Sincerity Of Feeling

Story by : Me

Disclamer : Masashi Kishimoto

Rate : T+

Pairing : Sasuke U x Hinata H

Genre : Romance & Drama

Warning : So Many Typo, OOC, Cerita tidak jelas dan sebagainya

. . .

Chap II

Pada malam, yang ditemani jutaan bintang...

Pada sesuatu yang bernama perasaan.

Hatiku terpaut padanya.

Sejak detik itu, hati ini bukan lagi milikku.

Udara menghangat...

Warna emas senja merasuk hingga kedalam hati.

Sejak kembali dari stasiun tv, Sasuke merasa letupan yang aneh pada hatinya, ada denyutan menyenangkan pada jantungnya, dan seumur hidupnya ia baru pertama kali merasakan perasaan aneh ini.

Sigh,

Desahan nafas sudah yang ke sekian kalinya. Ia berdiri tegap, sebelah tangannya ia masukkan kedalam saku, memandang lurus langit Konoha sore, dengan bias warna mega yang terpantul di onyx nya.

"Kenapa aku ingin sekali bertemu dengannya lagi?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri.

Onyxnya terpejam, berusaha mengingat kembali kenangan yang terjadi siang tadi bersama gadis itu.

Flashback

"Saya Hinata Hyuga..." ucap Gadis itu dengan senyumnya.

Sasuke saat itu termenung sesaat, otaknya berhenti berfungsi, pendengarannya bahkan gerak tubuhnya seperti mati sesaat.

"Sasuke-sama?" ucap direktur itu mengintrupsi.

Sasuke tersentak "Oh ya." ucap Sasuke tiba-tiba dan mengulurkan tangannya untuk sekedar berjabat tangan.

Dan Hinata menerima uluran tangan adik dari Itachi Uchiha itu, dan itu ternyata memberikan efek yang luar biasa untuk bungsu Uchiha ini.

Kulit lembut Hinata tersentuh langsung dengannya, ia bergetar terasa seperti tersengat jutaan volt listrik 'lembut' gumam Sasuke.

"Silahkan duduk." titah Sasuke berusaha mengurangi ketegangan pada dirinya sendiri.

"Dia Hinata Hyuga, Sasuke-sama... dia yang menemukan rekaman pada blackbox di mobil itu." tutur direktur dari Konoha tv itu.

"Ya, saya sudah tahu." tutur Sasuke saat itu "Hyuga-san, kedatangan saya kesini adalah untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah anda lakukan."

Hinata tersenyum senang, ia sedikit menganggukkan kepalanya "Tidak usah berterima kasih padaku Uchiha-sama, saya hanya menjalankan tugas."

"Tapi tetap saja, anda satu-satunya reporter di negara ini yang percaya pada keluarga kami, dan berusaha mencari kebenarannya dibandingkan mengikuti berita yang sudah ada."

"Ya, karena saya secara pribadi percaya pada presdir Itachi, beliau tidak mungkin melakukan hal seperti itu, maka dari itu saya berusaha untuk mencari tahu kebenarannya." jawab Hinata.

Sasuke mengeluarkan kartu nama dari dompetnya dan memberikannya pada Hinata "Baiklah, ini kartu namaku... jika ada sesuatu yang kau butuhkan... kau bisa hubungi aku langsung di no telpon itu." ucapnya.

Dan Hinata menerima kartu namanya "Terima kasih banyak Uchiha-sama." sambil menundukkan kepalanya "Saya permisi untuk kembali bekerja."

"Baiklah silahkan." jawab Sasuke.

Dan Hinata berlalu meninggalkan Sasuke dan semua perasaan aneh yang terjadi pada Sasuke saat itu, bahkan saat punggung Hinata perlahan menghilang dibalik pintu ruangan, onyx-nya tetap menatap Hinata.

Hati Sasuke bergetar, hasrat untuk terus melihat gadis Hyuga itu membuncah didalam hatinya. Sasuke bingung pada dirinya sendiri, tapi yang pasti yang Sasuke yakini saat itu 'Hyuga... aku ingin melihat mu lagi dan lagi dan kau harus menjadi milikku.' ikrar Sasuke dalam hatinya.

Flashback off

Sasuke mengacak-acak surai ravennya, ia frustasi pada dirinya sendiri.

Sejak saat itu, aku ingin selalu melihatmu...

Sejak saat itu, aku ingin melindungimu...

Sejak saat itu, aku ingin memberikan semua yang aku punya.

Dan saat Sasuke masih larut dalam lamunannya, suara dari televisi yang ada diruangan kerjanya mengambil alih antensinya.

'Selamat malam pemirsa, saat ini saya berada dikediaman keluarga Hiruzen salah satu anggota dewan yang siang tadi tertangkap tangan menerima dana suap untuk proyek pendanaan penelitian kimia, yang diduga merugikan negara puluhan milyaran, pihak kejaksaan sudah menetapkan hakim pada kasus ini dan sudah mengeluarkan surat perintah penggeledahan, Saya Hinata... Konoha news melaporkan' suara Hinata terdengar nyaring dari televisi diruangan Sasuke yang kebetulan saat itu sedang menayangkan channel konoha tv.

Onyx-nya menatap lembut layar besar televisi itu, ia menarik sedikit ujung bibirnya membentuk lekukan senyuman tipis "Kenapa gadis itu bisa terlihat begitu cantik?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri, ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya "Sebenarnya, apa yang terjadi padaku saat ini?" lagi, ia bertanya pada dirinya sendiri.

"Aku ingin bertemu dengannya lagi...!" ucap Sasuke pada dirinya sendiri, sambil tergesa-gesa memakai kembali jas yang ia lampirkan dikursi besarnya dan mengambil kunci mobilnya diatas meja, sambil sedikit berlari menuju basement tempat mobil kesayangannya terpakir digedung ini.

"Ya, aku ingin kau membantuku..." titah Sasuke pada panggilan telpon sambil sibuk menstarter mobilnya, "Cari tahu dimana posisi Hyuga Hinata reporter dari Konoha news sekarang, kabari aku secepatnya." tuttttt... panggilan diputus oleh Uchiha Sasuke sambil melajukan kendaraanya dan melaju cepat meninggalkan gedung Uchiha ini.

.

.

.


Untuk dirimu seorang ahli puisi.

Apakah kau tidak mengerti arti dari sebuah kerinduan?

Disebuah tempat yang penuh dengan orang-orang yang sebagian berada dibawah tingkat kesadaran, gemerlapnya lampu yang berwarna-warni dan menyilaukan mata serta dentuman musik yang memekakan telinga.

Sebuah tempat yang jauh dari kata nyaman, tapi entah mengapa beberapa orang senang berada di tempat ini, atau mungkin di tempat ini untuk sebagian orang menjadi destinasi terakhir dari kehidupannya.

Seorang pemuda tampan bersurai putih berpakaian sedikit berbeda dengan kebanyakan pengunjung di bar ini. Surainya yang sedikit berantakan, kemeja putih yang dimasukkan rapih dan celana bahan yang sukses menampilkan kakinya yang tinggi.

Toneri Ootsuki.

Kekasih dari seorang Hinata Hyuga yang saat ini terpaksa berada ditempat ini karena ajakan dan sedikit paksaan dari rekan kerjanya dikota Suna ini.

Ya...

Toneri saat ini berada di Suna karena tugasnya sebagai pencari berita dan membuat dirinya mau tidak mau harus berjauhan dari kekasih hatinya. "Santai sedikit lah Toneri, anggap saja ini pesta karena pekerjaanmu di sini berakhir dengan memuaskan bukan begitu?" ucap Deidara pada rekan kerjanya.

"Kenapa kau mengajakku kesini? Kau tahu jika aku tidak suka berada ditempat yang seperti ini?!" ucap Toneri dengan sedikit umpatan pada sahabatnya ini.

Deidara mengangguk pasrah "Baiklah-baiklah... kita hanya minum beberapa botol saja oke? setelah itu kita akan pulang." tawar Deidara.

"Ck." dan Toneri hanya mendecak kesal.

"Ayolah Toneri, ini tempat yang sangat terkenal di Suna kita jarang sekali berada disini, kebetulan kita berada di Suna dan aku tidak ingin melewatkan tempat ini." tutur Deidara sedikit menggerutu.

Dan Toneri pada akhirnya mendesah pasrah pada keinginan temannya ini. Dan memang setelah pekerjaanya seharian ini tubuhnya sedikit lelah dan ia memang butuh sedikit merileks-kan badannya.

Hingga saat waktu perlahan berganti dan warna malam semakin pekat tanpa sengaja ditempat itu Toneri yang sedikit dibuat mabuk karena minuman alcohol bertemu dengan mantan kekasihnya dulu.

"To-toneri-kun?" sahut Ino Yamanaka, seorang gadis cantik mantan kekasih Toneri Ootsuki.

Toneri sedikit terkejut "I-no?" tanyanya sedikit tidak percaya.

"Kau benar Toneri-kun, aku bahagia sekali kita akhirnya bisa bertemu kembali." tutur Ino sambil menghamburkan dirinya memeluk pria bersurai putih itu.

"Pelukanmu terlalu erat Ino." sahut Toneri sambil berusaha melepaskan pelukannya.

"Bagaimana kabarmu selama ini?"

"Seperti yang kau lihat, aku baik... bagaimana denganmu?" tanya Toneri.

"A-aku..." ucapnya mendadak sendu "Aku tidak baik." kepalan tangannya menguat "Aku tidak akan pernah baik jika tanpa kau disampingku." ucap Ino dengan gemetar ia berucap.

Deggg.

Hati Toneri sedikit berdenyut "Sudahlah Ino, itu sudah berlalu terlalu lama...jangan lagi membiarkan ada yang tersisa."

Ino tersenyum pilu, wajah cantiknya yang beberapa menit yang lalu terlukiskan diwajahnya berubah menjadi guratan penyesalan "Tidak bisakah kita kembali seperti dulu? aku... perasaanku padamu masih sama seperti dulu."

"Maafkan aku, aku sudah tidak memiliki hati yang bisa kuberikan pada siapapun." jawab Toneri.

"Maksud mu?" tanya Ino yang dipenuhi rasa penasaran.

"Sudah ada yang aku cintai melebihi rasa cintaku padamu dahulu, aku sudah memiliki tunangan, dan aku akan menikahinya dalam waktu dekat ini."

Raut wajah penuh kekecewaan jelas terlihat pada Ino Yamanaka, kesalahannya bertahun-tahun yang lalu membuatnya terpaksa berpisah dari seorang pria yang dicintainya setengah mati.

Dan bahkan tahun-tahun terlewat, hati Ino Yamanakan masih penuh untuk Toneri Ootsuki, lalu... bagaimana hatinya akan bekerja kembali jika setelah sekian lama yang ia dengar kabar seperti ini langsung dari lelaki yang ia cintai.


Dan sementara itu, di belahan dunia yang lain.

Entah mengapa hujan malam ini turun begitu lebat, padahal perkiraan cuaca meramalkan tidak akan ada hujan dalam beberapa hari kedepan. Sungguh sebuah pertanda, entah kebahagiaan... atau mungkin pertanda sesuatu yang pilu seperti air mata yang terjatuh dari langit.

Bukankah hujan adalah anugerah?

Yah... kita berharap pertanda yang pertama yang akan memenuhi takdir dari seorang lelaki yang terlihat tidak tenang dikursi kemudinya, jari-jarinya ia jentikkan di stir mobil.

Sasuke Uchiha.

Ia memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari gedung Konoha Tv ini, dan sudah kesekian kalinya mengecek waktu pada alroji mahalnya "Kenapa bisa turun hujan sih?!" ia menggerutu entah pada siapa.

Tapi tiba-tiba atensinya berpusat pada seorang gadis bersurai indigo dengan jaket berlogo perusahaan tempat ia bekerja Konoha Tv dan ransel yang tersampir rapih dibelakang punggungnya, raut wajahnya terlihat bingung, hujan begitu deras dan bagaimana ia bisa pulang jika seperti ini? waktu pun sudah terlalu larut malam.

Hinata harus berjalan sekitar satu blok untuk menuju halte bis yang biasa ia tumpangi dengan kondisi hujan deras dan ia lupa membawa payungnya.

"Kenapa aku tidak membawa payung sih hari ini?" tanya Hinata pada dirinya sendiri "Ini sudah terlalu malam, bisa-bisa aku tertinggal bis di jam terakhir, aaah... aku lari sajalah." ucap Hinata.

.

.

.

Tapi, saat ia baru saja melangkahkan sebelah kakinya keluar gedung

"Maaf nona Hinata, saya ada payung... jika nona mau meminjamnya silahkan." tawar security gedung Konoha tv ini.

Senyum Hinata mengembang "Terima kasih pak." dan itu membawa perasaan bahagia pada seorang lelaki yang berdiri tidak jauh dari tempat Hinata, ia berdiri di tengah derasnya hujan, setelan jas mahalnya basah tersiram hujan malam.

Prodigy Uchiha yang tidak suka dengan hujan, beberapa saat yang lalu sempat bingung dengan apa yang harus ia perbuat, ia hanya memiliki satu payung di mobilnya, dan tadinya yang terlintas di otaknya ia akan mendekat pada Hinata dan menawarinya untuk menggunakan payung bersama ke halte bis, tapi Sasuke sedikit takut hingga pada akhirnya meminta bantuan Security itu untuk menawari payungnya pada Hinata.

Hati Sasuke menghangat.

Padahal tetesan hujan yang begitu deras membasahi dirinya, ditengah derasnya hujan dengan perlahan ia mengikuti Hinata dari kejauhan. Sasuke tidak mengerti dengan sistem kerja tubuhnya, kenapa tubuhnya bereaksi sendiri untuk mengikuti Hinata.

Sasuke hanya ingin memastikan, Hinata-nya... dalam keadaan baik-baik saja sampai ia naik bis yang menjadi tujuannya.

Aku hanya terlalu bahagia,

Karena akhirnya aku memiliki hati yang bisa kuberikan.

Karena pada akhirnya aku memiliki ribuan alasan untuk mempertahankan kehidupan.

-tbc-

Konbanwa...

Satu lagi fict absurd yang saya buat, semoga masih ada yang bersedia membaca dan untuk yang Fav maupun yang Follow fict ini dan untuk beberapa fict yang saya terlantarkan saya minta maaf, akhir-akhir ini memang sedikit berat untuk membuat fict dikarenakan pekerjaan, tapi yang pasti... biarpun sedikit-sedikit pasti akan saya selesaikan dan saya up walaupun satu bulan sekali baru bisa saya up.

Terima kasih buat yang sudah mensupport selama ini, aku cinta kalian...

Review dari kalian membuat saya seperti memiliki tagihan yang belum diselesaikan karena menelantarkan fict ini. Hahahahaha

Sekali lagi arigatougozaimasu.

Sampai jumpa sabtu lainnya.

Oyasumi.

Intan.