Di suatu hari yang sejuk, terlihatlah kedua sejoli sedang berjalan-jalan di wilayah Greenwood Lake Guild atau sebut saja area kastil Payon untuk suatu hal yang amat penting. Dimana Bintang sedang mencari masalah sementara Bayu tengah giat menjalankannya misi agung dari kepala suku. Di tengah perjalanan mereka melihat sesuatu yang hijau nan berterbangan dari kejauhan.

❝ Bay, itu apaan dah? ❞ Tanya Bintang sembari menunjuk kearah yang hijau berterbangan itu di area sekitar kastil Payon.
❝ Hah? Apaan? Yang mana, Bin? ❞ Tanya Bayu sembari mengamati ke kanan dan ke kiri.
❝ Di depan, Owl Baron! ❞ Bintang yang gemas segera mengarahkan kepalanya Bayu ke depan.
❝ GAK USAH BEGITU JUGA KALI! Iya! Gue liat kok! ❞ Dengan cepat Bayu segera menepis tangan milik Bintang dengan sangat keras. ❝ Ohh . . . Yang ijo itu. ❞
❝ Iya, itu apaan dah Bay? ❞
❝ Bentar, gue ambil Red Glasses gua dulu. Gak keliatan. ❞ Bayu mengambil Red Glasses dari inventory.
❝ Jiah, gue kira lu keliatan tadi. ❞
❝ Nah, sekarang baru keliatan! ❞ Kata Bayu sambil membetulkan letak kacamatanya. ❝ Oh yang itu. Itu sekumpulan lalat. ❞ Ujar Bayu semangat sambil menunjuk-nunjuk ke arah sekumpulan hijau yang berterbangan tersebut.
❝ Oh! Tapi kok kayaknya lalatnya pada gak nyantai, gitu ya? ❞ Bintang segera menyipitkan kedua matanya seraya memegang dagunya.
❝ Ya gak nyantai lah, Bin. Wong dia lagi terbang gitu. Masa dia lagi santai-santai. Ah elu, kadang suka bener dah. ❞ Bayu segera mengacungkan jempolnya tepat di depan wajah Bintang.
❝ Ya elah, berlebihan dah lu. ❞ Yang diacungi jempol hanya menatap datar temannya, ❝ Bukan itu maksud gua. Kok kayaknya dia ganas gitu ya? ❞
❝ Mungkin dia lapar kali. ❞ Dan Bayu mulai memprediksi alasan dibalik mengapa lalat yang dimaksud bisa menjadi ganas.
❝ Atau mungkin dia lelah? ❞ Bintang pun ikut menganalisis kondisi sang lalat.
❝ Kurang piknik bisa kali, ya? Kan banyak tuh orang kurang piknik tingkah ganas nya malah merajalela. ❞
❝ Bisa sih . . . Atau mungkin lalatnya lagi PMS kali? Kan banyak tuh, cewek kalau misalnya lagi PMS malah suka marah-marah gak jelas. Gak ada angin, gak ada hujan suka badai sendirilah. ❞
❝ Nah! Bisa jadi tuh, Bin. Encer juga otak lu kali ini! ❞ Giliran Bayu menoyor pipi Bintang.
❛ Apa salah Bintang, ya Odin. Tabahkanlah hati Bintang. ❜ Bintang hanya mengelus dadanya dengan tabah. Lalu setelah itu ia membuka suara terhadap pemikirannya, ❝ Ah! Atau mungkin dia itu laler ijo? ❞
❝ Ah, gak mungkin lah. Itu lalat ijo. ❞ Bayu pun membantah pemikiran Bintang.
❝ Kagak Bay, itu laler ijo. ❞
❝ Lalat ijo, Bin. ❞ Bayu tidak mau kalah.
❝ Laler! ❞ Begitu juga dengan Bintang.
❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞
❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞
❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞

Ya, begitu saja terus hingga mereka dijemput Lord of Death untuk menjadi penghuni Niflheim.

❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞
❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞
❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞

Seribu tahun kemudian . . .

❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞
❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞
❝ Lalat! ❞
❝ Laler! ❞

Krik,
krik,
krik . . .

❝ Oke, Stop! ❞ Bayu mulai angkat suara. Dia sudah muak ternyata dengan perdebatan antara lalat dengan laler. ❝ Itu tuh monster. Kelewatan banget kalau disamain kayak lalat ijo atau laler ijo biasa. Mari kita pikirkan monster lalat ijo atau monster laler ijo. ❞
❝ Still Chonchon kah? ❞ Bintang pun coba menebak, namun nampaknya salah pengucapan.
❝ Mungkin maksud lu itu Steel, bukan Still. Yakali, masanama momonnya ❛ Masih Chonchon ❜. Kayak nama acara aja, ❛ Masih di Niflheim ❜. ❞ Koreksi Bayu.
❝ Yeh, ngelawak aja lu upil Amon Ra. ❞ Bintang yang malu karena salah pengucapan hanya meledek ucapan Bayu.
❝ Yeh Anubis, gue disamain sama upil Amon Ra ya jelas bedalah. Yang lebih menawan tetap Bayu si High Priest yang tidak sombong, baik hati dan rajin menabung. ❞ Kali ini Bayu malah berpose dengan melipat kedua tangannya di depan dada. ❝ Siapa yang lagi buat lawakan dah? dikoreksi biar lebih baik kedepannya malah gak mau. Dasar manusia yang gak mau disamakan dengan napas Gopinich. ❞
❝ Apaan sih lu Bay. ❞ Dan Bintang menoyor pipi Bayu. ❝ Ye, kayak lu aja yang gak mau disamain sama upil Amon Ra. Gue disini gamau disamain sama napas Gopinich. Gue Bintang, jawara se-padang pasir Sograt yang ganteng, baik hati, rajin menabung, rajin mencuci kaki sebelum tidur dan rajin menggosok gigi dua kali sehari. ❞
❝ Gue kok jadi ilfeel denger lu ngomong. Terlalu kontradiksi. ❞
❝ Hah? Kontaminasi? Gue kan bukan makanan, Bay. ❞
KONTRADIKSI, MERMAN! HALAH, GUE SELEPET JUGA LU! ❞ Gemas + greget + kesal + marah menjadi satu di dalam diri Bayu.

Sabar Bayu,
sabar.
Ingat, ini ujian yang terjadi bila berteman dengan Bintang.

❝ Ohhh kontradiksi! Ngomong dong! ❞ Teman kelewat setan tingkahnya tuh begini. Bayu sudah menahan marah, bukannya minta maaf malah meresponi nya dengan santai.
❝ Tadi gue udah ngomong, setan! ❞ Dan benar saja, Bayu langsung menyamakan diri Bintang dengan setan. ❝ Lu menguji kesabaran gue aja dah. ❞
❝ Ya maap Bay. Lagian lu serius amat jadi orang. Hahahahhahaha! ❞ Ya, Bintang nya juga yang keterlaluan. Orang lagi serius dibercandain. Siapa yang tidak kesal? ❝ Yaudah deh yaudah. Kita balik ke topik sebelumnya. Nah, kalau bukan ❛ Steel Chonchon, ❞ dan pada bagian ❛ Steel ❜ disini Bintang menekankan pengucapannya dengan benar. ❝ lalu apa? ❞
Dragon Fly, mungkin? ❞ Bayu disini sembari berpikir hanya bisa mengangkat kedua bahunya.
❝ Bisa jadi sih, Bay. ❞ Bintang mengangguk setuju, namun wajahnya tidak tersirat demikian. ❝ Eh, tapi ada 1 monster lagi yang belum kita sebut. ❞ Tiba-tiba Bintang menunjukkan espresi yang misterius.
❝ Apa tuh? ❞ Dan Bayu pun disini dibuat Bintang untuk menerka teka-teki dibalik kemisteriusan diwajah sobatnya itu.
❝ Itu . . . ❞
❝ Itu? ❞
❝ Adalah . . . ❞
❝ Adalah? ❞
Beelzebub . . . ❞

JDER!
DUAR!

Suasana di wilayah Greenwood Lake Guild yang tadinya asri, damai, sejuk tiba-tiba menjadi suram dan penuh suara gemuruh di langit. Petir dan kilat saling melintasi langit.

❝ Oh . . . Belze . . . Belze doang . . . ❞ Dan disini Bayu hanya menanggapi nya dengan santai.
❝ . . . Lu . . . Emangnya gak takut . . .? ❞ Bintang pun terheran dibuatnya. ❝ Lah? Belze doang, kan? ❞ Bayu malah balik tanya.
❝ . . . Iya, kan tadi gue udah bilang. Jujur aja sih gue takut. Gak siap tahan badan gue ngadepinnya. ❞
❝ Hahahahahaha . . . Belze . . . ❞ Bayu malah ketawa.

Dan suasana menjadi semakin menyeramkan.

Namun, biarpun begitu tetap saja Fanfic ini tidak akan termasuk dalam kategori genre Horror.

❝ Bay . . . Wah mulai gak waras lu ya? Sekarang gue yang takut sama lu nih. ❞ Dan Bintang mulai mundur satu langkah.
❝ . . . ❞ Tatapan Bayu kosong, hanya menatap Bintang.
❝ Bay, asli sumpah gak lucu. ❞ Bintang malah tidak berani membalas tatapan Bayu.
❝ . . . Tunggu . . . Lu bilang . . . Apa? Sebelumnya. ❞
❝ Gak lucu, Bay! ❞ Teriak si Bintang.
❝ Bukan— Sebelumnya . . . ❞
❝ Hah? Apaan? Gila lu ya? ❞ Bintang yang bingung ingin rasanya menoyor kepala Bayu, tapi sayang keberanian tidak mencukupi, takut-takut malah Bayu yang menghabisi Bintang karena salah ucapan sebelumnya.
❝ Kagak, kutil Poring. Nama monsternya apa? ❞
❝ Jiah, lu bolot sama gila jadi satu dah. ❞ Responnya. ❝ Kan, gue udah bilang tadi. Prediksi nama monster yang ijo itu tuh. Yang mirip laler sama lalat MUNGKIN BEELZEBUB. Tau gak lu Beelzebub? Tau kan? ❞

JDER!
DUAR!

Oke, sekali lagi suara gemuruh kembali diperdengarkan.

❝ APA?! ❞

Ditambah dengan reaksi Bayu yang berlebihan sedemikian rupa.

❝ Gak usah sampai selebay itu kali, Bay. ❞ Bintang yang telah menganggap Bayu tidak gila melainkan hanya shock karena mendengar suatu prediksi atas nama monster yang namanya begitu muak diperdengarkan, dengan cepat segera menampar pipi Bayu.
❝ YA UDAH SIH, BIN. GAK USAH NGEGAS! KAYAK BENDAHARA GUILD AJA LU! ❞ Bintang menampar balik pipi Bintang.
❝ YEH! LU DULUAN YANG NGEGAS, KAMBING! ❞ Kesal karena dikira ❛ nge-gas ❜ akhirnya Bintang malah menampar balik pipi Bayu.

Ya, begini aja terus sampai Lord of the Death datang menjemput.

Dan berakhir kedua wajah mereka merah karena bekas tamparan masing-masing.

❝ Aaahhh! Sok tau lu, Bin! Gak mungkin lah itu Belze. Mana ada Belze disini. Belze kan di ❛ Pulau Tak Bernama ❜. ❞
❝ Ya, bisa jadi Bay. Emangnya orang gak bisa pake BDB? ❞
❝ Hmm . . . Iya sih, mungkin aja itu Belze. Tapi gerakan sayapnya tuh lebih lambat. Bisa jadi dia Dragon Fly. ❞ Jawabnya, seakan-akan ia tahu betul kecepatan gerakan sayap ataupun tingkah laku suatu monster.
❝ Ah elu. Siapa tau Dragon Fly nya berevolusi jadi Belze. Kan ga ada yang tau. ❞
❝ Iya sih. Tapi menurut gue tetep aja itu Dragon Fly. ❞
❝ Menurut gua sih Steel Chonchon. ❞
❝ Kok lu Steel Chonchon? Bukannya Belze? ❞
❝ Setelah gua pikir-pikir lagi, di Payon kan banyak laler ijo sob. ❞
❝ Ah iya dah terserah lu. Kita taruhan mau gak? Kalo gue bener. Lu kasih gue Divine Cross +10 sama Spiritual Ring. Gimana? ❞ Bayu mengusulkan ide taruhan tentu dengan senyum miring terhias di wajahnya.
❝ Oke, gua terima taruhan lu. Kalo gue bener lu kasih gue Thanatos Card sama Tao Gunka Card. Gimana? Deal ya? ❞ Begitu juga dengan Bintang yang nampaknya menyetujui usul Bayu langsung menyodorkan sebuah jabatan tangan.
❝ Deal. ❞ Bayu langsung menjabat tangan milik Bintang, pertanda setuju. ❝ Oke kita langsung ke TKP? ❞
❝ Hah? Apa maksud lu? ❞ Bintang pun terkejut dengan hal yang tiba-tiba ini.
❝ Kita mau buktiin kan? Ayo ke tempatnya. Kita hajar tuh monster yang kita gak tau namanya. ❞ Bayu segera menarik tangan Bintang.
❝ Dih. Kaga ah. Kita tunggu orang lewat aja. ❞ Dan Bintang segera menepis tangan Bayu.
❝ Takut ya? ❞ Bayu memperlihatkan sebuah seringai yang meledek Bintang.
❝ Kagak! Ngapain takut? Ayo dah kita kesana. ❞ Bintang yang kesal karena ditantang— Oh, ternyata bukan, melainkan kesal karena melihat seringaian Bayu yang nampaknya meledek dirinya ternyata ampuh membuat Bintang langsung berangkat ke tempat makhluk hijau nan berterbanga tersebut, sementara Bayu masih memperlihatkan seringainya tersebut.
❝ Tenang, kalo lu kewalahan gua bantu support kok. ❞

Dan kini sampailah mereka berhadapan dengan makhluk abstrak yang tak diketahui nama bahkan perwujudannya tersebut. Bintang segera menyiapkan ancang-ancang dimana Katar telah dipegang teguh olehnya, sementara Bayu berdiri tidak terlalu jauh dari tempat Bintang berdiri. Tentu untuk support. Sangat tidak mungkin bila seorang High Priest harus tahan badan.

Sonic Blow!
Heal!
Impositio gua, Bay. ❞
Impositio Manus!
Envenom! Sonic Blow!
Heal!
Sonic Blow!
❝ Eh sob, ini Belze kali. Kok gak mati-mati? Gue herman dah. ❞
❝ Sabar lah, jangan terus nyebut nama sesepuh kita si Herman itu, kasihan nanti dia bersin. ❞

Dan benar saja di suatu tempat,

❝ Hatchi! ❞ Seorang stalker dari Guild sebelah pun bersin tiba-tiba.
❝ Man, lu gapapa? ❞ Dan temannya seorang Professor segera menyodorkan selembar tissue.
❝ . . . Gue tiba-tiba keinget sama si duo setan dari XRion! Rasanya mood gue yang bagus langsung hancur! Kalau ketemu gue bakal remukkin tuh dua! ❞

Dan kembali lagi pada Bintang yang sedang berusaha untuk menghabisi sang makhluk hijau.

❝ Kapan matinya dah? Pegel banget tangan gue. ❞ Bintang mulai merasakan pegal di beberapa bagian tangannya. Ya tentu pegal karena telah 15 menit dia habiskan untuk menyerang musuh tersebut.
❝ Ya, nanti juga mati. Mungkin ini Dragon Fly, kalo Steel Chonchon udah pasti mati lebih dulu. ❞ Balas Bayu,❝ Heal!
Sonic Blow! Eh Bay, lu gila? Ini tuh gak mati-mati, padahal udah gue Sonic Blow! ❞
❝ Ya nanti juga mati. ❞

Spiral Pierce!

Heal! Heal!
Envenom! Sonic Blow! Beh, Gila! Lu liat sendiri kan, Bay? Sejak kapan Dragon Fly bisa Spiral Pierce? ❞ Dan Bintang mulai panik.
❝ Sejak tadi. ❞ Bayu malah santai menanggapi Bintang.
❝ Firasat gue gak enak. Kayak nya ini Belze dah. ❞
❝ Ya kita tungu dan lihat aja nanti. Kalo Belze dia pasti berubah gede kok. ❞

Metamorphosis!

Terkadang, ucapan High Priest itu selalu terjadi dalam sekejap mata.

❝ Bener kata lu, Bay! Ini mah gila namanya! Ternyata beneran Bel— ❞ Ketika Bintang menoleh kearah kebelakang, ternyata Bayu telah melarikan diri dari amukkan sang boss monster. ❝ Bah, kurang ajar si Bayu. Gue ditinggal sendirian disini. ❞ Dan Bintang pun mau tidak mau harus kabur juga sebelum darahnya dihisap oleh sekumpulan Hell Fly yang merupakan anak buah dari Beelzebub atau bahkan dihabisi oleh Beelzebub itu sendiri. ❝ Back Slide! Back Slide! Back Slide! Back Slide! Back Slide! Back Slide! Back Slide! Back Slide! Back Slide!— ❞

Brukkk!

❝ Aduh! ❞ Spontan Bintang berteriak karena jatuh menabrak sesuatu dari belakang.
❝ Wadaw! ❞ Dan sesuatu yang ia tabrak ikut berteriak.

Tunggu . . .
Sesuatu . . .
Berteriak . . .

Hey! Ternyata suara sesuatu yang berteriak tersebut adalah suara milik Bayu

❝ Woi napas Gopinich! Kampret lu ya, ninggalin gue sendirian! Minta gua Sonic Blow lu ya? ❞ Bintang segera mengarahkan Katarnya ke depan leher Bayu.
❝ Marah nya di Payon aja. Itu si Belze lagi lari deketin kita. ❞ Bayu yang sebelumnya terjatuh segera bangkit berdiri dan lari tanpa menghiraukan ancaman sobatnya.
❝ Kabur, woi! ❞ Bintang pun segera bangkit berdiri dan ikut berlari pula.
❝ Tanpa lu suruh kabur, gue juga udah kabur. ❞ Balas Bayu.
❝ Emang lu bener-bener High Priest paling kurang ajar se-Rune Midgard yang ninggalin sobatnya dalam keadaan yang hampir merenggut nyawa. ❞
❝ Bodo amat, yang penting selamet. ❞
❝ Oh lu mau selamet? ❞ Bintang yang masih dalam pelariannya merogoh saku untuk mencari biskuit bertuliskan Selamat di depannya yang baru saja diberikan oleh Gilang, ketua Guild nya. Lalu setelah ditemukannya, Bintang pun menyodorkan biskuit Selamat itu kepada Bayu. ❝ Nih gue kasih biskuit selamet dah. ❞
❝ Bodo amat, setan! Kesel banget gue punya temen kayak lu! ❞
❝ Lah, gue gak salah kan? ❞ Tanya Bintang dengan ekspresi yang bego dan polos menjadi satu.
❝ Iya aja dah biar gak ribet. ❞ Respon Bayu yang sudah capek fisik karena harus menghindari kejaran raja lalat ditambah capek hati karena harus meladeni Bintang.

Tringg . . .

Kaki merekapun menginjakkan portal menuju kota Payon dan akhirnya kita sampai di kota Payon. Dan disitulah pertengkaran mereka kembali dimulai.

❝ Akhirnya sampai juga . . . ❞ Bayu segera duduk di atas jembatan seraya mengatur nafasnya.
❝ Heh, kampret. Gue masih dendam sama lu nih. ❞ Lagi, Bintang kembali mengarahkan mata Katar ke hadapan Bayu.
❝ Weits Bin, sabar dulu nih. ❞ Kaget sih gak. Cuma kan lagi atur nafas, makum namanya juga baru bebas dari kejaran maut.
❝ Sabar, sabar! Kagak bisa! Abis kesabaran gue sekarang. Kurang ajar lu ninggalin gue tadi. Untung belom diabisin sama si laler itu. ❞ Tatapan Bintang menjadi membara seperti api yang menyala di Thor Volcano.
❝ Ya, kan intinya lu sekarang di Payon dengan keadaan selamat kayak biskuit Selamat yang lu tawarin tadi. Lagian napas lu masih gak teratur. Santai dulu aja kali, Bin. ❞
❝ Gak ada santai-santaian! Tetep aja gue gak terima perlakuan lu dengan lu ninggalin gue tadi! ❞
❝ Halah, gaya lu, Bin, Bin. Pake ❛ gak terima ❜ segala. Kayak banci aja lu yang ga terima digodain cowok yang mau nya ngegodain doang. ❞ Lagi Bayu pun menyeringai.
❝ Kurang ajar lu sekarang ngatain gue banci. Minta gua tebas, hah? ❞ Bintang semakin mendekatkan mata Katarnya pada wajah Bayu.
❝ Weits sob, sabar lah. Gue kan cuma kidding. ❞ Takut sih gak. Cuma, keringat dingin terus mengalir melalui dahi dan pipi Bayu.
❝ Kidang, Kiding, Kidang, Kiding. Muka lu kayak jam dinding. ❞
❝ Hahaha . . . ❞ Dan tawapun lolos dari celah mulut Bayu saat mendengar celotehan temannya yang sedang kesal itu.
❝ Ketawa lagi lu! Gak lucu! Gue bukan pelawak! ❞
❝ Tapi lu kayak pelawak, Bin! ❞ Ungkap Bayu dengan sejujur-jujurnya.
❝ Tau ah! Gue gak mau taruhan sama lu. Apes gua. ❞
❝ Gapapalah. Gak ada yang menang ini sih. ❞
❝ Harus nya tuh tadi gue pilih Belze aja ya, biar gue dapet Thana Card sama Tao Card. ❞
❝ Haha, itu derita lu, Bin. Kurang beruntung. ❞ Bayu pun segera bangkit berdiri dan menepuk-nepuk pundak Bintang disertai senyuman (yang dibuat-buat) yang nampaknya seperti malaikat. Lalu Bayu pun pergi meninggalkan Bintang.
Bintang yang kesal merasa ditinggal dua kali segera mengikuti Bayu. ❝ Lu mau kemana? ❞
❝ Gue mau laporan dulu sama Gilang. ❞
❝ Yaelah, laporan mah bisa nanti. Yang penting ganti rugi dulu mah, bisa kali. ❞
❝ Gak bisa. ❞
❝ Kurang ajar! Lu gak tau YGG Berry gue habis gegara lu ninggalin gue? Jadinya gue harus mempertahankan hidup tanpa ❛ Heal ❜ dari lu dengan YGG Berry milik gue. ❞
❝ Ga. ❞ Jawabnya secara singkat, padat dan sangat jelas.
❝ Karena lu gak tau makanya gue kasih tau biar lu tau. ❞
❝ Gue gak mau tau, sob. Intinya gue mau laporan dulu ke Gilang. Increase Agi! ❞ Setelah casting Increase Agi, Bayu semakin mempercepat jalannya.
❝ Bay! Gantiin dulu! Gue juga gak mau tau! Lu tau sendiri YGG Berry mahal. ❞
❝ Ya kalau mahal jangan dibeli lah, cari sendiri aja. ❞
❝ Gak mau! Gue maunya lu gantiin! ❞
❝ Ogah! ❞
❝ GANTIIN GAK! ❞ Bintang disini mulai nge-gas.
❝ Kalau gue bilang gak, ya gak! Lu denger gak? ❞ Bayu mulai sewot. Dia benar-benar capek menghadapi Bintang.
❝ Gak, gue gak denger. ❞
❝ Tapi, lu gak denger tapi meresponi pertanyaan gue? ❞
❝ Bodo! ❞

Bersamaan dengan itu.

❝ Eh, mereka berdua kenapa sih? ❞ Sebuah pertanyaan meluncur dari seorang Wizard wanita.
❝ Gak tau, udah ah. Gak usah diperhatiin. Gak ada faedahnya. ❞ Sahut sang Priest wanita pula.
❝ Mereka berdua tuh kalau udah debat gak ada abis nya. Cabut yuk. ❞ Jawab Blacksmith yang bergender sama.
❝ Yuk. ❞ Dan para ketiga wanita yang tadi memperhatikan tingkah Bayu dan Bintang segera pergi sehingga melewatkan drama yang menurut para warga Payon sekitar sangat menyenangkan untuk disimak.

Kembali ke Bayu dan Bintang

❝ BINTANG STOP! ❞ Dan Bayu yang telah kehilangan kesabarannya malah melarikan diri dari Bintang. ❝ JANGAN BIKIN MALU GUE! CUKUP LU AJA YANG MALU-MALUIN DIRI LU SENDIRI! ❞
❝ GAK MAU! GUE MINTA GANTI RUGI DULU! ❞ Bintang juga tidak kalah cepat mengejar Bayu. Apapun demi YGG Berry yang telah terbuang sia-sia demi taruhan percuma mereka.
❝ IYA, IYA GUE GANTI! TAPI LU GAUSAH PAKE TERIAK-TERIAK JUGA KALI! JADI BANYAK YANG LIATIN KITA! ❞
❝ YAH UDAH SIH, YANG LIATIN KITA CEWEK-CEWEK INI! MUNGKIN SUKA KALI! ❞
❝ SERAH LU DEH, BINTANG! KESEL BANGET GUE SAMA LU! ❞ Bayu mulai naik darah, bung!
❝ GUE GA PEDULI MAU LU KESEL SAMA GUE ATAU GAK, POKOKNYA GANTIIN DULU! ❞

. . .

Dan mereka berakhir saling kejar-kejaran hingga keliling kota Payon dimana para warga setempat masih dengan setia menikmati adegan kejar-kejaran serta teriak-teriakan mereka.


POJOK PENULIS :

Saia bingung mau nulis apa di Pojok Penulis kalau boleh jujur. 「(゚ペ)
Tapi saia harap bagi para readers, semoga suka dan merasa terhibur dengan cerita saia, soalnya saia pribadi jadi ikut bahagia. ∠( ᐛ 」∠)_

Oh iya, yang sempat bingung. Jadi ini kisah 2B ini benar-benar terjadi di salah satu Private Server buatan teman baik saia, yang pastinya teman saia si pembuat Private Server itu bukan si Bayu. Dan si pembuat Private Server ini hanya bertugas menjadi GM, dan pemantau player pada saat itu.
Private Server nya pun tidak dapat saia sebutkan namanya, yang pasti sebagai rasa terima kasih saia telah diijinkan mengambil latar daripada Private Server ini, soon akan saia cantumkan peran GM yang sangat penting bagi kelancaran hidup para penghuni server. (。•̀ᴗ-)✧

Nah, kembali ke pokok permasalahan, jadi ini cerita Bayu saat menjalankan misi dari sang Ketua Guild yang tentunya untuk memata-matai para musuh yang hendak menyerang kastil kami. Nah, saia sendiri diajak untuk ikut serta. Tapi sayangnya, berkat gangguan Server, beberapa nama monster menjadi hilang, atau tidak muncul saat kita menghadapi monster. Kan biasanya ada tuh, kalau Poring, bawahnya suka ada nama. Nah ini namanya gak ada. ( °͈▵°͈)

Terus kita taruhan itu Steel Chonchon, Dragon Fly atau Beelzebub tuh. \(;´□`)/
NAH, yang paling cakep nya lagi, ketiga monster itu bentuknya sama semua. ( ´•̥̥̥ω•̥̥̥` )

Thank you readers~! (`・ε´-ゞ)