Author note:

Yo minnatachi

Ogenki desu ka?

Saa gomen ne, aku gak tau harus gimana lagi untuk membayar semua penundaan FFN ku

Aku kehabisan ide T~T

Bahkan peliharaan ku semuanya menghilang ntah kemana #sendiri_lagi

Tapi kali ini aku mau mencoba merambah ke pair SasuHina

Ini sih yang kedua kalinya setelah Surat Cinta Untuk Hinata, tapi pas dibaca ulang makin jelek kali, udah kuno :" #plak

Tapiiiiiiiiiii...

Awalnya aku juga nyari ide nih buat milih cerita SH, dan akhirnya tadaaaaa

Terciptalah sebuah ide karyaku berjudul

I'M WITH A DEMON

Kenapa judulnya makin kuno ya? Kurasa enggak ya, ini udah kekinian :v #duar

Ide ini tercetus dari kisahku sendiri, ditambah dengan ide2 karya milik author SH lain dengan genre yang sama

Sorry ya kalo ide kalian aku rebut :v *dicyduk massal*

Tapi karya kalian gak akan aku copas, suweeeerrrr *peace* *diterbangin ke laut antartika*

Kalo soal kisahku, nanti diceritakan di chapter 1

Why?

Ini hanya prologue, men.

Awal cerita dulu baru chapter.

Kalo ada yang merasa prologue ini kurang menarik, saya akan terima kritik dan saran kalian di review, tapi jangan nge flame *aura kelam*

Suatu saat aku akan mengambil ide2 kalian di situ juga :v

Tanpa banyak basa basi seperti nasi basi, langsung cap cus baca ya


I'M WITH A DEMON

Author: Minako and KITANE Project

SASUHINA

Spiritual/Romance/Thriller/semi Drama

RATED: T semi M (kalo ada kesan gorenya ya)

WARNING: CERITA INI MENGANDUNG UNSUR HEWANI #PLAK

AU, OOC, EYD GAK JELAS, IDE SENDIRI, DLL.

DON'T LIKE, DON'T READ. AND DON'T FLAME!


PROLOGUE


"Oek oek!" suara seorang bayi menggema disebuah ruangan operasi.

"Selamat, nyonya. Anak yang anda lahir ternyata perempuan" ucap seorang asisten dokter kepada seorang wanita berumur kepala 3.

Sedangkan sang wanita tersenyum lebar menanggapi ucapan asisten dokter tersebut.

Selang beberapa menit kemudian, mereka keluar dari ruang operasi yang sudah ditunggu oleh seorang pria yang berumur 37 tahun tengah menghampiri wanita yang tengah digeret dengan ranjang pasien.

"Bagaimana dengan anak kita, sayang?" tanya sang pria.

"Anak perempuan kita lahir sehat, suamiku" jawabnya halus sambil mengulam senyum.

Mendengar jawaban sang istri membuat perasaan sang suami bercampur senang dan sedih.

Beberapa bulan setelah kejadian melahirkan sang bayi, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan seorang laki-laki berpakaian jubah yang tidak tau asal darimana ia datang.

"Berikan anak itu sekarang!" tegas pria itu.

"Tidak, kami tidak bisa membiarkanmu pergi membawa Hinata!" elak sang suami.

Pria itu menggeram kesal lalu seketika ia pun menampakkan senyum iblis.

"Baiklah, aku akan membuat kalian berdua menyerah" ucap pria itu lalu menghilang.

Sang istri yang sejak tadi berada jauh dari jaraknya menghampiri sang suami dan anaknya.

"Anata, bagaimana ini" cemas sang istri.

"Aku tau, tapi aku tidak bisa menyerahkan begitu saja kepada Satan itu" ucap sang suami sambil membelai rambut anaknya, Hinata.


I'M WITH A DEMON


Sementara ditempat lain, terlihat pria berjubah itu mengamuk disebuah ruangan yang cukup besar.

"Argh!" erangnya.

"Tuan, saya sarankan anda untuk tidak gegabah mengambil keputusan tadi" ucap seorang pria berambut putih tengah menatap tuannya cemas.

Sang pria pun menoleh kemudian menatap tajam ke arahnya.

"Yah kau benar, Mitsuki. Terlalu cepat mengambil anak Hyuuga itu. Tapi terlalu lama menunggu 18 tahun lagi" ujar sang pria.

"Saya tau anda orang tipikal tidak sabaran, Sasuke-sama" ujar Mitsuki.

"Hn" gumam Sasuke.

BRAK!

"Teme!" teriak seseorang yang tengah mendobrak kasar pintu kamar Sasuke.

"Kau tidak sopan banget jadi orang, Dobe" ujarnya santai.

"Maaf maaf, Teme. Aku gak sengaja. Aku punya kabar" ucap seorang pria berambut pirang sambil menutup kembali pintu kamar.

"Hn, kabar apalagi?" tanya Sasuke malas.

Pria blonde pun menghampirinya dan mulai membisikkan ke telinga pria tampan.

"Kau serius, Dobe?" tanyanya datar.

"Iya, aku serius" jawab pria blonde sambil menganggukkan kepala.

Suasana diruangan itu tiba-tiba suram disebabkan oleh aura kelam milik Sasuke.


Yah cukup segini aja dulu.

Kekurangan ide dan ditambah EYD nya tidak baku SAMA SEKALI.

Ya sudahlah.

Arigatou *bungkuk 90 derajat*

NB: cerita ini akan dipublishkan ke dua web read, Fanfiction dan Wattpad