Chapter 4


"Bicara biasa"
"Dalam hati"
"Jutsu/boss sumon/bijuu dan sejenisnya"
"Boss sumon/bijuu dan sejenisnya. Bicara dalam hati"

Disclaimer: udah tau kan milik siapa jadi gak usah di sebutin males


Last

"Selamat tinggal Naruto-kun, terima kasih telah mencoba melindungiku, tapi spertinya sia-sia jadi selamat tinggal"

"M-mikoto-o-obasan j-jangan pergi, I-itachi-san a-ku mohon j-jangan"

"Maaf Naruto tapi aku harus"

"Nii-san!?"

Semua mata tertuju ke arah sumber suara yang tak lain ialah Sasuke, berdiri di depan pintu.

"Apa yang terjadi Ni-san, malam ini begitu aneh"

Sebuah kunai tiba-tiba menggores pipi Sasuke dan menancap di pintu, kemudian Itachi berada di depan Sasuke yang masih shock.

Mata Mangekyou Sharingan milik Itachi menatap mata Sasuke, dan membuatnya masuk dalam genjutsu (a/n: sama kaya di canon)

Tubuh Sasuke tergeletak ke tanah, kemudian dia harus kembali menyelesaikan misinya, sedangkan Naruto sudah tak sadarkan diri.

Baru saat sudah dekat, kelihatannya ia sudah terlambat karena ia merasakan para Anbu dan juga Hokage sudah datang, kemudian ia menatap ibunya dan tersenyum sambil air matanya menetes.

"Maaf kaa-san sepertinya aku harus pergi, jaga Sasuke dan Naruto"

"Yahhh, baik sochi-kun"

Itachi memeluk ibunya terakhir kali sebelum dirinya pergi.

Tak lama Hokage dan para anbu sudah datang ke lokasi, dan melihat Mikoto Uchiha Sedang mengusap kepala Naruto dan Sasuke yang terbaring tak sadarkan diri.

Start


Sudah 4 tahun sejak kejadian pembantaian Clan uchiha, kini Naruto sudah berumur 12 tahun.

Tidak banyak hal yang terjadi sejak kejadian itu, hanya saja 1 tahun lalu latihan dengan Gai sensei menjadi lebih jarang karena, Gai sensei mendapatkan sebuah tim, jadi Gai sensei menjadi lebih sibuk, walaupun begitu ia sering sparing sama ke-3 muridnya itu. Khusunya kembaran Gai-sensei yang begitu mirip hanya beda di matanya saja yang lebih besar dari Gai sensei..

Tingkat Taijutsu Naruto juga sudah meningkat menjadi High Chūnin - Low Jōnin, hal itu membuat Gai sensei begitu bangga pada dirinya, karena Gai sensei sendiri butuh waktu yang lebih lama. Segel gravitasinya juga sudah mencapai 50x, sebenarnya saat umur 11 tahun dirinya mencapai tingkat itu, tapi ketika dirinya tekanannya Gai sensei melarang hal tersebut, karena dapat membahayakan tubuhnya yang masih kecil.

Latihan dengan Anko-neesan juga sudah meningkat, sekarang ia mampu membuat sebuah bunshin dengan mudah, karena chakra kontrolnya yang sudah meningkat.

Stealthnya juga sudah meningakat dan ada di tingakat low Jōnin. Hubungan dengan Anko-neesan juga sekarang lebih aneh, terkadang Anko-neesan sering merayunya, memeluknya sampai dapat merasakan payudaranya, bahkan dirinya pernah di cium oleh Anko-neesan, tentu saja itu membuat membuat dirinya blushing.

Gak cuma Anko-neesan, Kurenai-neesan, Hana-neesan juga sama bahkan IBUNYA, Tsume-obasan juga melakukaanya. Dia adalah seorang remaja yang sehat ya tentu saja terkadang anunya menjadi keras.

Kemudian latihan Kenjutsu, ia sekarang sudah mampu meyeimbangi pergerakan Yugao-nee, tapi itu hanya sebentar, tapi kalau dirinya melepas segel gravitasinya dirinya mampu membuat kejutan kepada Yugao-nee.

Naruto juga bertemu dengan Hayate-san pacar dari Yugao-nee, dia adalah orang yang baik bahkan Naruto sering sparing dengannya, tapi gak tau kenapa dia sering sekali batuk, yahh walaupn begitu itu bukan urusan dia, dirinya hanya bisa berharap Hayate-san cepat sembuh.

Di akademi Naruto sangat akrab dengan Shikamaru, dan Choji, dengan kiba Naruto tidak teralalu akrab, karena dia sombong dan juga mesum, Naruto hanya menghormatinya karena Hana-neesan dan Tsume-obasan. Sedangkan dengan perempuan hanya akrab dengan Ino yah walaupun obsesinya kepada Sasuke itu yang mengganggu.

Hubungannya dengan Sasuke kini semakin jauh, karena kejadian mengenai klannya, bahkan dengan ibunya pun menjadi lebih dingin, hanya pulang untuk makan lalu pergi latihan.

Hal itu membuat Mikoto-obasan menjadi sedih, dan tentu saja membuat Naruto marah, beberapa kali Naruto berusaha membujuk Sasuke tapi sifatnya tidak berubah, hanya terobsesi membunuh Itachi, Itachi, dan Itachi.

Jadi untuk menghibur Mikoto-obasan setiap pulang latihan Naruto akan mampir dan menemaninya. Pernah beberapa kali ia melihat beberapa orang pria datang ke rumah Mikoto-obasan, pertama mereka mengobrol tapi lama-lama Mikoto-obasan menjadi marah. Kalau tidak salah tentang CRA dan muncul sebuah nama Danzo-sama, ia merasa ada hal aneh tentang orang yang bernama Danzo tersebut.

Jadi jika suatu hari ia bertemu atau hal lainnya dengan orang tersebut, Naruto harus berhati-hati.


Dua hari lagi tes kelulusan akan di laksanakan, para murid di pulangkan lebih awal, dan kebetulan Anko-neesan, dan yang lainnya sedang sibuk, apalagi Gai sensei dia harus melatih muridnya.

Jadi sekarang Naruto lebih bersantai, dan pergi ke rumah Mikoto-obasan untuk menemaninya, karena dirinya tahu Sasuke pasti sedang menjadi Emo dan berlatih di suatu tempat.

Saat sampai ia merasa rumahnya lebih sepi, dan Mikoto-obasan juga tak terlihat, tapi pintu rumah juga tidak dikunci. Dia menjadi curiga jangan-jangan Mikoto-obasan dalam bahaya.

Ia pun bergegas masuk tapi tidak lupa masuk stealth mode, agar jika ada musuh dia bisa memberi kejutan.

Saat masuk lebih dalam sampailah Naruto pada kamar Mikoto-obasan dan ia mendengar sebuah desahan.

Naruto langsung berpikir itu suara Mikoto-obasan, pintunya pun agak kebuka sedikit. "Mungkinkah ada seseorang yang menyakiti Mikoto-obasan", pikir Naruto.

Tak mau membuang waktu Naruto mendekat dengan tanpa suara langkah kaki, setelah di depan pintu dirinya mengintip dan kaget, mukanya menjadi merah, jantungnya berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang, darahnya mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala, dan ada sesuatu yang mengeras di bawah.

Itu di karenakan Naruto melihat sebuah pemandangan yang tiada tara, Mikoto-obasan sedang telanjang, mukanya yang biasa kalem, anggun kini berganti menjadi mesum, matanya merem melek, tangan kanannya memainkan buah dadanya, sedangkan yang kiri memainkan bagian bawahnya.

Tanpa sadar tongkat Naruto yang keras itu di kelauarkan, ia bermain dengan tongaktnya itu, dia tak tau apa yang ia lakukan, tapi pemandangan ini persis seperti dalam sebuah buku yang berwarna orange milik Hokage-jiji.

Setelah beberapa lama,Mikoto-obasan berteriak dan keluar cairan dari miliknya. Naruto juga merasakan ada yang mau keluar.

"Oba-san, oba-san, oba-saaan'

Ughhh

Crot crot

Cairan putih keluar dari milik Naruto, ia melihat ke bawah, ia berniat membersihkannya. Tapi

"Aku pulang"

Terdengar suara Sasuke masuk ke Rumah, Naruto bergegas merapikan dirinya dan berlari ke dapur untuk berpura-pura mencari makanan dan tak terjadi apa-apa, kalau Sasuke tahu wah, bisa gawat.

Saat Naruto sudah pergi ia tak melihat Mikoto yang sudah memakai pakaian menginjak cairan milik Naruto, dan sempat melihat dirinya berlari, Mikoto tahu cairan apa itu, dan tersenyum.

"Fufufu… Naruto-kun kamu bocah mesum nakal"

Saat ini Naruto sedang duduk berasama Mikoto-obasan, Sasuke sudah pergi dari tadi dia hanya meminta di buatkan bekal buat makan siang dan malam juga memberi tahu ibunya kalau dia akan pulang malam karena mau latihan.

Naruto merasa gugup, ya tahu sendiri lah tadi dirinya tidak sengaja mengintip ibu temannya sedang melakukan itu yang dikatakan buku orange yang pernah ia baca itu, dan tentu saja dirinya adalah remaja yang normal.

"Nee, Naruto kun tadi kau melihatnya kan"

"A-apa maksudmu Obasan"

Naruto menjadi tambah gugup setelah Mikoto-obasa bilang begitu, apalagi dia tidak memaki pakaian yang biasanya yaitu daster dan celemek, tapi malah memakai pakaian yang sedikit lebih ketat, membuat lelukan tubuhnya terlihat.

Walaupun Mikoto-obaasan sudah mempunyai dua anak tapi tetap sexy, Mikoto-obasan juga membuat pose yang sangat sexy dan pakaiannya yang sengaja sedikit dibuka olehnya, membuat belahannya semakin terlihat, dan membuat adik kecil Naruto menjadi bangun tegang ingin keluar dari kandang.

"Ara ara Naruto-kun, jangan berbohong"

"a-aku tidak m-mengerti apa yang engaku b-bicarakan o-obasan"

"ohhh…. Naruto-kun kamu tahu apa yang aku maksud, lagian tadi di depan pintu oba-san menginjak sebuah cairan kental berwarna putih, Naruto-kun"

Mata Naruto melebar, mukanya semakin merah, ia tak mengira Mikoto-obasan akan menginjak cairan itu, Naruto merasa menjadi malu. Kemudian ia merasakan adiknya ada yang megang, dan Naruto melihat tangan milik Mikoto-obasan.

"Ara ara Naruto-kun, sepertinya disini ada yang megeras, setidaknya yang disini lebih jujur, ufufufu" "wahh… dia mempunyai sesuatu yang besar walau umur segini, beda dengan Sasuke, bagaimana nanti kalau besar, ohh maaf kan aku Kushina, sepertinya aku akan mengambil keperjakaan anakmu"

"O-oba-san, a-ku minta m-maaf"

"Ohhh… Naruto-kun gak apa, oba-san juga tidak keberatan ko" wajah Mikoto kemudian mendekat dan membisikan

"NA-RU-TO-KUN"

"O-oba-sa-...mmmhhh"

Naruto kaget tiba-tiba Mikoto-obasan menciumnya, Naruto dapat merasakan bibirnya Mikoto-obasan terasa lembut.

Pertama Naruto menolak tapi lama-lama dirinya mencium balik, lidahnya berdual untuk mendominasi, semakin lama nafsu sudah mengendalikan pikirannya, seperti sebuah insting dan harus menaklukan wanita di depannya.

Setelah puas berciuman, tangan Mikoto melepas celana Naruto lalu membuangnya entah kemana karena tak peduli mereka berdua sudah di kendalikan oleh Nafsu. Kemudian sebuah boxer juga melayang.

Mikoto kaget ternyarta besar tongkat Naruto lebih besar dari perkiraan panjangnya sekitar 7 inchi, lebarnya 1,5 inchi (a/n: 1 inch= 2,5 lebih sedikit) bahkan bekas suaminya saja yang sudah dewasa hanya 5 inchi, terbayang jika besar nanti bakal segede apa.

Mikoto tersenyum dan menjilat bibirnya, Mikoto memberikan sebuah blowjob dan Paizuri, sedangkan tangan Naruto bermain dengan buah dada milik Mikoto.

Setelah 5 menit, Mikoto berhenti ia berdiri dan kemudian melepas pakaiannya dengan perlahan yang sangat menggoda dan sexy.

Mata Naruto terus mengikuti gerakan indah yang di tampilkan Mikoto, setelah Mikoto selesai Naruto memandang kemolekan tubuh Mikoto yang telanjang bulat, begitu indah dipandangnya, walaupun sudah mempunyai dua anak tapi tubuh dan keindahannya tetap sexy sama saat Naruto pertama bertemu.

Mikoto memberi isyarat 'kemarilah' dengan jarinya. Tak berpikir lama Naruto langsung menerkam tubuh Mikoto.

Mereka berdua terus bercinta hingga sore, dan membuat tubuh Mikoto lemas karena sudah berkali-kali keluar, sedangkan Naruto hanya keluar sedikit masih bisa terhitung dan masih punya stamina dia seperti binatang buas, dan tentu saja membuat Mikoto begitu kenikmatan.

Mereka melakukan di banyak tempat, ruang tamu, kamar juga dapur, ya walaupun rumahnya terbilang model jepang tradisional, karena sepi jadi mereka melakukannya dengan puas.

Seumur hidupnya bersama Fugaku, Mikoto tak pernah merasa sepuas ini dan selelah ini. malahan hanya beberapa menit sudah keluar. Naruto memang sungguh binatang buas.

Mereka berdua memutuskan untuk mandi bersama, ya walaupun akhirnya malah melalukannya lagi selama satu jam lebih.

Setelah selesai Naruto membuat masakan buat mereka berdua, karena Mikoto sudah lemas di buatnya, ya walaupun hanya simpel, tapi cukuplah untuk mengisi energi yang terkuras.

Setelah selesai makan, Naruto yang masih mempunyai banyak energi segera merapikan rumah yang mereka berantakin, ia tak mau ketika Sasuke pulang dan menjadi curiga.

Setelah rumah selesai dan rapi, mereka berdua hanya saling berpelukan dan berciuman selama beberapa jam menunggu Sasuke pulang.


"Aku pulang"

Suara Sasuke yang sudah pulang dari latihan. Naruto memberikan kecupan terakhir di bibir sebelum duduknya agak menjauh, dan saat Sasuke tiba, dia tak merasa curiga kepada Naruto dan ibunya(a/n: ohh…kasian Sasuke-kun kamu tidak tahu apa yang terjadi).

Naruto memutuskan untuk menginap karena sudah malam dan tentu saja untuk bisa berduaan dengan Mikoto-obasan dan mungkin beberapa ronde lagi.

Saat pagi menjelang, badan Mikoto terasa lemas dan nyeri, dan wajahnya sedikt pucat, tapi dibalik semua itu, Mikoto tak pernah sebahagia ini, dan semua itu berkat Naruto, dan tak lupa menggunakan Jutsu anti kehamilan karena kemarin Naruto keluar banyak di dalam, ia tak mau dirinya hamil apalagi jika Sasuke menjadi tahu. Apalagi Naruto juga masih kecil, mungkin nanti jika Naruto sudah lebih dewasa dia akan memikirkannya.

Mikoto membuatkan sarapan untuk Naruto dan Sasuke, saat makan bersama, Sasuke menyadari bahwa ibunya pagi ini terlihat lebih bahagia dari biasanya sejak kejadian itu, mungkin itu adalah karena bangga kepada dirinya, dia kan seorang Uchiha.

Hari itu tak ada yang spesial kecuali aktivitas rahasia antara Naruto dan Mikoto.

Keesokan harinya inilah saat yang di tunggu-tunggu, hari kelulusan Akademi ninja.

Sekarang Naruto memakai jaket berwarna hitam, celana khaki hitam (sama kaya di anime, tapi warnanya hitam dan gak ada ornamen2 gak jelasnya) memakai sandal ninja, tak lupa sebuah ō-katana yang di berikan Yugao-nee di bawanya dan menaruhnya di punggung, ō-katana miliknya berwarna hitam .(yamato milik Vergil di DMC).

Sekaranglah saat Naruto unjuk gigi menunjukan kehebatannya, dan tak menyembunyikannya.

Tidak hanya skill saja yang berkembang, Naruto juga bertambah tinggi 156 sama dengan tinggi Sasuke, rambutnya dirty Blonde model spiky, panjangnya sampai leher. Walaupun masih muda wajah Naruto juga hampir tidak mempunyai baby fat di wajahnya, tapi kalau di lihat lebih fokus baby fatnya masih ada.

Saat ini Naruto duduk bersama dua teman karibnya Shikamaru dan Choji yang penampilannya sedikit berbeda (kaya di anime) yang paling menonjol ialah MEREKA BERDUA MEMAKI ANTING, tapi walaupun begitu sifat mereka tidak berubah. Mereka bertiga sedang menunggu giliran mereka di panggil.

"Shikamaru Nara"

"Merepotkan" seperti biasa Shikamaru pergi sambil mengucapkan ajian nya.

Gak berapa lama Shikamaru kembali membawa dan memakai forehead protector biru di lengan kirinya.

"Choji Akimichi"

Giliran Choji di panggil, ia lekas pergi tapi tak lupa membawa snacknya. Gak berapa lama Choji kembali dan membawa forehead protector.

"Sasuke Uchiha"

Sasuke lekas pergi, tak berapa lama Sasuke juga kembali.

Kiba Inuzuka

Ino Yamanaka

Hinata Hyuga

Shino Aburame

Sakura Haruno

Dan terakhir

"Naruto Uzumaki"

Dirinya dipanggil, Naruto berjalan keruangan penguji, ia kemudia mengetuk pintu setelah diizinkan dirinya langsung masuk.

Di dalam sudah ada Iruka sensei dan Mizuki

"Okeh Naruto kita akan mengujimu tiga dasar tekhnik ninja, Bunshin no Jutsu, Kamarimi No jutsu dan Melempar Kunai dan Shuriken.

"Pertama coba buat beberapa bunshin"

Mizuki tersenyum, ia pikir si Kyūbi brat akan gagal, karena dia pasti tidak bisa membuatnya, lalu rencana dirinya selanjutnya akan terealisasikan.

"Bunshin no Jutsu"

Sebuah asap keluar, kemudian muncul 3 bunshin di sampingnya dan kelihatan sehat, tidak pingsan ataupun lainnya seperti dulu. Tentu saja hal itu membuat Mizuki kecewa dan marah, karena rencana dirinya gagal. Tapi kemudian ia mempunyai akal, Mizuki tetap tersenyum.

"Kemudian coba praktekan henge"

"Henge no Jutsu"

Pooff

Disitu berdiri Sandaime Hokage, sambil membawa pipa rokoknya.

"Ahh Iruka-kun, Mizuki-kun apa kabar"

Iruka kagum Naruto bisa menggunakan henge dengan sempurna, sedangkan Mizuki hanya menggerutu, karena si bocah Kyūbi berhasil lagi.

Selanjutnya Naruto mempraktekan melempar kunai dan shuriken, dan lagi-lagi Naruto melakukannya dengan sempurna.

Jika saja Naruto dulu menunjukan skill yang sebenarnya tempo dulu. Iruka pasti sudah menjadikannya Rookie of the Year. tapi titel itu di berikan kepada Sasuke. Tapi memang Naruto melakukannya dengan segaja untuk tidak menunjukan skill aslinya.

"Selamat Naruto kau lulus, besok kamu bikin formulir untuk daftar di akademi, dan serahkan kepada Hokage-sama"

Iruka memberikan forehead protector kepada Naruto.

Setelah kelulusan selesai semua murid di jemput oleh orang tua mereka, terkecuali Sasuke dan Naruto, karena Sasuke sudah berpesan kepada ibunya untuk tidak usah datang. Sedangkan Naruto hanya berdiam diri di tempat ayunan sendirian melihat murid lain berinteraksi dengan orang tua mereka.

"Naruto"

Terdengar ada suara yang memanggilnya dan melihat Mizuki di sampingnya.

"Ya Mizuki sensei"

"Bisa ikut sebentar"

Naruto merasakan ada yang aneh, tapi ia akan coba mengikuti kemauannya. Jadi Naruto mengangguk, Naruto di bawa oleh Mizuki ke tempat yang lebih sepi menggunakan Shunshin no Jutsu.

Mereka berdua sampai di tempat yang sepi, kemudian Mizuki memberitahu bahwa ada sebuah tes tambahan yang akan menjadikan Naruto Rookie of the years. Naruto mencium hal aneh dengan perkataan Mizuki sensei, tapi Naruto mencoba bermain lebih dalam.

Naruto bertanaya kenapa tidak murid lainnya seperti kiba ataupun Sasuke, Mizuki beralasan bahwa mereka tidak cocok untuk misi ini hanya dirinya saja yang cocok.

Malam ini Naruto sedang berlari ke arah hutan, di belakangnya terdapat sebuah gulungan besar yang ia curi dari tempat penyimpanan milik Hokage. Lagian dengan begitu sirinya bisa mempelajari beberapa jutsu dari gulungan ini.

Sampailah Naruto di hutan tempat perjanjian dengan Mizuki, lalu Naruto mulai membuka gulungannya dan menemukan sebuah jutsu bernama

Kage Bunshin no Jutsu

Naruto sempat berpikir apa hebatnya jutsu ini sampai terdapat di gulungan terlarang ini, lalu ia membaca deskripsinya

'Kage Bunshin no Jutsu adalah jutsu yang terbilang cukup kuat, jika pengguna tidak mempunyai banyak chakra maka pengguna tersebut dapat terbunuh, kelebihan dari jutsu ini ialah berupa bunshin dengan tubuh asli bukan bayangan, sayangnya jika terkena pukulan walaupun satu saja asalkan kuat maka akan menghilang, kelebihan lainnya ialah bunshin tersebut mempunyai ingatan sendiri, jadi jika bunshin itu hilang maka informasi yang bunshin itu dapatkan maka akan ditransfer ke pengguna secara otomatis. Tapi awas jika membuat kebanyakan bunshin akibatnya otak akan terbebani oleh banyaknya informasi yang di dapatkan'

Naruto kaget dengan apa yang di deskripsikan tentang jutsu ini, pantas saja jutsu ini terlarang. Tapi tunggu dirinya kan mempunyai banyak chakra jadi mungkin saja dirinya bisa menggunakannya.

Naruto kemudian mempelajari segelnya. Setelah selesai dirinya mencoba jutsu ini.

Kage Bunshin no Jutsu

Pooff

Terdapat ratusan Naruto di sekitarnya, wajah Naruto menjadi pucat, ia tak sadar jika dirinya teralalu banyak mengalirkan chakra, jika apa yang di deskripsikan gulungan itu benar, maka tamat sudah riwayatnya, sungguh jutsu yang begitu kuat.

Naruto kemudian menelan lidah, ia akan menghilangkan ratusan bunshin ini bersamaan,dan

Pooff

Benar saja apa yang di deskripsikan gulungan itu, kepala Naruto terasa sakit, dan membuatnya sedikit lemas, tapi sakit itu cepat hilang dan sembuh.

"Naruto"

Tiba-tiba Iruka sensei berada di belakangnya, Naruto menengok dan melihat gurunya itu kayaknya sedang marah, ia tahu kenapa, tapi Naruto bertingkah seolah tidak tahu dan pura-pura bodoh.

"Ohhh… Iruka sensei, aku sudah mempelajari sebuah jutsu dari gulungan ini, jadi aku akan jadi Rookie of the years menggantikan Sasuke iya kan?"

"Apa maksudmu Naruto, siapa yang memberitahumu"

"Ahhh… Sensei pasti sedang mengujikukan ini juga test kan, aku sudah tahu sensei, Mizuki sensei memberi tahukan test rahasia ini dan tempat ini, lalu menjadikan aku Rookie of the Years"

"Mizuki!?"

Iruka menjadi kaget ia tak percaya, kemudian segerombolan kunai menuju kearah Iruka dan Naruto, Iruka sempat mendorong Naruto, tapi dirinya terkena kunai tersebut.

"hebat… Kau bisa menemukan tempat ini"

"Aku tahu sekarang"

Mizuki muncul di atas pohon sambil membawa dua fuma shuriken di punggungnya, menggunaka forehead protector menutupi rambut atasnya.

"Naruto, sekarang berikan gulungan tersebut"

"Tunggu… Tunggu sebenarnya apa yang terjadi"

"Naruto jangan pernah menyerahkan gulungan itu, di dalamnya tersegel jutsu yang berbahaya, Mizuki berpura-pura untuk mengetesmu untuk menjadikan Rookie of the Years, lalu dia akan membunuhmu dan mengambilnya"

"APA!"

Naruto pura-pura kaget, sebenarnya dia sudah memprediksi hal ini, hanya saja ia tak menyangka Iruka sensei akan muncul dan terlibat.

"Naruto, iruka hanya takut kau membawa gulungan itu,"

"Hah"

"apa yang kau katakan Mizuki!. Naruto jangan mempercayai Perkataannya!"

"Hehehehe…. Akan ku katakan yang sebenarnya Naruto"

"Bodoh… Jangan katakan hal itu"

"12 tahun yang lalu terdapat sebuah sebuah insiden yang melibatkanmu, dan kenapa banyak orang memangilmu monster"

Naruto keget, ia akan mendengarkan apakah hal itu, apakah dia mengetahuinya atau tidak.

"Apa itu cepat beritahu aku!"

"itu karena Kyūbi di segel dalam dirimu, dan itu membuat kau adalah monster Kyūbi itu sendiri, karena itulah semua orang membencimu, berbohong kepadamu termasuk Iruka, karena kau telah membunuh orang tuannya"

Sekarang Naruto sudah mengerti kenapa semua orang membenci dirinya, lagian dia sudah mengira akan hal itu kalau dirinya berhubungan dengan Kyūbi.

Jika tidak ada Hokage-jiji, Mikoto-chan,Gai-sensei, Anko-neesan, Kurenai-neesan, Hana-neesan,Yugao-neesan, Tsume-obasan, Shika dan Choji, dia pasti akan balas dendam kepada orang desa, dan mengahcurkannya.

Lalu Mizuki bersiap melempar fuma shuriken miliknya.

"Mati kau bocah Kyūbi"

Wushhh

"Naruto awas, menghindar"

Tapi Naruto hanya diam berdiri, sudah saatnya ia mengakhiri drama ini, dan membunuh Mizuki, tapi ketika fuma shuriken itu sudah dekat, tiba-tiba Iruka sudah berada di depannya dan fuma shuriken itu menancap di punggungnya.

"I-iruka sensei, k-kenapa"

"Karena 'cough' kita sama Naruto, setelah orang tuaku meninggal, tidak ada orang yang mendorongku, menyemangatiku, aku sangat kesepian seperti dirimu"

"Eee… ". "Tidak juga, mungkin dulu ya, tapi sekarang sudah ada yang mengakui, dan menyayangiku" kata Naruto dalam hati.

"Hahahaha…. Sebenarnya Iruka itu membencimu Naruto"

Tapi tiba-tiba sebuah katana menusuk Mizuki dari belakang, Lalu dirinya menengok dan kaget, dia adalah Naruto, lalu siapa yang bersama dengan Iruka, lalu ia melihat lagi.

Pooff

"Kage Bunshin!"

Iruka dan Mizuki kaget sebenarnya itu hanyalah Kage Bunshin. Jadi yang menusuk Mizuki adalah Naruto yang asli.

"Naruto bagaimana kau bisa di belakangku"

Iruka yang tadi kebingungan, lalu mendengar Mizuki berbicara, ia menengok dan kaget disana ada Naruto yang menancapkan katana miliknya ke Mizuki, tapi bagaimana hal itu bisa terjadi.

"Mizuki sensei, sebenarnya aku sudah mengetahui bahwa kau akan melakukan hal ini, kecuali tentang Kyūbi dan terima kasih sudah memberitahuku, dan terima kasih Iruka sensei sudah melindungiku, tapi Iruka sensei mungkin dulu kita memang sama, tapi sekarang sudah tidak lagi, ada beberapa orang yang menyayangiku dan termasuk dirimu terima kasih"

"Dan Mizuki, kau ingin tahu bagaimana aku bisa ada di belakangmu, itu mudah karena aku sudah mengganti tubuhku dengan sebuah Bunshin saat kau asik mendongeng".

Tak beberapa lama para Anbu datang dan mengambil tubuh Mizuki.

"Iruka-sensei sekali lagi terima kasih, sudah melindungiku tadi, dan sini aku antar ke rumah sakit"

"Ahh iya… Tolong Naruto".


End

Yo, maaf yah ane agak telat updatenya, ya karena ada hal yang di lakukan, tapi ane akan berusaha update lebih cepat.

Dan bagaimana tentang adegan Naruto dan Mikoto, sengaja gak ada lemon scene, males bikinnya…..

Maaf jika ada kata-kata yang salah.

Review gan, ane liat chapter 3 lebih sedikit yang review ketimbang chapter 2, tapi tak apa lah, daripada gak ada sama sekali. Stay tune di chapter selanjutnya.

Ja ne.