Chapter 2: Meet a Lady and Training

Yo semua... Nih chapter keduanya semoga suka yahhh...

Langsung aja gak pake lama lama

"Bicara biasa"

"Dalam hati"

"Jutsu/boss sumon/bijuu dan sejenisnya"

"Boss sumon/bijuu dan sejenisnya. Bicara dalam hati"

Disclaimer: udah tau kan milik siapa jadi gak usah di sebutin males


Last

" BOOMMM"

" Arghhhhhh"

Bijudamanya mengenai dirinya bersamaan dengan Eraser Canon milik Broly. Tubuhnya begitu sakit, ia terkena serangan yang sangat fatal. Kyūbi pun terjatuh dan pingsan.

Setelah bebearap jam Kyūbi pun mulai sadar tapi tubuhnya masih sakit dan bahkan hampir tak bisa bergerak

"Kau sudah bangun rubah sialan?"

" Siapa dirimu sebenarnaya dan energi apa tadi itu buakanlah chakra!?"

"Aku adalah Broly seorang bangsa saiyan dari planet Vegeta"

Broly pun mulai menjelaskan tentang ki/chi, bangsa saiyan dan semuanya. Kyūbi pun juga menjelaskan semua hal, history, asal usul chakar. Pengetahuan tentang Element Nation. Dan juga membuat rencana Broly untik bergabung dengan Naruto dan menjadikannya The New Legendary Super Saiyan.


Now

5 Years Later

Konohaga Kure, desa yang sangat damai dan hari ini tepat tanggal10 oktober dimana penduduk desa konoha memperingati 5 tahun pahlawan mereka Yondaime Hokage yang telah mengalahkan Kyūbi. Tetapi tidak untuk seseorang, lebih tepatnya seorang anak kecil berumur 5 tahun, ia berambut pirang terang spiky, Matanya birseseorang langit, kulitnya putih kecoklatan, mempunyai tanda lahir kumis kucing di pipinya anak itu Bernama Naruto Uzumaki, dan hari pas hari ulang tahunnya.

Jikalau anak lain kalau ulang tahun bahagia, tetapi tidak bagi Naruto, ia harus lari dan bersembunyi dari para penduduk desa juga beberapa shinobi, jika tidak maka ia akan dipukuli, dilempar, ditusuk dan sebagainya hingga hampir mati oleh mereka, ia tidak tahu mengapa hal itu terjadi, karena ia tak pernah melakukan hal buruk kepada mereka, bahkan mereka menyebut dirinya Demon (a/n: pake b. Inggris aja. Kalo setan/iblis gak terlalu pantas) katanya dirinya adalah reankarnasi Kyūbi.

Waktu Naruto masih di panti juga ia sering di bully. Makanpun hanya di kasih sisa bahkan gak di kasih. Dan setengah tahun yang lalu ia di usir dari panti, selama 3 hari ia tidur di jalan atau di taman, makan pun harus nyari di tempat sampah walaupun terkadang malah di usir. Untungnya ia di tolong oleh dua orang anbu yang satu berambut putih spiky memakai topeng anjing dan yang satu rambut hitam lurus sampai bahu memakai topeng kucing dengan tanda segitiga merah terbalik mereks membawa Naruto kepada Hokage, dan menceritakan masalahya. Kemudian Hokage memberi dirinya sebuah apartemen kecil dan di beri uang setiap minggunya.


Saat ini Naruto sedang berlari dengan kaki kecilnya ke tempat Hokage, tapi sebelum ia sampai. Ia melihat banyak penduduk desa yang sudah menunggunya, tapi untung saja Naruto langsung sembunyi, Jadi ia tidak ketahuan. Dengan terpaksa ia kembali dan cari tempat lain untuk bersembunyi dan tujuannya adalah hutan. Tapi sebelum masuk hutan ia di cegat oleh seorang shinobi, ia pun terpaksa kembali perumahan, tapi naas bagi Naruto ia masuk ke gang buntu.

Dirinya berbalik dan berharap ada celah untuk kabur, tapi sayang jalan keluar sudah tertutup karena penduduk dan sebagian shinobi sudah ada di belakang. Naruto mulai khawatir dan takut. Tepat saat itu ia melihat bulan purnama yang terlihat begitu besar, ia merasa ada sesuatu dalam dirinya ingin keluar.

Dalam dirinya ia merasa darahnya mendidih, seperti ada yang menyuruh dirinya untuk bertarung, semakin lama ia menatap pikirannya mulai tidak sadar.

"Mati kau demon/bocah Kyūbi"

"Ragghhhhhhh"

Para penduduk dan shinobi mulai menyerang dan Naruto juga ikut menyerang, dia mengamuk seperti orang kesurupan, dan jika dilihat dengan fokus rambutnya ada yang berubah menjadi hitam.

Para penduduk mulai memukuli Naruto, walaupun begitu Naruto juga memukul balik, dirinya mengamuk tak sadarkan diri, walau merasa sakit Naruto tetap saja memukul salah satu orang dari mereka seperti orang yang tak merasakan sakit.

Satu orang mulai tumbang, lanjut orang kedua, ketiga, keempat sampai kesepuluh Naruto sudah tak kuat, walaupun masuk mode berserk, dirinya kalah jumlah dan akhirnya kalah juga, dan faktor anak kecil yang baru 5 tahun.

Dan jadilah Naruto bulan-bulanan masa yang masih memukulinya, tidak cuma memukul ada beberapa shinobi juga menusuknya menggunakan kunai.

Setelah Naruto hampir mati para warga pun mulai pergi sambil membawa temannya yang telah tumbang dipukuli oleh Naruto.

Setelah beberapa saat Naruto mulai membuka matanya walaupun sedikit kabur ia melihat seorang wanita mendekatinya, rambutnya berwarna hitam ia sedikit khawatir karena mungkin dirinya akan di pukuli lagi, kemudian ia menutup matanya karna sudah sangat lelah tapi ia masih merasakan dirinya di angkat dan di gendong ia merasakan kehangatan untuk pertama kalinya.


Mikoto Uchiha, seorang mantan elite Jōnin dan sekarang menjadi istri seorang Kepala Clan Uchiha, mempunyai dua anak laki-laki.

Sekarang ia berjalan hendak pulang ke rumah. Ia habis pergi mengunjungi makam temannya Kushina Uzumaki, tak lama dirinya melihat segerombolan orang keluar dari gang yang ia ketahui sebuah gang buntu, bahkan ada beberapa ninja juga.

Ia penasaran apa yang terjadi, dan yang membuat samakin penasaran ialah ada beberapa orang yang terluka. Mungkin ia pikir sebuah perkelahian ataupan lainnya, ia pun mencoba untuk mendekat.

Setelah dekat wajahnya menjadi pucat ia melihat sebuah tubuh yang tergelatak di tanah. Mikoto pun bergegas mendekati tubuh tersebut dan betapa terkejutnya ia melihat tubuh tadi ialah tubuh seorang anak kecil yang masih seumuran dengan anaknya bersimbah darah di tubuhnya.

Anak tersebut mempunyai rambut spiky pirang, dan ada tanda lahir wishkers di pipinya. Betapa kejinya orang tadi membuat seorang anak yang masih kecil menjadi seperti ini.

Mikoto pun bergegas mengecek apakah anak tersebut masih hidup, ia menghela nafas ternyata anak itu masih hidup, kemudian ia langsung membawanya kerumah.


Naruto mulai membuka matanya, pandangannya masih buram, dan badannya masih merasa sakit. Tapi walaupun begitu badannya tambah kuat sama saat tahun lalu saat pertama kali ia dipukuli dan disisksa sampai hampir mati, ia tak tahu mengapa tapi ia hanya bisa bersukur (a/n: seandainya jika dirinya tau).

Kemudian Naruto duduk dan ia mulai mengecek sekitar, ia merasa dirinya bukan di apartemennya karena ruangannya lebih besar. Lalu ia mengecek tubunya dan melihat banyak perban di badannya, tapi ia merasa lukanya sudah sembuh. Siapapun orang yang mengobatinya ia sungguh berterimaksih.

Kemudian ia ingat sebelum ia pingsan ia melihat sosok wanita yang cantik. Mungkin dialah yang menolong dirinya pikir Naruto. Tak lama ia mendengar suara orang berjalan.

"Mungkin itu adalah wanita yang membawa dan merawatku"

Terdengar suara pintu tergeser. Naruto menatap pintu tersebut dan melihat seorang wanita berambut hitam belah dua sampai dagu, dan panjang rambut belakang sampai pinggul. Tinggi 173, BWH 85-60-76. Ia memakai baju seperti daster warna hitam dan memakai celemek warna putih. Wanita tersebut membawa baskom kecil yang berisi air dan sebuah handuk.

Wanita tersebut agak kaget, karena anak yang tadi malam ia selamatkan sudah sadar. Seharusnya butuh beberapa hari untuk sadar dari kondisi yang parah ia alami.

"Ara... sepertinya kamu sudah bangun". Ucap wanita tersebut sambil tersenyum.

"A-air"

"Ah iya maaf… Akan saya bawakan"

Gak berapa lama wanita tersebut kembali membawa satu gelas air.

"Silahkan"

Tangan kecil Naruto segera mengambil air tersebut.

Glek….. Glek…. Glek….

"Ahhhh…. Segar, maaf merepotkan, terima kasih bibi".

"Ahhh…. Gak papa, nama kamu siapa dek?".

"Aku Naruto Uzumaki, kalu bibi?".

"Namaku Uchiha Mikoto"."Uzumaki!?... Apakah dia anak Kushina dan Minato?.. Tapi kata Hokage-sama mereka semua telah meninggal!" pikir Mikoto "apa mungkin Hokage-sama berbohong dan kalau dilihat-lihat anak ini memang mirip Minato, rambut pirang, mata biru, dan kalau wishkernya gak ada pasti dia menjadi mini Minato,".

"Dimanakah ini Mikoto-san!?"

"Kamu ada di Clan Uchiha Naruto, tepatnya rumahku."

"Wahh.. Besar tidak seperti apartemenku yang kecil."

"Hahh…. Kamu tinggal di apartemen Naruto!?"

"iya… Soalnya 6 bulan yang lalu aku di usir dari panti, aku tidak tahu apa kesalahanku".

Naruto menceritakan pengalamannya yang buruk waktu di panti. Mikoto begitu shock mendengar cerita Naruto, anak kecil harus mengalami hal yang menyakitkan.

"Aku minta maaf Kushina, aku tidak tahu bahwa anakmu masih hidup dan harus mengalami hal yang menyakitkan, aku harus bicara dengan Hokage-sama". Pikir Mikoto

Setelah itu luka Naruto di cek oleh Mikoto, dan sedikit kaget karena lukanya sudah sembuh, ia pikir mungkin itu wajar menjadi seorang Jinchūriki Kyūbi, ya dirinya tahu bahwa Naruto seorang Jinchūki.

Kemudian Mikoto merawat Naruto dan memberinya makan, Berkenalan dengan anaknya Sasuke Uchiha yang seumuran dengan Naruto dan mereka mulai berteman, walau terkadang Sasuke sedikit sombong sama seprti ayahnya Fugaku Uchiha.

Dan terakhir ia bertemu dengan kakaknya Sasuke, Itachi Uchiha seorang kakak yang baik dan tidak sombong seperti ayahnya dan Sasuke, tapi sayang terkadang sikapnya sangat dingin, manusia tak ada yang sempurna.

Setelah berkenalan dengan keluarganya Mikoto, Naruto di antar pulang ke apaertemennya, dan Mikoto merasa sedih melihat kondisinya, ruangannya kecil, di pintunya banyak tulisan yang rasis seprti.

'Mati kau demon/ bocah Kyūbi'

Ruangnnya berantakan, banyak bekas ramen cup instant, susunya pun hampir basi. 'Kehidupan Perih'. Ia pun mulai membereskan dan membersihkan apartemen Naruto, setelah bersih ia pamit dan mengatakan nanti sore dirinya akan datang membawa makanan. Mikoto pun pergi meninggalkan Naruto dan pergi ke tempat Hokage untuk berbicara tentang Naruto.

Keesokan harinya Naruto pergi ke kantor milik Hokage. Lalu menceritakan tentang kejadian kemarin dan memberitahukan setiap kali dirinya dalam keadaan hampir mati, setelah sembuh ia merasa dirinya menjadi lebih kuat 2x lipat.

Hokage merasa sedih atas hal yang telah terjadi dan minta maaf, tentang kondisi tubuh Naruto, Hokage baru mendengar hal tersebut dan kagum, ia memberi saran untuk bertemu seseorang bernama Maito Gai untuk melatih tubuh dan Bela diri supaya lain kali kejadian tersebut terulang Naruto sudah bisa membela dirinya. Lalu dirinya memberikan sebuah kertas kepada Naruto.

"Bawa ini dan berikan kepada Maito Gai, Naruto"

"Terima kasih kakek Hokage"

Naruto kemudian memeluk Hokage. Lalu pergi menemui orang yang bernama Maito Gai.

"Kembali lagi ke dokumen sialan. Oh Minato kenapa kamu harus meninggal dan srtidaknya bisakah kamu memberiku cara menangani dokumen-dukumen ini". Kata Hokage yang tiap menit selalu gelisah karna dokumen sialan. Andai dia tahu kalau Minato menggunakan Shadow Clone, tapi sayang Hiruzen tidak tahu. Di suatu tempat ada seseorang yang bersin,

"hmmm... Mungkin ada orang yang membicarakanku"

Naruto pun pergi meninggalkan kantor Hokage untuk bertemu Maito Gai di tempat latihannya. Di perjalanan seperti biasa Naruto selalu di tatap dengan tatapan kebencian, tapi Naruto sudah biasa dengan hal itu jadi dia tidak memperdulikannya.

Setelah beberapa menit Naruto sampai di tempat latihan Maito Gai. Tempatnya sangat luas dan di kelilingi pohon di sekitarnya.

Setelah beberapa menit mencari, akhirnya ia menenumakan orang yang ia cari. Rambut hitam kinclong gaya mangkuk. Alisnya begitu tebal seperti ulat bulu, baju spandek hijau, rompi hijau Jōnin yang terbuka, plat besi seperti sabuk tanda Ninja Konoha di pinggangnya di bagian betisnya ada warna kuning bagian dari spandek tersebut.

Ia terlihat sedang latihan mengelilingi lapangan kalau orang normal menggunakan kaki tetapi ia malah menggunakan tangan. Sambil berteriak

"YOUTH"

berkali-kali, mulut Naruto menganga melihat hal itu. Apa yang Hokage tua itu pikirkan. Tapi Naruto hanya percay keputusan Hokage pasti baik. Naruto pun menghampiri orang yang bernama Maito Gai tersebut.

"Permisi apakah anda Maito Gai"

"Yah saya Maito Gai. YOUTH"

CLINK

Sebuah pantulan cahaya dari gigi Gai, dengan pose ciri khasnya

"Woahhh"

Untuk beberapa saat mata Naruto agak buram karna pancaran cahaya kuat yang di pantulkan oleh gigi Gai.

Setelah agak baikan Naruto memberikan sebuah kertas yang di berikan oleh kakek Hokage untuk Maito Gai. Gai maengambil dan mulai membacanya, setelah selesai ia menatap Naruto

"Baiklah Naruto-kun kamu saya terima untuk menjadi muridku untuk sementara ini, dan pakailah baju ini Naruto-kun".

Gai mengeluarkan sebuah baju spandek hijau mirip yang ia kenakan tapi lebih kecil.

"Oh no... Makasih Gai sensei tapi mungkin aku akan pass kalau hal ini"

Naruto bergegas lari agar dirnya terhindar dari spandek yang horror itu, tapi tetap saja Gai sensei lebih cepat dan memaksa dirinya memakai baju yang katanya Youthfull.

"YOSHH. NARUTO-KUN CEPAT LARI MENGITARI LAPANGAN 100X, SPRING OH YOUTH."

muka Naruto lansung pucat ia tak mengira akan sesadis ini. Setelah beberapa jam berlalu Naruto baru selesai, baru saja ia istirahat Gai sensei lansung menyuruhnya push up 500x, sit up 500x, memukul kayu 1000x menendang kayu 1000x.

Setelah sore latihan selesai dan tentu saja ia melepas spandek ketat horror yang ia kenakan tadi. Dalam perjalanan pulang ia bertemu Mikoto-obasan yang mau ke apartemennya membawa bahan masakan untuk membuatkannya makan malam. Naruto bercerita tentang latihannya bersama Gai sensei kepada Mikoto. Dan tentu saja Mikoto tertawa membuat Naruto menjadi malu, tapi pada akhirnya Mikoto menyemangatinya.

2 bulan pun berlalu Naruto kini sudah terbiasa dengan latihan fisik yang di berikan Gai sensei. Dalam 1 minggu hanya sehari ia akan libur dari latihan seperti neraka yang Gai sensei berikan.

Terkadang kalau Gai sensei mendapat misi ia hanya akan latihan ringan saja, lalu pergi ke kedai ramen milik paman Teuchi. Setelah itu ia akan pergi ke rumah Mikoto-chan. Untuk bermain dengan Sasuke atau jika tidak ada hanya bertemu dengan Mikoto-chan. Kalau tidak ia akan pergi ke kantor Hokage-jiji. Dan Hari ini Gai sensei ingin membicarakan sesuatu.

"YOSHHH Naruto-kun sekarang sensei akan memberikan dan mengajarkan segel untuk menambah gravitasi,"

"baik Gai sensei"

"YOSHHH Naruto-kun kamu memang penuh dengan YOUTHFULNESS."

Gai sensei mulai menerapkan segel gravitasi pada tangan, badan dan kaki Naruto, semuanya langsung 2x gravitasi bumi. Saat pertama ia langsung merasakan tekanan yang sangat berat sampai membuat Naruto tersujud, maklum Naruto masih belum terbiasa dengan tekanan yang ia rasakan, lagipula ia juga masih anak kecil yang baru berumur 5 tahun.

"YOSHHH Naruto-kun sekarang kamu lakukan latihan fisik ini jika kamu sudah terbiasa tambah lagi tekanannya sampai 10 bulan ke depan, setelah itu sensei akan mengajarimu taijutsu kepadamu, YOUTH"

"Baik sensei"

Setelah itu Naruto mulai rutinitasnya, pertama dia merasa sangat susah dan berat tapi ia tetap berusaha, setelah satu bulan ia sudah terbiasa sama seperti tidak ada tekanan yang ia rasakan pertama kali menggunakannya.

Sesuai petunjuk Gai sensei Naruto menambah 1 tekanan kepada segelnya, karena kalau lebih dari itu akan membuat pertumbuhan dirinya terganggu.

Sudah sembilan bulan berlalu saat ini Naruto sudah mencapai 12x garavitasi bumi. Dan ia merasa tubuhnya semakin kuat karena setiap kali ia menambah tekanan dan latihan fisik, ia seperti sudah mau mati, dan ketika sembuh tubuhnya merasa lebih kuat persis sama saat ia hampir mati karna di pukuli oleh penduduk desa saat ulang tahunnya.

Dan saat ini hari ulang tahunnya, dan sekarang ia merasa bisa kabur dari para warga, tapi ia tidak bodoh tepat sebelum malam tiba ia sudah pergi dan bersembunyi di sebuah hutan yang namanya ada di sebuah papan yang bernama Training ground 44.

Tapi saat Naruto pertama masuk hutan, hawa membunuh sudah terasa, karena banyak binatang buas yang siap menyerang siapa saja yang lemah.

Walaupun begitu Naruto merasa ia sedang di awasi oleh seseorang, dan entah kenapa setelah kejadian dirinya masuk mode berserk penciumannya menjadi lebih tajam tapi tak setajam penciuman milik clan Inuzuka.

Dan sekarang ia bisa mencium bau seseorang, lebih tepatnya perempuan, bagaimana ia tahu, ya karena bau perempuan dengan lelaki itu beda, tapi perempuan itu juga seperti ada bau ularnya juga, ia tak tau kenapa.

Jadi ia terus masuk hutan sambil waspada kalau kalau perempuan itu menyerangnya, setelah masuk cukup dalam, ia berhenti

"Keluarlah aku tahu kamu mengikutiku dari tadi"

Tak lama sebuah kunai melesat dan menggores pipinya, membuat sedikit sedikit khawatir berpikir dia adalah salah satu ninja yang akan memukulinya.

Dan tiba-tiba perempuan itu berada di belakangnya dan menjilat darah yang mengalir dari pipi Naruto dan membuatnya agak kaget.

"darahmu enak bocah, hebat kau bisa tau aku mengikutimu, padahal saya sudah menutupi jejak chakra ku"

"Ya aku tak bisa mendeteksi chakra mu, tapi aku tau dari baumu, apa kamu adalah salah satu ninja yang akan memukuliku seperti tahun lalu!?".

Kemudian perempuan itu, melepaskan Naruto dan. Dan memutar tubuh Naruto dan menatap mukanya.

"Apa maksudmu?, tadi waktu kau masuk hutan ini, aku melihatmu dan memutuskan untuk mengikutimu, karna hutan ini sangat berbahaya, siapa yang tak curiga dengan anak kecil berumur 6 tahun masuk hutan ini!, lagipula apa yang kau lakukan disini?"

Naruto memperhatikan perempuan tersebut, wajahnya cantik, rambutnya warna ungu kehitaman, poninya acak menutupi bando dengan tanda konoha, dan panjang pinggirnya sampai dagu, rambutnya di kuncir menyerupai nanas. Memakai tank top, memakai rok mini warna orange, tapi dalamnya memakai celana seperti tank top, dan memakai jaket trench coat, di kakinya memakai pelindung dan memakai sandal shinobi.

"Saya bersembunyi dari kejaran warga dan beberapa ninja yang mengejarku setiap tahun, karena hari ini ulang tahunku dan menganggap aku adalah reinkarnasi dari Kyūbi."

"Ohh…. Jadi kau bocah Kyūbi itu, tenang bocah aku tidak akan melukaimu". 'Karna kamu sama seprtiku".

Setelah itu Naruto mendapatkan nama perempuan itu yang bernama Anko Mitarashi. Mereka mulai akrab, dan Naruto bercerita tentang dirinya, sebaliknya juga Anko bercerita tentang dirinya.

Dan menyimpulkan mereka sama-sama jadi korban yang tidak ia lakukan.

Setelah kejadian itu mereka menjadi lebih akrab, terkadang jika Gai sensei mendapatkan misi, Naruto terkadang bertemu dengan Anko.

Naruto meminta Anko untuk melatihnya, jika dengan Gai sensei belajar taijutsu jika dengan Anko dia belajar tekhnik dasar seorang ninja, seperti cara melempar kunai dan shuriken, stealth, dan cakra control.

Walaupun begitu Naruto masih sering pergi ke rumah Mikoto dan berkunjung ke kedai Ramen.

5 bulan berlalu, sekarang Naruto bisa membuat kejutan untuk seorang Chūnin dengan membuka segel gravitasinya. Sekarang segelnya sudah betambah menjadi 20x.

Sekarang taijutsunya dalam level High beginner,

Mampu bersembunyi tanpa ketahuan selama 1 jam sebatas Chūnin kebawah, melempar Kunai dan Shuriken dengan baik, membuat jebakan, dan chakra kontrol sekarang sudah bisa berjalan di pohon.

Butuh 3 bulan ia untuk menguasai chakra kontrol tersebut, 2 bulan membuat daun melayang di jarinya. 1 bulan menguasai berjalan di pohon. Dan sisanya menyempurnakannya.

Walaupun Naruto bisa di bilang seorang genius, tapi soal chakra kontrol ia sangat lambat, karna chakranya yang sangat besar, dan itu mempersulitnya tapi sisi baiknya ya begitulah.

Dan melam ini Naruto habis dari Hokage Monumen, menikmati udara malam dan istirahat dari kerasnya kehidupan dan latihan yang di berikan Gai sensei dan Anko-chan.

Dan sekarang ia hendak pulang karna sudah tengah malam, dan mau tidur karna sudah mengantuk.

Ia menggunakan sebuah jaket yang menutupi kepalanya. Tak berapa lama ia berjalan ia melihat 3 orang ninja laki-laki mengikuti seorang perempuan yang kelihatannya sedang mabuk dan perempuan itu sepertinya ninja Konoha, tak seperti ninja di desa ini yang memakai jaket rompi hiaju. Tapi jeket mereka berwarna coklat dan baju spandex warana pink gelap.

Naruto pun curiga, ia memutuskan untuk mengikuti mereka tak lupa sambil menyembunyikan chakranya supaya tidak ketahuan.

Setelah tiba di gang yang gelap 3 ninja itu berlari menarik perempuan itu kedalam gang yang gelap tersebut.

Naruto bergegas mendekat tapi masih jauh dan bisa melihat mereka.

Lalu darahnya mendidih melihat apa yang mereka lakukan kepada wanita tersebut, ya mereka mau memperkosa wanita tersebut.

Naruto menunggu waktu yang tepat, kunai sudah ada di tangan siap untuk menikam, segelnya pun di buka supaya lebih cepat. Setelah mereka meleng, Naruto langsung meluncur.

Caarassss


Kurenai Yuhi, seoarang Chūnin dari desa konoha, hari ini ia telah mempergoki pacarnya Asuma Sarutobi sedang berselingkuh. Dirinya pun marah dan sedih mungkin itu karena Asuma tidak di perbolehkan untuk tidur dengannya, karena dirinya pikir keperawannya khusus jika sudah menikah, tapi malah ini yang ia dapatkan.

Kejadian itu membuat dirinya pergi ke sebuah bar untuk minum sake, ia berharap dengan minum ia bisa melupakan kejadian itu.

Setelah mengahabiskan beberapa botol sake dirinya mabuk parah, lalu ia mebayar minuman itu dan pergi untuk pulang.

Saat beberapa menit ia berjalan berguntai seperti orang mabok pada umumnya, tiabalah di sebuah gang yang gelap.

Seketika ia merasa ada yang menariknya ke arah gang yang gelap tersebut. Dan ia pun kaget karena saat ini ia di posisi mau di perkosa oleh 3 orang ninja dari iwa, ia tak tahu bagaimana ninja dari Iwagakure bisa menyusup ke Konoha.

Dengan kondisi ia sedang mabuk parah, tubuhnya terasa lemas dan tak bisa melawan, gimanapun ia berontak akhirnya bajunya juga sudah di sobek dan salah satu dari mereka sudah mau memasukan itunya.

Kurenai pun menutup matanya menunggu sakit yang akan ia alami. Tapi seharusnya ia merasa sakit ia malah terkena cipratan seperti darah. Ia pun membuka matanya dan kaget karna salah satu dari mereka sudah tak bernyawa.


Darah menyemprot dengan deras sampai wajah kedua ninja dan perempuan itu terkena darah pria tersebut, hal membuat kedua ninja lainnya menjadi shock.

Mereka bersiap untuk serangan selanjutnya, tetapi sebelum mereka mengambil sebuah kunai, leher salah satu dari kedua pria itu sudah menancap sebuah kunai. tinggal satu orang lagi.

Dengan sigap satu pria yang tersisa itu menyilangkan tangannya ke leher perempuan tersebut.

"tunjukan dirimu, atau kubunuh dia". ancam ninja tersebut.

Naruto pun menampakan dirinya, pria itu kaget ternyata orang yang membunuh pria hanyalah anak kecil yang tidak lebih dari 6 tahun. Itu pun berlaku untuk Kurenai

"Dasar bocah sialan. Kau telah membunuh temanku, tapi tak masalah sekarang kamu harus membiarkanku untuk kabur atau kubunuh perempuan ini"

"Baik, sekarang saya akan menaruh kunai ini ketanah".

Naruto pun mulai menaruh kunainya, akan tetapi saat menyentuh tanah tubuh Naruto sudah seperti ancang-ancang untuk berlalri. Dan

Wushhhh

Dengan cepat tubuh Naruto sudah ada di depan pria tersebut dan, jleb kunai milik Naruto menusuk leher pria itu, dan membuat perempuan itu lepas.

Sesaat perempuan melihat ciri ciri penyelamatnya, Mata biru dan tanda lahir wishkers di pipinya. Setelah itu dirinya jatuh dan pingsan karna mabuk dan shock.


End Chapter

Okeh semua…. Chapter 2 sudah selesai, chapter ini lebih panjang, dan inspirasinya udah panas lagi, waktu chapter 1 mah belum panas hahaha jdi agak tidak karuan. Dan ada petunjuk apa yang akan terjadi nantinya kan.

Dan tadi klo gak salah ada yang review naru/saku, biar di perjelas tidak, naru/hina kek naru/saku kek enggak.

Dan waktu di chapter 1 kan udah bilang, sementara Naruto primordial god of shinju ane pause dulu, inspirasinya belum dapet, ane pengen lanjutin tapi ya gimana, kalau di kasih ke orang. Ceritanya gak sesuai selera ane Jadi yang fans sabar aja.

Dan nulis di Android juga salah satu kendala karna, seperti Berat, gak Kay laptop.

Udahlah segitu aja, jika ada kata yang kurang enak dan kurang pas mohon di maklumi. Ane hanya manusia, dan masih pemula dan berharap chapter2 selanjutnya lebih baik.

Read & Review