Ini bukan hanya sekedar mengejar dan dikejar, memahami dan dipahami, serta meraih dan diraih. Ini tentang hal lain. Hal yang sulit untuk dipahami oleh manusia berusia belasan tahun. Mengikhlaskan dan memperjuangkan. Mana yang harus kau pilih?


Run to You

by sehooney with HunHan GS

SPECIAL FOR APRILTASTE


PROLOG

"Kau mencatat materi yang diberi Im seosangnim kemarin, tidak?"

"…"

"Sehun?"

"…"

"Ya! Oh Sehun!"

Sehun tersentak dan segera menghadap Chanyeol yang menatapnya kesal. Lelaki bertelinga peri itu bersedekap lalu bertanya, "Apa yang kau pikirkan sampai tidak mendengarku?"

Sehun menggeleng. "Aku tidak memikirkan apa-apa." jawabnya.

"Lalu kau melihat apa? Siapa yang kau lihat?" Chanyeol masih curiga. Lantas kepalanya celingukan mencari-cari sesuatu atau sosok yang memiliki kemungkinan terbesar untuk dipandangi dan dipikirkan Sehun. Lama mencari, Chanyeol menyerah. Nihil, Chanyeol tidak menemukan apa dan siapa yang membuat Sehun melamun seperti tadi.

Sementara itu, Sehun hanya diam. Ia tidak mengerti kenapa dia tidak ingin menjawab pertanyaan temannya yang satu itu. Justru dia balik bertanya pada Chanyeol demi mengalihkan pertanyaan tadi. "Memangnya kau tadi bertanya apa?"

Chanyeol beralih padanya. "Oh. Kau mencatat materi Im seosangnim, tidak?"

Sehun mengangguk dan Chanyeol tersenyum bahagia. "Akhirnya… Sulit menemukan seseorang yang mau menulis materi yang ditulis Im seosangnim di papan tulis. Aku pusing melihat tulisannya. Terima kasih karena sudah menulisnya, Oh Sehun! Aku pinjam, ya?"

Sehun mengangguk acuh tak acuh. "Ambil saja di tasku." lalu Chanyeol segera melesat pergi meninggalkannya. Menyisakan ruang bagi Sehun untuk berpikir, tentang mengapa perempuan itu selalu sendirian.

Iya, perempuan yang sedang menyuapkan makanannya, yang sedang menyumpal lubang telinganya dengan earphone, dan perempuan yang sedang duduk sendiri di salah satu meja kosong yang masih luas itu. Tidak ada yang mau duduk dengannya. Tidak ada yang mau menjadi temannya.

Sehun merasa kasihan. Perempuan berambut sebahu itu, yang Sehun kenal dengan nama Luhan karena perempuan itu adalah anak baru di kelasnya tahun ini, kemana-mana selalu sendiri. Sehun tidak pernah melihat seseorang berjalan bersamanya, atau mengobrol bersamanya. Sehun hanya selalu melihat Luhan sendirian. Luhan lebih sering terlihat asyik berkubang dengan kesendiriannya. Mungkin Luhan bukan anak yang pandai bersosialisasi, atau mungkin enggan berbaur dengan lingkungannya yang baru.

Ketika pertama kali Sehun melihat Luhan, perempuan itu sedang berdiri di dekat jendela kelas. Tubuhnya memunggungi Sehun yang baru saja masuk ke kelas di pagi hari itu. Jujur, Sehun terkejut melihat seseorang berdiri sendiri di hari yang masih sangat pagi waktu itu, apalagi waktu itu Sehun belum mengenal Luhan. Sehun hendak menginterupsi, namun begitu melihat perempuan itu berbalik dan tatapan mata mereka bertemu selama sepersekian detik, Sehun merasa asing. Sehun tidak dapat menerjemahkan tatapan mata milik Luhan, nama yang kemudian dia ketahui beberapa jam kemudian. Perempuan itu lantas melengos dan pergi dari kelas setelahnya. Meninggalkan Sehun yang kebingungan akan tatapan Luhan padanya.

Saat itu Sehun baru mengetahui nama perempuan itu saat Luhan kembali masuk ke kelas di jam pertama pelajaran bersama Lee seosangnim. Luhan hanya memandang sekitar, wajahnya tidak menunjukkan rasa senang ketika memasuki kelas baru, ia juga tidak menyapa dan memperkenalkan dirinya. Justru Lee seosangnim-lah yang memperkenalkan sosok yang membuatnya penasaran itu pada teman-teman sekelas.

"Hari ini kita kedatangan teman baru. Namanya Luhan, pindahan dari Cina. Semoga kalian dapat berteman dengannya, ya." Kira-kira seperti itu kalimat yang Lee seosangnim ucapkan saat memperkenalkan Luhan. Sehun sedikit lupa, dan ia juga tidak begitu fokus. Saat itu Sehun hanya terfokus pada Luhan saja, bukan yang lain.

Sehun penasaran, ia jujur akan hal itu. Tatapan perempuan itu tidak berubah. Terkesan dingin, angkuh, tapi Sehun dapat melihat kilat takut di sana. Sehun tidak mengerti. Selama ia mengenal Luhan, Sehun tidak menemukan tanda-tanda bahwa Luhan adalah perempuan yang penakut. Justru Sehun sering melihat Luhan sering berteman dengan sepi. Bukankah suasana sepi itu menakutkan?—Eh!

Bagi Sehun, perempuan bernama Luhan itu misterius. Sehun tidak pernah mengenal Luhan sebelumnya. Tapi begitu tatapan mata mereka bertemu di pagi hari itu, Sehun mendadak ingin sekali mengenal Luhan. Entah mengapa…


Hai! Sorry aku ngebandel. Yuk protes ke author ini karena sudah menelantarkan Universe, lagi. Saya siap menerima resikonya :')

Btw soal Universe, aku ngga nyangka ternyata Universe membutuhkan banyak sekali referensi, dan sekarang aku sedang menuntaskan referensi-referensi itu supaya bisa menamatkan Universe dengan baik dan benar (?) Jadi maklumin ya kalau agak lama hehehehe

Run to You ini khusus untuk kak Apriltaste biar semangat nulis One Day. Mangat ye. Segera dituntasin tuh ff. Biar ngga ngamuk tuh pembaca-pembacamu wkwk.

(gue ngga ngaca juga :'))

Yodah. Semoga bikin kepo ya ceritanya apaan wkwkwk. Kalo mau kukasih spoiler tentang cerita ini, bolela follow akun igku sehoooneyy biar tambah kepo :3 (sorry gue malah dagang disini ):)

Jangan lupa review sayang-sayangku :) (sorry gue jomblo jadi bebas manggil sayang ke siapa aja :b) sorry for typo(s) juga.

See you!