Flaky Love Story

Perkenalkan namaku Flaky, yah itu saja. Aku adalah salah satu dari warga di Happy Tree Town ini.

Kisah didalam cerita ini menceritakan tentang kisah cinta ku kepada seseorang yang telah lama kusuka, walaupun banyak perbedaan diantara kami, aku akan tetap selalu menunggunya untuk mendengarkan isi hatiku...

Kisah ini pertama kali diawali dengan pertemuan tak terdugaku dengannya..

Saat itu..

...

"Uuh.." kesal seorang gadis muda yang tak mampu menggapai balonnya yang menyangkut di salah satu ranting pohon yang tinggi diatasnya, entah bagaimana ceritanya ia bisa memanjat hingga ke bagian atasnya tanpa memikirkan kemungkinannya akan jatuh, tangan kecil itu masih saja menggapai-gapai benang yang mengikat kuat oksigen didalam balon itu.

"sedikit lagi...ayolah.." ucapnya sedikit demi sedikit hampir menggapai benang yang selalu saja terbang jika ada angin lewat itu.

"dikit lagi..."

"ayolah.."

KRRAAKK!

Duuarr!

"Kyaaaa!"

Salah satu dari ranting tersebut jabuk dan tak kuat menahan beban berat dari Flaky dan langsung patah karenanya, sehingga saat ini dia jatuh kebawah tanpa membawa balon yang ia rela-relain untuk mengambilnya ternyata pecah karena tusukan salah satu ranting yang patah. Karena tak ingin melihat apa yang menunggunya dibawah sana, ia pun memajamkan kedua matanya rapat-rapat saat setelah jatuh dari ketinggian 10m ini dan berteriak menjerit sekeras yang ia bisa, agar berharap ada yang menolongnya.

DUUAGH!

"Akhh!"

Saat ini dirinya telah merasakan daratan, walaupun rasanya sakit tertimpa sesuatu di tanah ini, tapi mengapa... mengapa aku tidak langsung pingsan? Aku kan habis jatuh dari ketinggian yang hampir sama dengan tingginya rumah nenekku, tapi kenapa bisa? Pikirnya dalam hati dan perlahan ia membuaka matanya, dan melihat ke kedua tangannya terlebih dahulu, dan benar saja, tak terluka sama sekali. Tetapi terasa perih dibagian lutut, dan saat ia melihat seseuatu yang ia duduki, yang dikira tanah keras dan kotor oleh Flaky dan ternyata adalah..

Seseorang!

Aku menjatuhi seseorang!

Bentaknya dalam hati, dan langsung cepat-cepat mendirikan tubuhnya. Yap, seperti biasa ia langsung panik dan berputar-putar untuk berpikir, bagaimana caranya membawa seorang lelaki yang bahkan lebih besar darinya

"Duh, bagaimana ini?" ucapnya gelisah sambil berputar-putar dan menggir beberapa jari kukunya, saat ini ia mungkin bisa merasakan deguban jantungnya yang amat cepat dan tubuhnya yang bergetar hebat.

"uh~" orang tersebut terbangun dari ketidaksadarannya yang barusan, sambil memegang kepalanyayang kemungkinan besar itu melayang-layang diudara.

"Eng... ma..maaff...ya, Flaky nggak sengaja. Maaf..ya..." Ucap Flaky terbata-bata dihadapan orang tersebut, yang membukakan mata hijau emerlap miliknya dan sejenak membuat Flaky terpaku dan tenggelam di dalam tatapan mata tajam nan indah tersebut.

"Hah... makanya kalo manjat itu hati-hati, jadi siapa yang repot sekarang kan?" katanya yang langsung berusaha untuk mendirikan tubuhnya dan bisa terlihat perbedaan tinggi badan diantara mereka yang jauh sekali.

Rambut hijau yang berkilau diterpa angin yang berhembusan, lalu bisa terlihat matanya yang menatap tajam kearah Flaky saat ini, wajah tirus nan tegas dan dilengkapi dengan hidung mancung yang makin melengkapi wajahnya. Tubuhnya yang tinggi dan terlihat berisi dibalik baju hitam dan seragamkemiliteran yang ia kenakan saat ini. Benar-benar keren..

Sejenak pipi Flaky merona melihat lelaki tinggi dan gagah dihadapannya sekarang.

"Oy! Kau dengar tidak?" ucap pemuda yang belum diketahui namanya ini menyadarkan lamunan Flaky, membuatnya tersadar akan bumi yang dipijakinya sekarang.

"hah?oh!, a..anu.. Flaky mi..minta maaf ya.." ucap Flaky terbata-bata sambil menundukakan wajahnya karena malu dan merasa bersalah setelah perbuatan yang tak sengaja ia lakukan tadi. Bisa terdengar suara hembusan nafas berat yang ia keluarkan dari kerongkongannya, lalu suara sepatu itu terdengar berjalan mendekati gadis kecil pemilik rambut merah ini dan berhenti tepat dihadapan gadis kecil ini. Ia pun menyamakan ketinggiannya dengan berjongkok dihapan Flaky yang membuat Flaky tersentak kaget karena perbuatan laki-laki berseragam ini.

Lalu, lama-kelamaan laki-laki berseragam ini mulai tersenyum kearahnya dan malah membuat kedua pipinya Flaky nge-blush tak karuan.

"lain kali usahakan untuk tak melakuakannya seorang diri ya, pastikan kau bersama dengan orang dewasa, mengerti?" ucapnya perlahan sambil memegang kedua pundak gadi kecil bernama Flaky ini, dan dibalas tiga kali anggukan oleh Flaky, saat itulah air mata Flaky mulai menetes karena sudah tak terbendung lagi.

"sudah-sudah tak usah menangis, kan kau yang menindisku, masa kau yang nangis?" ucapnya pelan dan perlahan menghapus air mata dikedua pipi FLaky

"Hey Flippy! Ayo cepat nanti kita telat!" teriak seseorang dari kejauhan yang mungkin sedang memanggil laki-laki berseragam dihadapan Flaky saat ini.

"oh, ya! Sebentar aku kesana!. Nah, ingat ya gadis kecil, jangan melakukan hal itu lagi seorang diri mengerti? Aku harus pergi dulu, bye." Ucapnya yang langsung menyusul temannya siatas bukit hujau itu sambil melambai-lambaikan tangannya kepada Flaky dan dibalas olehnya.

"ingat ya!jangan sendirian!" teriaknya dari kejauhan dan dibalas anggukan dan lambaian oleh Flaky dari bawah pohon, lalu laki-laki berseragam itu hilang bersama dengan temannya di balik bukit.

Laki-laki berseragam..

Itu..

Bernama Flippy.

...

Yap , begitulah cerita singkatku tentang pertemuan pertamaku dengannya, saat itu umurku masih 10 tahun dan ia 15 tahun. Karena saat itu masih perang dingin antara negara dan mewajibkan anak laki-laki didesaku yang sudah berusia remaja untuk mengikuti wajib militer, Itu mengapa ia sudah mengikuti wajib militer saat itu. Dan aku tak bertemu dengannya selama hampir 5 tahun. Yah, begitulah umurku sudah hampir genap 15 tahun sekarang, dan dia mungkin.. 10...18.. yah kira-kira 20 tahun.

Sudah sangat lama aku tak bertemu denganya, hingga akhirnya teman-temanku berkata bahwa cintaku ini bertepuk sebelah tangan. Jadi mereka mengajakku utuk menyukai orang lain yang jauh lebih muda dan lebih meyakinkan daripada orang yang kusuka bernama Flippy ini.

Orang yang mereka maksud ini adalah seorang yang terkenal dikota kami, baik dan suka menolong. Memiliki wajah yang tampan dan umurnya pun baru menginjak 17 tahun , walaupun banyak kelebihan dibalik orang yang katanya kuat ini, tetapi entah mengapa aku sama sekali tak tertarik dengannya.

Aku hanya tertarik kepada... kepada..

Terlihat dibalik sinaran cahaya biru dan ramainya orang-orang yang mengerumuninya, rambut itu... setelah menunggu selama lebih dari lima tahun aku bisa melihat rambut hijau yang menenangkan itu, rambut yang sangat kurindukan...

.

.

.

Itu dia...

Flippy.

cinta pertamaku!

Yang ada dibalik keramaian orang yang mengerumuni Splendid yah, bisa dibilang kumpulan fannya yang fanatik.

Kaki ini spontan langsung berdiri yang berharap untuk tak menyianyiakan kesempatan yang ia tunggu selama 5 tahun setelah pertemuan pertamaku dengannya.

"hey Flaky kau mau kemana? Disitu bahaya? Oy!"

Tak kudenagrkan pringatan temanku ini dan Langsung kumasuki keramaian yang memuakan ini, menerobosnya seakan aku ini fans beratnya, entah mengapa kekuatan otot-otot ku ini selaras dengan dorongan hatiku yang sangat-sangat ingin bertemu dengannya.

Semakin dekat aku dengan rambut yang menghiasi kepala tersebut semakin terlihat tubuhnya yang tinggi.

"Tuan tentara! Tuan tentara!" teriakku berharap ia mendengar suara dari penggemar beratnya ini

Semakin dekat dengannya maka semakin kuat pula dorongan dari para fans Superhero ini, hingga suatu insiden terjadi..

Kakiku ini tersandung oleh keramaian orang-orang yang tak kukenal, saat aku terjatuh.. aku menghilangkan rambut itu dari pandanganku, mungkin saat ini aku hanya bisa mendapatkan kekecewaan dan rasa malu yang luar biasa piikirku dalam hati. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya..

"apa kau tidak apa-apa?" ucap seseorang yang saat ini memegangiku agar tak tersungkur ditanah yang kotor dipijakanku saat ini. Laki-laki dari suaranya. Aku berharap itu adalah DIA!

Setelah kulihat wajahnya betul-betul ternyata itu adalah...

Splendid, sang Superhero yang sama sekali tak membuatku kagum.

Aku pun langsung berdiri dan sedikit merapihkan bajuku, bisa kulihat semuanya terdiam. Karena canggung berada di tengah-tengah kermaian seperti ini, aku pun..

"Um... maaf ya." Ucapku untuk membuang rasa maluku,dan langsung cepat-cepat pergi dari kermaian tak berarti ini.

"hey tunggu dulu! Hey kau perempuan berambut merah! Hey!"

Aku bisa mendengarnya memanggiku dengan nama aneh itu yang langsung tenggelam didalam keramaian para fansnya yang mulai memanas lagi. Aku pun melanjutkan untuk mengejarNYA.

Perjalananku ini akhirnya berhenti disebuah perumahan militer yang khusus dibuatkan untuk para tentara baik yang masih aktif ataupun yang sudah pensiun. Tapi komplek tentara ini bisa dibilang terlalu besar untuk seorang gadis kecil yang tak membawa apa-apa sepertiku.

"ah.. kaya apa ini.. aku ada dimana?" takutku sambil menyusuri jalan yang sama sekali tak pernah ku pijaki ini.

Karena tak tahu mau ngapain, akupun berhenti dipinggir jalan dan entah mengapa air mata yang mengalir dikedua pipiku menggambarkan perasaanku saat ini.

Aku yang tak bisa menahan isakan tangisan ini hanya bisa terduduk lesu di pinggir jalan dan berharap tak ada seorang pun yang menyadariku kebradaanku saat ini.

Inginku berhenti menangisi hal yang sebenarnya tak menyedihkan ini, tapi malah dianggap serius oleh kedua mata beriris coklat gelap ini.

Detik pun berlalu begitu cepat dan menit yang melewatinya seperti aliran air sungai yang tiada hentinya. Hingga tanpa sadar aku sudah menangis beberapa jam di perempatan kompleks tentara ini.

Hingga akhirnya tnagisan ini terhenti karena sebuah tangan yang terasa dingin di bahuku, yang menyadarkanku dari sunia alam bawah sadarku.

"hey, apa kau tidak apa-apa?"

Suaranya itu, aku mengenalnya. Apakah itu tuan tentara?

Dengan semangat kutoleh asal sura yang berasal dari belakangku. Dan benar-benar sangat membuatku..

Kecewa.

Karena itu bukanlah 'dia' yang kucari, tapi malah superhero yang mau dijodohkan oleh temanku tadi. Ya, Splendid namanya.

"eng, aku tidak apa-apa." ucapku sambil mengusap kedua pipiku yang penuh dengan bekas air mata ini.

"apa kau yakin?" tanyanya yang bisa terlihat ekspresi khawatir yang ia keluarkan dari wajahnya.

"eng." Angguku sambil menutupi setengah wajahku di balik syal merah yang kukenakan saat ini.

Aku pun beranjak meninggalkannya, dan terserahlah mau jalan kemana yang penting aku menjauh dari 'orang ini' , tapi ia malah mengikutiku dari belakang, kupercepat langkahku semakin cepat dan ia pun juga masih mengikutiku, aku bisa mendengar suara langkah kakinya yang menggunakan sepatu kets itu. Karena tak sabar, aku pun berlari dengan cepat dan memperlebar langkah kaiku.

Suara jantungku yang tak beraturan dan bisa kurasakan tegang diseluruh tubuhku, seperti dikejar oleh orang baik yang ingin menolongku.

Semakin cepat ku berlari, semakin cepat pula kakinya yang panjang itu berjalan diatas batu-batu yang tersusun rapi dibawah kakiku ini, hampir aku putus asa untuk berlari darinya... hingga akhirnya..

Ada sebuah pohon yang tinggi dan lebat disamping jalan, tanpa pkir panjang aku pun langsung memanjat pohon itu tanpa pikir panjang dan entah mengapa aku bisa selincah ini menggapai dan memanjatkan kakiku di dahan-dahan pohon yang sudah berumur tua ini.

"Nona berambut merah!"

Itu suaranya! Ia tepat berada dibawah pohon ini. Sambil menolehkan kepalanya kikiri dan kekanan, tanpa beranjak dari tempatnya saat ini.

"kau dimana?!.. perasaan tadi dia lewat sini." Ucapnya sambil mengingat kembali kejadian saat mengejar nona berambut merah sebelumnya.

Aku yang memperhatikannya dari atas pohon, hanya dapat membungkam mulutku rapat-rapat agar ia-yang berada tepat dibawahku- yang saat ini mencariku bisa pergi secepatnya.

"kesana kali ya."

Drap!

Drap!

Drap!

"hyuuh.."legaku dalam hati, entah mengapa aku berusaha berlari dari orang baik seperti dia, setelah ia pergi kuturunkan salah satu kakiku untuk menggapai dahan yang menjadi pijakanku menaiki pohon yang tinggi ini... tapi..

Loh..

Mana?

Dimana dahannya..?

Perasaan tadi aku naik keatas pohon tadi ada dahan yang menjadi pijakanku naik kepohon ini.. tapi mana? Dimana..? saat kulirik mataku melihat ke bawah untuk memastikan dahan –yang seharusnya- tepat berada di bawah kakiku ini. Tapi yang kudapatkan hanyalah sebuah pohon yang lurus tanpa ada dahan ataupun sehelai daunpun yang tumbuh dibawahnya namun lebat diatasnya. Saat mata ini mencari cari dahan yang seharusnya kupijaki sebelumnya, malah tak sengaja melihat kearah permukaan tanah yang sangat jauh dari tubuhnya saat ini, lalu fobia akan ketinggiannya pun melonjak

Kraaak!

Dan sialnya pula, disaat bersamaan, dahan yang seharusnya menahan bebanku tuk tetap berada di atas pohon itu jabuk dan patah, lalu tanpa sempat meraih dahan yang lainnya aku pun melayang menuju tanah. Tanpa kusadari.

"AAAAAAAHHHHHHHH!"

Jeritan yang yang kukeluarkan secara spoontan ini seperti melayang-layang diankasa. Jatuh dari pohon yang bahkan lebih tinggi daripada pemain inti basket ini membuatku berfikir yang tidak-tidak. Tulang rusuk yang patah, luka berdarah dimana-mana, sampai kerusakan organ dalam yang seharusnya tak kubayangkan bagaimana jadinya ini nantinya.

Daripada aku melihat tanah dan makin membuat takutku menadi-jadi, akupun menutup mata ini rapat-rapat

Padahal inginnya aku datang kesini adalah mencari cinta pertamaku itu, namun apa daya, datang kesini malah dikejar artis, dan jatuh dari pohon... hah~ benar-benar sial rasanya...

"hup!"

Uuh~ guncangan ini... apa ada seseorang yang menangkapku? Apa jangan-jangan ini si artis gila yang mengejarku tadi ya? Hah... daripada aku kecewa mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya itu, lebuh baik aku langsung saja mengatakannya.

" kumohon padamu Splendid.. aku tidak membutuhkan bantuanmu, aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri... jadi kumohon tinggalkan aku..."

Ucapku tanpa ingin membuka mataku untuk melihat lebih banyak kekecewaan lagi.

"meningglakanmu? Apa kau yakin?" tanyanya yang masih menggendongku dikedua tanganya

Eh? Suaranya tidak mirip dengan splendid? Siapa?

Ya ampun, harus berapa kali lagi aku bertemu dengan orang asing lagi hari ini? Aku tidakkenal kalian! Dan tokoh utama disini aku dan cinta pertamaku, kenapa semakin banyak orang tak kukenal yang dimasukkan oleh author nyebelin ini sih!

Perlahan aku membuka mataku, demi memastikan bahwa pahlawan yang menyelamatkanku ini bukanlah pahlawan yang menjadi alasanku kabur dan memanjat pohon hingga jatuh seperti ini. Jujur saja aku tidak ingin membuka mataku hingga orang ini menurunkanku dan meninggalkanku dijalan, tapi ia menyelamatkanku setidaknya aku harus berterima kasih dengannya..

JDDDUUAAARRR!

"apa kau tidak apa-apa? Yakin kau kutinggalkan disini?" ucapnya sambil memerengkan sedikit kepalanya, orang ini.. dia...DIA!

demi selingkuhannya monalissa! Apa ini yang disebut dengan rejeki anak soleh? Mata hijau emerlapnya membuatku tertegun hingga kedua bibir ini tak sanggup lagi berkata apapun. Jasmaniku sepanas gurun sahara, namun rohaniku sedingin alaska! Saat ini aku bahkan tak dapat mengontrol degub jantungku aku... aku..

"hey. Apa kau tidak apa-apa? Tubuhmu panas dan kau berkeringat, apa kau sakit?" tanyanya bingung, bisa kulihat kekhawatiran yang tergambar jelas di wajahnya, apa ia mengkhawatirkanku? Apa ...apa ia sedang berbicara padaku? Aku..? AKU!...

Eh loh? Kok semuanya kabur? Putih?

apa aku...

"Nona apa kau tidak apa-apa? nona?"

.

.

.

.