MINE NOTE:

Waaahhhh udah berapa lama aku gak update cerita NH ~

Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku gak ngelanjutin chap MBIS?

Fix, yang MBIS itu aku terpaksa hapus karena takut ceritanya makin gak nyambung.

So, aku ganti dengan yang baru! *ngeluarin skrip New MBIS*

Tapi yang sebelum2nya (ffn MBIS yg lama) sebagian aku ambil lagi alias pungut kembali :v

Moga kalian suka dengan MBIS versi baru

Cekidot


MINAKO AND KITANE PROJECT

Present

(NEW) MY BOYFRIEND IS SIREN

Inspired from Webtoon "Siren's Lament" by Instantmiso

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pair: Naruto & Hinata

Genre: [Romance, Fantasy] Drama

Warning: AU, TYPO (hanya sedikit mungkin ._.), alurnya kecepetan, ceritanya makin gaje, OOC dan lain-lain

DLDR, Happy Reading


Chap 1: Sebuah Prolog Sederhana


AUTHOR POV

Zaman dulu, orang-orang Yunani kuno percaya dengan mitologi-mitologi yang beredar, misalnya saja Siren.

Siren merupakan makhluk mitologi yang dipercaya karena ia suka mengganggu dan juga dikabarkan kapal-kapal yang berlayar sering dibuat tersesat oleh Siren dengan cara ia menyanyikan lagunya sehingga awak kapal akan dibuat terlena oleh suara merdunya.

Seorang gadis tengah menutup buku tentang mitologi Yunani yang ia baca lalu mengembalikan buku itu ke dalam rak buku.

Kalian pasti bertanya-tanya gadis itu ada dimana?

Ya, dia berada di sebuah perpustakaan kota.

Awalnya gadis itu ingin sekali membawa buku itu melanjutkan membacanya dirumah tapi dia ragu.

Setelah berpikir panjang akhirnya gadis itu mengambil buku itu lagi dan berjalan menuju meja reception guest.

"Emm maaf, a-apa boleh aku meminjam buku ini?" tanya gadis itu kepada seseorang dibalik meja sembari meletakkan buku.

"Tentu saja, Hinata. Tanpa kau pinjam pun kau boleh memilikinya" candanya.

Gadis yang bernama Hinata terdiam dan kemudian dia terkekeh pelan mendengar canda seseorang yang didepannya.

"K-kau serius?" tanya Hinata.

"Aku bercanda, nona muda. Baiklah dua minggu jangan lupa untuk mengembalikannya ya" ujarnya sembari menulis.

"I-iya" jawab Hinata.

Lalu orang itu memberikan buku kepada Hinata.

"Tumben kau meminjam buku mitologi Yunani" terangnya.

"Aku hanya penasaran dengan isi bukunya, Tenten-nee" ujar Hinata sambil melirik cover buku yang ia bawa.

"Ya ya, gadis kutu buku yang manis" ejek Tenten.

"Ya sudah deh, aku harus pulang dulu. Jaa Tenten-nee" ucap Hinata kemudian dia membuka pintu dan menghilang dibalik pintu.


M B I S


"Tadaima" salam Hinata sembari membuka pintu rumah.

Namun penghuni rumah tidak ada yang menyambut kedatangannya.

Ah aku baru ingat, Hinata memang tinggal sendiri, tidak juga.

Dulu dia tinggal bersama kakaknya, Neji.

Karena kakaknya sudah menikah dan memiliki rumah sendiri, akhirnya Hinata sendiri yang menempatinya.

Hinata berjalan masuk kedalam rumah dan menapaki papan-papan panjang yang akan membawa dirinya ke salah satu ruangan yaitu kamarnya.

Langit pun berganti suasana dari sore yang tidak terlalu panas menjadi malam yang dingin.

Hinata yang selesai berganti baju dari casual menjadi memakai piyama berwarna lavender tengah bersiap-siap untuk tidur.

Tapi tubuhnya tidak bisa dibiarkan tidur, akhirnya Hinata pasrah dan menyambar buku mitologi yang ia pinjam tadi siang.

Ia berjalan ke balkon kamarnya yang menghadap kesebuah pantai.

Akan kujelaskan padamu, rumah Hinata terletak di pinggiran pantai di kota Konoha.

Hinata duduk di kursi balkon dan langsung ia membuka bukunya.

Saat ia tengah membaca buku, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu di tengah laut, melihat siluet manusia tapi hanya setengah badannya saja yang terlihat.

'Sedang apa orang itu disana?' tanyanya dalam hati.

Dan tak lama kemudian siluet itu melompat keluar dari air, menampakkan bawahnya yang menyerupai ekor ikan lalu menyemburkan diri kembali kedalam air.

Seketika ia mengucek-ngucek amethysnya saking ia tak percaya dengan apa yang ia lihat.

"No, it's impossible. Mungkin aku berkhayal. Sebaiknya aku tidur saja" ucapnya sembari menghibur diri.

Ia pun bangkit dari kursi sembari membawa buku tersebut dan kembali kedalam rumah.


M B I S


Hari sudah kembali pagi, suasana di sebuah universitas terkenal di Konoha cukup ramai.

Hinata tengah berjalan disebuah lorong panjang yang menghubungkan fakultasnya yaitu fakultas Sejarah.

Setelah ia sampai didepan gedung kampusnya, matanya melirik kearah seseorang yang ia yakini adalah orang yang dulu ia kagumi semenjak awal kuliahnya, rambut merah batanya yang mencolok walaupun tanpa alis diwajahnya, tampan, cerdas, kaya, dan tampilannya yang kece badai membuat kaum Hawa terlena, tak terkecuali Hinata.

Tapi hanya satu masalah yang membuat badan Hinata menjadi lemas adalah fakta bahwa orang yang ia sukai ternyata sudah punya pacar sejak kemarin.

Hinata pun tak sengaja berjalan kearah orang itu.

Seketika orang itu melirikkan matanya kearah Hinata.

"Oh Hinata. Ohayou" sapanya.

"Ohayou mo, Gaara-san" balas Hinata.

"Bagaimana kabarmu?" tanya pria merah yang dipanggil Gaara.

"A-aku baik-baik saja" jawab Hinata dengan nada sedikit lemas.

"Begitu ya. Oh ya aku harus pergi dulu" ujarnya lalu berjalan menjauh meninggalkan Hinata yang tengah berdiri mematung.

Hinata pun menundukkan kepalanya sembari mengepalkan telapak tangan kanannya.

'Aku harus tegar. Apapun yang terjadi aku tetap tegar' ucapnya dalam hati sembari menyemangatin diri.


M B I S


Waktu terus bergulir hingga tak terasa hari semakin sore.

Hinata berjalan lesu di atas trotoar jalan.

Bukan karena ia lelah dengan tugas banyak yang diberikan dosen melainkan ia tengah patah hati.

Pikirannya tentang Gaara sudah terhapus dari dalam memorinya namun Hinata belum bisa move on.

Ia terus berjalan dan sampai pada sebuah pantai didekat rumahnya.

Ia sekilas melirikkan matanya kearah laut dengan wajah muram lalu lanjut berjalan kearah rumahnya.

Hari berganti malam dan laut mengalami air pasang sehingga sebagian pasir pantai terendam oleh air asin laut.

Hinata tengah berada di balkon belakang rumah yang menghadap pantai.

Pemandangan malam di pantai sungguh indah sekali dibanding di sore hari berkat rembulan yang tengah bersinar terang disana.

Namun Hinata tidak peduli dan ia berjalan menapaki pasir pantai.

Entah apa yang ada dipikiran Hinata saat ia sudah berada di atas tebing jurang.

Ia berjalan ke ujung tebing itu dan tanpa berlama-lama ia terjun dari atas tebing menuju air laut yang dingin.

BYUUUURRRRR

Tenggelam dan makin tenggelam badan mungil itu, dirinya tidak bisa menghirup oksigen seiring ia makin tenggelam menuju dasar laut.

'Sebentar lagi aku akan mati. Sayonara, minna' ucapnya dalam hati kemudian ia menutup mata.

Tapi entah mengapa dirinya tidak sampai kedasar laut dan mengapa ada seseorang yang mendorong maksudku mengangkat dirinya ke atas permukaan air lalu meletakkannya di atas pasir.

"Uhuk uhuk.." ia batuk sebentar lalu tak lama kemudian ia menatap seseorang berambut pirang jabrik menatap balik kearahnya.

"Siapa kau?" tanya Hinata.


T.B.C


Hola hola

Maaf banget ya karena aku membuat kalian menunggu.

Segini aja dulu, besok liat aja nanti ya kan :v

Silahkan komen/kritik/review di bawah ini ya

Jangan nge flame loh ya

Kasian nih anak baru butuh dibelai :v

#plak

#salaMine