Aku secara khusus tidak memiliki rasa takut ataupun jijik pada hampir semua jenis binatang, pengecualian untuk binatang yang memiliki racun, aku secara cepat akan lari ketika melihat hewan beracun yang dapat membahayakan nyawa manusia, dan salah satunya ada makhluk yang saat ini ada didepanku...

Tepat didepanku, Makhluk yang harusnya disebut kalajengking menatapku dengan tatapan lapar, empat capit besarnya sedaritadi terus mengeluarkan suara 'klang' yang menakutkan, aku secara resmi berhadapan dengan Monster dari dunia lain tepat dua jam setelah kedatanganku didunia ini... Aku tertawa mengejek pada diriku sediri.

"Dunia ini, memang tidak waras..."

Outo! Aku melompat kesamping begitu ekor sengat milik monster kalajengking itu berniat menusukku, aku berguling-guling diatas pasir gurun yang panas sebelum bangkit dan menatap Monster kalajengking didepanku...

"Apa yang harus aku lakukan? Sebelum ini aku hanyalah seorang anak SMA biasa, bagaimana caranya aku bisa melawan monster sebesar ini..."

Outo! Aku kembali menghindari serangan capit Kalajengking didepanku, tch... Aku tidak bisa selamanya menghindar, aku harus melawannya! Tapi... Yang menjadi pertanyaan disini adalah bagaimana cara aku melawan Monster besar didepanku!? Sebelum berpindah disini aku hanyalah seorang pelajar biasa dengan kehidupan menyedihkan yang bahkan Dewa dan Dewipun menertawakan kehidupanku!

Doon!

"Uwaaa!"

Aku terhempas kebelakang begitu Kalajengking itu memukul pasir gurun dengan kuat menyebabkan hempasan angin yang melemparku kebelakang, aku berguling-guling diatas pasir panas selama beberapa, Bleh! Ada pasir yang masuk kemulutku! Kalajengking itu berjalan cepat diatas kaki-kakinya dan kembali menyerangku dengan capit besar dan tajamnya itu...

Sialan! Jika begini terus maka hanya perlu menunggu waktu sebelum aku menjadi santapan Monster Kalajengking, aku mengulingkan tubuhku kesamping menghindari capit tajam kalajengking itu dan bangkit dengan cepat. Kuso! Apa tidak ada cara agar aku bisa selamat disituasi ini? Aku memutar otakku memikirkan jalan keluar dari situasi ini, seandainya aku bisa menggunakan sesuatu seperti sihir pasti akan mudah mengatasi Makhluk ini...

Tunggu sebentar? Sihir... Itu dia! Dunia ini adalah dunia lain! Sebuah tempat yang sangat berbeda dengan duniaku! Jika dipikir ulang mungkin saja didunia ini sihir adalah sesuatu yang bisa digunakan oleh semua orang karena bagaimanapun dinovel yang pernah aku baca secara tidak sengaja saat ingin membeli buku dipusat kota, disana tertulis jika Protagonis dalam Novel itu adalah seorang Knight hebat yang menguasai sihir penghancur yang luar biasa, juga ditambah dengan beberapa Makhluk kelas Surgawi yang menempati tubuh sih protagonis membuat sih Protagonis menjadi seseorang yang luar biasa kuat! Meski hanya manusia tapi Protagonis itu dapat bertarung seimbang dengan para Makhluk yang lebih superior dari Ras manusia...

Tapi, lupakan itu dulu, sekarang terpenting adalah bisakah aku menggunakan sihir atau tidak? Aku harus mencobanya, tidak ada pilihan lain lagi. Aku melompat jauh kebelakang dan menatap Kalajengking didepanku yang sepertinya mulai kesal, ini adalah sebuah perjudian, mati tidaknya aku tergantung pada bisa atau tidaknya aku menggunakan sihir

"Aku harus mencobanya, jika tidak bisa, maka mari ke Nirwana dan beri pelajaran dewi sableng itu."

Aku memfokuskan semua pikiranku dan membayangkan jika aku adalah seorang Magician, aku membayangkan jika tanganku diselimuti oleh sesuatu yang merusak seperti petir, kenapa petir? Karena tidak ada yang bisa selamat jika sudah disambar petir, bahkan disalah satu Anime musim kemarin ada karakter Elf-Loli yang mengatakan jika Makhluk superior seperti Nagapun akan mati jika disambar petir, jangan tanya kenapa aku menonton sesuatu seperti anime, aku menontonnya untuk menghabiskan waktuku saja, tidak lebih.

Aku merasakan tanganku mulai terasa ringan dan suara semacam percikan listrik yang bising masuk kedalam indera pendengaranku, membuka mataku dan aku mendapatkan jika tanganku telah diselimuti oleh listrik yang memercik dengan ganas, meski aku menyebutnya sebagai listrik tapi itu memiliki warna hitam yang indah, aku melihat itu dengan takjub.

"Wow, ini... Sihir... Aku bisa menggunakan sihir."

Aku tanpa sadar berseru kagum melihat jika aku, Namikaze Naruto... Seorang pelajar SMA tahun ketiga bisa menggunakan sesuatu yang menakjubkan seperti sihir, aku tanpa sadar menyeringai sedikit, dengan ini aku bisa membalas Kalajengking sialan itu. Aku menoleh kearah Kalajengking didepanku yang entah karena suatu alasan yang tidak aku pahami dia mencoba menjaga jarak dariku, hmm? Tidak... Bukan seolah, tapi memang itu yang sedang dilakukan Kalajengking itu.

Aku tidak tahu kenapa dia mencoba lari dariku tapi maaf saja aku tidak bisa membiarkan itu, tidak setelah apa yang coba kau lakukan padaku tadi, Kalajengking Sialan! Aku memfokuskan semua petir ditanganku kejari telunjuk-ku, petir berkumpul didepan jariku membentuk sebuah bulatan kecil yang tidak lebih besar dari sebuah kelereng, aku tidak tahu kerusakan apa yang dapat ditimbulkan oleh sihir ini, tapi berharaplah ini cukup untuk membunuh Kalajengking ini, jika tidak mari coba cara yang lain.

Aku membidik kalajengking itu seolah aku adalah seorang polisi yang sedang membidik objek latihan tembak, memastikan target terkunci aku dengan cepat melepaskan sihirku yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi, tanpa bisa menghindar Kalajengking itu terkena Sihirku, sebuah lubang sebesar kelereng tercipta dari kepala sampai tembus kebelakang, tidak hanya sampai disana sihirku terus melesat dan menghantam sebuah bebatuan besar yang kebetulan berada jauh dibelakang kalajengking itu dan...

Cring!

Duaaaaaaaaaar!

Suara ledakan yang maha dahsyat bergema dipadang pasir ini, gelombang kejut yang dihasilkan oleh ledakan besar itu mencapai tempatku, tak lama ledakan itu mereda dan terpampanglah pemandangan dari sebuah kawah yang memiliki besar yang dapat menandingi tambang berlian diafrika itu...

Bruk!

Kalajengking itu ambruk dan mati setelah beberapa saat setelahnya, tapi aku mengabaikan itu karena saat ini, aku telah menyaksikan sesuatu yang melebihi akal sehat, hanya... Dengan sihir sekecil itu, aku dapat membuat kerusakan seperti ini? Aku tanpa sadar tertawa hambar...

"Megami-sama... Anda telah merubah seorang pelajar normal menjadi seorang Monster penghancur yang menakutkan..."

Aku jatuh diatas lututku, kuso... Memang benar jika dengan kekuatan ini maka aku akan dapat hidup dengan nyaman dan aman didunia ini tapi, disaat yang bersama itu akan membuatku terlihat seperti Monster bertubuh manusia yang memiliki kekuatan penghancur skala negara!.

"Uwwwooo, Megami-sama, terkadang ada batasan untuk memberikan sesuatu! Jadi jangan lampaui batasan itu dan memberikanku kekuatan yang menakutkan seperti ini!?."

Aku menghantamkan tinjuku keatas pasir melampiaskan rasa frustasiku, entah kenapa aku merasa disuatu tempat aku merasa aku mendengar suara dewi yang mengatakan.'te-hee, aku berlebihan, maaf~.' atau itu hanya firasatku saja... Tidak lupakan itu! Aku harus menyegel kekuatan ini atau suatu saat kekuatan ini akan mendatangkan Masalah yang merepotkan nantinya... Aku menghela nafas, ini percuma saja, bagaimanapun aku mengeluh, menangis, dan marah Megami-sama tidak akan menarik berkah yang telah dia berikan padaku, jadi aku hanya harus menggunakan kekuatan ini dengan bijak...

"Sekarang? Apa yang harus aku lakukan pada mayat monster ini?."

Uhm... Menurut Novel Isekai yang aku baca secara tidak sengaja, biasanya Monster memiliki harga untuk beberapa bagian tubuhnya, kebetulan didompetku saat ini, aku hanya memiliki uang dari negaraku dan aku yakin teramat sangat yakin jika itu tidak akan berguna, jadi aku akan membawa Monster ini bersamaku dan menjualnya disuatu tempat didesa nanti, tapi masalahnya bagaimana cara membawa makhluk ini? Bukankah ukurannya sangat sulit untuk dibawah?. Pada akhirnya aku tidak dapat menemukan bagaimana cara membawa monster Kalajengking itu jadi aku akan meninggalkannya, huh~ sayang sekali...

Aku berjalan meninggalkan Mayat Kalajengking itu dan melanjutkan perjalananku, ditengah perjalananku aku bertemu dengan beberapa monster, mulai dari serigala gurun, Cacing besar dengan mulut penuh gigi tajam, sampai Kalajengking sialan yang sebelumnya telah aku kalahkan, namun aku tidak melawan mereka sebab akan menjadi sesuatu yang merepotkan jika ledakan besar seperti sebelumnya terus berulang.

Aku terus berjalan sampai aku memasuki daerah hutan, aku memutuskan beristirahat disini memulihkan tenagaku yang telah menipis, aku bersandar disalah satu pohon dan membuka peta...

"Setelah melewati hutan ini, aku akan menemukan sebuah sungai, dan setelah melawati sungai itu aku akan sampai didesa yang aku tuju..."

Sedikit lagi aku akan bertemu dengan penduduk dunia ini, meski aku agak khawatir tentang bahasa yang akan mereka gunakan, bisakah aku memahami percakapan mereka atau tidak? Ya, kita pikirkan itu nanti saja, sekarang saatnya aku beristirahat... Saat aku akan memejamkan mataku, telingaku menangkap sebuah suara hewan yang kesakitan?, suara itu sangat dekat dari sini... Aku bangkit dan mencoba mencari asal suara, dan ketika aku menemukan darimana asal suara itu aku terkejut melihat seekor hewan yang menyerupai anak anjing namun memiliki bulu seputih salju yang sangat indah dan terlihat lembut dengan beberapa warna biru gelap dibeberapa bagian tertindih dahan pohon yang patah, aku bergegas mendekat dan menyingkirkan dahan pohon itu untuk membebaskan anak anjing itu...

Aku mencoba melihat keadaan Anak anjing itu, dia terluka dibagian kakinya, ini tidak parah namun akan sangat berbahaya bagi anak anjing sekecil ini berkeliar dihutan ini, bisa saja darah yang ada pada lukanya menarim perhatian dari makhluk buas, aku tidak bisa meninggalkannya disini...

"Aku akan menolongmu, jadi tunggu sebentar."

Aku mengambil [Unique Card] pemberian Megami-sama dan memikirkan kotak obat, setelah memunculkan kotak obat, aku segera memberikan pengobatan semampuku pada anak anjing itu, aku setidaknya cukup sedikit paham dengan penanganan pertama, kenapa aku mempelajarinya? Aku pikir itu diperlukan suatu saat nanti jadi aku mempelajarinya dan tidak disangka itu cukup berguna, setelah melakukan ini dan itu aku melilitkan perban pada kaki dan mengikat simpul lalu selesai...

"Yosh, dengan begini lukamu akan sembuh dengan cepat..."

Aku membereskan kotak obat dan menatap Anak anjing yang juga menatapku dengan tatapan ingin tahu, dia anak anjing yang pintar, dia tetap tenang selama aku menyembuhkan lukanya, aku tersenyum meski hidupku agak menyedihkan seperti yang dikatakan Megami-sama dan dia benar tentang itu, aku cukup menyukai hewan apa lagi itu sejenis Anak Anjing...

"Hey? Apa kau lapar?"

Dia memiringkan kepalanya atas pertanyaanku, hahaha aku lupa dia tidak akan mengerti bahasaku, aku setidaknya harus merawatnya sampai dia sembuh lalu setelah itu membiarkannya hidup dengan damai dihutan ini, aku mengangkat anak anning itu yang tidak berontak meski dia adalah hewan yang hidup dialam liar, aku tersenyum sedikit melihat tatapan ingin tahu... Hey, dia memiliki mata yang cantik, Violet yang indah...

"Hey, Hey, Hey makanannya masih banyak, jadi makan perlahan-lahan..."

Aku menegur Anak anjing yang memakan makanan berupa daging sapi mentah yang aku dapatkan dari [Unique Card], kartu ini memang serba guna dapat memunculkan apa saja bahkan selain bahan makanan aku juga bisa memunculkan peralatan masak, seperti kompor, panci, dan berbagai macam alat masak yang lain dan berkat itu aku bisa menyediakan makanan yang setidaknya ada duniaku, sebagai anak indekos memasak adalah keahlian yang wajib... Setidaknya, dijepang seperti itu... Aku tidak tahu jika dinegara lain.

Aku tersenyum melihat betapa lahapnya anak anjing itu memakan makanannya, hanya dalam hitungan detik dia telah menghabiskan dua kilogram daging sapi itu, nafsu makan yang menakjubkan, aku juga menghabiskan Beef Stew milikku...

"Ah, kenyangnya..."

Aku mendesah puas, selama Ada [Unique Card] aku tidak perlu taku kelaparan selama dialam bebas namun semaha dewa apa sebenarnya kartu ID pemberian Megami? Aku penasaran tapi ya kita coba itu lain kali, karena hari sudah mulai malam... Aku menyenderkan tubuhku kepohon dibelakangku...

Aku menguas senyuman tipis begitu melihat sih Anak Anjing yang naik keatas pahaku, dia mencari tempat yang nyaman sebelum dia mengambil posisi tidur diatas pahaku, aku tersenyum dan mengelusnya, hooh~ aku merasakan bulu halus miliknya meluncur disela-sela jariku, dia nampak menikmati elusanku dan tak lama dia tertidur, aku terus mengelus bulunya dan menatap kearah langit malam yang dihiasi banyak bintang...

Aku awalnya hanyalah seorang Pelajar SMA tahun ketiga biasa, namun karena melihat nasibku yang menyedihkan aku dikirim kedunia lain untuk menikmati hidupku didunia ini selama dua puluh tahun, tiga jam setelah dilempar kedunia lain, aku bertemu dengan monster kalajengking dan membunuhnya dengan sihir penghancur superku, bertemu dengan beberapa monster yang lain dan masih hidup sampai sekarang...

"Ya ampun, dunia memang tidak waras... Tapi, yeah mari coba hidup didunia yang tidak waras ini..."

And Cut~

Next chapter: Familiars