Flaky love story

(2)

Cip cip cip

Ah~ suara burung gereja, apa aku dirumah ya? Ah pasti tadi aku bermimpi. Syukur saja tadi gak terjadi, tapi dasar author nyebelin! Disaat-saat menyenangkan saja kau memotong ceritanya, padahal sudah sekian lamanya aku berharap dan akhirnya impianku terwujud, menyebalkan! Dasar author menyebalkan!

Tapi eh, aku ada dimana? Dikamar kan?

Tumben banget, banyak burung gereja yang mampir dijendela rumahku yang biasanya kotor berdebu dan banyak pakaian beran.. ngapain aku kasi tahu isi kamarku. Udahlah, intinya suasana ini terasa asing. Dan lagi bau wewangian pohon pinus ini terasa bersahabat, dan bau kue yang dipangang silumeri dengan cairan hangat madu, apa ini pancake? Ah~ apa aku berada dirumah, baik sekali, ibu membuatkanku pancake dipagi hari.

Tunggu,..

Sadarkan dirimu Flaky!

Aku hanya tinggal sendiri.

Disebuah apertemen dipinggir kota yang ramai, so gak mungkin ada burung gereja yang berbaik hati membangunkanku.

Entah mengapa dengan bodohnya aku masih melamun sambil baring dan menggeliat tidak jelas diatas kasur tanpa membangunkan kepalaku. Setelah kubangunkan beban terberat diantara semua bagian tubuhku, baru sadar dengan warna dinding yang terlihat asing dan perlengkapan dikamar yang luas dengan ornamen yang sangat bertabrakan denganku, apalagi tersusun rapi seperti ini.

Ini..

Rumah siapa?

Krieeek~

"Owh, kamu sudah bangun?" suara berat yang menarik iris merah itu milirik keasal suara pembuka pintu tersebut. Oke, saat ini aku benar-benar terkunci didalam sebuah sel, yang kuncinya gak sengaja ketelan sama seekor singa yang satu sel sama denganku. Entah ini hari yang sial atau beruntung, tapi ya Tuhan! Kenapa harus dia!

"ada apa denganmu? Apa kepalamu masih pusing?" katanya sambil memerengkan kepalanya dan melihat wajahku yang bengong saat ini, berusaha untuk memahami kondisi sekitar sekarang. " apa kau baik-baik saja?" tanyanya memastikan, aku bisa lihat wajahnya yang khawatir itu tepat dihadapanku!

Ya tuhan! Apa ini cobaan atau rejeki disaat bersamaan? Kenapa?! KENAPA! Kenapa harus cinta pertamaku yang aku lihat pertama kali dihadapanku saat ini! Dan lagi kenapa bisa jarak kami bisa sedekat ini! Dan hanya berjarak beberapa centi dari hadapanku.

"apa kau sakit? Wajahmu merah sekali." Jelaslah wajahku merah! Satu-satunya yang buat aku jatuh cinta cuman kamu seorang~ dan apa kau tahu rasanya setia mencintai seseorang selama 5 tahun sejak pertama kali bertemu? Itu kayak BAB yang tertahan di anus karena harus mengantre roller coster dan saat itu aku sudah berada di pertengahan antrian yang panjangnya bisa sampai beberapa puluh meter kebelakang. "Ti-tidak, A-aku baik-baik saja." Kenapa suaraku terbata-bata begini, aduh, aku harus ngomong apa?! Author! Bantu aku!

"benarkah? Ah, permisi, hanya memastikan."

JDUAARRR!~

UAAAHHH!

Demi cinta pertama dewa neptunus! Saat ini kedua kening kami menyatu, ia, Flippy, menempelkan keningnya tepat di keningku. Kedua mata kami bertemu, tubuhku membantu layaknya prasasti yang berumur ribuan tahun, nafasnya yang pelan menghantam wajahku dengan lembut, kedua mataku terbengong ria dan berusaha untuk kembali kedunia nyata.

Ah~ kedua matanya yang berwarna layaknya pegunungan alpen yang menyejukkan dan mendamaikan hati, kedua mata itu serasa menghipnotisku dan membawaku jatuh kedalam mata itu. Dia masih tetap berlabel cinta pertamaku, aku mengerti alasan kenapa aku tidak tertarik dengan orang lain, hah.. seandainya saja aku..

"A-a-ah! Kenapa, kepalamu panas sekali!apa aku salah kasih obat?"

"Hah?"

"Bahaya, bahaya, bahaya!"

"eng.. anu? Ada apa?"

"ini bahaya! Apa aku salah kasih obat? E-em, kamu tunggu disitu dulu, aku telpon bantuan"

Seketika ia loncat dari atas kasur dengan wajah yang panik dan bingung sambil berusaha untuk mengecek ulang obat-obatan yang berada di laci sebelah kasur yang kutiduri saat ini, kuakui, ada berbagai macam bentuk , warna dan ukuran yang berbeda. Obat apa ini? Bagaimana bisa orang sesehat dia bisa memiliki obat sebanyak ini? Apa, mungkin ini obat dalam buat luka-lukanya setelah perang beberapa tahun yang lalu? Atau obat backup buat flu dan demam? Yang pasti, jika hanya untuk satu orang ini terlalu banyak. Setelah buru-buru mengecek obat, masih tak yakin dengan dirinya sendiri, ia pun mengambil ponselnya dan menelpon diluar ruangan..

BAM!

.. Dan menutup pintunya.

Sepi. Terlalu sepi, aku tak mendengar suara apapun, baik dari balik pintu yang tertutup ataupun suara burung gereja yang berkicau diluar jendela. Ini terlalu sunyi.

Tunggu dulu! kenapa aku gak pulang? Kenapa aku masih saja duduk diatas kasur ini dengan separuh bagian tubuhku tertutup oleh selimut tebal ini?.. apa yang kulakukan? Dirumah orang yang bahkan mungkin tak mengingatku, bayangkan saja, itu sudah sekitar 5 tahun lalu. Aku rasa aku harus pulang, tapi perasaanku yang lain menolaknya dan ingin tetap disini, entah itu karena mengikuti perintah Flippy ataupun merasa nyaman dikamar yang luas dan harum ini.

Oke! Aku harus pulang.

Tapi, aku pengen lama-lama disini~

Ini rumah laki-laki! Apa yang akan dikatakan tetangga kalo anak laki-laki yang tinggal sendiri, keluar seorang cewek dari rumahnya dengan keadaan lemas!

Kalo begitu, sama saja kau membuang kesempatanmu yang lain, bego!

Oke aku akan pulang!...

Bagus!~

Aku akan pulang, setelah menghabisi pancake yg baunya menggoda buatan doi ini~

Pulang sudah sana!

oke, saat ini kalian para pembaca bisa men-capku dengan sebutan psikopat gila, tapi kuakui aku sering berdebat dengan diriku sendiri jikalau mengambil keputusan, seperti saat ini, karena tak tahan dengan bau hangat, manis dan enak ini, akhirnya mulutku mengunyah dengan deretan gigi-gigiku yang tak rapi dibagian belakang. Hng~ benar-benar pancake buatanya terasa enak sekali, layaknya calon suami idaman..tunggu! Tidak! Tidak!Tidak! sadar Flaky~ ini sudah 5 tahun berlalu, masa dia belum menikah? Bukan, apa dia tidak punya pacar?-yah mudahan aja enggak-, aku gak boleh kepedean mengakui dirinya miliku sepenuhnya,itu egois namanya! Aku cuman ngagumin! Gak lebih-yah, ngarepnya yang lebih-.

Tik!

...

Tik!

...

Tik!

...

Tik!

...

Tik!

Ah~ lama sekali.. apa aku pulang saja ya?

Setelah kuperhatikan dai tadi, aku masih memakai baju yang sama –syukurnya-, sepatu tepat berada di bawah kasur, kenapa sepatuku berada didalam kamar? Padahal lantainya ksesluruhan memakai karpet, jadi gak enak mau pakai sepatu di dalam kamar dan langsung nyelonong keluar.

*nyelonong=kabur

Aku harus keluar. akan jadi gak enak kalo sampai tetangga berpikiran yang enggak-enggak pada Flippy. Tapi, sebelum itu semua, aku harus memastikan dia benar tentara yang kusukai atau bukan, dan kenapa baru kepikiran sekarang. Bego banget kamu Flaky.

...

.

.

.

.

Namaku Flippy, seorang veteran perang beberapa tahun yang lalu. Setelah perang selesai, kehidupanku sebagai yatim piatu dimulai kembali, kosong dan hampa, tanpa keluarga. Semua teman-teman seangkatanku kembali kekampung halaman mereka masing-masing, bertemu dengan keluarga dan kerabat, bersuka cita hingga mengadakan pesta. sedangkan yang lainnya berduka cita dengan kehilangan salah satu anggota keluarga dan kerabat mereka, memang kami menang dalam perang, tapi korban pastilah ada, mayat yang ditemukan di kebumikan bersama dengan pahlawan negara lainnya sedangkan yang tak di temukan hanya bisa terukir di sebuah monumen ditengah makam pahlawan lainnya.

Aku memang selamat dari insiden itu, pengeboman, penembakan, kematian dan penyiksaan tahanan, semua hal mengerikan lainnya yang terjadi di medan itu aku terima dan pulang dengan selamat bersama dengan anggota tubuh yang masih utuh, walau ada beberapa gores dan sisa perang yang bercorak ditubuhku. Aku kembali kerumah dinasku beberapa bulan yang lalu, mendapatkan jaminan hidup karena telah memenangkan perang dan selamat dari perang itu sendiri, aku membuang masa mudaku selama lima tahun dimedan perang. Banyak darah, luka dan bagian potongan-potongan tubuh yang terlempar akibat dari letusan bom yang menghantam mereka, mayat sudah menjadi pemandangan alam yang lazim di medan tempur dan hal itulah tetap menjadi mimpi burukku selama ini.

Bosan sekali berada dirumah, hingga akhirnya aku memutuskan untuk keluar rumah dan mencari udara segar, bertemu dengan keramaian. Aku tidak punya baju jalan dan sebagainya untuk berpergian, yah, tidak ada salahnya juga memakai seragamku pergi keluar. Melihat banyak orang di cuaca yang indah ini benar-benar mengisi kekosongan didalam hatiku yang seperti ruangan kosong berdebu dengan penuh sarang laba-laba didalamnya, duduk dibangku taman dan menikmati pemandangan saat ini adalah hal terbaik yang terjadi pada hari ini, melihat anak-anak bermain dan mendengar burung-burung berkicau. kalau saja aku tidak menghabiskan 5 tahunku di kemiliteran, mungkin saja aku bisa merasakan kehidupan sekolah dan percintaan masa sma yag menyenangkan, hah~ kalo saja ada perempuan yang..

"WAAA!~ MINGGIR!"

"hah?"

GUBRAK!

"aduh!"

Rasanya seperti kejatuhan ufo dari langit, apa-apaan ini? Siapa yang menabrakku? Rasanya tulangku remuk semua. "Uuh~"

"Ah~ maaf banget ya, aku baru belajar pake sepatu roda.. eh? Flippy? Kaukah?" eng..

suaranya terasa gak asing, siapa ya?

Karena mataku masih tertutup dengan keadaan terjungkal kebelakang bersama dengan bangku taman dan pria-terdengar dari suaranya ynag berat- yang menabrakku hingga rasanya tulangku kembali pada masa medan tempur beberapa tahun yang lalu, tapi kenapa suaranya itu terasa gak asing ditelingaku ya, siapa?

Perlahan kubuka mataku seraya memperbaiki posisiku yag masih terbaring dan tertindih seperti ini, dan tidak disangka-sangka yag menabrakku adalah orang yag menyembuhkanku di masa perang. Lumpy.

"Wah! Benar Flippy rupanya~ Kangen banget!"

"U-Uaahh! Punggungku! Punggungku!"

Setelah sadar ia mengenalku, tanpa prsetujuanku terlebih dahulu, dengan cepat ia memelukku erat seakan tak membiarkanku pergi kemanapun. "AH!~ Adududuh~ Lumpy punggungku! Lepas! Lepas!" pintaku sambil memukul-mukul punggungnya agar ia melepasku, tenaga yag kudapat dari nafasku yang sesak karena pelukannya. "Enggak ah! nanti kamu kabur lagi!~" katanya " kalo kamu kabur lagi, ntar aku yag susah." Kesalnya sambil mempererat dekapannya dan menundukkan kepalanya agar gak kena pukul, sialnya aku gak bawa pisau andalanku, satu-satunya hal yang bisa menjauhkannya dariku, entah mengapa semenjak kemiliteran, aku sering terluka dan dialah dokter yang merawatku saat itu, entah apa yang membuatnya tertarik padaku, semenjak aku sering terluka dan dirawat olehnya dia jadi sering membututiku.

"untungnya saja kamu gak bawa Lisamu itu."

"uh~ kalo saja aku bawa, sudah kucabik pungungmu itu dokter sial-AAHH! Du-du-duh~ lepasin!"

"hehehe~ senangnya liat tentara arogan sepertimu memohon~, baiklah akan kulepaskan."

"hah.. hah.. sialan kau.. ah, DOKTER PSIKOPAT!"

BLETAK!

"aduh!"

"minggir!"

Kuhempaskan tubuhnya kesamping, lalu mendirikan tubuhku bersama dengan bangku taman yang ikutan menjadi korban, dasar author *** berani-beraninya buat skenku layaknya cerita BL begini. Gua jga gak ada minat-minatnya sama dokter psikopat kayak dia. /dih,kasar amat/

"jahad banget sih kamu Flip~ apa kamu lupa masa-masa saat kita masih bersa-"

"enggak. Dan gak pernah."

"jadi selama ini kamu anggap aku apa? Sampah?"

"enggak."

"terus apa?"

"kotoran. Ah! Kotoran yang didaur ulang menjadi kotoran lainnya."

"..."

Oke. Akhirnya dia diam, daripada aku ikutan gila, lebih baik aku pergi dari sini diam-diam sebelum dia menyadari kepergianku.

"kenapa kotoran didaur ulang menjadi kotoran? Bukannya kotoran itu adalah kotoran itu sendiri?" nah, akhirnya dia kembali ke dunia nyata, padahal aku baru mengambil satu langkah, waktunya dipercepat.

"tunggu Flippy, bukannya kotoran itu didaur ulang jadi~ Owh! Aku paham maksudmu!"

Tap!

Buset, ini orang cepat bangat nyusulnya, padahal sudah kuperkirakan jarak kami cukup jauh tapi tetap saja dia bisa menggapai punggungku. Harus la.. ri..

"eh.."

"akan ku perlihatkan bagaimana proses pembuatan pupuk kompos itu dilakukan."

"aku.."

"hng? Kamu pasti sangat bersemangat kan?!"

Kenapa aku jadi mengikuti langkah kakinya begini, dan dituntun olehnya menuju kearah pembuatan pupuk kompos

".. sangat.. sangat.."

"bersemnagat kan? Aku juga sangat-sangat saaangaaat... !"

"MARAH! Aku benar-benar sangat marah!"

Buagh!

"Ugh!"

Karna tak tahu harus ngapain, dan tak tahu caranya kabur dari orang yag memiliki tinggi rata-rata pemain basket internasional ini, jadi ynag terpikirkan olehku hanyalah memukul perutnya sekuat tenaga yang kubisa dan bergegas kabur, namun.. "aduh~ jangan mukul-mukul donk.. sakit tahu." Bagaimana bisa tanganya masih bisa menggapai lenganku, sial! "apalagi salahku sampe kamu marah dan mukul aku begini, sakit tahu.." bodo amat dengan mukanya yang manyun dan minta dikasih bogem tambahan itu.

"sudah kubilang aku lagi marah! Makanya lepas, sebelum aku berubah pikiran."

"O-oh, baiklah, aku lepas."

"cih." Menyebalkan sekali, bukannya minta maaf malah mengajakku melihat pembuatan pupuk kompos, dasar si sial satu itu. aku jadi gak bisa mendapatkan ketenangan pergi keluar rumah dan malah mendapatkan sakit pingang dan kesal gara-gara dokter gila itu. liat aja, kalo ketemu lagi kupukul wajahnya yang suka senyum-senyum sendiri itu.

Lumpy masih berdiri ditempatnya yang sama, bengong dan memahami keadaan disekitarnya, hingga akhirnya ia tersadar akan satu hal, "matanya berubah lagi." Kali ini tatapannya berubah, menjadi lebih serius dan menatap tajam kepergian Flippy. Ia mengmbil sebuah ponsel dari sakunya, warna hitam menyala dengan casing biru disertai aksen kuning di pinggirnya dan tak lupa dengan gantungan kunci salah satu karakter imut di Happy Tree Friends yang tergantung disudutnya. Mengetik kumpulan nomer yang sudah sangat dihapal oleh dokter handal dan terkenal di kotanya sejak lama ini.

"Hallo, ini aku. Bawakan aku obat itu yang biasa ku pinta darimu. Ah~ tenang saja, aku akan menggunakan obat itu dngan baik, eng, iya-iya, tenang saja, hm.. baiklah. Kita akan bertemu nanti sore ditempat biasa ya."

Pik!

Senyum layaknya orang ramah namun terlihat bego yang ia lontarkan sesaat setelah menelpon, mulai menghilang dan digantikan oleh sebuah seringai di bibirnya, mata biru mudanya terlihat menyala dibalik bayang pohon dan awan yag menutup sinar matahari.

"kau tidak akan kabur lagi dariku.Flippy."

.

.

.

.

~bersambung.. (again.)~