Better not to Know

Vampire Knight

By : Hino Matsuri

Better not to Know

By : Kawaihana


Air mataku menetes melihat apa yang dilakukan adikku. Dia melakukan hal yang sama dengan para vampir yang selalu ku buru.

Adikku menghisap darah manusia.


Chapter 10

Reality and Hysterical

Yuri POV

Aku tak tahu apa yang sebenarnya sedang kulakukan. Yang kutahu... Aku sangat haus. Aku terus meminum cairan hangat yang terasa sangat manis ini.

Bisa kudengar suara seseorang yang samar-samar. Suara siapa itu... aku tak tahu. Seperti pernah kudengar suaranya, tapi aku tak tahu siapa dan dimana.

Aku terus fokus meminum cairan yang memuaskan rasa haus yang sangat menyiksa di tenggorokanku ini. Hingga lama kelamaan rasa haus itu luntur tergantikan dengan rasa puas yang amat sangat.

Begitu rasa hausku sudah terpuaskan, aku baru menyadari kalau diriku kini sedang menggigit sesuatu.

Aku membuka mataku untuk melihat objek apa yang sedang kugigit itu, dan apa yang kulihat membuatku melepaskan objek itu yang ternyata sejak tadi kupeluk dengan sangat erat.

yang sedang kugigit sejak tadi ternyata bukanlah sebuah objek, melainkan seorang anak perempuan yang kelihatannya tak jauh lebih muda dariku.

Tak lama akhirnya aku menyadari. Cairan hangat nan manis yang sejak tadi kuminum adalah darah. Tangan dan mulutku yang berlumuran darah itu sudah menjadi buktinya. Ditambah dengan sepasang gigi taring tajam yang bisa kurasakan keberadaannya di dalam mulutku.

Karena shock, aku menjambak rambutku sendiri dan berteriak sekencang-kencangnya.

Yoichi POV

Kulihat Yuri melepaskan anak perempuan yang sejak tadi dipeluknya dengan sangat erat, seperti sengaja untuk menekan darahnya agar mudah dihisapnya.

Anak perempuan itu terjatuh dengan suara pelan karena tak terjatuh dari tempat yang lebih tinggi dari setengah meter. Warna kulitnya sangat pucat. Darah di seluruh tubuhnya hampir habis terkuras. Adikku... Membunuh seorang manusia...

AKu memanggil-manggil adikku, namun suaraku kalah lantang dengan teriakan yang dikeluarkan oleh Yuri saat dia menyadari kenyataan. Suaraku sama sekali tak sampai padanya.

"Bagaimana rasanya melihat adik yang kau sayangi itu meminum habis darah manusia?" Yugure berbicara padaku dengan nada yang penuh hinaan.

"KAU! SIALAN! LEPASKAN AKU!" Aku kembali berusaha berontak. Tak kusangkaa, rontaanku yang kali ini membuat akira melepaskanku. Rupanya tuan mereka memberikan izin untuk Akira agar dia melepaskanku.

Tanpa pikir panjang aku langsung menghampiri Yuri yang masih histeris. Teriakannya sudah mereda, tapi air matanya terus mengalir. Pupil matanya membulat dan wajahnya sangat pucat bagi ukuran vampir.

Adikku sedang sangat shock karena apa yang telah dilakukannya.

"Yuri! Ini kakak. Tenanglah! Yuri!" Aku berusaha membuat adikku tenang. Namun, jika dia tenang, lalu berikutnya apa? Adikku sudah menjadi vampir dan membunuh manusia. Kalau asosiasi mengetahui hal ini...

"Nah. Sekarang adikmu berhasil ada di genggamanku. Sekarang kalian akan menuruti saja kau boleh menolak. Tapi saat itu juga kedua orang tuamu dan adik manismu ini akan segera jadi abu".

Vampir sialan itu masih saja mengancamku. Yuri kini sudah menjadi vampir yang berada di bawah pengaruhnya. Hanya dengan satu kata, dia bisa membuat adikku membunuh dirinya sendiri. Begitu pula dengan ayah dan ibu.

"Tapi lebih baik kita bicarakan itu besok saja. Kuberi kalian waktu untuk istirahat. Jun, Sora. Antar tamu kita ke kamar mereka. Pastikan mereka istirahat dengan tenang malam ini" Yugure memerintahkan dua orang bawahannya itu.

Dua vampir bangsawan itu mendekatiku dan Yuri, namun aku memeluk adikku dan bergerak menjauh. Setelah histeris tadi, Yuri kini tak bergerak sama sekali. Matanya terbuka dan dia masih bernafas, namun sepertinya dia tak memiliki semangat sama sekali untuk bergerak bahkan walaupun hanya satu jari.

Aku juga tak tahu apa adikku ini mengenaliku atau tidak. Dia hanya diam tak bergerak seakan tak peduli pada apapun.

"Tenanglah. Kondisimu sekarang bahkan tak akan kuat untuk menggendong adikmu. Akira akan menggendongnya untukmu. Kujamin dia tak akan melakukan apapun padanya. Kalian juga akan ada di kamar yang sama, jadi tak usah terlalu khawatir" Sora menjelaskan.

Aku sama sekali tak ingin vampir busuk itu menyentuh adikku. Tapi sesuai ucapannya, untuk berdiri saja tubuhku terasa sakit. Kalau aku menggendong Yuri, hampir bisa dipastikan kami akan jatuh.

"Aku sudah menyuruh pelayanku untuk meletakkan perban dan obat-obatan di ruangan itu. Aku tahu kau tak akan mau diobati oleh vampir. Selain itu sudah ada pakaian ganti untuk kau dan adikmu disana. kuharap ukurannya akan pas" Yugure kembali berkata sebelum aku melangkah keluar dari ruangan itu dengan dipandu Sora dan juga Jun yang menggendong adikku.

Bahkan sekarangpun, tak ada tanda-tanda adikku bergerak selain matanya yang berkedip. Dia benar-benar shock berat seakan jiwanya keluar dari raganya.

Aku memang pernah mendengar dari ayah dan ibu. Banyak dari manusia yang berhasil diubah menjadi vampir, awalnya akan menunjukkan gejala shock berat. Seakan jiwanya dikeluarkan dulu dari tubuhnya sebelum kembali lagi pada tubuhnya.

TBC


Chapter 10 Selesai

Hana mohon Review nya ya ^^

Salam Kawaihana