R18! Smut

Romance, Drama, Angst, Tragedy

One Shot

Jeon Wonwoo X Kim Mingyu

Remake Manga Kimi no Naka Ni by Homura Jiko

.

Prolog

.

Penyesalan. Ada yang paling Jeon Wonwoo sesali di dunia ini. Dia, jatuh cinta pada sahabat masa kecilnya. Kim Mingyu. Orang yang juga dicintai oleh Kim Seolhyun; sahabatnya yang paling berharga.

Wonwoo, Mingyu, dan Seolhyun. Ketiganya adalah sahabat kecil yang tidak bisa dilepaskan. Di mana pun ia berada, pasti di sana ada Mingyu dan Seolhyun yang menemani Wonwoo si penyendiri.

Jatuh cinta pada Mingyu adalah sebuah kesalahan. Wonwoo sadar, tidak sepatutnya mempunyai perasaan seperti ini pada sang sahabat yang notabene seorang pria. Tapi apa yang mau dikata? Ia benar-benar jatuh cinta pada Mingyu, sejak mereka masih duduk di bangku elementary. Sejak Mingyu menolongnya dari bully-an yang dilakukan teman sekelas. Sejak Kim Mingyu mengatakan jika dirinya tidak akan pernah sendiri, karena ada dia yang menjaga Wonwoo. Dari sana, si surai coklat hanya memfokuskan pandangan pada Mingyu. Hingga berakhir jatuh cinta yang berakibat fatal.

Tapi Wonwoo sadar diri, cinta ini harus dihilangkan. Karena Seolhyun menyukai Mingyu, dan ia juga menyukai pria yang sama. Sebagai seorang sahabat baik yang mengerti jika dirinya dan Mingyu tidak bisa bersama, Wonwoo memilih menyerah. Dari pada dihujat oleh dunia, dan dikucilkan oleh kedua sahabat terbaik yang pernah dimiliki.

"Wonwoo-ya, bagaimana jika aku menyatakan perasaan pada Seolhyun? Apa kau tidak masalah dengan itu?" Tanya Mingyu ragu. Pria itu terlihat sangat gugup di depan Wonwoo. Seolah takut jika si surai coklat akan marah padanya.

Wonwoo terdiam. Tangan terkepal erat. Hatinya meringis sakit ketika kalimat berisi permintaan izin itu terlontar dari mulut Mingyu. Ya Tuhan, kenapa ini terasa sangat menyakitkan? Apa ini yang dinamakan patah hati sebelum perasaan terucap? Sakit sekali.

"Kenapa kau bertanya padaku?" Wonwoo balik bertanya sambil tersenyum tipis pada Mingyu. Tidak ingin memerlihatkan ekspresi patah hati yang diakibatkan sang sahabat.

"Karena kita adalah teman sejak kecil, Wonu-ya. Aku pikir, kau juga menyukai Seolhyun. Maka dari itu aku bertanya. Tidak ingin menyakitimu, jika kita mempunyai orang yang sama untuk disukai."

Wonwoo tersenyum kecut mendengar penuturan Mingyu. Menyakiti ya? Tanpa pria itu sadari, dia sudah menyakitinya sampai hancur. Seolah hati sudah tidak berbentuk lagi karena dihancurkan. Melupakan orang yang dicintai selama bertahun-tahun adalah hal yang sulit. Wonwoo tidak yakin bisa melakukan hal itu. Dia sudah terlalu mencintai Mingyu sedalam ini.

"Tidak," Wonwoo menolehkan pandangan. Enggan menatap Mingyu yang masih memberinya pandangan intens. "aku mempunyai orang yang aku cintai selama ini. Aku tidak menyukai Seolhyun."

Mingyu menghela napas lega mendengar jawaban dari Wonwoo. Senyuman lebar menghiasi wajah tampan pria itu.

"I'm glad, Wonu-ya. Kalau begitu aku akan menyatakan perasaanku, pada Seolhyun!" Seru Mingyu riang. Tangan pria itu terulur. Menarik tubuh Wonwoo ke dalam pelukan. Memeluk tubuh mungil si surai coklat erat, hanya untuk membagi kebahagiaan yang sedang diterima.

"Doakan aku, Wonu-ya." Bisik Mingyu pelan. Tanpa melepaskan pelukan itu sedikit pun.

"Hm." Wonwoo berdehem sambil membalas pelukan itu. Merekam semua kehangatan tubuh hangat Mingyu, sebelum pria itu menjadi milik Seolhyun.

Wonwoo hanya bisa berharap jika Tuhan dapat menghilangkan perasaan cinta ini pada Mingyu. Ia tidak ingin selamanya patah hati. Si surai coklat hanya bisa berharap semoga waktu dapat membuat perasaannya pada Mingyu menghilang.