The Beginning - Who is He/She?

Please, Save Me!

By : MinGyuTae00

Cast : BTS

Genre : Brothership , Drama, Hurt, Action, Thriller

Rated : PG+

Summary : Jimin, member terpolos dan termungil dalam grup harus menanggung sebuah beban yang berat dalan pundaknya, sebuah rahasia yang membuatnya tertekan hari demi hari, sayangnya ia hanya bisa diam tanpa bisa mengadu pada orang lain. Canda tawanya, tingkah polos nan lucu serta keusilan yang selama ini ia tampilkan hanyalah topeng. Sampai titik dimana keteguhan hatinya diambang batas , membuatnya kehilangan arah dan kontrol akan dirinya. Lalu apa yang akan dilakukan member lainnya dan orang tuanya?

Warning : Ini murni BROTHERSHIP! Ide dan alur murni dari gua, bila ada yang mirip mohon maklum, karna ide gua sangat pasaran. Yang kaga suka jangan baca beb, kritik dan saran sangat diterima. Sebagian chapter bakal gua private, bukan gimana tapi bakal ada hal - hal yang sedikit vulgar dan mengganggu. Gua kaga pinter nulis, jadi mohon maaf kalau ada kata-kata atau penulisan yang salah.
.
.
.
.

"Jimin-ah"

Jimin yang sedang dimake up menoleh keasal suara, netranya menangkap sosok hyung tertuanya - Jin- tengah tersenyum manis kearahnya.

" Ne, hyung"

" Kau ingin menitip sesuatu? Hyung akan pergi sebentar untuk membeli cemilan bersama manager hyung"

Berfikir sejenak sebelum senyuman polos terpantri diparas manisnya. "Belikan aku es krim coklat ne hyung"

" Arraseo, ah aku hampir lupa. Kau tidak apa - apa kutinggal sendiri? Namjoon, Suga, dan Hoseokie sedang mengecek tata panggung kita, Taehyung dan Kookie menemui staff karena mereka akan menjadi mc spesial malam ini" jelas Jin sedikit khawatir. Jimin terkekeh pelan menanggapinya.

" Gwenchana hyungie, aku sudah besar dan tidak akan menangis bila ditinggal sendiri lagipula masih ada cru dan coordi noona disini. Sudahlah, manager hyung pasti sudah menunggu lama"

"Arraseo, aku pergi"

Belum ada semenit setelah hyung tertuanya meninggalkan ruangan, seorang staff masuk dan mendekati Jimin yang baru saja menyelesaikan make upnya.

" Jimin-shi ini ada hadiah dari fansmu, aku menemukannya di antara undakan tangga, sepertinya jatuh tertinggal oleh managermu dan ternyata itu ditunjukkan untukmu" Jimin segera menerimanya setelah mengucapkan ungkapan terima kasihnya.

"Apa ini? " Jimin membuka bungkusan hadiah itu dan senyum polos pun kembali terpantri ketika netranya menemukan sebuah boneka beruang dan sebuah surat didalamnya. Ekspresinya yang tadinya ceria berubah 180 derajat ketika netranya membaca baris perbaris kata yang tertulis pada kertas tersebut.

.

I need u girl
I need u girl~

"Cut!" suara tegas sang sutradara mengakhiri kegiatan hari itu juga. Pukul sudah menunjukkan angka 11 malam, semua cru maupun staff dan member BTS yang baru saja menyelesaikan rekaman penampilan mereka saling mengucapkan salam dan ungkapan terima kasih sebelum kembali dan melakukan tugasnya masing - masing .

Manager hyung yang sedari tadi berdiri sembari mengawasi anak asuhnya segera memberi kode kepada Namjoon.

"Cha, ayo kita pulang" ujar pemuda yang memiliki dimple itu.

Suga yang mengantuk memimpin jalan kemudian disusul member yang lainnya, Jungkook sengaja berjalan paling belakang karena menunggu hyung mungilnya yang terkenal akan kelambatannya tersebut. Jimin dengan terburu - buru menghampiri sang maknae yang masih setia menunggunya di balik panggung sembari tersenyum manis.

"Gomawo Kookie-ya" ujar Jimin riang sembari merangkul bahu maknae kesayangannya itu.

"Lain kali aku tidak akan menunggumu hyung-ah" Jungkook membalas rangkulan hyung mungilnya tersebut. Jimin hanya terkekeh pelan, selalu seperti itu.

" Ne..ne, lalu aku akan melihatmu menungguku lagi dan lagi" Jimin berkedip jahil menggoda Jungkook yang kini mempoutkan bibirnya.

" Aish.."

" Yak, kalian ini cepatlah berjalan jangan seperti siput begitu! kami sudah menunggu dari tadi, apalagi Suga hyung yang mengeluarkan aura gelapnya itu, aku jadi merinding berada disekitarnya" Taehyung tiba-tiba muncul dan mengamit lengan Jimin dan Jungkook dikanan dan kirinya.

" Dasar penakut " mendengar ungkapan sang maknae yang terkesan meremehkannya membuat Taehyung menyikut pelan tubuh sang maknae yang ditanggapi dengan pelototan garang dari Jungkook. Jimin hanya bisa tertawa riang melihatnya sebelum memutuskan untuk menegur.

"Sudah - sudah, ayo kita pergi, aku mengantuk!" Jimin menyeruak di tengah - tengah tubuh jangkung sang maknae dan sahabat aliennya -mencoba melerai-, kemudian menarik kedua lengan kekar mereka sembari berjalan cepat menuju member lainnya yang tengah menunggu.

Namjoon yang sedari tadi menunggu di pintu depan mobil van mereka memberi tatapan menegur pada maknae linenya yang dibalas tatapan polos dan cengiran imut diwajah mereka. Menghela nafas. Sebelum memutuskan untuk memastikan maknae linenya itu duduk di tempatnya masing-masing kemudian menuju bangku depan dan duduk disamping manager hyung yang menyetir. Urutannya adalah Namjoon dan Manager hyung di bangku kemudi, di bagian tengah ada Jungkook, Jimin dan Taehyung, kemudian dibagian belakang ada Suga, Seokjin dan Hoseok yang tertidur pulas.

Jimin yang mengantuk jatuh tertidur begitu saja tanpa memperdulikan kepalanya yang oleng kesana kemari. Taehyung yang menyadarinya mengambil inisiatif untuk meraih kepala sahabat mungilnya dan merebahkannya tepat diatas bahunya. Jungkook ikut merebahkan kepalanya di pundak mungil Jimin. Sedangkan Taehyung menyandarkan kepalanya kesisi jendela.

Namjoon hanya memperhatikan maknae linenya dari spion depan sembari mengajak manager hyung mengobrol, antisipasi agar managernya itu tidak mengantuk.

" Namjoon-ah"

" Ne hyung? "

" Aku harap setelah ini kalian langsung beristirahat, tidak ada acara bermain game atau apapun itu, karena jadwal kalian besok sangat padat terutama maknae line kalian itu. Besok sekitar jam 8 pagi aku akan menjemput kalian, kita akan menghadiri acara fan meeting kalian di Busan! "

"Arraseo hyung"

.

Teriakan fans yang menggebu - gebu menjadi musik pengiring ketika seluruh member BTS memasuki panggung dan menempati tempat duduk masing - masing yang telah di tentukan. Urutannya adalah dari arah kiri ke kanan yaitu Namjoon, Seokjin, Hoseok, Suga, Taehyung, Jungkook kemudian Jimin.

Fans makin histeris ketika masing-masing member menunjukkan aegyonya. Kemudian pembawa acara kembali mengambil alih suasana. Tiba saatnya para fans mendapat kesempatan untuk menaiki panggung bertemu sapa dengan member BTS. Semuanya berjalan lancar sebelum listrik tiba-tiba mati dan teriakan panik dari fans memenuhi ruangan.

Para staff bergerak cepat menuju panel listrik, para penjaga berpencar mengelilingi member BTS dan sepenjuru ruangan.

Tak lama kemudian listrik pun hidup kembali dan suasana segera diambil alih oleh pembawa acara. Kegiatan fanmeeting pun dilanjutkan kembali. Semua member BTS satu persatu meladeni fans. Senyum manis dan raut riang terpantri pada paras rupawan mereka. Oh ralat. Bukan semua, hanya Jimin. Walau senyum manis terpantri, jika dilihat lebih lekat, keringat memenuhi kening dan lehernya. Padahal ruangan tersebut sangat dingin.

" Oppa, neo gwenchana?"

Melihat fans didepannya memasang raut khawatir, Jiminpun merubah rautnya menjadi lebih ceria dan mengusap kelenjar keringat yang turun memenuhi kening dan lehernya. "Gwenchana"

Jungkook yang sedari tadi memperhatikan hanya melirik hyung termungilnya dalam diam sebelum mengalihkan anestasinya kepada fans didepannya.

Jimin bangkit dan mencoba memanggil salah satu staff untuk meminta air mineral kembali. Hoseok yang melihat, dengan sigap memberikan air mineral miliknya kepada Jimin guna mengurangi dahaga dongsaeng kesayangannya itu.

"Jimin-ah!"

Hap

Dengan sigap Jimin menangkap botol air mineral yang dilemparkan salah satu hyungnya itu kemudian meminumnya rakus.

"Woah calm down Jiminie, kau sangat haus ne?" Jimin memamerkan cengiran lucunya-membalas godaan Hoseok padanya-

.

"Jiminnie, kau sakit?" Seokjin menatap lekat salah satu maknae mungilnya itu. Jimin menoleh keasal suara tanpa mengangkat kepala mungilnya dari bahu kokoh Namjoon yang sibuk memainkan ponselnya.

"Aniyeo hyung-ah,aku hanya lelah"

"Jinjjayeo?"Jin mencoba memastikan.

"Ne, jangan terlalu khawatir padaku hyung, bukankah ini hal yang biasa terjadi"

Walau Jimin menunjukkan raut wajah seakan dirinya baik-baik saja, tetap saja Seokjin merasa khawatir. Jimin, dongsaengnya yang mungil dan terlemah diantara mereka semua memang acap kali terserang penyakit. Namjoon yang mengerti situasi mengambil alih. Menepuk pelan kepala mungil yang bersender pada bahunya. Sebelum memandang hyung tertua pada kelompoknya.

"Tenanglah hyung, sebentar lagi kita akan tiba di dorm"

"Hmm, arra"

.

TBC/END?

Chapter 2 udah gua tulis,dan lebih panjang pastinya. Kalau responnya bagus gua post. Kalau kaga ya jadi koleksi pribadi ae.

Note : Ahay gua lagi tergila-gila sama BTS masa, apalagi bias mungil gua si Mochi ono. Gua bangga sama mereka, beranda ig gua penuh dengan mereka di negeri sebrang sana XD. Udah lama gua kaga nulis lagi, gua juga kaga yakin bakal ada yang baca ff ini. Tapi ni ya daripada ide maupun konsep-konsep ff berseliweran di kepala gua yang sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya karna ujian sudah dekat MAMEN! So gua jadiin tulisan ae. Akhir kata. Tengcu...