Better not to Know

Vampire Knight

By : Hino Matsuri

Better not to Know

By : Kawaihana


Rasa sakit apa Ini?

Cairan merah apa Ini?

Kenapa kakakku berbaring dan tak bergerak? Tubuhku pun rasanya sulit untuk digerakkan.

Aku merasakan rasa sakit Di leherku seperti dua buah jarum tajam kini sedang menusuknya. Semakin lama semakin membuatku lemas.

Seingatku, Tadi Aku sedang menuju hutan kecil di dekat rumah untuk mencari buah beri untuk kakakku. Tapi…. Kenapa malah begini ?


Chapter 1

Berries and Vampires

Yuri POV

Namaku Yuri Shirayuki. Aku punya seorang kakak laki-laki yang bernama Yoichi Shirayuki. Aku hanya tinggal berdua dengan kakakku yang usianya lebih tua 8 tahun dariku itu. Orang tua kami meninggal saat umurku 7 tahun, saat itu kakakku berumur 15 tahun. Sejak saat itulah Aku tinggal bersama dengan kakakku Di rumah yang dulunya dihuni oleh kami berempat.

Tak terasa 7 tahun telah berlalu sejak kedua orang tuaku meninggal. Sampai sekarang Aku masih tinggal Di rumah yang sama yang sejak dulu kutinggali bersama kakakku.

Besok adalah hari uang tahunku yang ke-14. Sejak satu minggu yang lalu kakak pergi karena pekerjaannya. Kakak tak pernah memberitahuku dengan jelas apa pekerjaannya. Dia hanya bilang pekerjaannya itu untuk memburu atau berburu. Kalau pergi kerja, kakakku selalu membawa senapan panjang Dan perginya pun tak pernah pulang Di hari yang sama. Kupikir pekerjaannya itu berburu beruang atau serigala untuk dijual atau sejenisnya. Setiap Aku menanyakan detail pekerjaannya, kakak selalu berusaha mengalihkan pembicaraan. Karena itu sampai sekarang pun Aku masih berpikir kakakku itu pemburu hewan.

Dua hari yang lalu Aku mendapat Surat Dari kakak. Di dalam suratnya itu kakak akan pulang Di hari uang tahunku Dan mrnghabiskan waktu seminggu penuh Di rumah. Tentunya Aku sangat senang. Jarang-jarang kakak menghabiskan waktu seminggu penuh Di rumah.

Sekarang Ini Aku sedang bolak balik merapikan Dan membersihkan seisi rumah . Bisa gawat kalau kakak pulang Dan mendapati rumah Ini acak-acakan. Kakakku itu paling anti dengan ketidak rapihan. Terakhir kali kuingat kakak memergokiku membiarkan buku-bukuku berserakan di atas kasur, Aku kena ceramahnya yang berlangsung kurang lebih 10 menitan.

Tak terasa jam dinding sudah menunjukan jam 5 sore. Seluruh rumah sudah rapih dan bersih untuk menyambut kepulangan kakakku. Kuharap tak ada bagian yang ketinggalan. Sekarang tinggal menyiapkan makan malam untukku sendiri, makan, cuci piring, sikat Gigi lalu tidur. Aku sungguh tak sabar menanti hari esok.

Keesokan paginya….

Seperti biasanya, Aku bangun jam setengah enam pagi, dan kali Ini Aku bangun lebih ceria dari biasanya. Tentu saja karena hati Ini hari ulang tahunku. Setelah merapihkan tempat tidur, Aku mandi dan mempersiapkan kepulangan kakak. Dalam suratnya, kakak akan pulang siang hari Ini.

Aku sudah berniat membuatkan masakan kesukaan kakak. Kakak paling suka dengan pancake buah beri. Tak peduli untuk sarapan, makan siang atau makan malam, kakak sangat suka memakannya. Jadi aku berniat pergi ke hutan dekat rumah mencari bahan utamanya itu. Rumah kami Ini memang agak jauh dari kota, dan tak jauh dari rumah pun ada hutan kecil. Aku dan kakakku sering mencari buah beri liar di hutan itu.

Sesampainya di tempat tujuanku, terlihatlah beberapa pohon beri yang kucari. Sambil bersenandung, aku memilih-milih buah beri itu, mencari buah yang bagus dan matang lalu kupetik dan kmasukkan ke dalam keranjang yang kubawa. Aku membayangkan senyuman kakak yang senang memakan pancake buatanku. Aku pun penasaran apa hadiah yang akan diberikan kakakku itu. Setiap tahun, kakak tak pernah absen memberikanku hadiah ulang tahun.

Saat keranjang yang ku pegang sudah setengah penuh, tiba-tiba aku mendengar suara tembakan. Aku terkejut hingga hampir saja menjatuhkan keranjang berisi buah beri ini. Walaupun aku sudah terbiasa dengan suara tembakan karena kakak sering berlatih menembak di belakang rumah, tapi tetap saja suara tembakan yang tiba-tiba seperti itu sungguh membuatku kaget. 'Mungkin sedang ada yang sedang berburu…' begitulah pikirku. Di hutan ini memang banyak rusa, kelinci, dan hewan buruan lainnya. Beruang juga ada tapi mereka biasanya ada di bagian hutan yang lebih dalam.

Saat kurasa keranjangku sudah cukup penuh dengan buah beri, aku berniat kembali kerumah. Tapi saat aku berbalik, terlihat di antara pohon-pohon seseorang yang sepertinya laki-laki. Aku berniat mendekat dan menyapanya. Tapi baru saja aku mendekat dua langkah, tiba-tiba terlihat enam orang lagi muncul. Mereka bersama laki-laki yang tadi kulihat kini mendekat perlahan. Dengan mendekatnya mereka, aku kini menyadari kalau kondisi mereka aneh. Pakaian mereka memiliki beberapa sobekan di berbagai tempat, dan mata mereka…. Seperti merah menyala.

"Nona… Apa kau sendirian saja?" Tanya salah satu dari mereka. Aku hanya bisa menjawab dengan mengangguk sambil gemetar. Kemudian kini seorang perempuan yang bicara "Bolehkah kami meminum darahmu..?". Kalimatnya itu membuatku merinding. Mereka semua berusaha mendekatiku dengan mata merah menyala dan memperlihatkan gigi mereka yang…. Memiliki sepasang taring tajam. "Vam...pir" lirihku disertai suara keranjang yang jatuh terlepas dari tanganku karena gemetaran.

Secara spontan aku berlari dan terus berlari berusaha menjauh dari orang-orang yang sepertinya vampir itu hingga akhirnya dari balik pepohonan aku dapat melihat halaman rumahku walaupun itu masih jauh. Seperti tersihir, aku berlari semakin cepat, tapi sepertinya lariku itu belum cukup cepat. Aku merasakan tangan yang enarik lenganku. Salah satu dari vampir itu berhasil menangkapku. Otomatis aku berteriak meminta tolong, objek permintaan tolong yang keluar dari suaraku itu memanggil kakakku.

TBC


Chapter 1 Selesai

Mohon Review nya ya ^^

Salam Kawaihana