyiratkan nafsunya yang sudah di ubun-ubun

Uggh se-sehun nggh

Luhan melenguh pelan saat Sehun menyesap kuat kulit lehernya dengan tangannya yang bermain di areal perutnya.

"Sehun nggh"

Dan demi apapum didunia ini suara desahan Luhan adalah suara yang begitu merdu ia terima dalam telingannya. Membuat sesuatu diantara selangkangannya semakin berkedut dan mengeras

"Lu..mmhh..Aku menggilaimu sayangghh"

"Sehunn...oouhh"

Sehun membuka kancing kemejanya menampilkan tubuh seputih susu dengan absnya yang terlihat begitu seksi. Luhan memalingkan wajahnya yang memerah saat Sehun membuka kemejanya dan membuangnya sembarangan

"Lu!"

Luhan kembali menatap Sehun yang menindihnya

"Apa Luhanku sedang merona sekarang"

"Ish!Sehunn~" Rengek Luhan saat Sehun mengodannya. Sehun tersenyum sebelum tangannya menelusup kedalam kaos Luhan dan merobeknya asal menampilkan tubuh Luhan yang begitu mulus tanpa cacat sedikitpun.

"Nggh-..Sehunnahh"

Sehun menempatkan tangannya dibalik tubuh Luhan sembari mengigit kecil puting Luhan dengan tangan lainnya mencubit kecil puting Luhan satunya.

"Luhh..-Kau milikku"

"Sehunnn..-nggh"

Sehun merapatkan tubuh bagian atas mereka yang sudah tak tertutupi apapun sedikit mengesekan kejantanannya dengan milik Luhan membuat Luhan kembali menggerang begitu seksi.

Sehun melepaskan puting Luhan dan beralih pada bibir pria cantiknya melumatnya sedikit kasar. Lidahnya menelusup kedalam rongga mulut Luhan yang begitu hangat dengan tangannya yang lainnya perlahan menurunkan celana piyama Luhan lalu membuangnya.

"Ummhh..-Sehunn.."

"Lu..-Kau milikkuhh..-kau miliku"

Sehun menyudahi pangutan keduanya dan tersenyum melihat Luhan yang begitu seksi dibawahnya dengan bibir sedikit membengkak dan lelehan saliva disekitarnya.

Sehun dengan cepat membuka ikat pinggang dan resletingnya lalu menurunkan celananya cepat. Memperlihatkan juniornya yang tengah mengeras dan mengacung tegak. ia kembali menindih Luhan dengan tangannya memeluk tubuh kecil prianya dan mengesekkan kejantanan keduannya sejara brutal membuat Luhan mengerang keenakan dalam ciuman panas yang Sehun berikan.

"Sehunn..nghh..le-nghh pas"

Luhan memukul kecil dada Sehun yang nampak enggan melepaskan pangutan mereka. Mengerti jika Luhan membutuhkan oksigen membuat Sehun melepaskan pangutan mereka lalu menatap Luhan dan menyatukan kening mereka.

"Aku mencintaimu"

Luhan tersenyum begitu manis saat kata cinta itu keluar dari mulut Sehun.

"Aku juga..Aku juga mencintaimu"

Dan usai saling mengatakan cinta satu sama lain Sehun melepaskan pelukannya dan menurunkan tubuhnya ke areal selangkangan Luhan. Ia menunduk dan tersenyum saat melihat lubang kecil Luhan terlihat berkedut.

Sehun membuka lebar paha Luhan dan menjilat areal lubang Luhan sesekali lidahnya menusuk mengoda lubang pria cantik itu.

"Ouuhh..sshh Sehunmmmhh jangan ouhh sekaligus"

Luhan berkata sedikit kesusahan karena bagian bawahnya saat ini tengah di kerjai oleh Sehun. Sehun membawa tangan besarnya meremas junior Luhan yang mengacung lalu memasukan kedua jarinya tanpa aba-aba kedalam lubang Luhan membuat Luhan memekik sakit

"Sehunn..Sakithhh"

Sehun melepaskan genggamannya pada junior Luhan dan sedikit merangkak naik untuk membelai wajah Luhan. Ia kembali mencium bibir Luhan agar sedikit mengurangi rasa sakitnya di bagian bawah.

Ia mengerakan jarinya dengan pola zig-zag lalu menambah jarinya lagi menjadi tiga. Sehun mencium Luhan dengan ganas

"Ouhh..Sehunnnnggh"

Luhan mendesah saat jari Sehun mengenai sesuatu dalam dirinya membuatnya mengerang nikmat

"Disana Hum!"

Luhan mengangguk saat Sehun melepaskan ciumannya tangannya meremas rambut hitam Sehun membuat rambut si -pria dominan- berantakan tak berbentuk.

Sehun terus pada kegiatannya memasuk keluarkan ketiga jarinya membuat Luhan yang ada dibawahnya mendesah begitu seksi dan itu membuat Sehun mengertakkan giginya karena bagian bawahnya sudah sangat keras.

"sehunn...nghh"

"Ouhhh..Sehunngggh akuhh akan keluarrrhh"

Sehun mengeluarkan ketiga jarinya dan memposisikan kejantanannya tepat di depan lubung Luhan.

"Lu aku akan masuk ini akan sedikit sakit"

Luhan yang masih terengah-engah hanya mengangguk sebelum

"AKH!-..Sehunn sakitt"

Ia berteriak kesakitan saat kejantanan Sehun memaksa masuk kedalam lubangnya. Luhan merasa lubangnya panas dan seperti tubuhnya terbelah dua.

Cup

Sehun mencium Luhan untuk mengurangi sedikit rasa sakitnya

"Maafkan aku sayang" Ucapnya merasa bersalah dan

SLEB

Sehun mendorong kejantanannya pada Lubang Luhan hingga masuk sepenuhnya membuat Luhan kembali berteriak kesakitan dan

"Sshh.."

Ia mendesis kecil merasa dinding rektum Luhan menjepit kejantanannya

"Bergerakalah Sehun.."

Saat mendengar ucapan dari bibir kecil Luhan membuat Sehun tersenyum karena ia juga tak dapat menahan lagi gairahnya lebih lama lagi

"Maaf jika aku sedikit kasar Hum!"

Luhan mengangguk dengan kedua tangannya meremas sprei ranjang Sehun hingga kusut. Sehun menegakan tubuhnya dan memegang pinggang Luhan dengan kedua tangannya lalu

SLEB

JLEB

SLEB

JLEB

"Ouhhhh..Sehunnahhh engghh"

Sehun memaju mundurkan kejantanannya dengan tempo cepat membuat tubuh Luhan terhentak-hentak hebat diiringi suara deritan ranjang yang menjadi saksi pergumulan panas mereka.

"Sehunnhh..shhh ouuuhh disanahhh ngggh"

Luhan mengerang hebat saat kejantanan Sehun menumbuk tepat di sweet spotnya membuat tubuhnya sedikit melengkung seperti busur

"Sshh...Lu kau nikmat sayanghh"

"Sehunn..-lebih cepat engghh"

Desahan keduannya saling bersahutan dengan Sehun yang semakin mempercepat memaju mundurkan kejantanannya dalam tubuh Luhan

"Sehunn..Akuh..-ouhhh sampaihh"

Luhan mendapatkan klimaks keduannya dan Sehun menghentikan gerakannya menikmati sensasi klimaks Luhan dengan dinding hangat lubang Luhan menjepit juniornya didalam sana.

Setelah dirasa cukup Sehun sedikit membungkukkan tubuhnya dan memeluk tubuh Luhan yang begitu hangat dengan juniornya masih tertanam didalam Lubang Luhan. Sehun memeluk tubuh Luhan erat sambil menekan juniornya masuk agar semakin dalam dan Luhan mendesah keras karenannya.

"AHH-..Sehunn jangann mengodakuhh"

"Aku..-sssh tidak mengodamu sayang" Jawab Sehun kembali menekan tubuhnya pada tubuh Luhan.

"Urrhhh..-Sehunn cepat bergerak ..cepat akuhh tak tahann"

"Sehunn nghh aku ingin kauuhh"

"Permintaan diterima"

Sehun menyeringai sebelum kembali mengerakan pinggulnya

SLEB

JLEB

Ouhhh~

Sehun terus mengenjot Luhan tanpa ampun masih dengan tangannya memeluk tubuh priannya. Membuat bukan hanya tubuh bagian bawahnya yang bersentuhan dengan Luhan tetpai juga tubuh bagian atas mereka yang saling bergesekan.

Sehun memperlambat tempo genjotannya berniat menggoda Luhan

"Sehunn..-nghhh kenapa lambathhh emmpph sekalihh"

"Sehunnhh lebih cepatt aku mohonnn"

"Minta aku dengan suara seksimu itu Lu, minta aku mengenjotmu lebih cepat dengan sedikit nakal"

Awalnya Luhan tak mengerti namun pada akhirnya ia melakukan apa yang di inginkan Sehun

"Sehunn..Akuhhh mohon cepat genjot aku ..aku butuh penismu ituhh..Nghh Sehunn Lubangku ingin merasakan genjotan penis besarmu ituhh Sehunaahh.. "

Sehun mengedikkan bahunya merinding mendengar kata-kata Luhan yang begitu vulgar.

"Oh! Shit" Ia mengumpat sebelum kembali mengeluarkan penisnya sebatas kepala lalu

JLEB

ia menekan lebih dalam penisnya dalam lubang Luhan membuat tubuh Luhan kembali melengkung. Sehun mengenjot Luhan dengan cepat membuat ranjang mereka berderit keras disertai tubuh Luhan yang terhentak-hentak kuat.

"Shhh Luhh kau..nikmat sayang"

"Sehunnn enghh terusss lebihh ahhh cepat ahh"

"luhhhh... nghhh Lubangmu memakan seluruh penisku ngghh"

"Sehunahh akuhh sampaii ouahhh"

"Bersamahh Luhhh akkhhh"

BRUK

Sehun menjatuhkan tubuhnya kesamping Luhan masih dengan penisnya tertancap di lubang Luhan.

"Kau hebat sayang" Puji Sehun membawa Luhan kepelukannya

"Kau juga Sehunnie ,Jadi apa aku boleh tidur sekarang?"

Sehun melirik jam kecil pada nakas disampingnya yang menunjukkan pukul 9 malam. Bibirnya menyeringai kecil sebelum mengangkat tubuh Luhan sedikit duduk dengan tubuhnya sendiri sedikit terangkat dibagian atas. Luhan kembali mendesis kecil saat penis Sehun kembali mengennai sesuatu dalam dirinya.

"Ohhh..-"

"Astaga Lu kau seksi sekali"

Sehun mengecup bibir Luhan lalu mempererat peganggannya di pinggang Luhan. Sedangkan Luhan menatap horor Sehun saat merasakan penis Sehun kembali berkedut dan mengeras didalam lubangnya

"Kau boleh tidur saat aku sudah puas Lulu sayang"

Benar saja Sehun kembali mengangkat tubuh Luhan dan

JLEB

penisnya kembali menumbuk prostat Luhan membuat Luhan kembali mendesah sebelum pasrah saat Sehun kembali ingin bercinta dengannya.

"Ahhh..-Ouhhhh nggghh Sehunnnn"

Dan kembali terdengar suara desahan dan deritan ranjang dimana kedua pasang kekasih itu kembali melanjutkan kegiatan Seks panas mereka. Dan untuk Luhan ia hanya bisa pasrah dan melayani Sehun dengan gairah Seks yang begitu besar di tambah lagi pria itu bahkan tak lelah sedikitpun.

.

.

.

.

Sehun melenguh pelan sebelum membuka kedua matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah wajah tertidur Luhan yang begitu menggemaskan dan juga cantik. Sehun menyangga kepalanya dengan tangan dan merubah posisinya menyamping agar ia bisa melihat wajah tidur sang tercinta. Tangannya menyingkirkan helaian rambut Luhan yang menutupi kening Luhan.

Cup

Sehun memberikannya sebuah kecupan kecil pada kening Luhan. Ia melirik jam di atas nakas yang menunjukkan pukul 8 pagi. Jadi mereka baru tidur 3 jam menginggat Sehun terus mengenjot Luhan semalaman tanpa ampun hingga pukul 5 tadi. Mereka baru berhenti saat tenaga keduanya benar-benar Sehun dan Luhan memikiki gairah Seks yang sama besarya. Namun beda Sehun beda Luhan jika Sehun memiliki stamina yang bagus tapi tidak dengan Luhan. Luhan akan cepat lelas meskipun yang banyak bergerak adalah Sehun.

Sehun menyingkap selimutnya dan membenarkan letak selimut pada tubuh Luhan sebelum memberikan kecupan kecil di bibir Luhan yang sedikit terbuka. Ia tersenyum sebelum berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang memang tercium bau khas habis bercinta.

.

.

"Selamat pagi Tuan" Sapa Yixing saat melihat Sehun turun dari lantai dua dengan balutan jas hitam serta rambutnya yang ia tata model keatas. Membuatnya kembali terlihat begitu angkuh, dan menakutkan.

"Pagi" Balas Sehun berjalan ke ruang tengah dan mendudukan dirinya dengan kaki menyilang disalah satu sofa disana.

Yixing menghampirinya dengan secangkir kopi lalu meletakkannya di meja didepan Sehun. Sebelum kembali membungkuk hendak pergi namun suara Sehun menghentikan pergerakannya

"Yixing" Panggil Sehun

"Ya Tuan Oh"

Sehun melirik jam tangan mahal di pergelangan tangan kirinya sebelum matanya menatap kamarnya yang ada dilantai dua

"Aku akan pergi kekantor dan jika Luhan bangun sediakan apapun yang ia butuhkan, dan satu lagi hari ini Luhan harus ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan rutinnya temani dia aku akan menyusul nanti"

Yixing mengangguk paham jujur saja itu adalah kalimat terpanjang yang pernah Sehun katakan padanya. Menginggat majikannya itu orang yang terkesan dingin dan tak banyak bicara.

"Saya mengerti Tuan"

.

.

Eunggh!

Lenguhan kecil terdengar dari atas ranjang dimana sosok Luhan yang begitu mengemaskan mengeliat kecil dalam tidurnya sebelum matanya terbuka. Ia mengusap matanya pelan dan mengerjap beberapa kali

"Sehun" Panggilnya saat melihat tak ada sosok Sehun yang memeluknya tadi. Ia merengut kecil hendak bangun

"Akh!"

Ia meringis sakit pada bagian bawahnya yang entah mengapa begitu perih dan sakit.

"Uh! sakit sekali" gerutunya perlahan menurunkan kakinya dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Selang beberapa saat kemudian Luhan keluar dari kamar mandi dengan handuk tersampir di kepalanya sesekali ia akan meringis sakit meski hanya berjalan. Luhan mendudukan dirinya pada sebuah kursi kecil didepan meja rias dikamar itu.

"Selamat siang"

"Eh!" Luhan membalikkan tubuhnya dan menemukan Yixing dengan nampan ditangannya menghampirinya.

"Siang? Memangnya sekarang jam berapa?" Tanya Luhan ia pikir ini masih pagi.

"Sekarang jam sebelas siang Lu" Yixing terkekeh melihat raut wajah Luhan yang sedikit terkejut

"Sehun"

"Tuan Oh sudah berangkat kekantor sejak pagi tadi"

Yixing meletakkan nampan yang ia bawa didepan Luhan. Luhan melihat isi nampan itu dimana ada segelas susu hangat, beberapa lembar roti dan tunggu..-

"Itu saleb Lu aku tau bagian bawahmu pasti sakit aku benar, Kalau begitu aku akan keluar dulu dan habiskan sarapanmu lalu bersiap-siaplah kita akan ke rumah sakit" Kata Yixing sedikit tersenyum geli melihat rona merah muda tercetak jelas di pipi gembil Luhan.

Luhan mengangguk sebelum mengambil selembar roti dan memakannya "Yixing Tunggu!" teriaknya membuat Yixing yang hemdak menutup pintu kembalu membukanya dan memunculkan kepalanya dari luar kamar

"Ada apa?"

"Untuk apa kita kerumah sakit?" Tanya binggung

"Kata Tuan Oh ada pemeriksaan untukmu dan katanya dia akan menyusul kesana nanti" Jawab Yixing dan Luhan mengangguk mengerti sebelum kembali memakan rotinya lalu mengambil saleb dan memegannya dengan tangan kirinya dengan dahi mengernyit. Apa Sehun yang menyuruh Yixing memberikan saleb ini, Oh Ya Tuhan dia merasa sangat malu sekarang. Dan Luhan memakan sarapannya dengan semu merah dipipinya yang menemani.

.

.

.

Luhan dan Yixing tiba di rumah sakit dengan beberapa anak buah Sehun yang mengikuti mereka dari belakang. Meski risih namun Luhan tak dapat menolaknya atau jika ia kembali menola mungkin ia dan Sehun akan kembali berdebat. Tak perlu di tanya lagi siapa yang akan menang setiap saat mereka berdebat tentu saja , Sehun -si pria dominan-

Luhan berjalan sepanjang lorong rumah sakit bersama Yixing dan ia dapat melihat jika para dokter dan perawat yang berpas-pasan dengannya sedikit membungkuk hormat. Jujur saja Luhan merasa canggung karena itu.

"Nyonya Oh"

Luhan menoleh ke samping dimana seorang perawat wanita memanggilnya. Oh! apa mereka tidak bisa melihat jika ia ini laki-laki bisa saja mereka memanggilnya Tuan Oh mungkin. Itu hanya khayalan Luhan saja jika ia di panggil Tuan Oh bagaimana dengan Sehun nantinya.

"Mari ikuti saya" Kata perawat itu dan membimbing Luhan masuk kesebuah ruangan dengan seorang dokter menunggu disana.

"Dokter Cho, Nyonya Oh Luhan sudah tiba" Kata perawat itu memberitahukan kepada dokter bernama Cho Kyuhyun .

"Nyonya anda sudah tiba kalau begitu silahkan duduk" Sapa Kyuhyun

dan Luhan menurut dengan mendudukkan tubuhnya di kursi.

"Dokter, panggil saja aku Luhan aku sedikit risih mendengar kata Nyonya" Kata Luhan tersenyum kikuk lagipula diruangan ini hanya ada dia , Satu dokter dan perawat. Mengingat Yixing dan anak buah Sehun menunggu di luar ruangan.

Kyuhyun tekekeh kecil "Baiklah Luhan, Mari kita mulai pemeriksaannya"

Luhan menganngguk dan mengikuti Kyuhyun yang berjalan didepannya menuju sebuah ruangan dimana ada sejumlah alat aneh yang tak ia ketahui namannya.

"Berbaringlah disini Luhan, dan rileks saja ini hanya pemeriksaan biasa" Ujar Kyuhyun saat mendapati raut wajah Luhan yang nampak gugup.

"Aku hanya sedikit gugup" Balas Luhan dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang usai melepas alas kakinya. Hingga ia merasa tempatnya berbaring mulai berjalan memasuki sebuah ruang berbentuk lingkaran. Dan Luhan mulai memejamkan matanya saat suara Kyuhyun memberi instruksi untuk memejamkan matanya dan yang Luhan tahu hanya sebatas itu karena ia tak dapat melihat apa yang terjadi setelahnya.

"Luhan buka matamu ini sudah selesai" Hingga tiba-tiba suara Kyuhnyun membuatnya membuka mata dan ia dapat melihat jika dirinya kembali ke posisi awal.

"Sangat sebentar bukan?"

"Iya, kupikir akan membutuhkan waktu yang lama" Balas Luhan tersenyum

"Semua alat dalam kedokteran sudah sangat cangih, Dan alat itu dapat memindai seluruh tubuhmu hanya dalam waktu beberapa detik hingga menit saja"

Luhan mengangguk-anggukan kepalanya dan kembali memakai alas kakinya sebelum mengikuti Kyuhyun untuk keluar dari ruangan itu.

Ia tak berpikir jika kini bisa menemukan Sehun tengah duduk di kursi yang sempat ia duduki tadi. Pria itu berdiri saat melihat Luhan berjalan kearahnya dan memberikan senyuman kecil.

"Sehun"

"Ya ini aku, Kau pikir siapa" Katanya terkekeh pelan dan merengkuh tubuh Luhan sebelum

Cup

mengecup cepat dahinya dan menyuruh Luhan duduk disampingnya.

"Kupikir kau tak akan datang"

"Aku selalu menepati janji asal kau tahu , Bagaimana didalam sana?"

"Tidak ada yang terjadi hanya saja aku diperiksa dengan alat yang aneh"

Sehun terkekeh kecil mendengar jawaban Luhan

"Bagaimana hasilnya?" Tanya Sehun pada Kyuhyun yang memegang beberapa oertas ditangannya

"Hasilnya tidak terlalu baik dan tidak buruk juga"

"Apa maksudmu?"

"Luka luarnya memang sudah kering dan sembuh sepenuhnya , akan tetapi ia mengalami trauma tulang tengkorak sebelumnya akibat kecelakaan itu hal itu membuatnya akan tetap kesakitan dalam beberapa waktu seperti yang pernah saya katakan"

"Bagaimana cara agar ia tak merasakan sakit lagi?" tanya Sehun dengan sedikit was-was dengan tangannya mengenggam erat tangan Luhan di atas pahanya dan Luhan mengelus punggung tangan Sehun berharap sedikit membuat Sehun tenang

"Dia hanya harus berpikiran baik dan tidak membuat dirinya cemas ataupun stres, Luhan juga tak boleh membuat dirinya berpikiran terlalu berat,dan satu lagi jangan sampai kepalanya kembali terbentur atau mendapat tekanan seperti pukulan atau semacamnya"

Sehun menghela nafas dan mengangguk "Akan ku pastikan itu tak akan terjadi"

"Baiklah Tuan Oh saya akan memberikan resep obat anda bisa menebusnya di apotek di rumah sakit ini" Kata Kyuhyun dan memberikan sebuah kertas kecil pada Sehun.

"Terimakasih" Ucap Sehun sebelum mengandeng Luhan keluar dari ruangan Kyuhyun.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Sehun pada Luhan

"Harusnya itu yang ku tanyakan padamu, Kau nampak pucat Sehunna" Kata Luhan membuat Sehun menghentikan langkahnya dan memandang tepat pada mata Luhan

"Aku baik, Hanya saja aku khawatir denganmu" Jawabnya memberi Luhan senyuman kecil

Luhan tersenyum"Aku baik dan akan selalu baik kau tak perlu menghawatirkan aku lagipula kau mejagaku aku akan selalu baik-baik saja"

"Ya kau memang harus dan kau adalah hidupku bagaimana bisa aku tak menjagamu" Kata Sehun tersenyum kecil dan melanjutkan jalannya

"Bagaimana dengan berjalan-jalan hari ini"

"Eh!" Luhan memandang Sehun binggun membuat Sehun mencubit hidung Luhan gemas

"Sakit Sehun" Protes Luhan mengosok sedikit hidungnya yang nampak memerah akibat ulah Sehun

"Kenapa kau begitu menggemaskan sayang" Katanya tertawa pelan

"Itu sudah takdir asal kau tahu" Balas Luhan tertawa geli

"Jadi bagaimana dengan jalan-jalan hari ini, Ku kira hari ini cukup cerah dan Aku lihat juga bunga sakura sedang mekar"

"Wah! benarkah itu pasti sangat indah" Guman Luhan senang

"Tapi menurutku kau yang lebih indah Lu" Gombal Sehun. Sejak kapan Tuan Oh ini suka menggombal

"Ish! kau ini" Luhan memukul lengan Sehun pelan "Jadi akan kemana kita hari ini?" Lanjut Luhan

"Bagaimana jika ke danau seokchon ..- setelah itu mungkin ke sungai Han atau lotte world tidak buruk juga" Kata Sehun

"Baiklah ayo kesana setelah pulang dari sini , Ku pikir itu sangat menyenangkan" Jawab Luhan semangat

"Kita akan makan siang dulu setelah menebus obat"

"Baiklah, Aku pikir sekarang aku sudah mulai lapar" Kata Luhan

Sehun terkekeh gemas karenanya sebelum kembali mencubit kencang hidung Luhan

"Kenapa kau sangat lucu Lu"

"Sehun ini sakit tau"

Bahkan keduanya tak peduli jika sekeliling mereka ramai akan orang-orang yang seaekali mengambil gambar mereka lalu tersenyum gemas dibuatnya. Melihat dan mendengar interaksi sepasang kekasih yang begitu lucu dan manis di mata mereka. Satu hal yang mereka tau sekarang sosok Sehun yang menurut mereka penuh dengan arogansi, dan menakutkan itu tak seperti yang di katakan. Karena mereka dapat melihat sosok Sehun yang nampak begitu akrab, hangat dan sangat mencintai pasangannya saat ini

"Sehun benar-benar menemukan rumahnya"

Guman Yixing dalam hati yang melihat bagaimana majikannya itu berubah menjadi sosok yang hangat dan peduli dengan orang lain. Terlebih lagi ia juga lebih terbuka dan lebih banyak berekpresi.

.

.

.

.

.

TBC

Hay udah ya segini aja dulu okehh..

tunggu chap selanjutnya ya..

Chap depan bakalan lebih panjang dari ini kok dan manis manis nyakitin, dan ngeboseni tentu aja..:-D :-D

Dinda nulisnya sambil bayangin suasana di seokchon lake korea jadi pengen kesana, Dan pada akhirnya dinda cuman bisa liat sakura di kyoto doang padahal pengennya di korea meskipun sama bagusnya sih, Kapan ke koriya apalagi kalo kesana gak sengaaja ketemu oppa Thehun atau Oppa ganteng lainnya jg gak apa.. Kyoto gak ada Oppa -Oppa ganteng cem di koriya ada sih ganteng tapi dinda masih suka koriya huhuhu... pen mantegin oppa ganteng

Boro-boro mau mantengin oppa ganteng bisa-bisa dinda mimisan dulu gegara kagak kuat saking gantengnya...:-D

Anddddd...Sorry untuk kesalhan update kemaren ya sumvah dinda gak fokus haha tolong dimaapin.

Maaf buat Ncnya yang mungkin kurang hot btw itu temen dinda yang bikin dinda mah kagak bisa bikin NC tapi wlpun sebenernya dinda juga ikut ambil bagian buat bikinnya dikit hehe.. Dinda mah masih polos baru aja masuk 18 thn ..

So tunggu chap selanjutnya ya..

*KaloadayangnunggudindaDuh*

Thanks for readers, review, fav or foll oke..

Dinda sayang kalian...

Makasih untuk yang sudah sudi meluangkan waktu untuk membaca dan mengikuti setiap chap yang dinda publish...

.

.

.

.

.

Kyoto 23/04/2017/10:30AM