Chapter 7: Nami no Kuni part 2


"Bicara biasa"
"Dalam hati"
"Jutsu/boss sumon/bijuu dan sejenisnya"
"Boss sumon/bijuu dan sejenisnya. Bicara dalam hati"

Disclaimer: udah tau kan milik siapa jadi gak usah di sebutin males


Last

"Orang tua ini pandai berekting" Batin Naruto.

Kakashi menggaruk kepalanya "masalahnya bukan uang, tapi kami ini hanya tim Gennin. Kita harus kembali ke Konoha dan meminta sebuah tim Chunnin atau Jonin untuk misi ini".

"Aku pikir kita harus mengambil misi ini sensei. Aku yakin kita bisa untuk mengatasi misi ini" Sasuke bilang, dia ingin mengetes kemampuanya dalam pertempuran yang asli.

"Yahh.. Aku setuju degan Sasuke-kun" degan cepat Sakura setuju degan pendapat Sasuke

"beberapa saat yang lalu dia ingin pulang, sekarang malah setuju karena Sasuke menginginkan melanjutkan misi"batinKakashi dan Naruto, yang sweet drop. Melihat tingkah Sakura.

Kakashi menatap kearah Naruto, dan di balas dengan anggukan menandakan bahwa dia setuju," baiklah, tapi aku akan memberitahu Hokage-sama terlebih dahulu untuk membawa tahanan kita, untuk informasi dan bounty", Kakashi pun memanggil anjing yang bernama Pakkun dan mengantarkan laporannya kepada Hokege.

"Baiklah ayo berangkat"


Start

Di tengah hutan yang besar dan luas, terdapat sebuah bangunan besar yang di bentengi dan diapit oleh dua pohon besar. Di dalam bangunan tersebut terdapat dua orang yang sedang melakukan pembicaraan penting.

Pria tinggi dengan perban menutupi setengah mukanya, dengan seorang bawahan di sampingnya menunggu sebuah instruksi. Di depannya pria gemuk pendek, memakai pakaian bisnis, berambut abu-abu, yang seperti tak mempunyai alis, mempunyai kumis lele, dan memakai kacamata bundar warna hitam yang sangat gelap.

"Kamu gagal?" Teriak pria pendek. "Aku membayar banyak uang untuk menyewa grup mu. Aku pikir kamu adalah mantan ninja pembunuh bayaran yang hebat dan jago. Apa hanya ini kemampuan dari-….."

"Hentikan omelanmu" pria tinggi itu geram, kemudian ia mengangkat pedang Zanbato yang sangat besar yang hampir setinggi dirinya dengan satu tangan. Kemudian ia acungkan ke hadapan pria pendek tersebut yang membuat wajahnya menjadi pucat. "Kali ini, aku akan pergi dengan Kubikiribocho dan membunuh mereka".

"A-apa kamu yakin?" Bilang pria tersebut yang sekarang sedang Nervous. Sepertinya mereka menyewa beberapa ninja yang cukup ahli, dan dengan kegagalan, mereka mungkin menjadi hati-hati".

"Kamu pikir aku siapa…?" Pria itu menggeram, sambil tidak menurunkan pedangnya. Dia membelalak kepada pria gemuk dan pendek tersebut. "ada alasannya aku di juluki 'Demon of the Hidden Mist' Momoichi Zabuza".


Sementara itu, Tazuna membawa tim 7 kepada seorang pria yang akan mengantar mereka menyeberang. Keenam orang tersebut berada di perahu motor yang menuju Nami no Kuni. Tapi Mesin perahu tersebut di matikan dan menggunakan dayung agar tidak ada perhatian yang tidak diinginkan khususnya orang dari Gato.

Naruto yang duduk di depan sambil menatap kabut yang sangat tebal. "Hmmm ….. Ada yang aneh dari dengan kabut ini, kabutnya sangat tebal bahkan lebih tebal dari kabut saat pagi hari".

"Kita akan segera melihat jembatan" abang perahu bilang dengan suara kecil, " Nami no Kuni adalah pusat dari jembatan'

Benar saja tak lama, ketika kabut sedikit menghilang, tertampak sebuah jembatan yang begitu besar, semua orang melihat seperti sebuah bayangan menutupi semua orang, jembatan besar yang belum selesai terlihat oleh mereka.

Naruto bersiul "baiklah… Aku mengakui aku terkesan"

"Terima kasih" jawab Tazuna dengan bangga.

"Maksudku, tidak terpikirkan orang tua yang suka mabuk sepertimu mampu membangun sesuatu yang seperti ini". Tambah Naruto.

Bahu Tazuna menjadi merosot sedikit " Naruto apa yang kamu katakan ke aku itu jahat".

Abang perahu mendiamkan mereka" ssssttt… Diamlah! Kalian pikir kenapa kita sembunyi di pada kabut ini!, dan tidak menggunakan mesin!... Kita akan mendapat masalah jika Gato menemukan kita". Bisik abang perahu kepada Naruto.

Mata biru Naruto menatap abang perahu tersebut dan membuatnya sedikit ketakutan, dia langsung kembali mengendalikan perahu. "Damn, I'm baddas".

"Kita akan mengambil jalan tikus, agar Gato dan orang-orangnya susah menemukan kita" kata abang perahu itu.

Dua puluh menit berlalu, perahu sudah sampai ke dermaga, Ninja Konoha dan master pembuat jembatan turun dari perahu. Tazuna dan abang perahu saling mengucapkan selamat tinggal. Grup tersebut berangkat lagi, mereka mengambil posisi di sekitar Tazuna seperti semula, semuanya diam hanya suara nafas saja yang terdengar, bahkan Kakashi pun sedang tidak membaca buku keramatnya, karena situasi yang sangat serius tersebut.

Tiba-tiba Naruto mengeluarkan kunai dan melemparnya di sekitar semak-semak.

"Astaga, Naruto" desis Sakura. "Berhentilah bersikap keren! Di sana tidak ada ap-...hah"

Naruto tidak memperdulikan Sakura, dia berjalan menuju semak-semak yang tadi ia lempar kunai. Tapi hanya mendapatkan seekor kelinci yang gemetaran diatas kepalanya tertancap kunai yang Naruto lempar.

"Naruto-baka, apa yang telah kamu lakukan kepada kelinci yang malang ini?". Akhirnya Sakura berteriak, mengambil kelinci tersebut dan mencoba menenangkan nya.

"Diamlah Sakura" bilang Naruto, sambil menyipitkan matanya ke kelinci tersebut.

Kakashi juga melihat ke arah kelinci tersebut. "Itu adalah kelinci salju, sedangkan, sekarang adalah musim semi, tapi warnanya…" Ia pikir "kelinci ini berada di kandang digunakan untuk Kawarimi" dia melihat sekitar. "Jadi mereka sudah berada di sini". Matanya melebar karena ia merasakan sesuatu "semuanya menunduk" dia mentakel Tazuna ke bawah.

Semua orang menuruti perintah Kakashi untuk menunduk dengan tepat waktu dari sebuah pedang yang melewati tubuh mereka. Sebuah pedang ukuran besar menancap di sebuah pohon yang ada di belakang mereka. Semua orang dalam grup melihat sebuah pedang zanbato besar di atasnya berdiri seorang pria, orang itu bertelanjang dada dengan armbands dan celana gaya cameo. Wajahnya ditutupi oleh perban seperti Kakashi memakai forehead protector di kepalanya tapi besi nya di samping, rambutnya hitam spiky.

"Wah wah wah… Bukankah kamu adalah Momoichi Zabuza ninja pelarian dari Kirigakure", bilang Kakashi "semuanya mundur! Pria ini berada level yang lain. Ini akan sedikit sulit…." Dia mengangkat forehead protector nya sedikit, "... Kecuali aku melakukan ini"

"Wah… Aku tersanjung, tampaknya aku bertemu Sharingan no Kakashi, maaf tapi orang tua itu adalah milikku.

"Sharingan!?" pikir Sasuke bertanya-tanya, sementara Sakura dan Tazuna terlihat bingung. Sedangkan Naruto"hmm sepertinya yang di katakan neesan benar jika Kakashi sensei memiliki sharingan".

"Berkumpul dan lindungi Tazuna-san" perintah Kakashi kepada tim nya, dengan cepat mereka bertiga masuk dalam mode bertahan mengelilingi Tazuna. "Dan jangan ikut campur, itulah kerja sama tim… Pertama Zabuza" Kakashi mengangkat forehead protector nya yang sebelah kiri, memperlihatkan sebuah mata pupil berwarna merah, dengan tiga koma. "Lawan aku".

"S-sharingan? Tapi, bagaimana?", mata Sasuke melebar melihat mata berharga milik clan nya berada di mata gurunya.

Zabuza melihat matanya dan berkata "ah…. Sudah langsung mengeluarkan Sharingan yang terkenal, aku tersanjung dan terhormat".

"Sharingan?, apa yang bisa di lakukannya!?" Tanya Sakura, dia tahu dengan kekkai genkai Sharingan, tapi tidak tahu kemampuannya.

"Jawabannya datang dari orang yang tak di duga, Sasuke " Sharingan, katanya yang memilikinya dapat membaca dan mengalahkan semua tipe ninjutsu, taijutsu, dan genjutsu. Sharingan adalah salah satu mata yang bisa memberimu kekuatan", dia bilang "itu bukan kemampuan satu-satunya yang di miliki Sharingan".

"Hehe… Itu benar, itu bukan semuanya, tapi yang lebih membuat menakutkan adalah", Zabuza bilang, "dia akan mampu mengkopi teknik lawanmu saat dia melihatnya". Zabuza menatap Kakashi, " saat aku masih menjadi tim Anbu dari Kirigakure, aku selalu membawa bingo book, yang ada informasi mengenai dirimu" dia bilang ke Kakashi, "pria yang sudah mengkopi seribu jutsu, 'Copy Ninja Kakashi' ".

"Apa yang terjadi!?, pertama orang tua Hokage, kemudian sekarang sensei". Batin Sakura, kemudian ia menatap gurunya. "Aku tidak tahu bahwa mereka hebat".

"Apa yang terjadi? Sharingan adalah kondisi khusus yang hanya muncul di beberapa anggota clan Uchiha saja…" Sasuke menatap gurunya "apakah mungkin"

Naruto menatap Sasuke, ia tahu apa yang di pikirannya "mata Sharingan milik Kakashi sensei adalah mata transplantasi" ia bilang, Yang mendapat perhatian dari Sasuke, " kamu bisa mentransplantasikan Sharingan kepada non-Uchiha, tapi efek nya kamu tidak bisa menonaktifkannya, itulah kenapa Kakashi sensei di tutup matanya".

Sasuke mengangguk, dia tidak tahu bagaimana Naruto bisa tahu tentang hal ini, tapi pikir ini bukanlah hal yang penting sekarang ini, jadi dia hanya fokus ke partarungan ini saja.

"Sudahlah, hentikan chit-chat nya, aku harus membunuh orang tua itu" bilang Zabuza, membuat Tazuna ketakutan "bagaimana kalau kau menyerahkan nya kepadaku, Kakashi. Aku akan membiarkan kamu dan Tim Gennin mu pergi".

"Ahh… Maaf, kamu tahulah aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi" Kakashi bilang, dia melotot ke arah Zabuza, "itu akan membuat reputasi Konoha menjadi buruk jika kami membiarkan kamu memilikinya tanpa bertarung".

"Kalau begitu pertama aku akan mengalahkanmu" bilang Zabuza, memegang gagang pedang, kemudian dia tendang pohonnya dan mendarat di atas air telaga, lalu membuat segel tangan. "Mari kita lihat seberapa hebatnya dirimu Kakashi". Setelah itu dia menghilang, kabut semakin tebal, dan tebal, menutupi seluruh area dengan begitu kuat, menjadikan pandangan mereka sampai di depannya saja.

"Momoichi Zabuza adalah ninja dari Kirigakure…. Dia terkenal dengan ahli dalam teknik membunuh tanpa suara, kamu tidak akan mengetahui nya sampai kau sudah mati, bukan berarti aku belum menguasai Sharingan dengan sempurna, kalian hati-hatilah". Bilang Kakashi, tapi dalam dirinya ia "sial, kabut ini mempengaruhi efektivitas Sharingan"

"8 pilihan" suara Zabuza menggema dari segala arah, membuat kedua gennin dan Tazuna membeku, Karena kuatnya Killing Intent yang di keluarkan oleh Zabuza di udara, berbeda dengan Naruto dia cuma berkeringat saja, beberapa kali menghadapi kematian dan berhadapan dengan Anko dia hanya terpengaruh sedikit.

"A-apa?" Bilang Sakura.

"Hati, paru-paru, tulang belakang, pembuluh darah tulang selangka, pembuluh darah leher, otak, ginjal, jantung. Mana yang harus aku pilih".

Kakashi menyipitkan matanya dan mengeluarkan kekuatannya sendiri, menghilangkan kabut dari dirinya.

"Sungguh KI yang hebat dan berbahaya, itu seperti aku akan terbunuh jika aku membuat sedikit gerakan saja" batin Sasuke, Keringat mengucur deras ke bawah mukanya. "Jadi inikah beratnya udara. Kekuatan dari Jonin yang bertarung satu sama lain…. Ini seperti hidupku diremas-remas…...aku tidak bisa menahannya". Ia merasakan tangannya bergetar mengangkat kunai. "Aku lebih memilih mati dan mengakhiri nya".

"Sasuke" Kakashi memanggil, saat dia menyadari muridnya dalam masalah.

Sasuke melihat gurunya.

"Jangan Khawatir, aku akan melindungi kalian semua, bahkan jika itu akan membunuh ku" bilang Kakashi, sambil memberikan senyuman matanya. "Aku tidak akan membiarkan rekanku mati".

Hal itu membuat Sasuke sedikit tenang dan menurunkan Kunai miliknya.

"mari kita lihat tentang hal itu" suara Zabuza bilang, lalu dia muncul di belakang para Genin.

Kakashi bergerak dengan cepat dan menusuk perut Zabua, tepi bukannya darah yang keluar melainkan air, tiba-tiba Zabuza muncul di belakang Kakashi. "Aku akan mengakhiri ini"

"Sensei di belakangmu" teriak Sakura sambil jarinya menunjuk.

Kakashi menengok, tapi terlambat pedang Zabuza sudah dekat.

Slassshhhh

Pedang Zabuza memtong tubuh Kakashi horizontal. Namun bukannya darah tubuh Kakashi menjadi air.

"Mizu Bunshin no Jutsu?, tidak mungkin, dalam kabut ini dia menirunya" batin Zabuza, kemudian matanya melebar, "itu dia, dia menirunya saat aku menggunakan Hidden mist Jutsu, sialan Kakashi".

Tiba-tiba Kakashi kembali muncul di belakangnya sambil mengalungkan tangannya yang sambil memegang kunai di lehernya,

"Jangan bergerak!", peringat Kakashi, "ini sudah berakhir.

"Oh gitu…" Bilang Zabuza, kemudian ia tertawa "heheh… Sudah berakhir?"

Kakashi melihat dia, ia pikir Zabuza sudah gila.

"Kamu tidak mengerti?", bilang Zabuza "itu tidak mungkin aku akan di kalahkan oleh monyet seperti kalian….hehe, tadi sungguh sangat hebat" dia melihat Kakashi dari sudut matanya "saat itu kamu sudah mengkopi Mizu Bunshin no Jutsu ku, kamu membuat bunshin mu mengatakan kata itu, untuk menarik diriku, sedangkan kamu sesungguhnya kamu bersembunyi di balik kabut dan menonton, rencana yang bagus, tapi-"

Kakashi melihat Zabuza yang di depannya berubah menjadi air menandakan itu hanyalah Mizu bunshin.

"Bukanlah hal mudah untuk mengalahkanku".

Zabuza muncul di belakang Kakashi, dengan Zanbatony yang diangkat bersiap mengayunkan, untungnya Kakashi tepat waktu saat Zabuza mau menebasnya ia menunduk, Zabuza melanjutkan putarannya hingga Zanbato miliknya berada di belakang lalu menaruhnya di bawah, kemudian ia memantapkan tangannya di gagang pedangnya, lalu mendorongnya untuk menendang Kakashi saat dia mau menghindar, Kakashi terkena tendangan dari Zabuza dan ia terlempar ke udara menuju telaga.

"bodoh" bilang Zabuza.

"Apa! Air ini begitu berat" batin Kakashi sambil berusaha untuk bergerak melepaskan dirinya, kemudian matanya melebar, "aku salah karena telah memilih mendarat di air".

"Heh…. Bodoh". Zabuza muncul tepat di sebelah Kakashi.

"Water Prison Jutsu"


Kakashi memaki dirinya sendiri saat dia terperangkap di penjara air. Dia melihat kearah muridnya lalu memerintahkannya. "Larilah dan bawa klien kita dari sini".

"Ohh… Mereka tidak akan kemana-mana Kakashi, Mizu Bunshin no Jutsu" Zabuza cekikian saat dia membuat Mizu bunshin untuk mengurus para Genin.

"Bawa Tazuna-san dan lari! Kalian tidak mempunyai kesempatan melawannya!" Teriak Kakashi kepada muridnya, "selama dia tetap mengurungku di sini dia tidak bisa bergerak….. Mizu Bunshin tidak bisa jauh dari tubuh aslinya…. Lari saja cepat sekarang!".

"Dia pasti bercanda, tidak mungkin kita bisa lari dari Jonin, aku mungkin bisa tapi mereka?" Batin Naruto, "jika memang kami bisa kabur sekarang, dia pasti akan membunuhmu Kakashi sensei mengejar kita".

Sasuke lari menuju Zabuza mizu bunshin untuk membuat serangan kejutan. Akan tetapi, pas saat dia masuk range, mizu bunshin menendangnya pas di tulang iganya. Membuat Sasuke terlempar kembali.

"Idiot" ejek Naruto.

"Sasuke-kun" teriak Sakura shock dan ketakutan melihat yang di taksirnya di kalahkan dengan mudah.

Sasuke mengeluh kesakitan ketika ia mendarat di tanah, ketika ia hendak berdiri mizu bunshin milik Zabuza muncul di sebelah dirinya, kemudian ia menginjak tubuh Sasuke dan membuat dirinya berteriak kesakitan. Mizu bunshin milik Zabuza kemudian menginjak-injak tepat di tulang iganya dengan kaki.

"Dia lebih kuat dari yang aku duga". Batin Kakashi, ia begitu Khawatir dengan keselamatan muridnya.

"Hehe…. Memakai ikat kepala dan kemudian akting seperti ninja" mizu Bunshin Zabuza mengejek kepada Sasuke yang yang menyedihkan yang sambil berteriak kesakitan. "Ninja yang sesungguhnya adalah seseorang yang selamat dari kematian berkali-kali".

"Aku pikir, aku setuju dengannya, tapi aku tidak begitu tertarik dengan omongannya" batin Naruto, lalu ia membuat segel tangan untuk melepas semua tekanan gravitasinya.

"Hanya jika kamu cukup bagus untuk masuk ke-"

Slasshhhhh

Omongan mizu bunshin milik Zabuza terhenti, ketika sebuah katana hitam menebas tubuhnya, membuatnya di paksa kembali menjadi molekul air.

"Apa kamu tidak apa-apa Sasuke" bilang Naruto sambil berjalan kearahnya.

"Yah aku tidak apa-apa" jawab Sasuke, sambil sedikit menolak bahwa Naruto barus saja menyelamatkan dirinya, "yang terluka hanya harga diriku saja" tak mungkin ia akan mengatakan itu kepadanya.

"Wah.. Wah.. Kamu tidaklah tak berguna yang aku kira, tapi kamu tidak akan mengalahkan bunshin ku sebanyak ini" Zabuza kemudian membuat setengah lusin Mizu bunshin.

Para bunshin berlari diatas air pergi maju.

"Ohh yah…. Bagaimana kalau ini" Naruto membuat segel tangan menyilang "Kage Bunshin no Jutsu"

Poffff

Muncul bunshin Naruto sebanyak seratus lengkap dengan pedangnya. "Seraaaaaang"

"Wuuuuuuuuu"

Semua mata orang melebar, bunshin milik Zabuza berhenti dan menengok ke tubuh aslinya. "Bosss" mata Zabuza berdenyut tak mengira bocah itu bisa membuat bunshin sebanyak itu. " sudah serang saja".

Bunshin milik Naruto dan Zabuza bertemu bunshin milik Zabuza mampu menebas beberapa bunshin milik Naruto, tapi tetap Saja bunshin milik Naruto lebih banyak dan mempunyai kecepatan yang cukup hebat yang mampu membuat bunshin Zabuza kerepotan sedangkan 50 sisanya plus dengan yang aslinya pergi menyerang Zabuza yang Asli. Satu persatu bunshin milik Zabuza berhasil di kalahkan, sedangkan bunshin milik Naruto tinggal 20 dan menyusul pemiliknya pergi menyerang Zabuza.

"Ohh… Sial" Zabuza mengutuk dirinya sendiri, tak menyangka salah satu bocah Genin itu cukup membuat dirinya kerepotan, Naruto dan para bunshinnya sudah siap menebas Zabuza, dengan terpaksa Zabuza melepas jutsu yang mengurung Kakashi dan membebaskannya.

Semua orang terkejut dengan apa yang di lakukan Naruto, Harga diri Sasuke semakin terluka melihat Naruto mampu membuat Zabuza kewalahan, sedangkan Sakura diam saja tak tahu harus berbuat apa, lalu Kakashi matanya melebar dan bangga kepada muridnya ini "sungguh hebat, pergerakannya pun lebih cepat daripada saat test dulu, apa lagi kejutanmu Naruto, dan Lagipula aku juga Harus membantunya"

Zabuza loncat sambil melakukan segel tangan "Water Release: Water Dragon Jutsu" semua bunshin milik Naruto habis sedangkan Naruto yang asli berhasil kabur. Lalu Naruto kembali ke daratan.

"Bagus Naruto, sekarang pertarungannya aku ambil alih" bilang Kakashi, Naruto hanya mengangguk ia sadar saat ini ia tak mungkin bisa mengalahkan Zabuza karena ia tidak tahu teknik element ninjutsu seperti Zabuza, kemudian ia menuju kearah timnya.

Kakashi kembali berhadapan dengan Zabuza "pertarunganmu denganku" sambil mata Sahringan nya membelalak kearah Zabuza.

Zabuza yang tadi mengejar Naruto berhenti dan kemudian loncat kebelakang.

Para Genin dan kliennya melihat kedua Jonin melakukan segel tangan yang sama persis dengan kecepatan yang sama persis.

Mereka menyelsaikan segel tangannya hampir bersamaan dan berteriak "Water Release: Water Dragon Jutsu" dua naga besar yang terbuat dari air dengan mata bersinar warna kuning di depan kedua Shinobi, keduanya saling bertubrukan sambil mengeluarkan auman keras, mengalahkan satu sama lain.

Zabuza menggeram, "apa yang terjadi?, ia heran, saat ia bentrok dengan Kakashi. Ia kembali loncat kebelakang dan melakukan segel tangan. Saat ia melakukannya, dia melakukan segel tangan yang sama. "Pergerakanku….dia benar-benar-"

"Membacanya" bilang Kakashi sambil meniru segel tangan Zabuza di saat yang sama, sama saat Zabuza melakukannya.

Zabuza menggeram dia mencoba mempercepat segel tangannya. "Apaa!.. Apakah dia membaca pikiranku?", kemudian ia melihat mata sharingan milik Kakashi. "Sialan mata-"

"-aneh ini membuatku jengkel, benarkan!?" Bilang Kakashi, membuat Zabuza semakin marah.

"Hehe… Yang kau lakukan itu hanya meniruku"

"Kamu tidak akan bisa mengalahkanku, dasar kau monyet sialan" teriak mereka berdua bersamaan.

"Sialan kau!.. Aku akan membuat…. Kamu takan bisa membuka mulutmu itu lagi" Teriak Zabuza, frustrasi karena Sharingan yang menirunya. Dia melanjutkan segel tangan tapi seketika berhenti dan ia menatap dan menemukan sesuatu di belakang Kakashi dan membuatnya shock. "Itu… Itu tidak mungkin" dia melihat dirinya sendiri di belakang Kakashi yang dalam penampakan seperti hantu, "apakah ini salah satu Genjutsu yang dilakukannya".

"Water Release: Great Water Vortex Jutsu" teriak Kakashi.

"Apaa! Tidak mungkin!". Batin Zabuza, matanya melebar tidak percaya. "Aku yang pertama melakukan jutsu ini… Tapi tersusul"

Kakashi mengirim air vortex yang begitu besar ke arah Zabuza yang masih shock, dan membuat missing-nin itu menghembuskannya ke udara, dan terhenti karena menabrak sebuah pohon yang cukup untuk membuat hancur. Sebelum dia melakukan sesuatu, beberapa kunai di lemparkan kearah dirinya. Mengenai tangan, kaki kiri, dan dan dadanya.

Zabuza batuk mengeluarkan darah, menodai perban miliknya dan keluar dari mulutnya. Ia merasakan kehadiran dari atasnya dan terlihat Kakashi mendarat di atas ranting pohon dengan sebuah kunai di tangannya. "Bagaimana? Apakah kamu bisa melihat masa depan" dia bertanya, tidak tahu kenapa ia menanyakan hal itu, hanya saja begitu pas dengan yang dia alami sekarang.

"Yeahhh" bilang Kakashi, dengan kedua matanya memandang Zabuza. "Kamu akan mati".

Tiba-tiba, datang dari arah tidak di ketahui, dua jarum panjang terbang menembus udara dan menancap di leher Zabuza. Ia jatuh kebawah dengan ekspresi terkejut.

"Hehe. Kamu benar dia mati" bilang seorang bertopeng, dia berdiri sebuah ranting pohon dan tidak jauh dari tubuh Zabuza jatuh.

Kakashi muncul di samping Zabuza dan mengecek tanda kehidupannya. "Dia benar-benar mati".

Dia melihat orang yang membunuh Zabuza, dia berpakaian kimono warna hitam dan trimming warna biru, wajahnya di tutupi topeng putih pola air warna merah dan dengan simbol Kirigakure di atasnya. Dua poni dengan panjang di samping wajahnya sampai dagu dan yang lainnya ia ikat di belakang, sebuah selendang di ikatkan seperti seperti sabuk di pinggangnya dan memaki sandal. Karena kulitnya tidak ada yang terlihat, Kakashi tidak tahu, orang ini jenis kelaminnya apa. Tapi dia asumsikan dia adalah laki-laki.

Segera saat Kakashi mengecek nadi Zabuza untuk memastikan, Kiri Hunter muncul untuk mengurus tubuh Zabuza. "Terima kasih banyak. Aku telah sangat lama menunggu kesempatan yang pas untuk membunuh Zabuza" dia bilang dengan suara hormat.

Kakashi mengambil nafas dan kemudian menutup kembali matanya dengan ikat kepala miliknya. "Topeng itu… Kamu adalah Hinter-nin Kirigakure". Dia bilang.

"Mengagumkan, kamu benar sekali" orang itu bilang.

"Hunter-nin?" Bilang Sakura, melihat kearah orang bertopeng.

"Yeah betul, tugas ku adalah memburu missing-nin, aku adalah anggota dari hunter-nin Kirigakure" hunter-nin Kirigakure itu menjawab.

"Dari suara dan tingginya, ia mungkin tidak terlalu tua dari Naruto, tapi sudah menjadi hunter-nin dalam umurnya yang masih muda, dia bukan anak sembarangan" batin Kakashi.

Tak berapa lama genin tim nya Kakashi berada di belakangnya, sambil Melihat si hunter-nin penasaran.

"Ada sesuatu yang aneh disini" Naruto menyipitkan matanya kepada si hunter nin.

Si hunter-nin menghilang dalam putaran air dan muncul kembali di samping tubuh Zabuza "pertarunganmu sekarang sudah berakhir, sekarang aku akan membuang tubuh ini, dikarenakan tubuh ini mempunyai banyak rahasia" dia bilang, membungkuk kebawah, kemudian menarik tangan Zabuza dan mengalungkannya ke bahunya. "Selamat tinggal" si hunter-nin kembali menghilang di dalam putaran air.

"Haaa… Nah sekarang kita akan mengantar Tazuna-san kerumah" memalingkan wajahnya ke arah murid dan kliennya.

Tazuna berkata dengan gembira "hahahaha!.. Sungguh makasih semua, mari kita ke rumah dan istirahat dan relax di sana".

"Hah..! Apa yang terjadi Kakashi sensei!?". Bilang Sakura, melihat gurunya jatuh ketanah.

Berlari kearahnya kemudian Naruto menempelkan tangannya di lehernya "dia masih hidup" dia bilang "dia hanya kecapean, mari kita pergi kerumah Tazuna-san" sambil menghirup napas, dia berdiri dan melakukan segel tangan "Kage Bunshin no Jutsu" dua bunshin keluar dan mengangkat Kakashi. "Orang tua cepat tuntun kami kerumah mu!".

"Ohh,... Yaehhh" Tazuna bilang, "hanya lewat sini, ikuti aku".

Tiga Genin dari konoha mengikuti Tazuna yang menuntun mereka kearah rumah miliknya dengan dua bunshin mengikutinya di belakang membawa guru mereka yang pingsan.

Sedangkan Naruto yang asli memikirkan hunter-nin yang tadi membawa tubuh Zabuza, setahu dirinya tubuh ninja yang mati di buru hunter-nin kepalanya harus di potong sebagai bukti, kemudian tubuhnya di bakar, sedangkan dia "ohh.. Sial, yah untuk sekarang ini mari kita istirahat dulu, lagian Kakashi sensei sudah kelelahan, semoga kita bertemu lagi hunter-nin san".


End

Yahh chapter selanjutnya nami no kuni part 3, maaf jika ada kesalahan.

Uzumki Naruto

Age: 12

Rank: Gennin

Team: Team 7/ Team Kakashi

Ninjutsu 4/10

Taijutsu 8,5/10

Genjutsu 4/10

Intelligence 7/10

Strength 8/10

Speed 8,5/10

Stamina 9/10

Hand seals 6/10

Total 55

Kenjutsu 7.5/10

Chakra control 7.5/10

Total 70

Stats yang aslinya yang di narutowikia tidak di sertakan kenjutsu, dan chakra control.

Dan satu lagi, sistem angkanya maksimal sampai 5, tapi ane konversi jadi 10.

Setingkat high chunnin

Ninjutsu 4 karena baru bisa kage buns

hin,

Selama berlatih sama anko Naruto belum pernah berlatih ninjutsu, affinity nya juga belum tahu, hanya fokus sama taijutsu (sama gai) chakra control, kenjutsu (sama yugao), untuk sementara menurut ane Naruto belum siap untuk belajar elements, karena ntar terlalu overpowered, belum lagi nanti jadi seorang saiyan. Wahh hancur element nation.

Nah jadi setuju nih, naruto punya 3 elements affinity

Wind

Lightning

Fire

Untuk kekkai genkai

Wind+fire = scorch release

Wind+lightning = thunderstorm release dan swift release

Lightning+fire = plasma release.

Gimana ada yang mau nambahin

Swift release = keluar di naruto movie will of fire, pengguna hiruko. Tapi combinasi elemennya masih belum di ketahui, tapi banyak spekulasi combinasi Wind+lightning, karena itu masuk akal. Jika masih ada yang mau nambahin review ajah.

Dan Harem list

Mikoto

Anko

Kurenai

Hana

Tsume

Tsunade

ane update 1x seminggu, karena saya nulis di android dan itu susah, gak kaya di laptop, dan laptopnya gak punya udah rusak. Okeh segitu saja, bagi ada kesalahan maaf tolong di maklumi.