Chapter 9: Nami no Kuni part 4 end


"Bicara biasa"
"Dalam hati"
"Jutsu/boss sumon/bijuu dan sejenisnya"
"Boss sumon/bijuu dan sejenisnya. Bicara dalam hati"

Disclaimer: udah tau kan milik siapa jadi gak usah di sebutin males


Last

"Wah Naruto tak di sangka kau memiliki 3 jenis perubahan Chakra yaitu, Api, Angin dan Petir, ini sungguh langka" bilang Kakashi dengan terkejut. Lalu ia memberikan beberapa gulungan kepada Naruto. "Ambil gulungan tersebut, itu berisi jutsu api dan petir yang tingkatnya D sampai C, sedangkan angin, aku hanya memiliki beberapa saja yang rangking D, sekarang kau berlatihlah". Bilang Kakashi.

"Makasih Sensei" Naruto pun pergi, masuk lebih dalam ke Hutan, setelah agak jauh, dia melakukan segel tangan.

Poof

Kepulan asap muncul dengan banyak, terdapat ratusan bunshin Milik Naruto, ia pun memerintahkan mereka. "Baiklah setiap 50 dari kalian pelajari dan kuasai jutsu ini, dan 50 lagi latihan chakra control menggunakan daun di jari kalian, sedangkan aku akan melatih tubuhku".

Dengan begitu Naruto memulai latihannya, hingga satu minggu kedepan.


Start

Sudah beberapa hari berlalu sejak tim 7 menghadapi Zabuza. Sementara Kakashi masih dalam tahap penyembuhan dari pertarungan, semua Gennin nya sedang melakukan persiapan untuk penyerangan selanjutnya, yang sudah tentu beberapa hari lagi.

Dalam proses latihan mereka, dengan cepat Sakura sudah menguasai latihannya. Tapi karena kapasitas chakranya yang kecil dari kedua teman setimnya, latihannya di tambah dua hari untuk menambah kapasitas chakra nya tersebut. Sedangkan Sasuke masih juga belum menguasai latihannya tersebut, tapi dia sudah dalam proses menguasainya.

Sedangkan Naruto, dia sudah menguasai beberapa jutsu yang Kakashi berikan kepadanya, dengan bantuan kage bunshin, beberapa hari lagi ia pasti sudah menguasai semua jutsu yang Kakashi berikan. Ia juga jarang bertemu yang lainnya, hanya ketika bergantian menjaga Tazuna dan pekerja lainnya yang sedang mengerjakan jembatan, tidur dan makan bahkan terkadang Naruto membawa pulang beberapa ikan.

Malam itu semua orang sedang makan malam dengan tenang dengan lauk ikan yang tadi sore Naruto bawa. Naruto mengangkat kepalanya dan melihat bahwasanya Inari melotot kearah mereka semua. Naruto hanya mengangkat bahu tidak peduli dan kembali melanjutkan makannya dengan tenang.

"Kenapa" Inari berbisik. Tapi Naruto mendengarnya dengan jelas. Ia memandang bocah tersebut, ia melihat mata Inari sedikit mengeluarkan air mata, "kenapa kalian bersusah payah? Seberapa keraspun kalian berlatih, kalian tidak akan mampu mengalahkan Gatou dan orang-orangnya".

"Bisakah kau mengulanginya, aku tidak mendengarnya dengan jelas?" Kata Naruto dengan suara yang tenang.

"Gatou pasti akan membunuh kalian semua jika kalian tetap berada di jalannya". Kata Inari "harusnya kalian cepat kabur selagi ada waktu".

"Ohhhh…. Takut" kata Naruto sambil mengejek "dasar bocah cengeng, kau tahu dia Sasuke-" Naruto menunjuk Sasuke "semua keluarganya di bunuh saat dia berumur 8 tahun dan hanya meninggalkan dirinya dan ibunya, dan kau tahu siapa yang membunuhnya, tidak lain adalah kakaknya sendiri" jelaskan Naruto, membuat mata Tazuna dan keluarganya Sasuke sedikit marah karena harus mengingat kejadian itu "Tapi lihat apakah dia cengeng sepertimu, malahan dia berlatih dengan keras supaya suatu saat ia bisa membunuh Kakaknya, kau tidak akan tahu apa yang terjadi dengan keadaan luar jika kau hanya melihat lautan dari dalam rumah, dasar bocah cengeng"

"Naruto, jangan kasar terhadap anak kecil" teriak Sakura.

"Diamlah Sakura, kau tidak akan mengerti, aku pergi" setelah Naruto mengatakan itu, ia berdiri dan pergi.

"Ada apa dengannya, seharusnya tidak usah kasar" Kata Sakura, Kakashi menghela nafas dan berkata "Biarkan dia Sakura, sama seperti Sasuke dia juga menderita sejak kecil, orang tuannya meninggal saat dia lahir, sejak kecil banyak orang di desa membencinya bahkan beberapa diantaranya memukul dan mencoba membunuhnya, ia juga pernah seperti gelandangan makan dari tempat sampah, bahkan sekarangpun banyak orang di desa masih membencinya, wajar jika dia bilang begitu". Mendengar itu seketika mulut Sakura tertutup tak percaya bahwa Naruto mengalami hal tersebut, sedangkan dirinya mempunyai keluarga yang lengkap, ia sungguh merasa bersalah telah memarahi Naruto.

Sasuke juga baru tahu bahwa selama ini Naruto lebih menderita dari dirinya, ia merasakan dirinya dan Naruto mempunyai kesamaan.

Tazuna dan Tsunami begitu shock dan sedih take menyangka bahwa Naruto pernah mengalami kejadia tersebut. Sedangkan Inari diam saja setelah mendengar hal itu, lalu ia berdiri dan pergi.

"Inari kamu mau kemana" kata Tsunami.

"Mau ke kamar" jawab Inari, pikirannya masih terbayang dengan perkataan Naruto dan Kakashi.


Dalam sebuah hutan di pagi yang cukup cerah yang masih daerah Nami no Kuni, terdapat seorang yang berambut panjang lurus kebawah, memakai kimono tanpa lengan warna pink yang panjangnya sampai pergelangan kaki, di tepinya warna merah dengan motif buah plum berwarna yang berputar. Dia memakai sabuk berupa obi warna putih, sepasang sandal warna coklat, dia juga mengenakan choker warna hitam di lehernya. Dia juga membawa sebuah keranjang kecil.

Dia berjalan kearah sebuah tanah terbuka di sebuah hutan yang terdapat banyak tanaman herbal. Saat sampai ia melihat ada seseorang yang masih remaja yang kira-kira umurnya tidak jauh dari dirinnya, remaja tersebut sedang tidur di bawah pohon, ia pun mendekatinya, setelah dekat kedua tangannya mengarah ke leher remaja tersebut.

"Hei bangun, atau nanti kau akan kena demam" kata dia membangun kan remaja tersebut.

Tak lama remaja tersebut mulai bangun, remaja tersebut tak lain ialah Naruto. Ketika ia membuka matanya ia melihat seorang 'cewek' yang cantik memandang dirinya. "Ohhh…yah terima kasih, tapi aku tidak pernah terkena demam, oh iya, aku Uzumaki Naruto, siapakah dirimu?".

"Aku Haku, ohh iya Naruto-san, apakah kamu seorang Ninja" kata yang bernama Haku tersebut.

"Bagaimana kau tahu, aku adalah ninja?" Tanya Naruto, kemudian Haku menunjuk pelindung kepalanya dan berkata. "Aku pernah melihat ninja memakai pelindung kepala seperti itu tapi dengan simbol yang berbeda-beda".

"Ohh… Bisa di bilang begitulah, hey Haku-san apa yang kau lakukan pagi-pagi sekali di sini" tanya Naruto.

"Aku mau mengumpulkan tanaman herbal untuk temanku yang sedang sakit, kamu bagaimana" kata Haku sambil mengumpulkan tanaman obat. Sambil membantu Haku mengumpulkan obat, Naruto berkata "aku habis berlatih". Sedikit-sedikit Naruto mengerti tentang tanaman herbal, ia mempelajarinya dari Hana-nee saat dulu.

"Naruto-san, kenapa kamu menjadi ninja? apakah untuk melindungi seseorang yang penting bagimu?". Tanya Haku.

Naruto menjawab "bisa di bilang begitu, tapi juga ada yang lain, memang kenapa?" Tanya Naruto.

"Menurutku seseorang menjadi kuat karena adanya orang yang penting di hidup kita, supaya kita bisa melindungi orang tersebut" (skip flashback Haku, udah pada tahu kan).

"Yah kau benar Haku-san, salah satunya itulah alasan saya untuk menjadi lebih kuat". Kata Naruto. Tidak beberapa lama Haku berhenti dan berdiri. "Naruto-san sepertinya sudah cukup, aku akan pergi" bilang Haku, kemudian ia menengok "dan satu lagi Naruto-san sebenarnya aku adalah laki-laki" tambahkannya sambil tersenyum.

Clink

Naruto sudah menduga hal itu "tentu saja, lihat dadanya gak punya benjolan" batinnya berkata.

Sebelum Haku melangkah pergi Naruto memanggilnya, "Oh.. Haku-san aku mau tanya sesuatu, bagaimana kabar Zabuza" Naruto menyeringai setelah mengatakan hal Itu.

tentu saja langkah kaki Haku berhenti, tangannya siap mengambil senbon miliknya jika terjadi pertempuran. Lalu berbalik menghadap Naruto "Bagaimana kau tahu, Naruto-san!?".

"Tidak perlu tahu, lagian aku juga sedang tidak berniat untuk bertarung, jadi santai saja, aku hanya mau menyampaikan salam kepada Zabuza". Kata Naruto.

Haku sedikit menurunkan kewaspadaannya lalu berkata "dia sudah baikan".

"Wah, baguslah kalau begitu, nanti bilang padanya, kita akan menunggumu beberapa hari kedepan". Kata Naruto.

"Baiklah, aku akan menyampaikannya, selamat tinggal Naruto-San" setelah berkata begitu, Haku pergi dan hilang dalam putaran air.

"Baiklah, mungkin aku juga akan mengambil beberapa tanaman herbal mungkin nanti di butuhkan, dan juga oleh-oleh untuk Hana-nee, karena banyak tanaman herbal yang langka di sini".


Dua hari berlalu, kondisi Kakashi sudah kembali seperti semula, Sasuke sudah menguasai latihan naik pohon, Naruto juga sudah mengalami kemajuan, tak Hanya ninjutsu yang semakin baik, Kenjutsunya juga sudah lebih baik, sama halnya dengan chakra control miliknya, mampu membuat daun melayang di jari-jari nya. Sedangkan Sakura selain sudah menguasai teknik memanjat pohon, ia hanya menambah kapasitas chakranya saja walaupun hanya sedikit.

Pagi ini Tim 7, Tazuna dan Tsunami berkumpul di depan rumah Tazuna.

"Apa kalian siap untuk melindungi Tazuna hari ini" kata Kakashi kepada muridnya. Kedua muridnya mengangguk setuju, kecuali Naruto.

"Naruto apakah kamu mau membicarakan sesuatu!?". Tanya Kakashi saat dia merasakan murid berambut dirty blond nya ingin mengatakan sesuatu.

"Aku pikir, aku akan tetap disini. Ada kemungkinan nanti orang-orang Gato datang dan membahayakan keluarga Tazuna, apalagi nanti jika mereka tahu putri Tazuna begitu cantik". Jawab Naruto, tentu saja orang yang di maksud mukanya menjadi merah saat Naruto bilang cantik.

Kakashi mengangguk, dia kagum dengan apa yang di pikirkan muridnya, dan tentu saja dengan jawaban terakhirnya juga. "Tentu" katanya lalu berbalik ke kedua muridnya "mari berangkat".

"A-ada apa ini, a-apa yang terjadi" teriak Tazuna. Tempatnya telah di selimuti oleh kabut yang sangat tebal. Sampai-sampai di jembatan tersebut yang terlihat hanya tubuh yang bersimbah darah, tapi untung saja mereka masih hidup.

Tazuna berlari kearah salah satu dari mereka yang masih sadar, kemudian ia mengangkatnya "hey teman, ada apa, apa yang terjadi".

"M-monster…."jawab pria itu tersedak, kemudian pingsan karena mengeluarkan banyak darah.

"Jadi dia sudah kembali" Gumam Kakashi. Semakin lama kabut semakin tebal, Kakashi menyipitkan matanya, "dia datang, formasi bertahan".

Kakashi dan kedua muridnya mengeluarkan senjata miliknya masing-masing, kemudian berkumpul di sekitar Tazuna, saat kabut semakin tebal, pandangan mereka menjadi terbatas hingga beberapa meter di depan saja.

"Kakashi sensei" teriak Sakura, ketakutan kembali menyelimutinya lagi, tapi dengan cepat ia mengatur nafasnya dan sedikit tenang kembali. "Ini….."

"Yeah, ini Hidden mist jutsu milik Zabuza, kalian tenanglah". Kata Kakashi, sambil memperhatikan sekitar walaupun pandangannya terbatas.

"Lama tidak berjumpa Kakashi" suara Zabuza menggema dari segala arah. "Jadi kamu masih dengan para bocah itu...tapi tunggu satunya lagi mana?"

"Tenang saja, dia agak telat karena harus mengurus sesuatu, siap untuk babak kedua Zabuza" kata Kakashi, dia maju kedepan dan menarik pelindung kepalanya memperlihatkan Sharingannya kembali.

"Sepertinya kamu punya penantang Haku" berkata Zabuza melihat Sasuke maju kedepan.

Sakura merasa…. Tidak berguna saat ia melihat pertarungan terjadi di depan matanya. Bagaimana Sasuke kewalahan melawan musuhnya, dia memegang kunai miliknya semakin erat dan menggigit bibir bagian bawahnya. Yang hanya bisa ia lakukan sekarang hanyalah menjaga Tazuna….. Dan menyemangati mereka "TENDANG PANTAT MEREKA HINGGA KE BULAN, JOTOS MUKA MEREKA, SASUKE-KUN , KAKASHI SENSEI!, LEMPAR MEREKA KE LAUTAN JADI PARA HIU MEMAKAN TUBUH MEREKA!" Sakura berteriak, membuat semua orang sweet drop dengan kelakuannya, bahkan pekerja yang pingsan pun tanpa sadar menutupi kupingnya.

"Bisakah kamu membuat mulutnya diam!?" Tanya Zabuza, telinganya menjadi merah karena suara tersebut.

"Errr…. Aku tidak yakin" Jawab Kakashi. "Kamu tahu, aku pikir aku merasa kasihan kepada calon suaminya kelak, apalagi pas PMS, mengandung dan melahirkan, ngeri yah" kata Kakashi.

Zabuza menggaguk dan berkata "aku mengerti perasaanmu, Kakashi, aku sungguh mengerti" jawab Zabuza teringat seorang cewek berambut merah di kampung halamannya di kirigakure, memikirkannya saja membuat dirinya merinding.

Pada pertempuran antara Sasuke dan Haku, tiba-tiba dia bersin "aneh, aku kan tidak sakit, yah terserahlah" Sasuke pun melanjutkan pertarungannya.


Di rumahnya Tazuna, Naruto terbangun dari suara orang berteriak dari luar rumah. Di bergerak dengan cepat, keluar dari ruangan melalui jendela, dia bergerak kebawah tanpa suara. Saat di luar ia menyelinap ke arah suara tadi, dan melihat dua orang preman yang masing-masing membawa sebuah katana di pinggangnya, salah satu dari mereka sedang memegang Tsunami sedangkan partnernya melihat Inari yang sedang menangis.

"Hehe… Melihat kulit yang indah ini ingin membuatku memotongnya" kata pria yang memegang Tsunami tersebut.

"Jalan lebih cepat" kata pertnernya kepada Tsunami, saat mereka mengambil putri Tazuna untuk sandera yang di tugaskan oleh Gatou.

"Tunggu!" Teriak Inari, ia mencoba berdiri.

Preman yang memegang Tsunami berhenti dan berkata "hahhh"

"Itu anak tadi".

"menjauh… Menjauhlah dari ibuku" teriak Inari, maju menyerang.

Kedua preman tersebut menyeringai, melihat kearah anak kecil itu dengan kegirangan, seperti sebuah hiburan.

Inari mendekat pada kedua preman itu. Dia berjarak lima langkah dari mereka, dan preman yang memegang Tsunami berkata "jiiiisss. Dasar anak kecil bodoh".

"Potong dia" berkata partnernya.

"Tentu"

Kedua preman tersebut mengambil ancang-ancang dengan menaruh tangannya di pedang. Ketika Inari sudah berada dalam tiga langkah, mereka berdua menghunuskan pedangnya bersiap untuk mengayunkan.

Tsunami melihat anaknya, dia berteriak dengan ketakutan "Inar!i".

Kedua preman tersebut mengayunkan pedangnya, yang berani mengganggu pekerjaan mereka. Yang satu berekspresi senang dan yang satu tidak peduli. Melihat bahaya yang akan menghampirinya Inari menutup matanya, begitupun dengan ibunya tidak tega melihat anaknya.

Tsunami terus menutup matanya, tak kuasa melihat anaknya yang akan di bunuh preman tersebut. Hingga beberapa saat ia mencoba membuka matanya, dan seketika ia terkejut karena ternyata Inari tidak apa-apa, dia sedang berdiri dan menutup matanya. Lalu ia juga terkejut melihat sebuah pisau yang digunakan oleh ninja menancap di leher mereka.

"Tsunami-san apakah kau baik-baik saja" sebuah suara yang ia kenali dari belakang mereka, ya yang tak lain adalah Naruto.

"Ohhh… Terima kasih Tuhan, Naruto-san". Kata Tsunami bersyukur, sambil menangis bahagia. Ia memeluk Naruto dan mencium pipinya, membuat pipi Naruto memerah. Kemudian Tsunami memeluk anaknya yang masih shock atas kejadian tadi.

"Ehmmm…. Tsunami-san apakah ada tempat untuk kalian bersembunyi. Sampai hari berakhir?" Tanya Naruto. Ia melihat Tsunami mengangguk, "kalau begitu, tunjukkan jalannya, aku akan membuat Bunshin untuk melindungi kalian" tambahnya, kemudian ia membuat dua bunshin dan mengikuti Tsunami dan Inari menuju tempat yang aman. Dia berbalik kearah kedua Preman samurai tadi dan melakukan segel tangan dan menghisap udara lalu menahannya.

"Katon :Goukakyuu no Jutsu"

Gelombang yang berbentuk bola api yang sangat besar keluar dari mulutnya kemudian menuju kearah kedua tubuh preman tersebut. Lalu membuat tubuh tersebut terbakar hingga. Hangus dan menjadi abu.

Naruto melihat pekerjaannya untuk terakhir kalinya dan kemudian menghilang.


Saat Naruto datang di jembatan, ia melihat keadaan sekitar telah di selimuti oleh kabut yang sangat tebal. Dia tahu bahwa Zabuza lah yang mengakibatkan ini semua. Dia memandangnya dengan sejenak lalu melanjutkan menuju ke tempat pertempuran yang sudah di mulai.

Naruto merasakan kalau Kakashi sedang melawan Zabuza, Lalu Sasuke helawan Haku, seseorang yang beberapa hari Naruto temui, mencari tanaman herbal untuk Zabuza. Sedangkan Sakura seperti biasa, hanya melindungi Tazuna, jikalau ada serangan kejutan.

Naruto kembali bergerak menuju Sasuke untuk membatu melawan Haku, Karena ia yakin Sasuke masih belum bisa mengalahkannya, apalagi dengan Sharingannya yang belum aktif. Dan setelah dekat ia melihat Sasuke terkurung pada sesuatu berbentuk seperti kubah kaca. Dan tubuhnya terluka dan beberapa senbon di tubuhnya, dan lebih mengejutkan lagi ternyata apa yang di pikirkannya sedikit salah, karena Sasuke sekarang sudah membangkitkan Sharingan miliknya.

"Wah… Wah… Sasuke, tak kusangka kamu di kalahkan oleh dia, bahkan setelah kau akhirnya membangkitkan Sharinganmu, sekarang gantian biar aku yang melawannya, lagian kamu sudah mencapai batasmu". Berkata Naruto yang tanpa Sasuke dan Haku sadari, ternyata Naruto sudah berada di dalam kubah kaca tersebut. Dia melihat sekeliling dan bahwa Justu yang diciptakan oleh Haku sungguh menakjubkan.

"Cih…. Baiklah, untuk sekarang aku akan mundur," jawab Sasuke, walaupun harga dirinya sakit, setidaknya jika Naruto dapat mengalahkan orang yang bertopeng itu, dia masih dapat melihat hari esok, dan dapat membunuh Itachi. Naruto pun mengangguk, "pergilah".

Sasuke pun mencoba keluar dari kubah itu, namun ketika sebentar lagi mau keluar. "Jangan harap kau bisa pergi dengan mudah" terdengar suara dari Haku. Tapi ketika Haku mendekati Sasuke, instingnya mengatakan untuk menghindar, ia pun menurut karena, Naruto hampir mengenai dirinya dengan pedang hitam yang di bawanya.

"Pheww hampir saja, kalau tadi kau tidak menghindarinya, kau pasti terluka oleh Pedangku, Haku-san. Dan tolong biarkan Sasuke lewat, untuk sekarang aku yang akan menggantikannmu". Berkata Naruto. Ia membuat tiga bunshin ketika Haku kembali masuk ke kubah kaca nya. "Sudahlah Haku-san menyerah saja, lagian kamu sudah kelelahan dan chakra nya sudah hampir habis, iya kan".

"Walaupun begitu, aku tidak akan menyerah dan bertarung demi Zabuza-sama". Jawab Haku, ia pun melayangkan serangannya yaitu melempar senbon dari segala arah, karena setiap Haku yang berada di kaca tersebut melemparkannya bersamaan dengan persis. Naruto dan tiga bunshinnya menangkis semuanya dengan mudah. Kemudian Naruto membalas ia melemparkan kunai ke setiap kaca.

"Melempar kunai tidak akan cukup untuk mengalahkanku Naruto-san". Kata Haku.

Naruto tersenyum dan menjawab "siapa bilang itu kunai biasa".

Mendengar itu mata Haku melebar, tapi sebelum ia bereaksi.

"Katsu"

Boooom

Kunai yang dilapisi peledak tersebut membuat semua kaca menjadi retak dan membuat Haku keluar dari kubah kaca tersebut. Tak berpikir lama Naruto langsung kembali menyerang Haku dengan kecepatan yang hebat dan mencoba menebasnya, beruntung Haku masih dapat menghindar. Tapi hal itu sudah di prediksi oleh Naruto, pas saat Haku berhenti setelah menghindar tiba-tiba wajahnya terkena tendangan dari kaki bunshin Naruto dan membuat topeng miliknya hancur, tubuhnya terpental, namun berada di belakangnya bunshin Naruto yang lain sudah menunggu siap mengayunkan pedangnya. Hanya saja Haku menyadari hal itu dan ketika beberapa saat bunshin Naruto mengayunkan pedangnya Haku mampu menghindarinya dengan cara membalikkan badannya menggunakan tangan miliknya lalu melempar sebuah senbon dan mengenai bunshin Naruto dan membuatnya menghilang. Namun Naruto sudah mengantisipasi hal itu ia kemudian membuat segel tangan, kemudian ia letakkan tangannya di mulut.

"Fuuton: Daitoppa"

Sebuah gelombang angin yang besar di keluarkan dari mulutnya lalu mengarah ke Haku berdiri. Haku pun tak bisa menghindar.


Beberapa saat yang lalu, di pertempuran sebelah antara Kakashi melawan Zabuza.

Boom

Sebuah ledakan terdengar dari dalam kubah kaca milik Haku. Mata Zabuza dan Kakashi melebar, ketika melihat itu.

"Tidak mungkin!, bagaimana bisa Haku kewalahan melawan bocah itu!" Berkata Zabuza, melihat pertarungan antara Naruto dan Haku, dan melihat bagaimana Naruto membuat topeng milik Haku hancur, kemudian Mengeluarkan fuuton jutsu. Yang membuat kabut buatan Zabuza sedikit hilang, tentu saja membuat Zabuza sedikit kesal. Tapi dia cepat memperbaikinya kembali.

"Naruto, kau sudah bertambah kuat, walaupun hanya seminggu". Batin Kakashi. Lalu ia kembali fokus ke pertarungannya. Dia loncat kebelakang dan mengambil darah dari luka miliknya dan mengecapakannya ke summoning scroll, lalu dia membuat beberapa segel tangan.

"Summoning: Earth Release: Tracking Fang no Justu"...


"Aku minta maaf Zabuza-sama, aku tidak bisa mengalahkannya" Batin Haku, setelah dirinya terpental mengenai dan menghantam salah satu kaca kubah miliknya dan hancur, karena di terpa hembusan angin kencang jutsu angin milik Naruto. Lalu Haku melihat Naruto menghampiri dirinya. Kemudian ia menutup matanya menerima takdir dirinya.

Naruto mengacungkan tangannya di leher Haku, lalu ia menatap dingin ke arahnya. "Haku-san sepertinya kau sudah kalah, katakan Haku-san kenapa kau begitu melindungi Zabuza"

Haku tersenyum "tak ada alasan kuat, kau sudah mengetahui ceritaku Naruto-san, dia adalah orang yang sangat penting bagiku".

Kemudian Naruto mendengar kakashi bilang sesuatu di pertarungannya, sedangkan Zabuza berteriak kesakitan. "Tapi Haku, kau itu sebenarnya hanya di manfaatkan oleh Zabuza, dia menganggapmu seperti alat yang kalau sudah rusak di buang" kata Naruto.

Haku tetap tersenyum dan berkata "aku sudah tahu itu, tapi aku tetap akan melindunginya, karena aku menganggap Zabuza-sama seperti ayahku sendiri".

"Raikiri!" Teriak Kakashi.

Naruto dan Haku dapat mendengar suara yang mirip seperti ribuan kicauan burung. Naruto melihat kearah Kakashi dan melihat tangannya di selimuti oleh sesuatu seperti petir, sedangkan pergerakannya di tahan oleh gigitan sekelompok anjing dengan pelindung kepala bersimbol konoha di kepala ataupun lehernya.

"Aku bilang sekali Lagi…. Menyerahlah Zabuza". Berkata Kakashi.

"Tidak akan" Jawab Zabuza sambil berusaha melepaskan dirinya dari kuncian.

Kakashi mendesah, sebelum dirinya maju dan hampir menghilang dalam kilatan.

Naruto melihat kaarah Haku. Ia melihat keputusasaan dan permohonan di matanya. Dia menutup matanya dan menggelengkan kepalanya sedikit. "Pergilah dan selamatkan dia. Lagipula dia juga akan mati di tangan Kakashi ataupun diriku".

Haku panik dan berlari secepat mungkin yang ia bisa, dia tepat waktu sudah berada di depan Zabuza dengan tangannya di renggangkan, bermaksud menerima serangan penuh. Mata Kakashi melebar melihat si hunter-nin palsu muncul di depannya. Dan dirinya tidak bisa menghentikannya. Haku terus mengepalakna tangannya sambil menahan rasa sakit yang di terimanya. Dia melihat dadanya tembus oleh serangan milik Kakashi. Air mata keluar dari mata Haku dan akhirnya jatuh ketanah dalam kesakitan.

Zabuza menyeringai kearah Kakashi dan berkata "sepertinya aku mempunyai alat yang bagus" kemudian ia mengangkat pedang besarnya dan bersiap mengayunkan pedangnya untuk menebas Kakashi.

"Tch.. Dasar" suara familiar berkata, ayunan pedang besar milik Zabuza di tahan oleh pedang kecil milik Naruto yang di aliri oleh aliran chakra angin, dirinya menyadari hal tersebut saat latihan. "Aku menyelamatkanmu Kakashi sensei, engkau berhutang sebuah traktiran".

"Cihh… Bocah sialan" berkata Zabuza.

"Zabuza! Setidaknya hormatilah, karena ia menganggapmu seperti ayahnya sendiri" teriak Naruto.

Zabuza hanya diam saja tak menjawab. Karena ia sudah tahu hal itu, dan dia juga sudah menganggap Haku seperti anaknya sendiri. sebenarnya dirinya ingin menjerit dan menangis melihat keadaan Haku, tapi ia menahannya.

"Wah.. Wah… Bukannya ini sungguh menyentuh." Terdengar suara sambil tertawa di jembatan yang belum selesai. Semuanya melihat seorang pria kecil berpakaian pembisnis dan berkacamata yang bernama Gatou. Di belakangnya sebuah pasukan preman lengkap membawa senjata. "Kamu bahkan tidak bisa mengalahkan beberapa Shinobi yang tak berguna Zabuza, kamu sungguh menyedihkan. Baiklah semuanya bunuh mereka semua, tapi biarkan kedua perempuan itu hidup, nanti mereka bisa berguna". Dia berkata sambil tertawa.

Pasukannya berteriak dengan senang dan penuh semangat dan mulai maju.

"Kakashi dan Kau bocah siapa namamu" berkata Zabuza.

"Naruto Uzumaki"

"Yah.. Naruto aku akan mengingatnya, sepertinya aku akan membunuh kalian Lain kali karena sekarang aku akan membunuh para preman yang Gatou bawa tersebut". Kata Zabuza, sambil bersiap menyerang.

"Tidak di hadapanku, karena aku juga akan membunuh mereka semua, dan aku tidak akan kalah darimu". Berkata Naruto, lalu ia melakukan segel tangan yang jadi andalannya.

"Kage Bunshin no Jutsu"

Poof

Puluhan bunshin Naruto muncul, Naruto pun maju untuk menyerang di susul di belakangnya Zabuza yang tersenyum melihat yang di lakukan Naruto.

Sedangkan Kakashi hanya diam, ia Tahu Naruto saja cukup untuk membereskan semua itu, jadi dia memutuskan untuk istirahat kembali membaca buku kesayangannya itu.

Semua pasukan preman yang tadi semangat sekarang menjadi gugup. Gatou yang melihat itu mencoba menenangkan pasukannya. "Kalian jangan khawatir mereka hanya bayangan, dan yang aslinya hanya satu dan masih bocah, sedangkan Zabuza sedang terluka, kalian pasti bisa mengalahkannya" Teriaknya.

Pasukannya pun kembali bersemangat, percaya apa yang di katakan bossnya itu. Seandainya mereka tahu, seandainya.

Beberapa bunshin milik Naruto dan Naruto sendiri melakukan segel tangan sambil berlari.

"Fuuton: Daitoppa"

"Katon: Goukakyuu no Jutsu"

"Raiton: Giant"

Kedua elemen angin dan api tersebut menjadi satu dan membuat apinya lebih besar, api besar dan petir mengarah ke pasukan preman Gatou tentu saja mereka menjadi panik. Tapi banyak dari mereka yang terkena jutsu tersebut dan mati di tempat, sisanya malah menjadi ketakutan, semangat mereka menjadi turun.

Melihat kekuatan yang dikeluarkan Naruto, Zabuza begitu terkesan tak percaya anak yang lebih muda dari Haku bisa mempunyai tiga element, dan sudah menguasainya. Kakashi pun tak kalah terkejut tak menyangka Naruto mampu menguasai jutsu tersebut dalam waktu singkat, kemudian ia ingat Naruto menguasai Kage bunshin jadi dia menjadi tidak begitu terkejut. Kemudian Sakura dan Tazuna juga terkesan dengan apa yang di lakukan Naruto. Tapi lain dengan Sasuke, melihat kemajuan Naruto, harga dirinya semakin hancur, walaupun dirinya sudah membangkitkan sharingan miliknya, tapi tetap saja ia masih cemburu, karena Naruto sudah meninggalkan dirinya jauh kedepan dalam hal kekuatan.

Pertempuran berjalan tidak begitu lama, pasukan bunshin Naruto dan dirinya sendiri juga Zabuza mampu membereskan semua preman yang di bayar Gatou. Hanya saja beberapa di antara preman tersebut telah membuat luka yang sangat fatal kepada Zabuza, sebelum akhirnya Zabuza sendiri yang menebas mereka dengan pedangnya.

Saat terakhir pertempuran para penduduk nami no kuni, dan juga inari dengan membawa senjata seadanya.

Saat ini yang tersisa hanya Gatou sendiri di begitu ketakutan badannya gemetaran. Naruto menatap dingin kearahanya. "m-maafkan aku, t-t-tolong jangan bunuh aku, a-apa yang kau minta uang, wanita, apapun jadi tolong jangan bunuh aku." Kata Gatou memohon ketakutan.

Naruto tersenyum lalu berkata "Tenang Gatou-san, aku tidak akan membunuhmu". Tubuh Gatou sedikit lega. Tapi kemudian wajah Naruto menyeringai sadis. "Tapi aku tak menjamin apa yang akan di lakukan mereka". Tambah Naruto menunjuk kearah para warga. "Semuanya…. Aku serahkan Gatou kepada kalian" teriak Naruto kepada para warga, membuat semua warga berteriak senang, sedangkan Gatou semakin takut dan gemetaran. (Skip scene di mana Zabuza dan Haku berbaring bersama)


Malam setelah pertarungan semua orang di rumah Tazuna makan dengan bahagia, hidanganpun di sajikan dengan sangat enak oleh Tsunami. Tazuna dan Kakashi mabuk meminum sake. Mereka semua begitu puas,

Setelah makan malam selesai semua orang pergi tidur, tinggal Naruto yang sedang membantu membersihkan tempat makanan.

Beberapa menit semua sudah selesai. "Terima kasih Naruto-san atas hari ini, kupikir kami tidak akan pernah bebas dari Gatou" kata Tsunami, "dan juga terima kasih saat pagi kamu menyelamatkan ku, kalau tidak ada kamu, Naruto-san tidak tahu nasib apa yang akan saya terima". Tsunami mulai sedih, melihat hal itu dengan reflek Naruto memeluknya sambil menenangkan Tsunami. Tentu saja hal itu membuat pipi Tsunami memerah, tapi lama-lama dia mulai nyaman. Hingga beberapa saat tanpa sadar Tsunami mencium bibir Naruto, serentak hal itu membuat Naruto kaget.

"Tsunami-san!?"

Tsunami pun menjadi malu pipinya menjadi merah, "m-maafkan aku, permisi". Tsunami pun mau pergi karena malu, tapi sebelum itu Naruto Menarik tanganannya, kemudian menatap muka Tsunami.

"Tsunami-san".

Tanpa Tsunami sadari Naruto mencium bibirnya, pertama ia menolaknya tapi lama-kelamaan karena dahsyatnya ciuman Naruto Tsunami malah menjadi mendesah, ia juga merasakan tangan Naruto mulai meraba tubuhnya, pantat, dada, semuanya, tubuhnya juga semakin panas, semakin terangsan sudah lama dirinya tidak di sentuh oleh pria.

"Naruto-kun kita lanjutkan di kamarku"

Naruto pun menurut dan langsung pergi kekamarnya Tsunami.


Malam itu Kakashi merasa bangun, ia merasa ingin pergi ke toilet hingga ia berjalan kearah kamar Tsunami, dan ia mendengar suara seperti orang yang lagi mendesah, Kakashi pun curiga yang tadinya kebelet sekarang malah hilang dan ia tahu suara apa itu, otongnnya mengeras, sesampainya matanya melebar karena ia mendengar nama yang ia kenal.

"Lebih keras Naruto-kun, ah… Ah… Ah…"

"Ugh… Tsunami-san".

Kakashi pun membuka pintu kamarnya sedikit, benar saja ia melihat pemandangan yang tabu, tapi nikmat dan bikin ketagihan, Naruto sedang ngesex dengan Tsunami. Kakashi pun membuka mata sharingannya untuk merekam kejadian itu, untuk kenang-kenangan. Dalam hati dia sangat bangga, tak hanya hebat dalam menguasai jutsu yang ia berikan, tapi dalam hal wanita pun malah lebih unggul darinya, karena sampai sekarang dia pun belum melakukan hal tersebut dengan wanita, tapi itu juga lah yang membuat dirinya sedih.

Kakashi terus merekamnya hingga satu jam lebih, untung saja mereka tidak mengetahuinya, Kakashi pun berpikir untuk menyudahinya karena ia pikir sudah cukup. Tak lupa ia memasang silent seal, agar muridnya aman, bahaya kalau nanti Tazuna tahu.

Sudah seminggu sejak pertarungan melawan Zabuza, tubuhnya pun di kubur berdampingan dengan kuburan Haku, sebagai penanda di atasnya mereka tancapkan pedang Kubikiribōchō miliknya.

Sambil menunggu jembatan selesai tim Kakashi bergantian mengawal Tazuna, sedangkan yang lainnya berlatih, minus Kakashi ia harus kembali istirahat karena pertarungan dengan Zabuza. Pekerjaan jembatan pun cepat selesai karena Naruto menggunakan kage bunshin untuk membantu kentruksi, sedangkan yang aslinya tetap berlatih.

Naruto dan Tsunami juga terus berhubungan setiap malam nonstop, tanpa ada yang mengetahui terima kasih oleh Kakashi.


Flashback

Pagi setelah Naruto dan Tsunami melakukan kegiatan malam, Kakashi memanggil Naruto. Membicarakan sesuatu. Mereka berbicara empat mata.

"Naruto, aku tahu apa yang kau lakukan tadi malam, dan aku sangat bangga dengan apa yang kau lakukan." Kata Kakashi sambil menunjukan ciri khas senyuman matanya.

"Bagaimana Kau tahu, Kakashi sensei!?, apa yang lainnya juga tahu?". Tanya Naruto sedikit panik.

"Tenang saja, hanya aku yang tahu, dan bagaimana aku tahu, itu karena suaranya keras, untung saja tidak ada yang tahu, dan untuk itu akan aku kasih sebuah fuinjutsu, yaitu bernama 'Silent Seal' Dari namanya saja kau pasti sudah bisa menebak, yaitu segel untuk menyembunyikan suara dalam ruangan yang di pasangi segel ini" tambah Kakashi.

Naruto pun mengangguk, Kakashi mulai mengajarinya, setelah tahu dasarnya, Naruto pun membuat banyak bunshin agar cepat menguasai fuinjutasu tersebut. Setelah menguasai saat malam Naruto pun mempraktekannya dengan Tsunami, mereka ngesex nonstop sampai pagi


Flashback end

Sejak saat itu setiap malam Tsunami dan Naruto terus berhubungan.

Ninjutsu Naruto juga sekarang semakin membaik, berkat kage bunshin dan chakra control nya yang semakin membaik. Dan pada hari ini sudah saatnya Naruto dan timnya kembali ke konoha, karena jembatannya sudah selesai Kakashi juga sudah membaik.

Tim 7 kini berada di depan warga Nami no Kuni yang sedang berkumpul, mereka mengucapkan terima kasih karena telah membebaskan mereka dari tirani Gatou. Dan untuk nasib Gatou sekarang Tim 7 tidak tahu, dan tidak mau tahu.

"Semuanya kami pulang" teriak Naruto, ia dan rekan timnya bersama Kakashi sensei melambaikan tangan mereka kepada para warga.

"Makasih Naruto-san, kalian semua .. juga" teriak kembali para warga, semua orang juga melambaikan tangannya.

Saat tim 7 mau pergi, tiba-tiba Naruto ada yang memanggil.

"Naruto-san, semuanya tunggu" teriak suara yang mereka kenal, yang tidak lain adalah Tsunami. Ia membawa sebuah keranjang yang berisi sayuran dan ikan hasil tangkapan yang masih segar.

"Terimalah, ini untuk kalian semua, maaf hanya segini yang bisa kami beri". Kata Tsunami. Sambil menyerahkan keranjang yang berisi sayuran dan ikan tersebut.

Dengan senang mereka menerimanya, hei itu kan rezeki mubazir. "Ahh… Tidak apa-apa Tsunami-san, terima kasih ini juga cukup ya kan, Sakura, Sasuke, Kakashi sensei"

"Yah itu betul Tsunami-san, lagian dirimu juga setiap hari memaskan kami masakan yang nikmat, itu saja sudah cukup" berkata Kakashi. Naruto dan kedua rekan timnya mengangguk setuju.

"Ohh… Itu sudah kewajiban, dan Naruto-san ada satu lagi hadiah spesial dariku" kata Tsunami, Kakashi, Sakura, dan Sasuke tidak sabar hadiah apa yang akan Naruto terima. Tapi seketika mata mereka melebar begitu pun semua warga, termasuk Tazuna, sedangkan Inari matanya di tutup oleh Tazuna kenapa, Karena Tsunami mencium bibir Naruto. Naruto juga terkejut tak menyangka Tsunami begitu vurgal mencium dirinya tepat di depan semua orang, tapi tentu saja Naruto menerimanya rezeki.

Setelah itu tim 7 berangkat meninggalkan Nami no Kuni, pulang ke Konoha


Para warga Nami no Kuni berkumpul, mereka sedang mendiskusikan Nama untuk jambatan yang telah selesai mereka buat.

"Menurut kalian nama apa yang cocok untuk jembatan kita ini" kata seorang warga.

"Bagaimana kalau 'The Great Tazuna Bridge' cocok kan," usul Tazuna sambil membanggakan dirinya sendiri.

Semua orang memasang poker face mendengar usul dari Tazuna, dan berkata" hoo...itu adalah nama yang jelek". Tentu saja hal itu membuat Tazuna depresi, man dirinya yang mendisain dan membangun jembatan itu, pikirnya

"Bagaimana kalau kita namai 'The Great Naruto Bridge' saja" usul salah seorang warga.

Semua orang mengangguk setuju. "Yah kau benar Mari kita namai dengan nama itu"

"Yeah aku setuju".

Tazuna yang tadinya cemberut dan depresi pun setuju, ya walaupun sedikit kecewa bukan nama dirinya yang akan di jadikan nama jembatan tersebut.

"Semua orang setuju jadi kita akan menamai jembatan kita dengan".

"The Great Naruto Bridge"

"Yeah".

Semua orang berteriak gembira.


End

Yo… Mina maaf yah ane telat, akhir-akhir ini ane sedikit sibuk, belum lagi kemarin android ane di reset, hilang deh datanya. Karena ane lupa belum di back up. Maunya sih 1x seminggu ane, update, tp berhubung ane lumayan sibuk jadi ane minta maaf lahh, tp ane tetap usahain cepet update kok.

Harem sejauh ini.

Mikoto

Anko

Kurenai

Hana

Tsume

Tsunade

Jika kalian heran kenapa Tsunami gak masuk dalam haremnya Naruto, karena itu hanya sesaat saja. Jadi kedepan gak ada hubungan lagi, mungkin. Ya sudah itu ajah, bila ada kata-kata yg kurang pas, mohon maaf, ja ne.

Read & review