Disclaimer :

Kuroko no Basuke belongs to Fujimaki Tadatoshi sensei

Rated : T

Genre : Gado-gado

Warning : BL, Yaoi, Typos, gaje, abal, OOC akut!

Drabble singkat hasil collab bareng author Narakura

~oo0oo~

BALADA TEGAR

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang. Dulu penyayang, sekarang ku pendendam
Cobalah tebak ini salah siapa, tentu salah abang Sei seorang

Cita citaku menikah dg Sei-kun, walau si Sei-kun tukang main perempuan..
Jangan ditanya kenapa aku sabar... Karena pantat ku lebar

Hidupku memang bukanlah pengamen, pulang malam hanya untuk bayar kontrakan.
Nyampe rumah malah ketemu Sei-kun berduaan sama si sialan~

Diriku hanya seorang bishounen... Kerja part time di minimarket yg beken..
Walaupun banyak yang nyuruh jadi model, tapi ku takut mama ngomel

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang... Dulu ku bayangan sekarang aku gantengan
Ku yakin karma tu masih jalan... Aku bisa balas dendam sama si Sei-tan

o0o

Sei mamatung. Beku memasung. Hanya menumpu tatap pada entitas biru yang mengulum senyum.

Meski kulit pucatnya tersayat dimana-mana. Meski pipinya menganak sungai air mata. Meski netra langitnya sehampa luar angkasa.

Emperor eyes sedang error. Otak jeniusnya juga tengah tekor.

"Kau tidak akan mengakhiri hidupmu sendiri, Tetsuya." Sei memaksa bicara. "Aku tahu kau secerdas itu."

Tetsuya terkikik geli. Kaki telanjangnya diayun setenang aliran air.
"Sei-kun tidak pernah melihatku secerdas itu." Dan berhenti beberapa mili sebelum kedua ujung hidung saling menyentuh. "Tapi Sei-kun sudah menghinaku serendah itu."

Sei menggertakkan gigi. "Kau tidak akan bunuh diri, Tetsuya."

"Memang." Tetsuya mengecup dagu Sei. "Apa gunanya orang yang sudah mati bunuh diri lagi?"

Tetsuya mengelus jemari Sei, lalu mengangkatnya tepat ke depan dada. Saat Sei melihatnya, mata belangnya membelalak sempurna.

Sejak kapan gunting merah itu tergenggam di sana? Dengan ujung tajam mengacung ke arah yang tak seharusnya?

"Aku tak pernah ingin bunuh diri, Sei-kun." Tetsuya menyungging senyum sehening petilasan. "Tapi Sei-kun yang membunuhku."

Secepat satu kedipan kelopak mata. Tetsuya maju, tak sampai setengah langkah. Tangan kiri memeluk bahunya. Tangan kanan menggenggam jemari kebasnya. Bahkan masih sempat mencuri kecup bibirnya.

Hilang seluruh daya. Jangankan kemampuan bicara. Cara menghirup udara saja mendadak Sei lupa.

Sementara tubuh Tetsuya terkulai lemah. Lalu meluruh jatuh ke bawah. Dada kirinya berhias gunting merah. Basah, berlumur air dan darah.

END

A/N : collab ngawur via WA bareng Narkura, di-post di grup Pecinta Akakuro, 14 Maret 2017.

~oo0oo~

KARENA TETSUYA MILIKKU

Dia uke yang mempesona
Cobaan bagi yg memandang
Kulit putih bagai sinar bulan
Surai langitnya...tak terganti~

Akulah pengagum ragamu
Sang Emperor keren tersayangmu
Lindungi dari seme rendahan yang mengancam.. nodai... sucinya lahirmu~

Karena Tetsuya malaikat biruku
Tak kan ku biarkan kau jadi rapuh
Karena Tetsuya belahan jiwaku
Ku manjakan dia, dengan kasih sayang

Bintang terang itulah dirimu
Menerangi gelap malamku
Ku disini berjanji kan selalu ada ... disisimu~

o0o

Tetsuya kehilangan nyaris semua kosakata di kepalanya. Sungguh memalukan bukan? Dia ini mahasiswa sastra. Harusnya dia hapal mati tiap kata yang tercetak di kamus bahasa. Bahkan jika kata itu disinyalir berasal dari negeri tetangga antah berantah.

Tapi Tetsuya hanya bisa tersipu. Diam membatu. Menggigit bibir malu-malu.

Di sana, berjarak beberapa langkah di depannya, Seijuurou menjarah dunianya. Duduk tenang dengan senyum terkembang. Gitar dipeluk lengan. Melantun kidung cinta tanpa sepercik pun suara sumbang.

Lalu Seijuurou mendekat. Tanpa basa basi menggamit jemarinya erat. Dibawa jemari itu ke bibir, lalu dikecup penuh kasih.

"Tetsuya, will you marry me?". Seolah Sang Eros sendiri yang memintanya.

Bahagiakah Tetsuya? Sangat! Hanya saja...

"Tetsuya sensei..." Ujung kausnya ditarik. Tetsuya menunduk, dan mendapati wajah imut anak laki-laki pirang tengah mencebik, nyaris menangis. "Ryota pengen pipis..."

Tetsuya ingin salto sekarang. "Sebentar ya, Ryota-kun. Ditahan dulu bisa kan?"
Anak itu mengangguk terpaksa.

Tetsuya kontan menghadap Seijuurou. "Sei-kun, apa-apaan ini?!"

"Aku melamarmu, Sayang." Seijuurou menjawab ringan. "Will you marry me?"

Tetsuya menepuk jidatnya. "Sekarang? Saat aku mengajar di TK?" Kepala Tetsuya mendadak pusing. "Aku tau Sei-kun manis meski narsis. Tapi bisa tidak, narsisnya dikondisikan?"

"Tidak bisa, Sayang." Seijuurou menyangkal serta merta. "Karena pesonamu, cantikmu, indahmu, tak pernah terkondisikan dengan benar. Tak sadarkah kau, bahwa hanya aku yang berhak memilikimu?!"

Pipi Tetsuya merah padam. "Tapi, melamarku di TK? Sei-kun pelit sekali. Ga modal."

"Jadi kau ingin dilamar di mana? Puncak Himalaya?" Seijuurou menyeringai. "Asal kita bisa menikah tanpa dilalap Yeti begitu menginjakkan kaki di sana, aku bersedia membawamu ke mana saja."

Hati Tetsuya melambung ke awang-awang. Baru akan melontar balasan, teriakan sumbang di belakang punggungnya menghancurkan segala angan.

"TETSUYA SENSEEEII... RYOTA PIPIS DI CELANAAA!"

Tetsuya ingin kayang sekarang!

END

A/N : Hasil collab again, saya dan Narakura. Inspired by Wanita Ingin Dimengerti-nya Ada Band.