NUMBER : 19

Naruto milik Masashi Kishimoto

Sasuke Uchiha

Hinata Hyuuga

Number : 19 milik Munssi

Happy Reading

"Jujur padaku. Apa sikapmu seperti ini pada perempuan karena benar kau Gay?"

Pertanyaan Hinata sukses membuat Sasuke melotot kaget.

Chapter II

"Apa?"

"Jadi benar?" tanya Hinata kecewa.

"Tidak. Saya masih suka perempuan," sanggah Sasuke.

"Tapi jika sikapmu seperti ini, orang tentu akan percaya kau Gay."

"Itu informasi tidak berdasar. Saya harap anda tidak termakan gosip."

Orang ini masih sempat-sempatnya bicara formal.

"Oke. Aku tidak akan percaya gosip itu tapi kau harus membuktikan jika dirimu itu normal. Bagaimana?" tawar Hinata.

"Terserah maumu, nona. Aku tidak berniat untuk membuktikan apapun padamu."

"Lihat! Benar kan kau Gay?"

Sasuke mulai terpancing. Ia yang hendak pergi kini berdiri menghadap ke arah Hinata. Menatapnya serius. Mata itu menatap tajam Hinata. Gadis ini mati kutu. Hinata menyesali kecerobohannya. Mulutnya terkadang suka diluar kendali. Terlalu terbawa emosi.

"Nona Hinata, apa pedulimu jika saya normal atau Gay?" Sasuke bertanya pelan namun nadanya terkesan tegas.

"Aku menyukaimu. Tentu aku peduli akan hal itu."

What the?! Barusan Hinata menyatakan cinta. Sasuke nampak terkejut walaupun dia tahu gadis ini memang menyukainya. Namun mengatakan langsung sedikit membuat hati Sasuke tersentuh.

"Baiklah nona Hinata. Aku berterimakasih untuk perasaanmu. Namun jika memang kau menyukaiku. Tolong jangan pedulikan gosip murahan itu."

Hinata ditolak? Ya kan? Sasuke tidak mengatakan dia suka pada Hinata setelah mendengar penyataan cintanya. Tidak ada kalimat yang mengandung makna itu. Tidak ada. Hati Hinata membiru.

"Ya! Sasuke Uchiha! Hakku untuk memutuskan peduli atau tidak. Kau tidak bisa melarangku."

Sasuke tersenyum kecil. Langkah perginya diiringin teriakan Hinata akan dirinya.

"Kenapa aku menyukai pria yang tidak suka dada wanita."

"Pecundang! Kau memang Gay!" teriak Hinata. Matanya sedikit berair. Ia menangis. Cepat-cepat Hinata hapus air matanya dengan kasar.

"Gay!"

"Gay!"

"Gay!"

"Ayo menikah!"

Tangisan Hinata terhenti. Jantungnya mati sementara. Lalu semuanya terasa menakutkan bagi Hinata.

Sasuke melamarnya. Mengajak dirinya menikah.

Apa kiamat sebentar lagi?

"Apa Kau punya kepribadian ganda?"

"Tidak! Anda bilang ingin sebuah bukti jika saya bukan Gay. Saya akan membuktikannya. Ayo kita menikah."

Hinata kehilangan kata-kata. Tubuhnya lemas. Dilamar mendadak seperti ini. Tidak terpikirkan satu kalipun di otak Hinata.

Meski menyukai Sasuke hampir satu tahun tapi untuk menikah?

Oh Mamamia. Hinata baru dua puluh tahun. Ia masih remaja labil yang tengah menitih jalan menuju kedewasaan.

"Apa harus menikah? Kita tak cukup saling mengenal untuk melangkah sejauh itu." tolak Hinata.

"Saya pikir, kita sudah cukup mengenal jauh. Anda sampai menghakimi dan menilai saya seperti apa sebelum mengenal satu sama lain. Jadi perkenalan bukan jadi masalah."

Astaga pria ini mulutnya pintar sekali beragumen. Apa jangan-jangan dia sedang mempermainkan Hinata. Dia sedang mengolok-ngolok Hinata?

"Omong kosong! Kau pikir aku akan percaya dengan taktikmu itu?"

"Dua minggu. Persiapkan diri anda. Besok buatlah surat resign. Saya tidak mengijinkan istri saya berkerja."

Nadanya serius. Sasuke tidak bercanda dengan ucapannya.

Hinata harus bagaimana?

"Aku masih terlalu kecil untuk menikah."

Kenapa Hinata mati-matian menolak sih. Ia bukannya tidak mau. Hinata kaget!

"Berapa umurmu?" tanya Sasuke kalem.

"Dua puluh tahun."

"Rahimmu sudah matang untuk bisa dibuahi. Apa yang jadi masalah?"

WOW!

Kenapa jadi bawa-bawa rahim dan dibuahi.

"Mesum!"

"Anda yang berpikiran sempit. Pembahasan seperti ini sudah jadi hal wajar untuk umur anda." kilah Sasuke.

Apa ini sisi lain seorang Sasuke? Mulutnya tajam dan pintar bicara. Hinata cukup tercengang.

"Kau pikir menikah itu hanya urusan cukup saling kenal lalu menikah? Harus ada perencanaan dan banyak materi untuk ke jenjang sana."

"Jika yang anda khawatirkan itu masalah uang. Saya cukup mapan untuk menghidupi anda."

Percaya dirinya mengagumkan. Kenapa jadi Hinata yang didesak.

"Biar kuluruskan. Aku suka padamu dan kau mengetahuinya. Selama ini kau tak menunjukan ada ketertarikan dan secara tiba-tiba kau mengajakku menikah? Apa kau menganggapku bodoh? Perkataanmu hanya main-main."

Sasuke terdiam. Terlihat merenungkan sesuatu. Benar kan tebakan Hinata.

"Saya pikir bertindak diam dan menunggu waktu yang pas terlihat lebih memudahkan saya untuk mendekati anda. Tapi sepertinya saya salah melangkah. Anda berbeda karena itu saya sudah memperhatikan anda sejak lima bulan yang lalu."

Lima bulan yang lalu? saat Sasuke menyapanya pertama kali. Menyapa bukan dalam bentuk senyum atau sapaan melainkan Sasuke yang tengah makan dan melihat Hinata lalu menawarkan dengan gerakan tangan. Sulit dipercaya.

"Alasan saya tak pernah menyapa anda karena saya tidak biasa menyapa perempuan. Itu bukan kebohongan. Saya pemalu."

Hinata dapat melihat gestur gugup pria ini. Jadi Sasuke berkata jujur?

Hinata bimbang. Ia bukannya menolak tapi untuk saat ini belum siap menikah. Hinata masih ingin menikmati masa mudanya. Ia belum siap terikat dengan hubungan serius. Tapi tawaran Sasuke sungguh menggiurkan. Apa perlu negosiasi?

"Oke. Ayo menikah. Tapi satu tahun lagi."

Sasuke nampak tidak suka jawaban Hinata.

"Mungkin saya sudah menikah dengan orang lain jika harus menunggu setahun lagi,"

Apa itu kalimat ancaman? Hinata jadi kalang kabut. Dan Sasuke tersenyum penuh kemenangan.

"Aku bisa gila!" Hinata mengeram kesal.

Terima. Tolak. Terima. Tolak. Terima. Tolak. Terima. To...

"Baiklah. Ayo menikah dua minggu lagi. Tapi kau harus melamarku hari ini juga. Aku butuh pegangan."

Kata orangtua menolak pinangan pria itu bukan hal baik. Karena takutnya bisa jadi perawan seumur hidup. Hinata tidak mau. Dan lagi disayangkan sekali menolak lamaran seorang Sasuke Uchiha. Pria idamannya.

"Sepulang kerja. Saya akan mengantar anda pulang dan meminta izin pada orangtuamu."

Dan hati Hinata meledak seketika.

Hinata dan Sasuke berteman di BBM. Itu mengapa Sasuke punya rasa tertarik dengan Hinata. Ia mengamati gadis itu di BBM. Jadi Sasuke bukan pria gila yang tiba-tiba memutuskan menikah dengan sembarangan gadis. Sasuke diam-diam mencari info tentang Hinata. Tanpa satupun orang yang tahu.

Pernikahan mereka selengarakan tanggal 19 November 2017. Tepat di hari ulang tahun Hinata. Dan ini adalah kado pertama dan terindah yang pernah Hinata dapat.

The End

Munssi