I'm Not Gay

Meanie

Agassi

22/06/2017

Pagi yang cerah, burung-burung berkicau dengan riangnya, cahaya matahari yang mulai menyusup melalui celah-celah jendela dan seorang anak yang masih terlelap di-
Tunggu! Dimana tokoh utama kita?

"Enghh.. Hampirhh ahh.. Cumhh engh.. C-comminghhh..."
Damn it! Ini masih jam 5 pagi dan tokoh utama kita sudah memulai aktivitas paginya.

Pintu kamar mandi itu terbuka menampilkan Wonwoo dengan wajah suntuk dan jangan lupakan kantung mata tipis di bawah matanya.

Kenyataannya, Wonwoo tak pernah bangun sepagi ini sebelumnya, termasuk jika ia morning erection, paling-paling ia bisa menuntaskannya di mimpi.

Tapi kali ini berbeda, yahh berbeda. Kemarin ia kedatangan tetangga baru dan yaampun salah satu anggota keluarga tetangga barunya itu seorang gadis yang seumuran dengannya dan damn! Bahkan hanya dengan menatapnya sudah membuat milik Wonwoo menegang.
Dan parahnya lagi, Wonwoo tak bisa tidur semalaman hanya karena pertemuan singkat mereka kemarin sore.

Dengan langkah gontai Wonwoo berjalan menuju jendela kamarnya dan membukanya dengan malas.
Wonwoo menatap tajam jendela yang masih tertutup di seberang.

Kemarin ia melihat gadis itu tersenyum padanya dari balik jendela itu dan yahh Wonwoo harap hal yang sama akan terulang padanya pagi ini, atau mungkin dengan bonus gadis itu hanya memakai piama tanpa lengan atau lingerie?

Oh yaampun, berhenti tersenyum mesum Jeon.

Matanya melebar saat menatap pergerakan dari daun jendela yang masih tertutup itu. Yaampun! Matanya benar-benar membulat sekarang!

"Oh, Hi! Selamat pagi tetangga baru. kau menungguku bangun ya?"

What the heck?! Makhluk macam apa orang di seberangnya itu!

Narsis, sok tampan dan heck! Dia tak memakai atasan dan Wonwoo tak peduli pada kondisi bagian bawah pria itu.

Wonwoo menganga dengan wajah bodohnya saat pria itu mulai melakukan gerakan-gerakan peregangan yang tentu saja dia yakini sebagai aksi pamer otot itu. Tck

"Sudah puas memandangiku manis?"

Ah rasanya ia bisa cepat tua jika terus meladeni laki-laki sinting itu.

Wonwoo menutup gordennya dengan kasar sebelum melangkahkan kakinya ke kamar mandi-untuk muntah.

vvv

Seperti biasa, Wonwoo berangkat sekolah dengan Seungcheol, teman sekelasnya sekaligus teman sepermainannya. Sebagai catatan, hanya Seungcheol yang betah bermain dengan anak yadong seperti Wonwoo.

"Kau dapat kaset yadong baru ya?"

"Eh? Kenapa kau bertanya begitu?"

"Ah tidak.. Biasanya jika kau senyum-senyum seperti itu alasannya tak jauh-jauh dari kaset yadong da-"

"Yah yah terserah~ eumm biar kupikir.. siapa yang tak mau menemaniku ke kaset toko kemarin ya? Hmm..." Wonwoo mengetuk-ngetukkan jarinya didagunya dan memasang pose berpikir.

"Yaa yaa.. Maafkan aku, kau tau kan bagaimana singa betina saat sedang marah, arrm~ hahaha"

"Hahaha, kau selalu mengata-ngatainya singa betina belakangan ini, apa dia tak marah?"

"Tidak jika kau tak mengadu. Hahaha"

"He'em, siapa yang singa betina?"Gawat! Dengan perlahan, dua anak adam itu menolehkan kepala ke sumber suara dan..

"Cheollie, aku ingin bicara. Berdua"
Wonwoo hanya mengerutkan dahinya bingung saat Nayeon memberinya tatapan tak suka. Aneh.

"Kau duluan saja, ini akan memakan banyak waktu. Sepertinya singa ini benar-benar marah sekarang" bisik Seungcheol sebelum berlalu.
Hhh.. Dasar wanita jaman sekarang, sukanya mendominasi. Tapi tak apa, Wonwoo lebih suka didominasi kekeke.

"Jeon Wonwoo-ssi?"

Suara itu...

Wonwoo tersenyum kikuk saat menemukan tetangga barunya hanya berdiri kurang dari satu meter di depannya.
Wonwoo memang yadong, tapi jangan salah, yadong-yadong begini ia belum pernah pacaran sama sekali, ups!

"Eum.. Kau bisa mengantarku ke kantor?"

"Tentusaja" Wonwoo menepuk mulutnya pelan. Selalu saja begini, setiap berbicara dengan orang yang dia suka ia akan gugup berlebihan.

"Boleh! Ruan-"

"Momo! Sudah kubilang tunggu aku.. Oh hai manis, jadi kau masih SMA? Yaampunn.. Jadi aku terangsang hanya karena tatapan maut seorang anak SMA?"

Wonwoo menatap sekelilingnya gugup, beberapa kali melempar senyum kaku pada murid yang tak sengaja mendengar ataupun mencuri dengar pembicaraan mereka.

"Ah maafkan oppaku ya, dia memang sangat terbuka jika menyukai seseorang hehe"

Terbuka kepalamu! Sebenarnya tak masalah sih, tapi yang membuatnya jadi masalah adalah objeknya Wonwoo, dan mereka sama-sama laki-laki, pria, namja.

Tapi akhirnya Wonwoo mengalahkan gengsinya dan memberi senyum semaklum mungkin pada gadis di depannya, mengabaikan eksistensi laki-laki yang merangkap sebagai kakak orang yang disukainya itu.

vvv

"Aku benar-benar payah dalam matematika"

Wonwoo mengalihkan pandangannya dari bukunya dan memberi senyum simpul saat Momo-orang yang disukainya-mengambil duduk di depannya dengan rengutan di bibirnya.

"Aku juga payah dalam matematika" balas Wonwoo percaya diri, entahlah sepertinya ia terlalu bahagia karena yeahh setidaknya mereka memiliki persamaan.

"Yahh.. Terpaksa deh minta bantuan Mingyu oppa.. Sebentar ya"
Aduh habis sudah! Seharusnya ia tak menyetujui ajakan Momo belajar bersama di rumahnya.

"Oh yaampun sepertinya kita memang berjodoh ya.. hehehe"
Wonwoo menatap horror saat Minyu mengambil duduk di sebelahnya.

"Ah sepertinya kita memang jodoh sejati, bukankah sepasang kekasih akan selalu saling melengkapi? Aku yang pintar, aku bisa bekerja dan kau yang imut, cantik, manis dan ehm hot bisa mengurus rumah dan memberiku ehm.. service terbaik.. hehee"
Bagaimana bisa Mingyu berkata sesantai itu untuk sesuatu yang.. yaampun!

"Aigoo~ ternyata imutnya jadi berkali-kali lipat saat memerah, aww~"

Wonwoo menundukkan kepalanya dengan tangan terkepal di bawah meja.
Heck! Wonwoo tak sedang tersipu kan?

"Aihh oppa! Berhenti menggodanya, kami harus belajar untuk tes matematika besok"
Ahh kau benar-benar penyelamat Momo-ah.

"Aigoo~ arasseo arasseo, materi apa yang tak kalian mengerti?"

"Ehm Mingyu-ssi.. Bisa kau jauhkan tanganmu?" Wonwoo menjauhkan kepalanya setelah sesaat sebelumnya ia mendekatkan kepalanya untuk berbisik.

Mingyu mengalihkan pandangannya pada tangannya yang sibuk merayap di paha dalam Wonwoo.

Hei! Bukan salahnya kan jika ia horny? Suruh siapa anak ini datang hanya dengan menggunakan kemeja dan boxer? Benar-benar style yang aneh atau Wonwoo memang sengaja menggodanya?

"Hah? Kau butuh kamar mandi? Oh ayo kuantar"
Wonwoo hanya menatap bingung Mingyu yang menggandeng-menyeret-nya.

"You really did it. Kau berhasil membuatku bangun bahkan hanya dengan melihatmu mengenakan pakaian aneh ini. Damn it!"
Wait.. What?!

Sial sial sial! Wonwoo memang sengaja memakainya, tapi bukan untuk Mingyu! Ini untuk Momo lebih tepatnya.
Dari video-video yang ia tonton juga laki-lakinya akan terlihat lebih manly bagi wanitanya saat hanya menggunakan boxer dan hell! ia tak tau jika hal itu juga berlaku pada sesama laki-laki.

Cklek

Wonwoo terbelalak saat laki-laki di depannya menggenggam jemari lentiknya.

"Ohh yaampunn.. Jarimu eummh..."

What? Jarinya kenapa? Dan apa-apaan ekspresi itu? Yaiks, menggelikan!

Wonwoo menarik jarinya pelan saat Mingyu berusaha menjangkau jarinya dengan bibirnya.

Wonwoo semakin kelabakan saat Mingyu terlihat merenggut dan beralih menatapnya dalam.

"Percayalah, aku akan melakukannya selembut mungkin"

Wonwoo membeku saat bibir mereka bertemu.

Yaampun ini ciuman pertamanya dan rasanya dadanya seperti ingin meledak!

"Sepertinya aku menyukaimu, jadilah pacarku. Tenang saja, sungguh aku tak akan kasar"

WTF! Dia memang tak pernah pacaran, tapi bukan berarti dia gay kan?
Tapi kenapa ia tak menolak ciuman Mingyu tadi? Ah mungkin karena ia terkejut, mungkin...

Dan lagi apa-apaan dengan nada serius dan tatapan dalam itu.
Wonwoo mengerutkan keningnya bingung, ditatapnya laki-laki di hadapannya dengan mata menyalang, hell dia emosi, rasanya seperti dilecehkan!

Cup

APA?!

Cup

Lagi, dan lebih banyak ciuman hingga kepalanya pening.

Ini menyenangkan! What? Aneh tapi perutnya serasa diaduk-aduk saat bibir Mingyu menginvasi penuh bibirnya, menjilat sebelum mengulum basah bibirnya.

Gila! Dengan laki-laki saja seperti ini nikmatnya, apalagi dengan wanita?
Hell apa yang baru saja dia pikirkan! Ia normal, really. Yeah anggap saja ini hanya percobaan sebelum ia benar-benar mencium wanita impiannya, Momo.

"Kurasa aku harus menuntaskannya sendiri" ujar Mingyu berat setelah melepas tautan mereka.
Wonwoo menatap bingung Mingyu, "Apa aku payah dalam berciuman?" Tanyannya pelan.

"Ya-eum maksudku sedikit, maafkan aku mungkin ini terdengar aneh tapi sepertinya ini diturunkan dari keluargaku, aku ehm suka bottom yang agresif seperti appaku menyukai eomma dan eommaku juga yeah..." jawab Mingyu kikuk seraya menggaruk tengkuknya kaku.

Tunggu dulu! Agresif, menurun, Mingyu dan.. Momo! Mingyu dan Momo bersaudara jadi bisa jadi Momo juga...

"K-kau bisa ajarkan aku bagaimana menjadi agresif?"

Sial! Kenapa Wonwoo merasa panas sendiri setelah mengatakannya? dan apa-apaan tadi katanya? Jangan bilang dia sudah jadi gay? Ah sepertinya bukan karena itu tapi karena tangan Mingyu yang membingkai wajahnya setelah ia mengatakan pertanyaan- permohonan-nya itu.

"With pleasure"

Well anggap saja ini latihan, toh Wonwoo normal kan?

END/TBC?

Jadi saya author HaeHyuk dengan penname Agassi (Nulis di fb) dan ini adalah remake dari salah satu -unpublish- ff saya lol

adakah yang tertarik membaca? XD