.

.

.

Present New Story From AdindaOh

"RAIN AND WINTER"

Cast : Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyung Soo

Byun Baek Hyun

Park Chanyeol

Oh Zi Yu

Irene (Bae joo hyun)

And orther

Genre : Family, romance , sad , familly,hurt&Comfort

Rate : T-M

WARNING ! BOYS LOVE , BOY X BOY , M-PREG

(THIS MY FIRST SAD STORY FROM ADINDAOH)

(Jika kalian enggan membaca hal yang berbau sedih dan menyayat hati harap tidak membaca fanfic ini, untuk sedikit bocoran fanfic ini memang dirancang untuk akhir yang sedih dengan sebuah penyesalan yang begitu dalam , jadi jangan meminta untuk membuat ini happy ending, so Im sorry for this story"

(kalian bisa mendengarkan lagu korea yang memiliki melody dan lirik yang sedih, bacalah fanfic ini dengan perlahan dan resapi anggap anda yang menjadi tokoh dalam cerita tsb kalau dinda sih nulis ini sambil dengerin lagu ailee ost nya goblin)

(HAPPY READING CHINGU)

.

.

.

.

Manusia tak bisa memilih untuk melawan kehendak Tuhan

Mereka hanya bisa pasrah dengan apa yang di kehendaki Tuhan pada hidup

Termasuk mengambil seseorang yang teramat penting bagi hidup mereka kembali kesisinya dalam kedamaian abadi

.

.

.

Tes

Tes

"Ziyu kau terjebak hujan lagi?" Tanya seorang pegawai cafe pada anak laki-laki kecil berumur sekitar 6 tahunan yang sedang duduk dipojokan cafe. Mendengar seseorang bertanya padanya pemilik nama Ziyu itu mengangguk imut

"Bukankah kau membawa payung dan mantel hujan"

"Ziyu membawanya Hyung bahkan Ziyu membawa dua payung"Jawabnya dan membuka tasnya lalu menunjukan dua payung lipat berwarna pink dan biru pada pegawai cafe itu.

"Taehyun Hyung terima kasih coklatnya" Ucap Ziyu imut baru menyadari ada segelas coklat panas didepannya

"Sama-sama Ziyu-ya,-" Taehyun melirik pada sebucket mawar putih pada kursi disamping Ziyu "-..Bunga itu untuk Eommamu ya , Kau akan mengunjunginya sendirian lagi?"

Ziyu tersenyum dan mengangguk semangat"Aku sangat merindukannya Hyung, lagipula aku ingin memperlihatkan pada Eomma jika hari ini aku kembali mendapat nilai sempurna disemua mata pelajaranku"

"Eommamu pasti bangga padamu ,kalau begitu duduklah dengan tenang disini Hyung harus kembali bekerja" Kata Taehyun tersenyum mengusak pelan rambut hitam Ziyu dan kembali untuk bekerja

"Tentu saja Hyung ,selamat bekerja Hyung"

Ziyu masih sibuk memandang keluar dimana tetesan air hujan masih turun dengan derasnya membasahi bumi. Ia sangat menyukai hujan, kerena hujan mengingatkannya pada Eommanya dan Ziyu sangat senang jika hujan turun.

"Eomma, kenapa eomma suka hujan ? "

"Karena hujan bisa menyejukkan hati eomma hujan juga memberi ketenangan bagi eomma , kalau Ziyu lebih menyukai hujan atau salju?"

"Umh!Ziyu menyukai keduanya Eomma karena hujan dan salju mereka sama ,mereka sangat cantik tapi Eomma lebih cantik dan tak ada tandingannya di dunia"

"Anak nakal"

Ziyu mengeluarkan mantel hujan dan payung dari dalam rangselnya kemudian ia berjalan menghampiri Taehyun yang tengah melayani seorang pembeli "Hyung Ziyu pulang dulu , Annyeong"

Taehyun yang tengah melayani pembeli menoleh ke arah Ziyu dan tersenyum "Hati-hati Ziyu"

.

.

.

Ziyu berjalan dengan memeluk sebucket bungannya dan jangan lupakan dengan mantel baby blue yang melekat di tubuh mungilnya serta payung bewarna pink ditangannya. Katakanlah Ziyu berbeda dengan anak-anak seusianya yang akan diantar jemput kemanapun mereka ingin dan akan pergi. Ia bukannya tak memiliki seseorang yang mengantar jemputnya Ziyu hanya suka sendiri sebut lah ia sudah mandiri.

Ziyu berhenti pada sebuah halte untuk sekedar duduk , itu sudah rutinitas sehari-harinya usai pulang sekolah namun hanya saat hujan dan salju turun. Halte ini adalah tempat ia dan eommanya duduk saat hujan dan salju turun. Mereka akan duduk disana walaupun membawa payung dan tidak menunggu bis datang. Ziyu masih ingat apa yang ia degarkan dari eommanya saat itu , semuanya tersimpan rapi dalam hatinya yang paling dalam

"Eomma kenapa kita duduk disini bukankah rumah kita sudah dekat"

"Eomma sangat meyukai halte ini"

"Kenapa Eomma?"

"Karena di halte ini dulu adalah tempat pertama kalinya Eomma dan Appamu bertemu saat hujan seperti ini"

"Benarkah Eomma"

"Iya Ziyu sayang"

Ziyu menutup payungnya dan menaruhnya disamping tempat duduknya, halte ini sepi tak ada seorangpun disini mengingat saat ini hujan. Tapi hal itu membuat Ziyu menjadi lebih nyaman karenannya

"Mobil sialan"

Ziyu menoleh saat mendengar suara seseorang yang nampak kesal disampingnya. Ia menatap Pria yang ia duga seumuran dengan Eommanya itu tengah mengerutu dan menepuk-nepuk setelan kemejanya yang terkena air hujan. Pria itu menoleh karena merasa diperhatikan hingga tatapanya bertemu dengan tatapan polos Ziyu

"Ada apa?" tanya pria itu pada Ziyu. Ziyu menggeleng pelan dan membuka tasnya mengambil sebuah payung berwarna baby blue dan memberikkannya pada pria disampingnya namun hanya di beri tatapanbinggung oleh pria itu

"Mobil ahjussi mogok ya" Tanya Ziyu pada pria itu "Ya, seperti yang kau lihat-.." ia menunjuk mobil hitam yang beradatak jauh dari tepatnya berdiri "..-sedang apa anak kecil sepertimu duduk disini sendirian?"

"Ah! Ziyu hanya ingin lagipula masih hujan" jawab Ziyu dan memberikan payung baby bluenya pada pria itu "Ahjussi pakailah ini agar bajumu tak bertambah basah"

"Eh! Terimakasih dan apa namamu Ziyu?" Tanya pria itu "Ya ahjussi namaku Ziyu , Kalau ahjussi siapa namamu?"

"Namaku Sehun, Oh Sehun"

'Ziyu juga berharap bisa bertemu dengan Appa di halte ini seperti Eomma bertemu dengannya saat hujan turun'

.

.

.

"Ziyu pulangg~" Teriak Ziyu keras saat memasuki rumahnya

"Ziyu sudah pulang" seorang pria cantik menghampiri Ziyu dan mengambil alih bucket bunga beserta tas Ziyu.

"Ne Eomma diluar sedang hujan makanya Ziyu pulang telat" Katanya

"Soo Eomma dimana Tae Oh dan Kai Appa?" tanya Ziyu saat melihat rumahnya terasa sedikit sepi

Kyungsoo mendudukan Ziyu pada kursi makan dan memberikanya segelas susu hangat " Jongin Appa sedang membantu mengerjakan tugasnya Tae Oh, nanti Ziyu bergabunglah belajar ya"

"Ne Eomma"

Kyungsoo meletakan mawar yang dibawa Ziyu ke atas meja ruang keluarga, ia tersenyum menatap foto yang terpajang di ruang keluarganya itu

"Anakmu tumbuh dengan sangat baik dia begitu pintar walaupun ia tumbuh tanpamu dan Appanya"

"Soo-ya"

"Hm" balas Kyungsoo saat sebuah lengan kekar memeluk tubuhya dari belakang.

"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Kai dan meletakkan kepalanya di bahu Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng dan membalikkan tubuhnya untuk memeluk balik tubuh suaminya "Aku hanya merindukan sahabatku ini sudah hampir satu tahun setelah ia pergi, apa ia bahagia disana? Apa ia memikirkan Ziyu? Apa ia juga merindukkan Ziyu dan kita semua?"

Kai mengerti dengan hal yangdi ucapkan Kyungsoo saat ini smua terlalu jelas untuknya. Ia membuat gerakan mengelus punggung istrinya yang tengah terisak saat ini.

"Dia pasti bahagia sayang dan tentu saja ia memikirkan Ziyu dan merindukannya serta kita semua disini, ssst ..berhentilah menangis kau tak ingin Ziyu dan Tae Oh melihatnya kan mereka pasti juga sedih melihatmu seperti ini" Kata Kai lembut dan mencium pucuk kepala Kyungsoo.

Kyungsoo mengangguk sedikit mengangkat kepalanya memberi jarak agar ia bisa eihat wajah suaminya saat ini. Kai mengusap lelehan air mata Kyungsoo dengan kedua ibu jarinya dan mengecup kening Kyungsoo lembut

"Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu sayang"

.

.

.

Semua orang bahkan merasakan sakit yang teramat pada hati mereka

Kala malaikat yang begitu mereka cintai dan kasihi yang selalu berada dia antara mereka pergi

.

.

.

"Hyung melihat hujan lagi?" Tanya Tae Oh menghampiri Ziyu yang duduk pada sofa didepan jendela besar kamar mereka dan ikut duduk disamping Ziyu. Ziyu menoleh pada Tae Oh lalu mengangguk "Aku merindukan Eomma Tae Oh" jawabnya lirih dan menumpukan kepalanya pada sandaran sofa.

"Bagaima jika besok kita melihatnya Tae Oh akan menemani Hyung," Usul Tae Oh pada Ziyu yang kini sudah menatapnya. "Benarkah? Tapi bagaimana kalau Kai Appa dan Kyumg Eomma tidak mengizinkan?"

Tae Oh tersenyum jahil "Tenang saja Hyung, Bagaimana jika kita pergi saat pulang sekolah besok lagi pula besok Appa dan Eomma akan pergi bersama teman kantornya Tae Oh mendengarnya tadi"

Ziyu menatap Tae Oh dengan mata berbinar dan menganggu"Oke"

Dan keduanya tertawa jenaka bersama- sama sambil berpelukan.

Pagi menjelang terlihat Tae Oh dan Ziyu sudah rapi dengan pakaian seragam mereka bersiap untuk berangkat kesekolah.

"Selamat pagi Appa...Eomma" Teriak kedua bocah berumur 6 tahun itu bersamaan saat menuruni tangga dan berjalang menghampiri Kai yang duduk di ruang makan dengan Kyungsoo yang tengah menyiapkan sarapan untuk mereka

"Pagi jagoan-jagoan Appa" Balas Kai dan mencium satu-persatu kening Ziyu dan Tae Oh secara bergantian lalu mendudukan Ziyu dan Tae Oh pada kursi makan mereka masing-masing

"Aigoo~ anak-anak Eomma kenapa sangat tampan hari ini" Goda Kyungsoo sambil menaruh dua gelas susu dan beberapa potong roti di depan Ziyu dan Tae Oh

Mendengar ucapan Eomma mereka membuat keduanya tertawa "TENTU SAJA" Teriak mereka bersamaan dan begitu semangat

"Ada apa dengan kalian tak biasanya kalian sesemangat ini" Tanya Kai pada kedua jagoannya itu. Ziyu dan Tae Oh saling menatap satu sama lain sebelum kembali tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi mereka yang tersusun rapi.

"Sudahlah sayang memangnya tidak boleh mereka seperti itu, lagi pula itu lebih baik seperti ini kan" Sela Kyungsoo mendudukan dirinya di kursi.

"Benar Eomma" kata Ziyu masih dengan senyuman lebarnya dan disertai anggukan dari Tae Oh.

"Eomma Appa Tae Oh dan Hyung akan pergi menjenguk Lu Eomma nanti sepulang sekolah, Bolehkan?" Tanya Tae Oh pada kedua orang tuanya. Kai dan Kyungsoo tersenyum lalu mengangguk bersamaan "Ingat jangan pergi kemanapun setelah itu dan langsung pulang" Kata Kyungsoo mengingatkan kedua putranya membuat keduanya mengangguk.

"Kami sudah selesai Eomma Appa, kami berangkat dulu" Kata Ziyu dan memakai tasnya diikuti Tae Oh. "Kalian tidak mau Appa antar?" Tanya Kai pada kedua putrannya. Keduanya menggeleng imut "Anniya kami akan berangkat sendiri Eomma Appa , iyakan hyung?" ujar Tae Oh dan diangguki Ziyu lalu keduanya berpamitan pada kedua orang tua mereka sebelum pergi.

.

Butuh waktu yang begitu lama untuk melupakan sebuah cinta sejati ataupun itu tidak bisa sama sekali

.

Sehun memandang keluar jendela ruang kerjanya dalam diam ,pikirannya masih tertuju pada satu orang. Seseorang yang masih mengisi ruang hantinya dan tak dapat ia enyahkan ataupun ia tak akan membiarkan pergi.

Tes

Tes

Air matanya jatuh begitu saja dipipi tirusnya semua kenangan itu terus berputar seperti kaset rusak di otaknya. Wajahnya , senyumannya ,tawanya , tangisnya bahkan perginya ia masih ingat dan ia begitu merasa sesak didadanya tak bisa bernafas. Ia bodoh orang yang paling tak berguna didunia , pengecut , brengsek dan sialan. Ia memang terlihat baik diluar fisiknya namun berbeda dengan bagaimana hancur dan terpuruknya hatinya. Ia merasa begitu kosong dan terpuruk sendirian. Sehun menutup hatinya bagi orang lain dan ia tak ingin membukanya lagi karena hainya sudah milik orang lain dan tidak ada tempat lagi bagi siapapaun kecuali Luhan.

"Sehun aku mencintaimu sangat"

"Aku juga mencitaimu Lu"

Ia memejamkan matanya kala segelintir ingatan itu terigiang di pikirannya , suaranya masih begitu jelas walaupun itu sudah berlalu begitu lama.

"Hiks..hiks..Lu~" ia terduduk dilantai ruang kerjannya yang dingin memukul dadanya berulang kali yang terasa begitu sesak .

"Lu aku mencintaimu sayang" Gumannya dalam tangisannya yang terdengar begitu memilukan. Sakitnya masih begitu terasa meski 5 tahun sudah berlalu , kenangan itu akan tetap menjadi ingatan yang akan terkikis oleh waktu.

Dibalik pintu Irene nampak membekap mulutnya sendiri agar tangisannya tak terdengar melihat begitu menyedihkan seorang Sehun. Walaupun ini sudah memasuki tahun kelima usia pernikahan mereka Sehun masih belum bisa ataupun ia tidak akan pernah bisa mencintainya. Irene memang egois namun ia mencintai Sehun dan ia akan melakukan apapun agar Sehun tetap bersamanya meski akhirnya ia juga tak dapat mendapatkan hatinya meski sedikit. Tapi semua sudah berlalu dan ia pikir rasa cinta Sehun pada Luhan akan berkurang setidaknya sedikit namun Irene salah bukannya berkurang ia dapat melihat perasaan itu semakin dalam dan kuat.

"Sehun bisakah kau mencintaiku"

.

Ziyu dan Tae Oh duduk di sebuah halte bis seperti yang sudah mereka rencanakan usai jam sekolah berakhir. Kedua bocah berumur enam tahun itu nampak membawa dua bucket bunga mawar putih di masing-masing tangannya. Hari ini baru menunjukan pukul 2 siang tapi hujan sudah turun lumayan deras.

"Hyung kenapa hujan lagi ?Tae Oh meninggalkan payungnya di atas meja belajar kita Hyung" kata Tae Oh menunduk sedih. Ziyu tersenyum imut dan mengusak pelan rambut Tae Oh membuat Tae Oh mendongakan kepalanya menatap Ziyu "Tidak apa lagi pula kita akan naik bis kan, aku juga hanya bawa satu payung karena payung satunya sudah Ziyu berikan pada seorang ahjussi kemarin" kata Ziyu pada Tae Oh. Sebenarnya mereka sudah menunggu bis hampir satu jam namun belum datang juga , Ziyu berpikir mungkin karena hujan.

"Hyung"

"Iya ada apa"

"Apa Hyung sangat merindukan Lu Eomma"

"Tentu saja bahkan setiap hari aku merindukan Eomma"

"Eomma Lu pasti masih sangat cantik iyakan hyung?"

"Tentu saja"

Tiit..Titt

Ziyu dan Tae Oh melihat didepan mereka dimana sebuah mobil hitam yang nampak mahal itu berhenti didepan mereka. Mereka berdua saling bertatapan bingung sebelum seseorang pria tinggi yang sangat tampan keluar dari mobil dengan sebuah payung baby blue ditangannya dan menghampiri Ziyu dan Tae Oh. "Eh! Ahjussi" guman Ziyu saat tau siapa ahjussi yang ada didepannya itu.

"Astaga Ziyu kenapa kau selalu disini" Tanya Sehun pada anak didepannya. Ia pikir itu bukan Ziyu anak yang kemarin meminjamkan payung padanya namun saat ia tau itu Ziyu, Sehun memutuskan untuk menghampiri anak itu padahal ia sedang dalam perjalanan untuk sebuah acara makan malam bersama kliennya.

"Ziyu dan Tae Oh sedang menunggu bis Ahjussi tapi belum datang juga" kata Ziyu pada Sehun.

"Memangnya kalian akan kemana?"

"Ziyu dan Tae Oh ingin menjemput Eomma"

"Bagaimana kalau aku antar?"tawar Sehun. Ziyu dan Tae Oh saling menatap sebelum mengganguk setuju. Sehun tersenyum dan membimbing kedua anak itu masuk kemobilnya dengan Ziyu didepan dan Tae Oh duduk dibelakang.

"Jadi kemana aku harus mengantar kalian"Tanya Sehun saat sudah duduk di bangku kemudi pada Ziyu.

"Antar kami ke pemakaman pinggiran kota Ahjussi" Jawab Ziyu membuat Sehun menatapnya

"Kenapa kalian akan kesana?"

"Karena disana tepat Eomma Ziyu beristirahat" balas Ziyu tersenyum di ikuti Tae Oh.

"Ba-baiklah" ucap Sehun dan mulai menjalankan mobilnya menuju tempat yang di tuju Ziyu dan Tae Oh.

Hari ini kenyataan yang begitu menyakitkan akan kau terima

Saat kau rasakan begitu pahit dan mnyesakkan

Sehun memakirkan mobilnya saat sudah sampai di areal pemakaman yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Hujannya sudah reda saat mereka sampai disana Ziyu dan Tae Oh berucap terimakasih pada Sehun sebelum keluar mobilnya dengan membawa bucket mawar putih ditangannya. Sehun tersenyum dan keluar dari mobilnya berjalan menyusul kedua anak kecil itu yang nampak berdiri didepan sebuah pusara tengah membungkuk dan meletakkan bucket bunga.

"Ahjussi" panggil Ziyu dan Tae Oh melambaikan tangannya pada Sehun menyuruhnya mendekat. Ziyu nampak tengah berbicara pada pusara Eommanya dengan begitu ceria dan Sehun tersenyum melihatnya.

"Anyyeong Eomma Oh Ziyu dan Kim Tae Oh disini" Suara Ziyu terdengar dan entah kenapa ia merasa jantungnya berdebar. Jadi marga Ziyu adalah Oh dan entah mengapa ia menjadi begitu gelisah.

"Eomma ini sudah hampir satu tahun setelah Eomma pergi , Apa Eomma bahagia dan baik-baik saja?"

"Ziyu , Tae Oh dengan Kai Appa dan Soo Eomma baik-baik saja" Ziyu melirik Sehun yang berjarak tinggal beberapa langkah lagi dari mereka

"Eomma Ziyu punya teman baru nama Sehun Ahjussi dia baik sekali mau mengantarkan kami kemari", tunjuk Ziyu pada Sehun.

Sehun tersenyum lagi dan mengusak rambut kedua bocah enam tahun itu dengan gemas sebelum membalikkan tubuhnya hendak membungkuk memberi hormat pada Eomma Ziyu. Namun tubuhnya terasa kaku , lidahnya terasa kelu dan matanya tiba-tiba memanas dan

Tes

Setetes air mata jatuh dipipi tirusnya saat matanya menatap pusara itu

Oh Luhan

20-04-1990-12-04-2016

Disana terdapat sebuah foto seorang pria cantik dengan senyumannya yang begitu cantik.

Hahh...hahh

BRAK

Sehun terjatuh bertumpu pada lututnya dengan tangannya yang memegangi dadanya "Tidak..-ini tidak mungkin" gumannya.

"Luhan..Luhanku ti-tidak"

"Sehun"

Sehun menoleh dengan linangan air mata diwajahnya melihat siapa yang memanggilnya. Disana Kai berdiri menatapnya dengan Kyungsoo dibelakangnya yang merangkul Ziyu dan Tae Oh.

"Sayang pergilah kemobil dulu bersama anak-anak" kata Kai pada Kyungsoo yang mengangguk. "Ayo sayang kita kemobil" Ajak Kyungsoo pada kedua putranya lalu menuntun mereka berjalan menjauhi Kai dan Sehun. Kai berjongkok didepan Sehun dan menepuk bahunya "Sehun maafkan aku" Sesal Kai matanya nampak sudah berkaca-kaca.

"Tidak... Kai"

"Luhan dia-.." lirih Kai tak bisa meanjutkan perkataannya

Sehun memejamkan matanya dan menepis tangan Kai di bahunya. Ia menatap pusara Luhan dan memeluknya tak peduli bajunya kotor dan basah karena hujan kembali turun "Lu-... kenapa kau pergi hum! Kenapa kau meninggalkanku seperti ini hiks ..Lu kau boleh menghukumku ta-tapi ..- Luhan..Lu ...Arghhhhhh~" Sehun memukul dadanya cukup keras dan menangis sekeras yang ia bisa. Hujan turun semakin deras seakan mengerti tentang kesedihan Sehun lukanya dulu bahkan beum sebuh dan kini ia mendapatkan luka yang lebih dalam dan lebih menyakitkan lagi

"Arghhhh...LUHANNN~"

Hujan yang mempertemukan kita dan hujan juga yang menjadi saksi perpisahan kita

Pecayalah kematian bukan akhir dari kisah ini

Marilah bertemu suatu saat nanti dalam keadaan yang lebih baik

Aku akan tetap bersamamu dan mencintaimu

(Oh Luhan)

.

.

.

.

TBC!

.

.

.

.

.

.

Ooowww! Dinda gak tau ini ngena apa enggak sedihnya. Dinda terinpirasi dari drama goblin dan dramanya abang jongmyeon. Dinda dengerin lagunya ost goblin yang nyanyi ailee sama ostnya drama abang jongmyeon yang lupa judulnya sama instrumen yang dimainin kim hana and woo jo pake piano itu loh duh dinda rasanya ngenes banget dah. Ff ini hanya beberapa chapter dan alurnya mundur habis ini bakal diceritaiin tentang kehidupan Sehun dan Luhan chap depan. Karena dikit dinda mutusin buat bongkar nya chap satu kalo yang lain biarlah terungkap seiring berjalannya ini gak riweh banget kok dan buat TFSM oke deh dinda gak jadi hapus ta i dinda gak janji ya bakl update lagi nyari inpirasi dan dinda masih binggung buat lanjutinnya gimana tapi dinda janji bakal selesain semua ceritanya dinda

(HAPPY READING AND REVIEWS,FAV OR FOLLOW)

KAMSAHAMNIDA