Ah... Hai, ini Naruto... Seorang pelajar SMA tahun ketiga yang kehidupan normalnya telah dihancurkan oleh sepucuk surat yang entah datang darimana, baru saja beberapa menit yang lalu aku keluar dari Supermarket untuk membeli kebutuhan pokok mingguanku, disaat aku ingin pulang tiba-tiba sebuah surat jatuh dari langit dan datang kearahku, aku menangkap surat itu dan membaca alamat yang ternyata ditunjukan untukku, karena penasaran dengan isi surat itu aku membuka surat itu dan membacanya... Lalu aku berakhir disini...

"Yang benar saja, kenapa kehidupanku berubah menjadi seperti prolog dalam sebuah novel isekai?."

Aku bergumam dengan lesu selagi aku mengambil sebotol teh ocha yang baru saja aku beli disupermarket, beruntungnya aku terteleportasi dengan barang belanjaanku, karena jika tidak maka aku mungkin akan kesusahan digurun tandus sialan ini, menegak teh ocha yang sudah sedikit menurun suhu dinginnya untuk menghilangkan rasa haus akibat suhu yang ekstrem ini dan mendesah nikmat...

"Puaah! Teh memang nikmat..."

Aku mendesah puas dan meletakan botol ocha itu disebelahku lalu menatap surat yang tergeletak disamping kakiku, karena surat sialan ini, aku tersesat didunia ampas ini, aku harus membacanya kembali untuk mengetahui apa maksud dari pengirim surat ini...

Mengambil surat yang telah sedikit kotor itu dan kembali membacanya dengan seksama, dan isi surat itu adalah sebagai berikut...

[Ha'i, Ha'i Megami disini Desu~]

Hmm? Entah kenapa aku mulai membayangkan jika Megami ini memiliki sifat yang agak... Bagaimana menyebutnya, kekanak-kanakan?

[Pertama~ aku meminta maaf karena menyeretmu kedunia yang tidak kau ketahui karena itu, aku secara pribadi meminta maaf tentang itu...]

Aku, akan memaafkanmu jika kau mengembalikanku keduniaku yang nornal, wahai Megami-sama...

[Lalu kedua~ aku tidak bisa membawamu kembali kedunia asalmu, tidak setelah aku membua-ehem maksudku mengirimmu kedunia itu, karena apa? Karena itu menyusahkan... Te-hee~."

Oi, oi, oi... Tunggu sebentar megami-sama. Kau tadi ingin mengatakan 'membuang' kan! Kan!? Dan juga jangan ber te-hee kepadaku melalui surat ini!? Sialan!

[Lalu, aku tahu ini adalah hal yang sulit kau terima tapi aku mohon dengarkan penjelasan aku ini, Desu~... Aku terpaksa memindahkanmu kedunia lain karena kami para dewa dan dewi agak kasihan padamu, sebab kau hidup dengan keadaan yang bahkan bagi dewa dan dewi dinirwana itu... Bagaimana mengatakannya, membosankan? Tidak mengenaskan mungkin? Ya pokoknya itu masuk ketahap dimana Ayahku, dewa takdir iba begitu melihat takdirmu...]

Tunggu, semengenaskan itukah aku hidup selama ini sampai-sampai dewa takdir iba padaku? Selama ini aku rasa aku menikmati kehidupanku, aku tinggal dirumah yang ditinggalkan ayah dan ibuku karena keduanya sibuk pada pekerjaan mereka dan meninggalkan diriku sendirian dirumah... Lalu kehidupan sekolahku, aku datang, mengikuti Agenda sekolah dari senin sampai jumat seperti biasa dan pulang disore harinya, setelah itu sesampai dirumah aku menikmati waktu mandi, makan malam dan tidur...

Eh... Tunggu, jika dipikirkan ulang, kehidupanku bukankah memang mengenaskan? Tidak! Aku menikmatinya! Tidak peduli sesuram apa itu tapi aku menyukainya jadi kembalikan aku keduniaku!?

[Karena itu demi memberikan perubahan pada hidupmu yang mengenaskan, aku dan beberapa dewa dan dewi memutuskan untuk memindahkanmu kedunia dimana setidaknya hidupmu akan penuh dengan gairah semangat masa muda...]

Gairah? Semangat masa muda? Pala lu! Aku tidak membutuhkan hal itu! Lagipula apa hebatnya hidup dengan semangar masa muda!

[Ckckck~ dikehidupan normalmu, kau tidak memiliki prestasi yang memuaskan, teman sebaya atau hobi, bahkan kekasihpun kau tidak punya, dan karena itulah kau masih perjaka sama sekarang, fufu~]

Uguk! Aku menerima serangan mental yang menyakitkan, meski itu fakta jika kehidupanku membosankan dan mengenaskan jangan sebutkan bagian yang menyakiti harga diri seorang laki-laki, kekasih dan masih perjaka itu melukai harga diri laki-laki lau tahu, Megami-sama...

[Sebab itulah, berpetualang lah didunia itu, menjelajahi wilayah yang tidak diketahui, bertemu dengan sahabat seperjalanan dam akhirnya menemukan belahan jiwa dan memiliki sebuah keluarga, bukankah itu menyenangkan?]

Tidak! Itu sama terdengar menyenangkan! Jika kau berpikir ulang maka menjelajahi wilayah yang tidak diketahui itu artinya bahayanya juga tidak kita ketahui! Bisa saja disana ada makhluk buas atau suatu yang tidak bisa kau bayangkan sebelumnya, maaf saja aku tidak ingin mati diusia muda!?.

Dan sahabat? Jangan bercanda!? Dikamusku, sahabat adalah musuh yang belum menyerang!? Pernahkah kau mendengar legenda dari Raja Arthur yang terNTR oleh salah satu bawahan dan juga sahabat baiknya sendiri!? Bisa saja itu terjadi padaku!? Disaat aku pergi melakukan sesuatu yang memakan waktu yang cukup lama dan meninggalkan kekasihku dengan sahabatku, dan setelah aku menyelesaikan urusanku, aku kembali berharap mendapatkan pelukan dari kekasih yang aku cintai malah ternyata ketika aku pulang, aku melihat dia bercumbu dengan sahabatku diatas ranjang dengan begitu panasnya!? Apa kau tega melihat aku dikhianati sahabat sendiri!?

[Maa, jangan berpikir negatif seperti itu, kami disini akan memperhatikanmu, aku dan beberapa dewa dan dewi juga memberikanmu beberapa berkah yang membuat hidupmu akan menjadi lebih mudah, jadi terima saja dan jalani hidupmu dengan petualangan yang menegangkan sekaligus menyenangkan...]

Huh~ tidak peduli apa yang aku katakan pada akhirnya aku tidak bisa kembali keduniaku...

"Dari sekian banyaknya manusia dimuka bumi, kenapa harus aku yang menerima hal pahit seperti?".

Aku menghela nafas dan kembali membaca surat itu dan ya ini adalah bagian akhirnya...Tapi, ya sepertinya aku mendapatkan beberapa berkah dari para dewa dan dewi, aku bersyukur karena dengan itu, kehidupanku dijamin akan mudah...

[Jika, seandainya dalam kurun waktu 20 tahun kau masih tidak menyukai dunia itu maka kau bisa menggunakan [Unique Card] yang ada didalam amplop itu, untuk kembali keduniamu, kartu itu serba guna selain itu seperti kartu identitas didunia itu, bentuknya juga telah aku sesuaikan dengan dunia itu jadi kau bisa tenang...]

Aku menoleh kearah amplop yang tergeletak diatas tanah dan dengan cepat mencari kartu itu dan dapat, itu berbentuk seperti kartu tanda penduduk hanya saja kartu ini berwarna emas mencolok dan dikartu ini juga tertulis beberapa informasi dimana disana ada nama, ras, usia dan level...

Nama: Namikaze Naruto

Ras: Manusia

Usia: 16 tahun

Level: 1

Exp: 1/100

Aku terdiam melihat kartu ID-ku Oke... Dimana berkah yang kau maksud itu megami-sama? Yang kau berikan padaku hanyalah sebuah kartu pengenal semata, ketika aku berpikir jika aku tengah ditipu tiba-tiba kartu pengenal itu mengeluarkan sinar redup dan sedetik kemudian rasa menyengat menusuk kepalaku, aku meringis pelan sebelum rasa sakit itu menghilang.

Aku mengerutkan dahiku ketika dikepalaku sesuatu terekam... Tunggu, ini mungkinkah... Aku mengalihkan pandanganku dan menatap kartu ID-ku...

[Secret Status]

Ketika aku mengatakan kalimat itu kartu emas milikku bercahaya dan sesuatu seperti layar hologram muncul didepanku, aku menatap layar hologram yang dipenuhi oleh semacam kumpulan huruf disana, aku tertegun melihat [Secret Status]ku... Bagaimana tidak disana tertera beberapa skill yang membuatku terkejut...

Skill:

[Tubuh yang tidak pernah sakit] Pasif

[Pertumbuhan Abnormal] Pasif

[Return to The Earth]

Skill-Skill ini... aku tidak mengenalnya sama sekali, tubuh yang tidak pernah sakit? Apa itu artinya tubuhku telah divaksin semacam penangkal segala macam penyakit? Dan pertumbuhan abnormal apa tubuhku akan tumbuh menjadi besar dan tinggi dengan kecepatan diluar kewajaran? Tidak ada pilihan lain aku harus memeriksanya hmm? Aku mengangkat tanganku dan menyentuh Skill [Tubuh yang tidak pernah sakit]... Dan sebuah Flavor Text muncul...

[Tubuh yang tidak pernah sakit] : kau tidak bisa sakit tidak peduli apapun yang terjadi, kutukan, penyakit dan segala hal yang merugikan tubuh akan terhapuskan.

Owh, itu artinya tubuhku tidak akan pernah sakit tidak peduli apapun yang terjadi? Heh~ ini jelas merupakan Cheat! Baiklah Skill selanjutnya...

[Pertumbuhan Abnormal] : Kau memiliki pertumbuhan yang luar biasa, ketika kau membunuh monster maka EXP yang kau dapatkan akan dikalikan 111

Ini... Skill ini... Tidak peduli bagaimanapun kau melihatnya ini jelas Cheat!? Pertumbuhanku 111 kali lipat dari kebanyakan orang!? Itu artinya untuk menaikan level merupakan hal yang mudah sebab apapun yang aku bunuh nanti Exp yang aku dapat akan dikalikan setara dengan aku membunuh 111 monster yang sama!? Wow, Megami-sama ini sudah lebih cukup untukku... Sekarang Skill yang menjadi tiket kepulanganku..

[Return of The Earth] : Skill yang diberikan Dewi Utama Nirwana untuk pulang kebumi, [kondisi akan sama seperti saat terteleportasi]. Waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan Skill [19 tahun : 12 bulan : 29 hari]

Ini adalah tiket kepulanganku, meski Skill ini membutuhkan waktu dua puluh tahun untuk aktif aku akan tetap menunggunya, tidak peduli apapun yang terjadi, aku hanya perlu menghabiskan dua puluh tahun didunia ini dan kemudian kembali keduniaku yang dulu.

"Kurang lebih aku paham... Aku hanya perlu bertahan hidup didunia ini, Yosh Aku akan bertahan hidup 20 tahun didunia ini!."

Meski aku berkata seperti itu, aku tidak tahu kemana aku harus berjalan, sejauh mata memandang hanya gurun gersang yang aku lihat...

"Huh, seandainya aku memiliki peta..."

Ketika aku mengatakan itu kartu ID milikku bercahaya dan dari sana sesuatu seperti kertas yang digulung berwarna cokelat keluar dan jatuh didepanku, aku terdiam menatap kertas itu sebelum aku mengambilnya...

"Ini... Bukankah, ini sebuah peta?."

Tunggu sebentar, Aku menatap kertas peta ditanganku sebelum menoleh kearah kartu ID-ku, Kartu ini baru saja mengeluarkan apa yang aku inginkan... Aku mencoba mengkonfirmasi lagi dan memikirkan sesuatu yang diinginkan oleh siapapun ditengah gurun tandus bersuhu ekstrem seperti ini... Dan kartu ID-ku mengeluarkan sinar terang dan dari sana sebotol air mineral dingin muncul, aku langsung menangkap botol itu, sensasi dingin terasa ditelapak tanganku...

"Seperti yang aku pikirkan, Kartu ini akan memunculkan apapun yang dipikirkan pemiliknya..."

Aku tersenyum tipis dan membuka tutup botol air mineral dingin itu dan menegaknya dengan rakus, aku juga menuangkan air itu untuk mendinginkan kepalaku, yaaa, rasanya menyegarkan...

"Bertahan hidup didunia ini, mungkin akan semudah yang aku kira..."

Aku tersenyum dan mulai melangkah menuju desa yang terdekat dari sini, menurut peta yang aku pegang ini, aku akan sampai dalam waktu 12 jam, jika berjalan kaki tanpa istirahat... Tapi karena aku manusia, aku setidaknya mengambil istirahat selama dua jam per-enam jam...

Tapi, perjalanan yang aku kira mudah tidak semudah yang aku pikirkan, ditengah perjalanan Aku bertemu dengan sesuatu makhluk aneh seperti kalajengking berwarna merah menyala, tidak seperti kalajengking pada umumnya, ukuran kalajengking itu sekitar 2 meter dengan dua ekor dengan sengat yang sepertinya berbahaya...

Dia memiliki dua ekor sengat beracun, sementara aku tidak memiliki apapun untuk mempertahankan diri... Melihat keadaanku, aku teringat dengan sebuah pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga... Sudah dibuang kedunia lain malah ketemu sama kalajengking raksasa dengan dua sengat beracun... Ah, sial air mataku mengalir.

"Ya, kau tahu, Namikaze Naruto, hidup itu memang berat... Kuso!?."

And Cut~

Maa, Maa, Maa ya... Bagaimana kabar kalian? Umu, sesuai dugaanku banyak yang menantikan TWO up, bukannya aku tidak ingin Up hanya saja aku kehilangan pondasi untuk menulis kelanjutannya, aku memang sempat membuat Chapter yang sudah selesai dan ketika aku membaca ulang dari awal itu terkesan memaksakan so, aku Ulang, ulang, ulang dan terus ulang, aku tidak tahu sampai kapan aku akan menahan TWO chapter 58 tapi berdoalah semoga itu tidak akan sampai Lebaran atau lebih cepat dari itu...

So, bagi kalian yang menunggu sabarlah jangan menjadi egois hanya karena itu melenceng dari Deadline, jika kalian egois maka pakai sudut pandang 'jika kau jadi aku' aku tidak meminta rasa kasihan kalian, aku juga tidak meminta hinaan kalian, so berpikirlah memaksakan keegoisan tidak akan membuatmu selamat tapi menghancurkanmu secara perlahan...

Ya, lupakan aku akan mencoba memutar haluanku dengan membuat Fic ini dan The Almighty lagi, dan jika Moodku baik karena respon kalian baik maka aku akan mencoba membuat TWO, sayang bukan tinggal dua chapter dan satu epilog malah gak dilanjutin, maa sabar ya... Ya sudah cukup sampai disini, bye~

Next Chapter: dunia ini tidak waras...

Phantom Out~