Chapter 8: Nami no Kuni part 3


"Bicara biasa"
"Dalam hati"
"Jutsu/boss sumon/bijuu dan sejenisnya"
"Boss sumon/bijuu dan sejenisnya. Bicara dalam hati"

Disclaimer: udah tau kan milik siapa jadi gak usah di sebutin males


Last

"Hah..! Apa yang terjadi Kakashi sensei!?". Bilang Sakura, melihat gurunya jatuh ketanah.

Berlari kearahnya kemudian Naruto menempelkan tangannya di lehernya "dia masih hidup" dia bilang "dia hanya kecapean, mari kita pergi kerumah Tazuna-san" sambil menghirup napas, dia berdiri dan melakukan segel tangan "Kage Bunshin no Jutsu" dua bunshin keluar dan mengangkat Kakashi. "Orang tua cepat tuntun kami kerumah mu!".

"Ohh,... Yaehhh" Tazuna bilang, "hanya lewat sini, ikuti aku".

Tiga Genin dari konoha mengikuti Tazuna yang menuntun mereka kearah rumah miliknya dengan dua bunshin mengikutinya di belakang membawa guru mereka yang pingsan.

Sedangkan Naruto yang asli memikirkan hunter-nin yang tadi membawa tubuh Zabuza, setahu dirinya tubuh ninja yang mati di buru hunter-nin kepalanya harus di potong sebagai bukti, kemudian tubuhnya di bakar, sedangkan dia "ohh.. Sial, yah untuk sekarang ini mari kita istirahat dulu, lagian Kakashi sensei sudah kelelahan, semoga kita bertemu lagi hunter-nin san".


Start

Menyedihkan

Itulah yang hanya di pikiran Naruto melihat kondisi kota yang Tazuna tinggali, ia dan tim bersama Tazuna melewati kota, rumah hancur, orang-orang berjalan seperti zombie tak ada tujuan, pakaian Kotor, dan anak-anak yang meminta makanan untuk mengganjal perut mereka yang kelaparan, orang disini terlihat seperti mereka tidak punya masa depan dan tinggal menunggu kematian mereka.

Naruto hanya bisa mendengus, sebenarnya Naruto ingin memberi anak-anak itu makanan, tapi jika ia melakukannya maka akan membuat keributan karena pasti orang dewasa juga berebut dan kemudian para anak-anak akan menderita karena bedanya kekuatan.

Naruto kembali melanjutkan perjalanan, kemudian tiba-tiba seseorang menabraknya, "maaf, aku tidak sengaja" dan berniat langsung pergi, tapi sebelum pergi jauh tangan Naruto menangkap pergelangan tangan pria itu, dan mengambil dompet miliknya yang pria itu ambil.

"Jika kamu mau nyopet, lakukanlah ke orang lain, kau salah orang" kemudian ia meninggalkan orang itu yang ia dorong ke tanah.


Grup tersebut sampai di rumah Tazuna, rumahnya berlantai dua yang berukuran sedang, berdiri di atas dermaga yang sedikit di atas lautan. Mereka berjalan kearah rumah.

Tazuna maju kedepan dan menggedor pintu. "Tsunami ini aku, buka pintu?" Teriaknya.

Tim 7 mendengar suara kaki dari arah dalam. Ketika pintu terbuka, mereka melihat perempuan yang cantik sekitar dua puluh tahun ke atas. Mempunyai rambut hitam lurus sampai bahu, dan bermata coklat, memakai sweater pink, dan rok biru.

"Ayah!" Perempuan itu bilang saat ia melihat Tazuna "makasih Tuhan, kamu tidak apa-apa".

"Tentu saja aku gak papa" jawab Tazuna dengan senyum lebar, "itu semua karena para ninja itu". Dia menuding kearah belakang.

Tsunami melihat ke arah belakang dari bahu Tazuna dan melihat sebuah grup bersamanya, "terima kasih banyak" dia bilang sambil membungkuk. Lalu ia berkedip, melihat grup itu…. Kembar tiga? Tiga anak berambut dirty blond yang identik membawa seseorang yang berambut perak. "Oh tidak, apakah dia baik-baik saja!?".

"Dia gak papa, dia hanya kelelahan" jawab Naruto yang asli, "apakah ada tempat untuknya, untuk beristirahat"

"Tentu saja" bilang Tsunami, dia membukakan pintu untuk mereka "aku akan membimbingmu ketempat tidur, kamu bisa menaruhnya di sana".

Naruto mengangguk, dia dan bunshin miliknya bersama anggota timnya mengikuti Tsunami. Dia membuka pintu pertama di kiri, kemudian kabinet yang seperti lemari di dalam ruangan tersebut. Dia mengambil Futon dan menggelarnya di lantai.

"silahkan rebahkan disini".

"Terima kasih" bilang bunshin milik Naruto.

Para bunshin merebahkan tubuh Kakashi ke bawah, setelah pekerjannya selesai para bunshin menghilangkan dirinya sendiri. Melihat itu Tsunami berpikir itu adalah salah satu trik milik ninja, kemudian ia pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Sakura duduk di sebelah guru mereka "apakah sensei akan baik-baik saja" dia bertanya dengan suara perhatian.

"Yeah" bilang Kakashi dengan suara yang masih lemas dan tegang, dia sudah bangun beberapa menit yang lalu "aku hanya tidak akan bisa bergerak selama satu minggu".

"Itu pasti karena sharingan, batin Naruto. "Kakashi sensei bukanlah seorang Uchiha, itu akan membuat badannya menerima stress yang sangat besar, di karenakan tubuhnya tidak bangun untuk memanfaatkan kekkai genkai secara maksimal".

Semua orang mendadak terdiam untuk sementara sambil memikirkan semua yang telah terjadi dan apa selanjutnya yang harus dilakukan.

"Setidaknya sekarang kita habis mengalahkan ninja yang kuat" Tazuna bilang dengan suara lega "untuk sementara seharusnya kita aman"

"Ngomong-ngomong siapa bocah bertopeng itu" Tanya Sakura, dia teringat membaca sesuatu tentang ninja yang memakai topeng sebelumnya".

"Topeng tersebut di kenakan oleh pasukan spesial hunter-nin dari Kirigakure" Kakashi menjawab, suaranya masih lemah, " mereka juga di kenal sebagai penghapus tubuh. Tugas mereka adalah menghilangkan tubuh dengan tanpa jejak. Tubuh seorang ninja mempunyai banyak rahasia yang bisa terungkap dengan cara pemeriksaan yang tepat oleh medical ninja. Contohnya, jika aku meninggal, rahasia dari Sharingan bisa terungkap. Jika kamu tidak hati-hati, terdapat bahaya akan ada ninja musuh yang akan mencuri jutsu mu".

Dia melihat kepada timnya untuk melihat para muridnya agar memperhatikannya.

"Tubuh dari seorang ninja bisa mengungkap informasi yang sangat penting" lanjut dia " jadi, dengan membunuh dan menyingkirkan missing-nin yang kabur dari desa, si hunter-nin di tetapkan untuk melindungi informasi. Mereka ahlinya yang melindungi rahasia desa mereka…. Tidak ada bau, tidak ada suara, dan si ninja berakhir".

"Si Zabuza itu di penggal dan tubuhnya di singkirkan?" Sakura bilang, sambil membayangkannya. Wajahnya menjadi pucat hanya memikirkannya saja. "Menakutkan".

Naruto menggelengkan kepalanya dan bilang "aku tidak yakin".

"Apa maksudmu" Tanya Sakura "tentang apa yang kamu tidak yakin".

"Ini saatnya memberitahu mereka" batin Naruto. Dan kemudian ia melihat teman setim dan gurunya. "Seorang Hunter-nin biasanya menyingkirkan tubuh seseorang yang dia bunuh di tempat. Dengan begitu tidak ada kesempatan untuk di temukannya bukti rahasia miliknya".

Mata Kakashi melebar tiba-tiba menyadarinya.

"Lalu apa!?" Tanya Sakura, dia tidak punya petunjuk apa yang Naruto maksud.

Lalu Naruto bertanya "apa kamu tidak lihat? bagaimana bocah bertopeng itu menyingkirkan tubuh Zabuza?".

"Bagaimana kami tahu, baka" teriak Sakura, dia begitu jengkel dengan pertanyaan konstan dari Naruto. "Pria bertopeng itu membawa tubuhnya bersama dirinya".

"Cih bodoh banget, lagian mana tahu kamu kan tidak nglakuin apa-apa!" Batin Naruto. "Tapi jika dia membutuhkan bukti, dia harusnya mengambil kepalanya saja." Naruto bilang, tidak memperdulikan komentar baka dari Sakura. "Dan senjata yang di gunakan untuk membunuh Zabuza".

"hanya Jarum" pikir Sasuke dan sesuatu berbunyi klik di pikirannya. "Tidak mungkin".

"Tepat" Naruto bilang "sepertinya dia tidak buruk".

"Apa sebenarnya yang kalian bicarakan?" Tanya Tazuna.

Kakashi mengambil nafas "yah sebenarnya….".


Di sebuah hutan yang dalam, tidak jauh dari tempat Zabuza bertarung dengan ninja Konoha, si Hunter-nin melihat kearah tubuh Zabuza. Tangannya meraih kantung miliknya, dia mengeluarkan alat pengobatan dan membukanya ke tanah. Dia mengambil sepasang clippers dan dan membawanya ke tubuh Zabuza.

"Pertama aku harus memotong perban yang membungkus mulutnya lalu menghilangkan beberapa darahnya". Dia bergumam, dengan hati-hati ia mendekatkan clipper nya ke perban wajah Zabuza.

Saat sebelum si hunter-nin itu memotong perbannya, tangan Zabuza memegang tangan si hunter-nin. "Sudah cukup, aku bisa melakukannya sendiri" dia bilang sambil sedikit terengah-engah.

"Oh!" si hunter-nin bilang dengan nada terkejut dan sedikit senang. "Kamu sudah kembali hidup".

Zabuza menggerutu kemudian ia memegang senbon di lehernya lalu menariknya dengan sentakan. "Damn, kamu sungguh kasar" dia menggerutu saat dia menariknya.

"Oh! Kamu juga sungguh kasar, manariknya seperti itu, kamu mungkin akan mati jika kamu menariknya degan sembarang seperti itu".

Zabuza hanya menggerutu lagi "sampai kapan kau akan menggunakan topeng bodoh itu". Dia tanya.

"Aku suka topeng ini" si hunter-nin palsu itu bilang "ini membuatku teringat masa lalu". Meskipun begitu, hunter-nin palsu itu memegang dan menarik topeng itu "lagian ini cukup berguna untuk akting tadi, jika aku tidak menyelamatkanmu, kamu pasti sudah mati".

Zabuza melotot kepada partnernya "jika kamu mau membuatku mati sementara, kamu harusnya tidak usah mengincar leher tahu, kamu bisa menggunakan titik akupuntur yang lebih aman kan" Zabuza kembali membungkus wajahnya dengan perban. "Kamu brutal seperti biasa"

Partnernya kemudian tersenyum. "Kamu benar, tapi kita tahu bahwa Kamu akan marah jika aku membuat goresan kepada tubuhmu itu. Dan lagipula leher kan tidak mempunyai banyak otot, itu lebih gampang untuk mengenai titik akupuntur di situ". Si hunter-nin palsu itu kemudian mengecek bagian vital Zabuza untuk melihat berapa banyak kerusakan yang telah di lakukan kepadanya. Pria ini mempunyai lebih banyak luka dari biasanya karena bertarung tadi, tapi si hunter-nin yakin kalau partner nya akan hidup. "Kamu seharusnya tidak boleh terlalu sering bergerak selama satu minggu. Tapi mengetahui mu, mungkin akan sembuh lebih cepat".

Zabuza melihat partner nya dengan sudut matanya dan menyeringai "kamu begitu suci dan pintar, itulah mengapa aku menyukaimu".

"Tentu saja" partner nya bilang "lagi pula aku hanyalah anak kecil" hunternin-palsu itu berdiri kemudian melihat sekitar "kabutnya sudah terang' lalu ia melihat kebawah "apakah lain kali kau akan baik-baik saja!?".

Zabuza menyipitkan matanya kemudian sedikit mengerang "lain kali aku akan mengalahkan sharingan sialan itu!".


"what the hell, apa yang kau maksud, Zabuza masih hidup!?". Teriak Sakura, membuat semua orang menutup kupingnya sedangkan kaca jendela berdetak. "Kakashi sensei, engkau mengeceknya dan bilang dia sudah mati!".

"Pelankan suaramu Sakura!, aku yakin bahkan Hokage di konoha bisa mendengar suaramu!". Naruto bilang sambil menggesek-gesek kupingnya yang sensitif.

"Aku merasa kasihan kepada laki-laki yang akan menikahinya" bilang Kakashi sambil menggesek-gesek kupingnya sendiri, sedangkan genin yang berambut hitam tiba-tiba bersin tanpa alasan, melihat itu raut wajah Kakashi menjadi datar "tidak mungkin". Dia menggelengkan kepalanya lalu berdehem dan melanjutkan bicaranya. "Yeah aku melakukannya, tapi itu kemungkinan besar hanya mati sementara".

"Jarum yang di gunakan hunter-nin itu membuat kemungkinan menjadi sedikit untuk membuat seorang mati, kecuali mengenai organ vital". Jelaskan Naruto "itu bahkan jarum yang di gunakan seorang dokter untuk terapi akupuntur. Si hunter-nin tahu sepenuhnya tentang body struktur, membuat seseorang mati untuk sementara itu hal yang mudah buat mereka".

Kakashi mengangguk kemudian melanjutkan omongan Naruto. " pertama, hunter-nin membawa tubuh Zabuza yang lebih berat darinya. Kedua, dia menggunakan senjata yang kemungkinan rendah untuk membunuh. Dari dua poin tersebut mengindikasikan bahwa motif sebenarnya adalah tidak membunuh Zabuza, tapi untuk menyelamatkannya. Kita tidak mungkin mengabaikan kemungkinan itu".

"Jadi yang sensei maksud adalah Zabuza sekarang masih hidup" bilang Sakura, dengan nada bertanya.

"Katanya kunoichi paling pintar, segitu saja gak nyambung-nyambung" batin Naruto dan Kakashi. Kakashi mengangguk. "Yah, itu yang sebenarnya yang saya maksud".

Pemberitahuan tentang hidupnya Zabuza memberikan efek yang beda-beda kepada semua orang dalam ruangan itu. Sasuke menyeringai, memikirkan dia akan mendapatkan kesempatan bertarung dengan lawan yang kuat kembali, dan kemudian memberikannya satu langkah untuk Membunuh Itachi. Sakura melihat sekitar dengan cemas, tidak merasa percaya diri seperti orang yang di taksirnya, ia tahu bahwa dirinya tidak mempunyai kesempatan untuk membantu dalam pertarungan ini.

"Tidakkah kalian berpikir terlalu berlebihan" Tazuna bilang, sekarang ia mulai khawatir, karena ninja yang ada ninja kuat yang ingin membunuhnya. "Hunter-nin seharusnya membunuh missing-nin".

"Tidak, dengan semua prasangka tersebut, kita akan bersiap-siap sebelum terlambat, itulah aturan Shinobi" Bilang Kakashi "lagipula jika Zabuza hidup atau mati, tidak menutup kemungkinan Gato akan menyewa Shinobi yang lebih kuat".

"T-tapi apa yang harus kami lakukan!?" Tanya Sakura, dia ketakutan hanya dengan memikirkan Zabuza masih hidup, semakin lama misi ini membuat situasi memburuk untuknya. "Maksudku, kita hanya sekelompok Genin, sedangkan dirimu bahkan tidak bisa bergerak".

"Hehe…. Tenang saja, akan kuberikan kalian latihan".

"Hah, latihan?" Bilang Sakura dengan terkejut. "kita akan lakukan latihan apa? Musuh kita adalah ninja, sensei akan kesulitan lagi, bahkan dengan Sharingan".

"Lalu membuat kita terbunuh, shannaro" bilang Sakura dua.

"Sakura, siapa yang menyelamatkanku saat aku lagi kesulitan?"

Semuanya melihat kearah Naruto. Sebenarnya, dialah yang menyelamatkan semua orang dari Zabuza.

"Yahh, itu benar…. Tapi kalian berkembang cukup cepat". Tambah Kakashi, kemudian pandangannya beralih kearah Naruto. "Dia lebih cepat daripada saat test kemarin, apa mungkin ia masih punya kartu as di kantungnya".

Sakura dan Sasuke melirik kearah Naruto, bertanya-tanya siapa yang membantunya sampai bebas seperti ini.

"Sepertinya dia lebih baik…" Pikir Sakura "dan lebih pintar dari seharusnya… dilihat dari bicaranya, itu seperti orang yang berbeda, yang sama hanya dia agak pendiam sama kaya masih di akademi". Dia tidak tahu yang sebenarnya bahwa Naruto hanya pura-pura saat di akademi.

"Aku tidak percaya si dobe mengendalikan suasana begitu baik" pikit Sasuke. "Dia pasti mendapatkan beberapa bantuan, sebaliknya tidak mungkin si dobe bisa hebat seperti ini, siapakah dia? Dan kenapa mempunyai seseorang yang melatihnya secara khusus, sedangkan aku seorang Uchiha Elit tidak!?".

"Sebenarnya ini hanya latihan untuk membuat kalian lebih baik" lanjut Kakashi, tidak menyadari pemikiran dari kedua Genin nya. "Bahkan jika aku melatih kalian, adalah hal yang tidak mungkin kalian mengalahkan Zabuza tanpaku".

"Tapi jika Zabuza masih hidup dia bisa menyerang kapan saja" protes Sakura. "Jadi seharusnya kita tidak usah latihan".

"Zabuza juga terluka, lebih parah dari Kakashi sensei. Dan di tambah lagi dia di paksa untuk mati sementara, aku yakin tubuhnya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh". Bilang Naruto kepada Sakura.

"Dia benar, jadi kita akan latihan berapa waktu ke depan". Bilang Kakashi.

"Apakah hal itu sedikit terlambat untuk hal itu". Bilang Naruto, sambil mengangkat alisnya. "Dan aku pikir sensei tidak akan pernah melatih kami".

"Ma, ma…. Jahat sekali Naruto, aku kan melatih kalian" bilang Kakashi membela dirinya.

"Yeah… Latihan kerja sama, bahkan setelah itu sensei malah melanjutkan membaca buku porno itu". Balas Naruto. "Aku berbicara tentang latihan skill individu kita".

"Kerja sama kan penting" bilang Kakashi sambil sedikit mengangkat bahunya.

"Aku tidak menyangkal kerja sama itu tidak penting, sensei". Bilang Naruto, "hanya saja, kita tahu bahwa skill individu itu penting juga. Jika kita tidak bisa bertarung dengan baik dengan kemampuan kita sendiri, tidak peduli jika kerja sama tim kita hebat, kita akan kalah jika kita terpisah atau bahkan terbunuh, untuk itu skill individu juga penting" Naruto jelaskan.

Kakashi mengakui point itu juga penting dan mengangguk.

Naruto bertanya "lagipula kita akan berlatih apa memang?"

"Kau akan tahu besok, untuk sekarang aku mau istirahat dulu" jawab Kakashi, mengetahui muridnya ingin lebih tahu.

Ketiga muridnya hanya mengangguk, tapi dalam hati mereka ingin tahu latihan macam apa yang ingin guru mereka berikan.

"Kenapa kalian harus repot dan bersusah payah!".

Semua orang melihat kearah suara tadi dan melihat seorang anak berumur antara enam sampai delapan tahun dengan wajah yang depresi. Secara keseluruhan ia memakai baju biru, dengan kemeja kuning dan memakai topi pemancing di kepalanya.

"Oh! Inari! Kamu disitu?". Sapa Tazuna, ia membuka tangannya saat cucunya tersebut lari untuk memeluk dirinya.

"Selamat datang kakek" Inari bilang, Sebelum kemudian matanya melotot kearah ninja Konoha.

"Inari sapalah mereka" bilang Tsunami yang baru saja datang keruangan tersebut, "mereka adalah ninja yang telah melindungi kakek".

"Tapi bu, mereka pasti akan mati". Inari bilang yang membuat semua orang terkejut/marah ketika Inari bilang begitu. Tsunami dan Tazuna hanya bisa mendesah. "Itu tidak mungkin mereka akan menang terhadap Gato"

"Ohhh… Aku takut, apakah Gato semenakutkan itu" bilang Naruto dengan Nada mengejek. "hey Sasuke sepertinya ada anak sama kaya kamu, seorang emo" sambil melihat kearah Sasuke yang kesal karena di bilang emo.

Inari berbalik dan berjalan kearah pintu dan bilang "jika kalian tidak mau mati, seharusnya kalian pergi saja".

"Inari kamu mau pergi kemana!?". Bilang Tsunami dengan khawatir.

"Mau melihat lautan dari dalam kamar" bilang Inari sebelum pergi, lalu menutup pintu dengan membantingnya saat ia keluar.

"Aku minta maaf mengenai hal itu" bilang Tazuna dengan nada depresi kepada ninja Konoha.

"terserah, lagian dia pasti punya masalah yang serius". Bilang Naruto. "Sungguh, ada orang yang lebih emo daripada Sasuke, dia pasti punya masalah yang serius."

"Diam kau, Naruto baka" teriak Sakura, dia mencoba untuk memukulnya.

Tiba-tiba, muncul kepulan asap, dan Naruto tergantikan oleh Sasuke. Sebelum Sakura menyadarinya dia sudah terlambat, dia memukul Sasuke kesayangannya itu di wajah. Dan membuat Sasuke terpental kebelakang.

"Wah.. Wah.. Sakura, apa yang telah Sasuke kesayanganmu itu lakukan kepadamu hingga kau memukulnya" bilang Naruto sambil mengejek. Kemudian ia melihat kearah Sasuke. yang mata kirinya berwarna ungu. "Sekarang, dia pasti akan membencimu selamanya".

"Sasuke-kuuuun" jerit Sakura ketakutan, saat dia menyadari apa yang telah ia lakukan, segera ia berlari kearah taksirannya dan mencoba mengobati matanya" aku sungguh minta maaf Sasuke-kun".

"Tidak ada rasa bosan ketika ada Naruto di sekitar" batin Kakashi sambil tersenyum.


Keesokan harinya Naruto, Sakura dan Sasuke mengikuti Kakashi yang menggunakan penopang kayu untuk berjalan, keluar untuk memulai latihan. Ketika mereka sampai di tanah terbuka dekat hutan dia berhenti di depan pohon dan berbalik kearah muridnya .

"OK. Sekarang kita akan memulai latihan" dia menginformasikan kepada mereka, "tapi sebelum itu, aku akan menerangkan tentang kemampuan shinobi, Chakra".

"Kita sudah tahu tentang Chakra" bilang Sakura.

"Baiklah, semenjak kamu kelihatan sudah tahu dengan baik, bagaimana kalau kau menjelaskan apa itu Chakra". Saran Kakashi.

"Chakra adalah energi dasar seorang Shinobi, energi tersebut terdiri dari dua energi, yaitu energi fisik dan energi dalam (mental) di peroleh dari pengalaman dan melatih tubuh, hal ini sangat penting bagi seorang ninja, bahkan Chakra adalah jutsu yang paling dasar. Dan Chakra inilah energi yang di gunakan untuk membuat sebuah Jutsu".

"Benar, baiklah aku pikir kita langsung saja untuk latihan". Pilih Kakashi, menurutnya lebih cepat lebih baik.

"Jadi apa yang akan kita lakukan" tanya Sakura.

Kakashi memberikan senyuman matanya dan bilang, "kalian akan belajar memanjat pohon".

"Bagaimana bisa memanjat pohon dapat membuat kita menjadi kuat!?" Sasuke bertanya langsung tu de poin, dia tidak ingin buang-buang waktu untuk latihan hal yang tidak berguna.

"Ahh… Aku senang kau bertanya Sasuke" mata Kakashi tersenyum kepada rambut hitam muridnya tersebut. "ini berguna untuk mengontrol chakramu, lagipula kita naik pohon hanya menggunakan kaki saja tidak menggunakan tangan"

"Sensei, maaf tapi aku sudah bisa melakukannya, Malah aku sudah dapat berjalan di atas air, apa sensei lupa saat aku melawan Zabuza?". Bilang Naruto, dia sudah menguasai naik pohon sejak lama.

Mendengar itu mata Kakashi melebar, ia baru ingat bahwa Naruto menyelamatkan dirinya dan sempat bertarung dengan Zabuza di atas telaga. "Wah…iya benar aku lupa, tapi karena kau sudah tahu, bagaimana kalau kau mencontohkan nya kepada rekan mu itu, Naruto".

"Baiklah sensei", Naruto pun berjalan kearah sebuah pohon, kemudian ia mulai naik keatas pohon dengan berjalan. Tak berapa lama Naruto sudah berada di atas dengan posisi tubuh terbalik di sebuah ranting.

"Bagaimana bisa dobe bisa sehebat itu, sampai sekarang harga diriku semakin sakit, seharusnya yang melatih dobe, lebih memilih melatihku karena seorang Uchiha", Sasuke sungguh cemburu, harga dirinya semakin sakit, Naruto selalu lebih unggul darinya.

Sedangkan Sakura hanya terkejut, ia tak mengira apa yang di katakan sensei benar, bahwa naik pohon tanpa tangan.

Kakashi sungguh bangga dengan muridnya itu kemudian ia bilang. "Naruto sekarang kau boleh Turun, karena kau sudah bisa menguasainya, aku akan memberimu latihan yang lain" kemudian Kakashi menengok kepada Sasuke dan Sakura. "Baiklah sekarang kalian cobalah, tapi sebelum itu alirkan chakra ke kaki kalian".

Keduanya mengangguk, mereka mengalirkan chakra ke kaki mereka, setelah itu mereka mencoba naik. Pertama mereka berjalan tanpa ada kendala, tapi tiba-tiba mereka jatuh ke tanah.

"Ah… Aku lupa memberitahu kalian, jika chakra yang kau alirkan terlalu lemah kau akan terpeleset, dan jika terlalu besar maka kau akan menjauh dan menyebabkan batang pohon akan hancur di beberapa titik lalu kau akan jatuh juga" bilang Kakashi. Tentu saja membuat mereka berdua menjadi jengkel. "Bawalah kunai, tandai lah seberapa jauh kau naik, hingga kalian sampai di atas".

Mereka kembali mencoba, lagi-lagi Sasuke jatuh, sedangkan Sakura sulit di percaya dia sudah berada di atas, yang membuat Sasuke semakin marah.

"Wah. Bagus Sakura, terus lakukan hal itu sampai lancar" bilang Kakashi, kemudian ia menengok kearah Naruto. "Naruto kesinilah" bilang Kakashi, ia kemudian mengeluarkan sebuah kertas dan memberikannya kepada Naruto "itu adalah kertas chakra, kertas itu berguna untuk mengetahui jenis aliran chakra seseorang, jika aliran chakra mu Api maka kertasnya terbakar dan menjadi abu, jika Angin maka akan terpotong menjadi dua, jika Petir maka akan mengkerut, jika Tanah maka akan hancur seperti lumpur, dan terakhir jika Air maka akan menjadi basah. Sekarang Cobalah alirkan chakramu ke kertas itu". Jelakan Kakashi.

Naruto pun mengalirkan chakra miliknya, dan tanpa di sangka kertas tersebut malah sebagian terbakar, lalu mengkerut dan sebagian lagi terpotong. Naruto pun menjadi bingung. "Sensei apa maksud dari hal ini". Tanya Naruto.

"Wah Naruto tak di sangka kau memiliki 3 jenis perubahan Chakra yaitu, Api, Angin dan Petir, ini sungguh langka" bilang Kakashi dengan terkejut. Lalu ia memberikan beberapa gulungan kepada Naruto. "Ambil gulungan tersebut, itu berisi jutsu api dan petir yang tingkatnya D sampai C, sedangkan angin, aku hanya memiliki beberapa saja yang rangking D, sekarang kau berlatihlah". Bilang Kakashi.

"Makasih Sensei" Naruto pun pergi, masuk lebih dalam ke Hutan, setelah agak jauh, dia melakukan segel tangan.

Poof

Kepulan asap muncul dengan banyak, terdapat ratusan bunshin Milik Naruto, ia pun memerintahkan mereka. "Baiklah setiap 50 dari kalian pelajari dan kuasai jutsu ini, dan 50 lagi latihan chakra control menggunakan daun di jari kalian, sedangkan aku akan melatih tubuhku".

Dengan begitu Naruto memulai latihannya, hingga satu minggu kedepan.


End

Yahh chapter selanjutnya nami no kuni part 4, maaf jika ada kesalahan.

Uzumki Naruto

Age: 12

Hair: Dirty Blond

Height: 154 cm

Rank: Gennin

Team: Team 7/ Team Kakashi

Dan Harem list saat ini, kedepannya akan nambah.

Mikoto

Anko

Kurenai

Hana

Tsume

Tsunade

ane update 1x seminggu, karena saya nulis di android dan itu susah, gak kaya di laptop, dan laptopnya gak punya udah rusak. Okeh segitu saja, bagi ada kesalahan maaf tolong di maklumi.

Untuk beberapa chapter kedepan Naruto akan berubah full saiyan.

Read and review.