[DISCLAIMER]

The story belongs to it's real author. I just remake it into ChanBaek version.

.

BAEKHYUN AND THE RAIN

백현과 비

[ChanBaek GS]

.

Remake story by Santhy Agatha

Sebagian kalimat menggunakan bahasa tidak baku!

.

.

. O N E

"Aku bingung menghadapi Luhan." Sehun menekuk Iututnya dan memeluknya.

Disebelahnya, Baekhyun yang sedang mengetik baris demi baris kalimat dikomputernya mengernyit, "Kenapa bingung ? bukannya selama ini kalian baik-baik saja ?"

"Yah, kita baik-baik saja... Terlalu baik-baik malahan, segalanya terasa terlalu sempurna hingga Aku merasa aneh."

Baekhyun mengangkat kacamatanya dan menaikkannnya di kepala, lalu menatap Sehun Iekat-Iekat, "Yah... dasar aneh... Dikasih ga sempurna manyun, giliran dikasih sempurna ngeluh juga", mata Baekhyun menatap Sehun lekat-lekat, "Denger ya Hun, Luhan itu gadis baik, pasangan yang sempurna buat kamu... kalian memang diciptakan buat bersama", dengan santai Baekhyun memutar kursinya dan menatap layar monitor, berkonsentrasi sebentar, mencari baris-baris yang ditinggalkannya, lalu mulai asyik mengetik lagi.

"Kamu ngetik apaan sih? asyik banget dari tadi sampai aku dicuekin."

"Aku ngetik tentang hujan."

Sehun mengernyit, "Hujan ? itu tulisan terbaru kamu? memang apa yang bisa ditulis tentang hujan?"

"Banyak," Baekhyun mulai berkonsentrasi menulis dan tidak memperhatikan perkataan sahabatnya.

"Baekhyun! Aku jauh-jauh kesini bukan cuma buat kamu cuekin."

Baekhyun menarik napas, seolah harus menahan kesabaran menghadapi Sehun, Ialu meninggalkan tulisannya lagi, memutar kursinya lagi dan menatap Sehun dalam-dalam, "Aku tau kamu kesini buat curhat, tentang Luhan. Aku udah kasih solusi, tapi kamu masih aja bingung, ga salah kan kalo aku balik nulis lagi, lebih asyik tau!"

"Kamu belum ngasih solusi", Sehun memberengut. Baekhyun mengangkat bahunya, "Aku nasehatin kamu buat bersyukur dan menjalani apa adanya, kamu harusnya sadar betapa beruntungnya kamu."

Sehun mulai terkekeh, "Dibanding kamu ya?", gumamnya geli.

"Kurang ajarrrr." Baekhyun pura-pura marah dan melemparkan boneka kodok di meja samping komputernya ke arah Sehun yang Iangsung menangkisnya sambil tertawa.

"Hey.. jangan salahin aku dong! Lagian kenapa sih kamu sibuk banget ama tulisan-tulisanmu ini, sekali waktu cari pacar lagi sana, bukannya makin tenggelam dalam dunia khayalan."

"Aku udah pernah nyoba cari pacar sekali, dan hasilnya menyakitkan. Aku nggak mau lagi."

Suasana penuh canda itu langsung berubah hening. Sehun terdiam, ragu, "Kamu... kamu masih nginget Chanyeol?"

"Jangan sebut nama dia lagi di muka aku."

"Tapi kamu ga boleh terus-terusan melarikan diri dan menjauh dari cinta cuma gara-gara Chanyeol," Sehun terus mengejar, dia nggak rela kalau topik sensitif ini dialihkan seperti biasa. Baekhyun selalu menghindari pembicaraan tentang Chanyeol, tapi Sehun mulai cemas karena Baekhyun seperti kehilangan semangat lagi buat menemukan cinta.

"Kamu cuma ada di posisi yang salah dengan orang yang salah waktu itu Baek, jangan menghakimi dirimu sendiri."

Baekhyun menggelengkan kepalanya, wajahnya tampak sedih,

"Nggak, Aku yang salah, aku jahat."

"Baek! Itu semua bukan cuma kesalahan kamu, Chanyeol juga ikut andil, jangan mencoba menanggungnya sendirian."

"Tapi waktu itu aku seharusnya berhenti selagi bisa berhenti, tapi aku terlalu egois, aku terlalu cinta sama Chanyeol sampai nggak peduli sama hal lain."

"Chanyeol juga begitu kan? itu kesalahan kalian berdua, seharusnya kalian berdua yang menanggungnya, kenapa sekarang kamu terpuruk di sini sedangkan Chanyeol berbahagia sama tunangannya?"

Sudut-sudut mata Baekhyun dipenuhi air mata, "Dia nggak bahagia Hun", dengan sedih Baekhyun mengusap air matanya yang mulai mengalir turun, "Kalau dia bahagia, aku mungkin akan bisa dengan mudah melupakannya, tapi dia nggak bahagia Hun, aku ga sengaja ketemu dia seminggu lalu, dia nangis Hun."

"Tapi itu pilihan yang Chanyeol ambil, dia harus bertanggung jawab atas pilihannya", Sehun masih bersikeras. Dia tidak rela air mata Baekhyun, air mata sahabatnya yang sangat berharga ini selalu dicurahkan untuk sosok seperti Chanyeol.

"Aku yang salah, aku yang menempatkan Chanyeol pada posisi sulit... Seharusnya aku nggak pernah muncul, seharusnya aku nggak pernah ada dalam hidup Chanyeol."

"Baekhyun, kamu itu berharga. Kamu harus terima kalau kisahmu dan Chanyeol itu cuma masa lalu. Kamu nggak bisa stuck dan diam disini terus sementara dunia terus berputar, kamu harus lanjutin hidupmu, aku percaya di depan sana ada seseorang yang bisa kamu temuin, seseorang yang lebih baik dari Chanyeol."

Baekhyun tersenyum sedih mendengar nasehat Sehun, "Makasih ya Hun, kamu memang selalu bisa bikin aku kuat."

.

.

.

Dulu aku selalu suka saat hujan turun. Aku suka menyentuh aliran air yang dihempaskan dari atas itu dengan tanganku. Aku suka masuk ke tengah derasnya hujan, membiarkan diriku basah kuyub dari ujung kaki sampai ujung kepala. Aku cinta hujan, entah kenapa hujan selalu bisa membuatku bahagia.

Baekhyun merenung, jari-jarinya berhenti di atas keyboard, lalu menghela napas, dan mengetik lagi.

Banyak kejadian menyenangkan yang aku alami di saat hujan. Tentu saja banyak juga kejadian menyebalkan karena hujan, but it doesn't matter, Aku terlalu bahagia saat hujan turun hingga aku bahkan tidak sadar jika kejadian itu masuk kategori menyebalkan. Tapi sekarang, entah kenapa setiap melihat hujan, aku jadi ingin menangis...

Baekhyun berhenti mengetik ketika mendengar gemuruh guntur di kejauhan, dia meninggalkan komputernya, berdiri dan melangkah ke jendela. Langit sudah mulai hitam pekat dan rintik hujan sudah mulai turun, makin lama makin deras, makin keras hingga pemandangan di depannya hanyalah garis-garis putih yang menghujam horisontal ke tanah.

Bahagiakah ia?

Baekhyun mendesah, berusaha mencari bahagia yang selalu bisa dia temukan ketika melihat hujan, tetapi bahagianya tidak ada.

Kesedihan yang dalam menghujam hatinya, ketika dia memutuskan pergi dari Chanyeol, ketika itulah seluruh kebahagiaannya terbawa pergi.

Baekhyun teringat saat-saat bahagianya bersama Chanyeol yang selalu terjadi di saat hujan, betapa bahagiannya mereka saat itu. Mencoba menipu diri bahwa kebahagiaan ini akan berlangsung selamanya.

.

.

.

-=Flashback=-

"Aku kan udah bilang mending bawa mobil aja kalau mendung begini, sekarang liat nih hasil ide kamu", Chanyeol sedikit berteriak, mengalahkan derasnya hujan yang menghujam mereka.

Sementara Baekhyun yang berada di boncengan motor tertawa terbahak-bahak, bahagia.

"Memang ini maksud ide aku tadi, aku nunggu kita kehujanan!" dengan manja dia memeluk punggung Chanyeol, "Lagipula kamu kan laki-laki kuat, masa sama air aja kalah?"

Chanyeol ikut tertawa lalu tangan kirinya lepas dari pegangan motor dan menggenggam tangan Baekhyun yang memeluk pinggangnya, "Dasar aneh !", serunya masih dalam tawa, "Entah kenapa aku selalu aja mau nurutin permintaan kamu, hujan-hujanan kayak gini sementara ada jas hujan di bagasi motor."

"Karena kamu mencintaiku?", Baekhyun berbisik pelan ditengah derasnya suara hujan, tapi Chanyeol mendengarnya, dan tersenyum lembut, "Karena aku sangat mencintaimu!"

Dalam senyum, ditengah derasnya hujan, Baekhyun semakin erat memeluk punggung Chanyeol.

Mereka sampai di rumah hampir satu jam kemudian, dalam kondisi basah kuyub dan mengigil kedinginan.

Ketika Chanyeol memarkir motor Baekhyun di depan rumah, sosok perempuan mungil itu menghambur dari dalam rumah, membawa handuk,

"Ya ampun, dasar kalian berdua ini! Chanyeol juga gitu, kenapa kamu mau-mau aja ngikutin kemauan Baekhyun pergi naik motor dia?" Taeyeon menyerahkan satu handuk kepada Baekhyun, lalu menggunakan handuk yang satu untuk mengusap rambut Chanyeol, dia sedikit berjinjit dan Chanyeol sedikit menunduk.

Baekhyun menatap kakak kembarnya yang tak henti-hentinya mengomeli mereka, tetapi tetap dengan senyum di bibirnya, senyum perempuan yang sedang jatuh cinta.

Dengan lembut Baekhyun berganti-ganti menatap Chanyeol dan Taeyeon. Sungguh pasangan serasi. Chanyeol yang tinggi dan tampan, dengan Taeyeon yang feminim dan luar biasa cantik.

Luar biasa cantik? Baekhyun mengernyit, kalau Taeyeon luar biasa cantik, seharusnya dia juga dong, kan mereka saudara kembar? Tanpa sadar Baekhyun tertawa sendirian. Tentu saja, mereka memang kembar, tapi entah kenapa aura 'Luar biasa cantik' itu tidak pernah muncul dalam diri Baekhyun. Wajah mereka sama, tapi mereka berdua bertolak belakang satu sama lain baik dalam sikap maupun penampilan.

"Baekhyun, jangan berdiri saja di situ, ayo masuk, ganti baju dulu, aku bikinin kopi buat kalian berdua."

Tergeragap dari lamunan, Baekhyun melangkah mengikuti Chanyeol dan Taeyeon masuk ke dalam rumah.

Beberapa saat kemudian ketika sudah ganti pakaian kering, Baekhyun menuju ke ruang keluarga, Chanyeol sudah ada di sana menonton TV sedang Taeyeon nggak kelihatan.

Berdiri di pinggir karpet menatap Chanyeol, Baekhyun terbahak sedang Chanyeol merengut, "Diem kamu", gumam Chanyeol sambil melempar bantal ke arah Baekhyun, tapi seringai geli juga tampak di wajahnya.

Baekhyun menutup mulutnya agar tidak tertawa, "Kamu... kamu pakai baju ayah ya ?", tawa masih terdengar dalam suara Baekhyun, matanya menelusuri Chanyeol yang memakai training hitam dan kaos putih milik ayahnya yang agak kebesaran.

"Salah siapa coba?", Chanyeol merengut, "Aku ga nyangka bakalan di jebak penyihir kecil buat nganter dia pake motor, padahal aku bawa mobil, lalu diterjunkan ke tengah hujan deras dan parahnya ga boleh pake jas hujan, padahal jas hujannya ada di bagasi", Chanyeol melambaikan tangan mengajak Baekhyun duduk di sebelahnya, "Aku ga bawa baju ganti."

Baekhyun terkekeh, lalu duduk di sebelah Chanyeol di sofa matanya menatap sekeliling, "Taeyeon di mana?"

"Bikin kopi, bentar lagi juga dateng."

Dan benar, Taeyeon datang beberapa saat kemudian membawa nampan berisi kopi, Chanyeol langsung berdiri dan meraih nampan itu dari tangan Taeyeon, "Berat tau, harusnya kamu teriak aja dari dapur, biar aku yang bawain."

Taeyeon hanya tersenyum lembut menatap Chanyeol.

Setelah meletakkan kopi di meja, Chanyeol duduk lagi di sofa, agak jauh dari Baekhyun dengan Taeyeon bergelung dalam pelukannya, mereka diam menonton TV sedangkan hujan masih turun dengan derasnya di luar.

Baekhyun menatap tangan Chanyeol yang merengkuh pundak Taeyeon lalu mengalihkan pandangannya. Dingin, Baekhyun memeluk dirinya sendiri, lalu matanya mengarah pada hujan deras yang tampak dari jendela.

Apa sebenarnya mau kamu Baekhyun? Hati nuraninya menderanya, Tega-teganya kamu berselingkuh dengan pacar kakak kembarmu sendiri. Kalau sekarang kamu harus menanggung kepedihan melihat kemesraan mereka, itulah hukuman buatmu.

"Baekhyun." suara Taeyeon menggugah Baekhyun dari lamunannya, dia tergeragap dan menatap ke arah pasangan itu. Chanyeol tampak cemas menatapnya dari atas kepala Taeyeon.

"Kok kamu malah melamun? Hayoo diminum dulu kopinya", Taeyeon melepaskan diri dari pelukan Chanyeol dan mengambil secangkir kopi di meja, menyerahkannya kepada Chanyeol yang langsung menerimanya tanpa bertanya.

Dengan patuh, Baekhyun mengambil kopi dan meminumnya, mengernyit sedikit karena rasanya begitu manis, "Tadi papa nanyain kamu, Chan", Taeyeon memulai percakapan, menyandarkan diri lagi di lengan Chanyeol.

"Hmm... Kenapa?", Chanyeol masih berkonsentrasi menyesap kopinya.

"Tentang rencana pertunangan itu, aku udah bilang ke papa kalau kita berencana bertunangan segera setelah aku di wisuda, tapi tadi papa bilang, kenapa tidak sekarang saja toh kita udah pacaran lama dan keluarga udah kenal dekat."

Baekhyun dan Chanyeol tersedak kopi bersamaan. Taeyeon langsung tertawa geli melihatnya, "Kalian ini yaa... Bisa-bisanya barengan gitu, hati-hati dong!"

Baekhyun mencoba tersenyum dan langsung memalingkan muka, berpura-pura menatap televisi, sedangkan Chanyeol meletakkan kopinya sambil menatap agak resah ke Taeyeon,

"Yah... Kita tunggu hasil pembicaan sama ayah kamu ya", gumamnya akhirnya.

Taeyeon tertawa, "Ya, aku udah nggak sabar mau jadi tunangan kamu Chanyeol, aku udah ga sabar pakai cincin dari kamu."

Perkataaan yang menusuk hati Baekhyun dan membuat hati Chanyeol terasa sakit. Ironisnya Taeyeon sama sekali tidak menyadarinya.

.

.

Segini dulu yaa... aku nunggu review kalian baru lanjut lagi :)

Baydewey kayaknya cerita ini pake alur mundur deh sayy.. chapter-chapter yang akan kalian baca selanjutnya kayaknya merupakan Flashback masa lalu Baekhyun (Kurang lebih sama kayak Dating With the Dark) okeyyss...

Aku baca chapter-chapter awal kok ngerasa kayak bakal sad ending ya.. itu masih KAYAKNYA ya gengss, KAAA YAAKKK NYAAAA! Semoga aja ngak :) *berdoa dimulai, grakk!*

See you next chapter!