Chapter 3


Yo…. Maaf yah lama, biasa libur tahun baru, banyak temen ngajak jalan-jalan, udah langsung ajah.

"Bicara biasa"
"Dalam hati"
"Jutsu/boss sumon/bijuu dan sejenisnya"
"Boss sumon/bijuu dan sejenisnya. Bicara dalam hati"

Disclaimer: udah tau kan milik siapa jadi gak usah di sebutin males


Last

Dengan sigap satu pria yang tersisa itu menyilangkan tangannya ke leher perempuan tersebut.

"tunjukan dirimu, atau kubunuh dia". ancam ninja tersebut.

Naruto pun menampakan dirinya, pria itu kaget ternyata orang yang membunuh pria hanyalah anak kecil yang tidak lebih dari 6 tahun. Itu pun berlaku untuk Kurenai

"Dasar bocah sialan. Kau telah membunuh temanku, tapi tak masalah sekarang kamu harus membiarkanku untuk kabur atau kubunuh perempuan ini"

"Baik, sekarang saya akan menaruh kunai ini ketanah".

Naruto pun mulai menaruh kunainya, akan tetapi saat menyentuh tanah tubuh Naruto sudah seperti ancang-ancang untuk berlalri. Dan

Wushhhh

Dengan cepat tubuh Naruto sudah ada di depan pria tersebut dan, jleb kunai milik Naruto menusuk leher pria itu, dan membuat perempuan itu lepas.

Sesaat kurenai melihat ciri ciri penyelamatnya, Mata biru dan tanda lahir wishkers di pipinya. Setelah itu Kurenai jatuh dan pingsan karna mabuk.


Now

Kurenai membuka matanya kemudian duduk melihat sekeliling dan heran ini bukanlah apartemennya, tapi ia mengenal kamar ini. Setelah beberapa menit ia mengingat.

Anko

Yah dirinya ingat, ini adalah apartemen milik temannya yaitu Anko, tapi bagaimana dirinya ada di apartemen milik Anko?.

Kemudian matanya melebar, ia ingat tadi malam dirinya memergoki pacarnya Asuma selingkuh di belakangnya, kemudian dirinya mabuk, dan saat pulang dirinya hampir di perkosa oleh ninja Iwagakure, tapi dirinya di selamatkan oleh seorang anak yang tak lebih dari umur enam tahun.

Ia heran bagaimana anak tersebut bisa membunuh tiga ninja tersebut. Dan apa hubungannya dengan Anko karena dirinya berada disini.

Saat Kurenai sibuk memikirkan itu ia tak sadar bahwa seseorang yang sedang masuk ke dalam,

"Ku…..nai"

"...renai"

"Kurenai!?"

Kata orang tadi, sambil melambai-lambai kan tangan di depan muka Kurenai.

"Ehh… Anko!?"

"Kamu kenapa melamun Nai-chan apa yang kamu pikirkan?".

"Ahhh… Ehhh… Tidak, tidak ada kok"

"yaudahlah, lagi pula kamu tadi malam kenapa sampai mabuk begitu".

Kurenai pun menceritakan tentang Asuma yang berselingkuh, dirinya begitu sedih, galau ingin menangis, Anko pun memuluknya.

"Dasar bajingan, tenang Nai-chan nanti akan ku balas".

Setelah Kurenai selesai menangis, kemudian ia bercerita kembali, bahwa setelah memergoki Asuma, dirinya pergi ke sebuah klub, dan minum sake sampai teler, kemudian mata Kurenai menjadi serius, dirinya menceritakan setelah minum ia mau diperkosa oleh 3 ninja mata-mata Iwagakure, tapi untung saja dirinya di selamatkan oleh seorang anak kecil yang mempunyai mata biru dan tanda wishker di pipinya.

"Ohh… Itu Naruto, tadi malam ia membawamu kemari".

"Oh iya siapa itu Naruto, dan ada hubungan apa denganmu!?"

Anko pun meceritakan tentang pertemuannya dengan Naruto.


Hari ini Naruto disuruh Hokage-jiji untuk pergi ke akademi, walaupun akademi ninja sudah di tutup 3 bulan yang lalu, itu supaya Naruto bisa mendapatkan teman yang sebayanya.

Naruto disuruh membawa sebuah surat untuk diserahkan kepada Iruka seorang ninja yang menjadi guru di akademi tersebut.

Tak berapa lama Naruto pun sampai pada akademi ninja tersebut dan langsung menuju kelas yang di bicarakan Hokage-jiji.

Setelah ketemu Naruto mengetuk pintu ruang kelas tersebut.

Knock

Knock

"Masuk"

Terdengar seseorang menyuruhnya masuk.

Naruto pun bergegas masuk, dan melihat anak-anak dari Klan seperti temannya, Sasuke. Bahkan ada juga anak dari orang biasa yang sedang belajar untuk menjadi seorang ninja.

"Ada yang bisa ku bantu nak"

"Hmmmm… Dia pasti Iruka sensei yang Hokage-jiji bicarakan, ciri-cirinya sama, mempunyai bekas luka di hidungnya"

"Ah… Iya maaf, Hokage-sama menyuruhku memberikan ini"

Naruto memberikan surat dari Hokage-jiji yang ia suruh berikan kepada Iruka sensei.

Iruka mengambil surat itu, dan membacanya sedangkan Naruto menunggu sampai selesai, sambil memperhatikan anak-anak yang akan jadi teman sekelasnya.

Naruto mendapati calon teman sekelasnya ada yang tidur, ada yang makan snack, ada yang diam saja, ada yang mencoba mendekati sasuke, ada yang mukanya memerah gak jelas, ada yang bicara sama anjing, dan membuat kelas ini semakin ribut gak jelas.

"Kalian semua diam"

iruka sensei berbicara dengan nada yang agak keras, tapi tak ada respon dan masih ribut.

"Semuanya diam" suranya lebih keras, tapi tetap saja.

"DIAAAAAMMMM"

Teriak Iruka sensei sampai kepalanya menjadi besar mukanya merah seperti mau meledak, dan semua anak-anak itu pun langsung pada diam semua.

"Semua kita kedatangan murid baru hari ini ,Nar-"

"Sensei itu tak adil testnya kan 3 bulan yang lalu, dan kenapa dia tak ikut tes seprti kita"

Sela seorang anak memakai jaket bulu, membawa anjing putih di atas kepalanya, dan di pipinya ada tato seperti taring berwarna merah di pipinya, mempunyai mata yang pupilnya bergaris vertikal.

"Iya betul itu"

"Iya betul"

"Betul"

Kata anak-anak lain ya kecuali beberapa, deperti yang sibuk dengan tidur, gak peduli, makan, terlalu malu, dan ada yang mencoba mengusir para fangirl, juga yang mencoba membuat seseorang berkencan dengannya.

"DIAAMMMM"

jurus yang menakutkan itu pun keluar lagi, dan anak-anak pun juga diam kembali.

"Memang benar apa yang kau katakan Kiba, tapi dia dikirim langsung oleh Hokage-sama langsung"

"Apa Hokage-sama?... Mungkinkah dia kuat, ataukah dia lebih kuat dari Sasuke/Sasuke-kun"

Semua anak, pada bisik bisik membicarakan Naruto.

"Okeh sekarang perkenalkan dirimu di depan"

"Baik sensei"

"yo salam kenal aku Naruto Uzumaki, saya suka ramen, latihan, dan hobi saya adalah makan ramen dan latihan, dan cita-cita ku jadi Hokage ttebayo". Sambil senyum khas Naruto.

"Terima kasih, silahkan duduk di tempat yang masih kosong Naruto"

Naruto berjalan ke arah kursi yang masih kosong sebelah kiri anak yang dari tadi tidur, rambutnya seperti nanas, dan sebelah kananya ada anak yang makan snack yang kayaknya gak abis-abis, badannya gemuk, rambutnya berwarna coklat dan di pipinya ada tanda seperti lingkaran kayak obat nyamuk.

Saat sampai Naruto langsung duduk dan menyapa

"Yo… Nama kalian siapa"

"Zzzzz…Shikamaru Nara .. Merepotkan..zzzz"

" saya 'munch' 'munch' Choji 'munch' 'munch' Akimichi 'munch' 'munch' "

"Ahhh… OK.. Hahaha…"

Naruto pun mendengarkan pelajaran yang di ajarkan Iruka sensei yang seperti sebuah pidato yang sangat membosankan, dan tak tau kenapa mata Naruto malah menjadi mengantuk, seperti ada sebuah mantra yang membuat dirinya tampak lelah, matanya mulai berat dan tak bisa menhindarinya, dan dalam hitungan ketiga Naruto pun mulai tidur.

1

2

3

"Zzzzzzzzz.. Ramenzzzz"

Naruto pun tertidur dengan pulas.

Ringggggg

Bel berbunyi menandakan bergantinya pelajaran.

Naruto kini berada di training ground milik akademi, karena sekarang pelajaran taijutsu, melempar kunai dan shuriken dan ninjutsu.

"Okeh anak-anak pelajaran pertama adalah melempar kunai dan shuriken, dan saya akan di temani Mizuki sensei"

Sementara Iruka menjelaskan, Mizuki seorang pria berbadan besar berotot seperti seorang olahragawan, rambutnya berwarna putih belah dua, panjangnya sampai leher. Memakai jaket Konoha, dia sedang memperhatikan para murid katanya ada murid pindahan dan itu adalah si Kyūbi brat.

"Nah itu dia si bocah Kyūbi, aku akan membuatnya menderita dan membuatnya tidak lulus, hahahahaha"

Dia tertawa jahat dalam hati, dia begitu benci Dengan yang namanya Naruto sampai ingin menyiksa lalu membunuhnya dengan perlahan.

Para murid mulai maju satu persatu, ada yang berhasil ada juga yang masih kurang bagus, dan sekarang giliran Naruto untuk unjuk gigi, dan

Woossshhh

Woossshhh

Jleb

Jleb

Naruto S 8/10, K 7/10

Sasuke S 9/0, K 10/10

Shikamaru S 6/10, K 6/10

Kiba S 7/10, K 7/10

Choji S 7/10, K 6/10

Shino S 8/10, K 9/10

Ino S 7/10, K 7/10

Sakura S 7/10, K 7/10

Hinata S 8/10, K 7/10

Naruto melihat hasilnya, ia sengaja menahan diri karena Hokage-jiji menyuruhnya, dirinya tak tahu mengapa Hokage-jiji menyuruh begitu tapi ia yakin pasti demi dirinya, dan ia hanya boleh mengeluarkan semuanya jika nanti kelulusan tiba.

Sedangkan para fans girl berteriak bagaimana kerennya Sasuke-kun, Naruto hanya gelengkan kepalanya saja, dasar fans girl.

Selanjutnya taijutsu, mereka akan melawan Mizuki sensei satu persatu, Sasuke maju duluan.

Sasuke maju kedepan Mizuki sensei, mereka memberi penghormatan, dan Sasuke menyerang duluan sementara Mizuki sensei tetap diam di tempat ia akan menahan diri melawan sasuke dan bermain cantik, agar membuat Sasuke kelihatan lebih hebat,

Sasuke memulai dengan mecoba meninju wajah Mizuki sensei, tapi Mizuki sensei menghindar dengan mudah, kemudian Sasuke mencoba menendang dengan kaki kanan, tapi berhasil di tangkis, Tanpa di sadari Sasuke loncat dengan memutar tubuhnya membuat kaki kirinya berada di atas dan tendangannya mengenai wajah Mizuki sensei, tapi Mizuki sensei sengaja melakukan itu karena dengan mudah dirinya bisa menghindari tendangan sasuke tadi.

"Kyaaa Sasuke-kun sungguh hebat/keren/Cool"

Para fans girl mulai bersorak kembali mengatakan mantra.

Setelah Sasuke mendarat dengan sempurna, ia bergegas untuk kembali menyerang, tapi Mizuki menangkisnya lalu menyerang balik Mizuki menendang tubuh Sasuke dan terpental.

Giliran Shikamaru, tapi dia malah menyerah dan bilang Merepotkan

Choji sama kaya Shikamaru, dia juga menyerah dan bilang dia tidak suka kekerasan.

Kiba lumayan, dia mampu bertahan tapi tak bisa mendaratkan sebuah pukulan pun.

Sekarang giliran Naruto dan entah kenapa ia mempunyai firasat buruk tentang ini, jadi Naruto lebih berhati-hati, untuk sementara segelnya tidak di lepas terlebih dahulu, dia akan menggunankannya jika dalam keadaan terpojok saja.

Mizuki merasa senang akhirnya dirinya bisa memukul habis si bocah Kyūbi yang sangat ia benci itu, dirinya akan membuat si bocah Kyūbi menderita disini.

Mereka bersiap dan memberi hormat, beda dengan murid lainnya Naruto tidak langsung menyerang, dirinya sedang mengobservasi dan membuat sebuah rencana.

Tak sabar Mizuki sensei langsung menyerang, dengan refleks Naruto loncat kebelakang, tak berhenti disitu Mizuki melancarkan tendangannya ke tubuh Naruto tapi berhasil di tangkisnya, Naruto menyerang balik dengan melompat dan memutar badannya mengicar lehernya, tapi dengan mudah Mizuki menghindarinya, Naruto menjauh bersalto kebelakang, tapi Mizuki kembali menyerang dengan kecepatannya yang cepat, dan

Gurkkk

Perut Naruto terkena tinju dari Mizuki mulutnya mengeluarkan ludah, tak berhenti di situ Mizuki menedang wajah Naruto dengan keras dan terlempar lumayan jauh, Mizuki tak memberi kesempatan dirinya langsung melesat kembali ke arah Naruto, tapi saat sebelum Mizuki menyerang Naruto Iruka sudah menahannya,

"Cukup Mizuki kita memberi pelajaran kepada murid bukan untuk mau memukulinya"

"Ohhh, maaf Iruka aku terlalu bersemangat hehehe" "beruntung kau demon jika tidak ada iruka kau sudah habis"

Tubuh Naruto lumayan sakit, dia tak menyangka Mizuki sensei seserius itu melawannya, "mungkin di adalah salah satu ninja yang menyerangku, jika memang dia salah satunya, aku harus berhati-hati"

Kemudian dilanjutkan ke pelajaran basic Ninjutsu, ialah

Bunshin no Jutsu

Henge no Jutsu

Kawrimi no Jutsu

Sekarang mereka mempraktekannya satu persatu, Sasuke mampu melakukannya dengan baik tanpa masalah, dan malah membuatnya menjadi sedikit sombong, dan para fansgirl pun kembali Menyorakinya, dan semua anak lain juga sama cukup baik, tapi tak sebaik Sasuke.

Dan sekarang giliran Naruto, ia sudah berlatih Chakra control dengan Anko selama 5 bulan, tapi ia masih belum bisa menguasai Bunshin no Jutsu, katanya Chakranya masih terlalu besar dan membutuhkan waktu yang lama.

"Naruto sekarang coba buat sebuah Bunshin"

"Baik Iruka sensi, Bunshin no Jutsu"

Pooff

Muncul bunshin yang identik dengan Naruto tapi bunshinya malah tidak bergerak dan seperti pingsan, semua anak pada tertawa, kecuali Shino, Chouji, Shikamaru, dan Hinata,sedangkan Sasuke menyeringai karena dirinya merasa lebih hebat daripada Naruto.

Hahahha, dasar Dobe

Itulah yang dikatakan para anak-anak lainnya, dan mulai saat itulah asal usul Naruto di panggil Dobe.

"Hahahaha dasar Kyūbi brat begitu saja gak bisa," pikir seseorang yang berambut putih

Lanjut Naruto mempraktekan Henge ia berubah menjadi Hokage, kemudian Kawarimi juga mampu ia praktekan dengan baik.

Setiap hari Naruto pergi pemanasan setelah selesai ia akan berangkat ke akademi, hanya saja setelah pelajaran di kelas, para murid hanya sparing atau hanya latihan saja, Naruto sering mengalahkan Sasuke, dan juga si manusia anjing Kiba yang tak pernah menang melawan Naruto kalau hanya Taijutsu. Dan saat pulang ia akan latihan sampai sore sekitar jam 7 malam karena Mikoto-obaasan datang pada jam itu untuk memasakan makan malam.


7 months later

Saat ini Akademi sedang libur, Gai-sensei juga sedang ada misi, jadi Naruto berlatih bersama Anko-neesan dan baru saja selesai lalu mereka berdua pergi ke warung dango yang jadi langganannya Anko-neesan.

Setelah sampai Anko langsung memesan dango yang lumayan banyak, Naruto juga sama tetapi Ramen tetap nomer satu baginya.

Tak lama mereka Kedatangan tiga Onee-san yang seumuran dengan Anko dan cantik.

Pertama Naruto mengenalnya, ia adalah Kurenai wanita berkulit putih ramping. Dia memiliki rambut sedikit acak berwarna hitam sampai punggung, mata pupilnya berwarna merah. Dia memakai Make-up yang terdiri dari lipstik merah dan eye shadow ungu.(a/n: maaf pakaiannya gak ane deskripsikan, ribet).

Selanjutnya dia memiliki rambut panjang sampai pinggang dengan poni yang acak, berwarna ungu gelap, kulitnya berwarna putih kecoklatan memakai lipstick merah, memakai jaket hijau khas Konoha(a/n: sengaja gak pakai pakaian anbu karena sedang gak ada misi), dia membawa sebuah Katana di punggungnya.

Yang terakhir dia memiliki rambut cokelat panjang dengan gaya ponytail dengan dua untaian rambut membingkai di wajahnya, matanya hitam besar. Dia juga memakai lipstik warna terang dan memiliki tato taring seperti dari clan Inuzuka umunya pada kedua pipinya. Dia memakai jaket Konoha dan resletingnya terbuka hingga belahan dadanya telihat. Dia juga memakai sepasang celana pendek yang hanya sampai di atas lutut, memakai perban di tangan kanan tepat di bawah tato yang bermotif bunganya, dia ditemani dua anjing besar di belakangnya.

"Nai-chan, Yougao-chan, Hana-chan mau gabung!?"

"Ohhhh…. Anko, baiklah kami akan gabung"

Mereka mendatangi Naruto dan Anko, Kurenai duduk di sebelah Naruto, dan yang dua lainnya di samping Anko.

"Naruto apa kabar, gimana latihannya sama Anko"

"Aku baik Kurenai-nee, dan latihannya seperti biasa"

"Baguslah terus semangat, ngomong -ngomong kenalkan mereka adalah temanku dan Anko, yang rambut ungu bernama Yugao Uzuki, dan satunya Hana Inuzuka"

"Yoo…. Aku Naruto, senang berkenalan dengan oneesan yang cantik seperti kalian" sapa Naruto dengan senyuman khasnya yang seperti rubah.

Kyahhh...Kawaii

Keempat gadis berpikiran sama saat melihat senyuman Naruto dan membuat mereka menjadi blushing.

"Jika aku tidak bersama Hayate aku pasti sudah membuat dirinya menjadi milikku dan sepertinya yang lain juga memiliki pikiran yang sama".

"untung saja aku sudah putus sama si brengsek Asuma, jadi aku bisa memilikinya saat besar nanti kyaaa….,".

"Awww mirip seperti rubah…. Aku harus bisa memilikinya dia adalah calon Alpha kalau sudah besar, aku bisa merasakannya".

"khukhukhu….. Foxy-kun akan aku buat dia menjadi miliku"

Mata mereka saling bertatapan dan seperti mengeluarkan listrik, kecuali Yugao karena dia sudah bersama Hayate, jadi saat ini dia mundur dari persaingan.

Naruto merasa bulu kuduknya merinding seperti ada yang mau melakukan sesuatu padanya. Kasihan Naruto yang ia maksud berada di dekatnya.

Mereka menjadi lebih akrab dengan Naruto, tentang Hana-neesan Naruto sangat senag karena dia sangat baik, dan sedikit kaget karena ternyata dia adalah kakak dari Kiba, tapi lain daripada kiba yang songong, sombong dan mesum, Hana-neesan malah lebih kalem.

Tentang Yugao-neesan, dia diberitahu Kurenai-neesan bahwa Yugao-neesan adalah seorang Anbu, itu membuat Naruto teringat, dulu ia pernah di selamatkan oleh seorang anbu yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan Yugao-neesan, kecuali mukanya karena di tutup dengan topeng kucing.

Setelah mengkonfirmasi Yugao menjawab iya, katanya dulu ia pernah di tugaskan untuk mengawasi diri Naruto jika sedang tidak ada misi. Itu membuat Naruto senang karena ia dapat bertemu dengan orang yang pernah menyelamatkan dirinya dulu.

Saat itu juga Naruto memohon kepada Yugao-neesan supaya mengajarinya kenjutsu jika ada waktu luang dari misi anbunya.

Sudah seminggu sejak pertemuan tadi, Naruto juga sesekali mengunjungi Klan Inuzuka untuk bertemu Hana-oneesan, dan berkenalan dengan ibunya yang bernama Tsume Inuzuka ia mempunyai kemiripan dengan Kiba, kecuali sifatnya, rambutnya yang keliahatan liar dan matanya mirip seperti Kiba yaitu pupil nya bergaris vertikal.


Suatu hari Naruto pernha main kerumah Mikoto-obasan, ia merasa semua orang menjadi lebih dingin terutama Itachi kecuali Mikoto-obasan dan Sasuke, ia jarang melihat Itachi-san di Clan, dan ketika ia bertanya ke Mikoto-obasan ia hanya menjawab 'tidak apa-apa, sekarang Itachi lebih sibuk' hanya itu, tapi Naruto merasa ada yang aneh jadi ia akan lebih waspada.

Dan sore ini Naruto mempunyai firasat yang sangat buruk, di tambah biasanya jam segini Mikoto-obasan berkunjung dan memasak makanan, dan sekarang sudah jam 08:30, Naruto pun pergi menuju Clan Uchiha, setelah sampai firasatnya pun benar, disini benar-benar sepi tidak seprti biasanya tidak ada satupun warung yang buka jalanan pun gelap, dan seketika ia mengingat Mikoto-obasan, Sasuke, dan Itachi-san

Naruto melepas semua segel gravitasinya ia berlari dengan kecepatan yang tak biasa, ia langsung bergegas menuju ke rumah Mikoto-obasan, setelah sampai ia bergegas menuju kamar Mikoto-obasan dan Fugaku-san.

Dan setelah sampai

Braakkk

Naruto mendobrak masuk, dan ia melihat Fugaku-san sudah bersimbah darah.

Darah Naruto mulai mendidih kemudian ia melihat seseorang di belakang Mikoto-obasan membawa sebuah Tantō dan yang membuat Naruto lebih marah adalah seseorang tersebut tak lain ialah ITACHI sendiri.

"Tidak Naruto cepat pergi," teriak Mikoto. "Itachi aku mohon nanti kau jangan bunuh Naruto" kata Mikoto pelan

"Baik Ibu, aku akan melakukannya dengan cepat agar membuat ibu tidak merasa sakit"

Kemarahan Naruto semakin besar, Rambut hitamnya menjadi lebih banyak dan lebih acak-acakan, pupilnya berubah menjadi merah dan garis vertikal d tengahnya, wishkernya lebih tebal, giginya keluar taring, kukunya menjadi panjang seperti cakar. dan tanpa di ketahui oleh Naruto muncul sebuah benjolan kecil di atas pantatnya.

Tepat sebelum Tantō milik Itachi menusuk ibunya, Naruto sudah berada di depannya, dan memukul Itachi, Itachi yang terkejut dengan hal itu, ia tidak sempat menghindar ataupun menangkisnya, dan membuatnya terlempar ke belakang.

Naruto tak memberi kesempatan sambil berteriak seperti orang yang sedang mengamuk, tapi Itachi sudah berasiap dan sharingan sudah ia aktifkan, setiap serangan Naruto ia mampu menghindar dan menangkisnya bahkan ia juga mendaratkan pukulan ataupun tendangan ke Naruto, tapi hal itu tidak membuat Naruto bergeming seperti tak merasakan sakit.

Melihat kejadian itu Mikoto kaget dan shock Naruto berubah menjadi seperti itu, terutama rambutnya yang tiba-tiba ada yang berubah menjadi hitam, kalau perubahan lainnya ia maklumi karena dirinya tahu kalau Naruto seorang Jinchuriki.

Setelah 20 menit mereka bertarung Itachi sudah agak kelelahan dan ia merasa saatnya menggunakan Mangekyo Sharingan, tapi setelah mengaktifkannya ia melihat Naruto sudah mulai sadarkan diri dan melemah, inilah saatnya, dan mencoba membuat Naruto pingsan.

Dengan cepat ia memukul punggung Naruto yang lebih tepatnya di bawah leher, dan membuatnya agak tak sadar.

Itachi merasa cukup dan kembali ke arah ibunya untuk menyelesaikan misinya, dan sudah kembali di belakang Mikoto.

"Selamat tinggal Naruto-kun, terima kasih telah mencoba melindungiku, tapi spertinya sia-sia jadi selamat tinggal"

"M-mikoto-o-obasan j-jangan pergi, I-itachi-san a-ku mohon j-jangan"

"Maaf Naruto tapi aku harus"

"Nii-san!?"

Semua mata tertuju ke arah sumber suara yang tak lain ialah Sasuke, berdiri di depan pintu.

"Apa yang terjadi Ni-san, malam ini begitu aneh"

Sebuah kunai tiba-tiba menggores pipi Sasuke dan menancap di pintu, kemudian Itachi berada di depan Sasuke yang masih shock.

Mata Mangekyou Sharingan milik Itachi menatap mata Sasuke, dan membuatnya masuk dalam genjutsu (a/n: sama kaya di canon)

Tubuh Sasuke tergeletak ke tanah, kemudian dia harus kembali menyelesaikan misinya, sedangkan Naruto sudah tak sadarkan diri.

Baru saat sudah dekat, kelihatannya ia sudah terlambat karena ia merasakan para Anbu dan juga Hokage sudah datang, kemudian ia menatap ibunya dan tersenyum sambil air matanya menetes.

"Maaf kaa-san sepertinya aku harus pergi, jaga Sasuke dan Naruto"

"Yahhh, baik sochi-kun"

Itachi memeluk ibunya terakhir kali sebelum dirinya pergi.

Tak lama Hokage dan para anbu sudah datang ke lokasi, dan melihat Mikoto Uchiha Sedang mengusap kepala Naruto dan Sasuke yang terbaring tak sadarkan diri.


End

Yahhh begitulah, dan perubahannya juga mulai terlihat, jadi gak usah protes, ntar perubahan sempurnanya udah gak lama lagi tapi gak bakal saya kasih tau kapan yang pasti saat udah lulus ujian genin.

Read then review,

Gak papa walau review next juga, asal jangan flames tapi kalau itu membantu gak papa, kritik dan saran sialahkan review ajah. Maaf jika kata-katanya masih kurang tepat saya masih belajar. Ja ne