Aku masih aktif dan jemariku masih bergerak! Otakku masih aktif juga! Syukur begitu besar kupanjatkan kepada Tuhan atas karunianya hingga mengijinkanku meng-update tulisan kecil penghiburku ketika otakku penat dengan padatnya kerjaan.

Maafkan aku ya terlalu lama. Maaf sekali.

Semua tulisanku memang harus diselesaikan. Aku usahakan itu karena aku ingin meninggalkan sesuatu untuk dibaca bagi generasi berikutnya. Ini adalah dua fandom yang membawaku kepada dunia per-wibu-an dan aku begitu mencintai dua fandom ini. Meskipun kisah dari fandom ini tidak terlalu berfokus pada dunia DxD, aku ingin membuat kisah ini memiliki intrik jalan ceritanya sendiri pada setting dunia alternatif yang luas. Begitu juga dengan kisah yang kutulis lainnya. Bahkan untuk kisah naga pada dunia DxD juga kubuat sendiri ahahaha...

Aku senang melihat aktif dan banyaknya author baru yang membawa cerita mereka kepada dunia FFn. Mereka mungkin masih baru tapi mereka sudah melangkahkan kakinya menuju dunia yang baru bagi mereka. Ide mereka segar dan patut diapresiasi. Mereka berani mempublish cerita mereka untuk kalian agar mereka bisa belajar membangun dunia mereka sendiri dan mereka mungkin mampu menulis sesuatu kisah yang besar nanti. Kuharap para pembaca mampu mendukung para author baru sebagaimana mereka juga mendukungku.

Terima kasih untuk Giant Smoker yang selalu mengingatkanku untuk update. Kau yang terbaik kawan! Aku bangga dengan dukunganmu. Begitu juga dukungan mereka yang lain pada PM yang mereka kirimkan padaku.

Ps: Update selanjutnya adalah Stranded.


Issei menunduk ketika Naruto bertanya padanya kutukan yang diterimanya sebulan yang lalu. Bukan sebulan lalu saja tapi lebih tepatnya kutukan itu dia terima ketika dia berubah menjadi manusia setengah naga. Awalnya kutukan itu belumlah muncul dan baru-baru ini saja gejala akan kutukan itu muncul.

Sebenarnya itu bukanlah sebuah kutukan. Itu adalah ciri khas dari seekor naga- sifat naga yang mereka miliki ketika lahir. Setiap naga yang lahir selalu berfikir mereka adalah predator paling atas, mereka punya kebanggaan diri paling tinggi dan mereka haus akan yang namanya kekuatan. Setiap naga pasti memiliki itu dan mereka menganggap bahwa itu adalah hal yang biasa.

Tapi mereka naga dan bukan makhluk lainnya.

Ketika mereka membandingkan hal itu dengan makhluk lainnya, tentu pemikiran mereka akan berbeda. Saling bertentangan. Terlebih dengan pikiran rapuh seorang manusia.

Dahulu kala ada naga yang mempelajari sihir. Naga itu kemudian membuat sihirnya sendiri dengan elemen inti yang ada pada tubuhnya yang dia miliki dan terciptalah sihir naga yang mampu membawa mereka menuju puncak kekuatan lebih jauh daripada yang pernah dikira.

Naga itu adalah Great Red.

Dan mengikuti jejaknya adalah Ouroboros dan Trihexa.

Mereka adalah para naga dengan kekuatan yang berada paling atas. Mereka mencapai tahapan mengerti sihir elemen inti naga mereka sendiri begitu hebat hingga mereka membuat paksa realita dan hukum semesta tunduk pada sihir mereka. Mengikuti jejak mereka, naga lain mulai mencari sihir mereka sendiri dan mereka berlomba untuk saling bersaing menuju puncak. Menjadi yang diakui. Menjadi yang tidak terkalahkan.

Itu adalah sifat mereka.

Meskipun begitu, diantara mereka ada pula yang mempelajari sihir mereka untuk pengetahuan. Memuaskan hasrat naga mereka yang begitu besar. Dan ketika hasrat pengetahuan mereka mulai besar dan ketika terlihat ketamakan pada ras dibawah mereka terutama ras lemah seperti manusia, para naga itu kemudian melakukan eksperimen.

Mengajarkan sihir mereka sendiri pada ras lemah itu.

Itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan oleh para naga. Mereka harusnya tidak mengajarkan sihir naga mereka karena mengajarkan itu sama saja dengan memberitahukan inti dari sihir yang mereka miliki dari tubuh mereka sendiri. Ketika mengajarkan sihir mereka, para naga itu tidak tahu bahwa mereka juga memberikan sebagian inti tubuh mereka yang terbawa lewat sihir dan tanpa sadar masuk ke tubuh para makhluk lemah itu.

Inti tubuh mereka yang menjadi dasar sihir mereka adalah sesuatu yang membentuk mereka. Itu adalah kepribadian mereka bercampur dengan keganasan dan ego para naga. Mereka yang tidak siap menerima sebagian dari inti naga pada tubuh mereka berakhir dengan kematian.

Tapi mengejutkannya justru manusia adalah yang paling bisa bertahan. Mereka bisa bertahan dengan inti naga pada tubuh mereka karena tubuh mereka nyatanya beradaptasi dengan begitu baiknya. Para manusia yang mendapatkan sihir naga itu bahkan kemudian tumbuh menjadi seseorang yang bahkan bisa melampaui naga yang memberikan sihir kepada mereka. Hal itu bisa terjadi karena dalam tubuh manusia, mereka punya ruang untuk tumbuh bagi sihir itu. Karena itulah mereka yang mendapatkan sihir naga itu bahkan bisa dikatakan membunuh naga itu sendiri.

Dan julukan Dragon Slayer lalu diberikan kepada mereka. Bukan karena mereka membunuh naga tapi karena potensi yang mereka miliki.

Tapi naga tidak tahu bahwa ketika mereka memberikan julukan Dragon Slayer, maka julukan itu akan membawa petaka pada mereka sendiri.

Kenyataan bahwa manusia yang mendapatkan sihir naga memang akhirnya memiliki kekuatan besar ternyata menyimpan efek samping yang jauh lebih buruk. Sihir naga yang mereka pelajari sudah dikatakan bahwa itu membawa inti dari naga yang mengajarkannya tentu membawa sifat mereka yang ganas pula. Sifat itu tidaklah muncul seperti saat naga mengajarkan sihir mereka pada ras lemah lain secara langsung tapi secara perlahan. Seperti benih yang tertanam, sifat itu yang kemudian terbawa oleh Dragon Slayer akan menggerogoti mental mereka, membuat para Dragon Slayer menjadi memiliki sifat naga yang mengajarkan mereka sihir.

Ganas, tamak akan kekuatan dan penuh kesombongan. Itu semua dijejalkan pada pikiran Dragon Slayer yang rapuh dan meskipun pikiran mereka mencoba untuk bertahan, mereka akan kalah oleh sifat naga dari sihir naga mereka yang tumbuh.

Mereka akan menjadi gila. Dan itu tidak bisa disembuhkan.

Jika gila tanpa kekuatan, maka itu tidaklah apa-apa tapi bagaimana dengan mereka yang punya kekuatan naga dengan pikiran yang gila?

Para Dragon Slayer itu akan menuruti kehendak sifat mereka. Mereka akan mengamuk. Membantai tanpa pandang bulu. Mereka akan mengganas.

Dan naga yang mengajarkan sihir mereka pada Dragon Slayer adalah yang pertama menjadi korban mereka.

Julukan Dragon Slayer lalu memberikan arti yang sesungguhnya bahwa mereka yang mempelajari sihir naga akan mampu membasmi naga namun dengan bayaran pikiran mereka sendiri. Karena itulah setiap manusia yang mempelajari sihir naga kemudian dilenyapkan dan para naga tidak pernah diperbolehkan mengajarkan sihir mereka lagi pada manusia.

Karena sihir naga yang mereka ajarkan demikian akibatnya, para makhluk lain yang menyaksikan bahwa mereka yang mempelajari sihir naga akan kemudian mengatakan bahwa mereka akan mendapat kutukan.

Itu semua terjadi karena manusia belajar sihir dari naga, lalu bagaimana dengan Issei yang dengan paksa merubah tubuhnya menjadi setengah naga? Dampak yang diterima tentu akan menjadi lebih banyak daripada seorang Dragon Slayer dan hal inilah yang menyebabkan Naruto menanyakan bagaimana dengan kutukan Issei karena Issei membawa kutukan naga pada tubuhnya setelah Issei merubah dirinya menjadi separuh naga untuk bisa menggunakan kekuatan Ddraig dalam waktu singkat. Pikiran Issei kini mulai disusupi oleh sifat ganas dari Ddraig ketika masih hidup dan itu kemudian mulai menggerogoti dirinya.

Naruto yang pertama kali mengetahui itu juga tidak menyangka akan seperti ini. Dia pikir tidak akan ada efek sampingnya ketika dia mengontrol Ddraig untuk bersikap baik pada Issei dan kemudian memerintahkan Ddraig merubahnya menjadi separuh naga hingga bisa menggunakan aura milik Ddraig secara bebas. Efek samping ini baru dikatakan Issei setelah Ddraig bercerita padanya akan kutukan Dragon Slayer dan saat ketika Issei mulai merasakan pikirannya tergantung dengan rasa hausnya akan pertempuran dan keganasan ketika bertarung. Ddraig adalah naga surgawi dahulu dan untuk mencapai itu dibutuhkan keganasan yang begitu hebat pada diri Ddraig ketika naga merah itu masih hidup. Dan ketika jiwanya kemudian memaksa Issei untuk berubah menjadi separuh naga, sifat liar Ddraig juga terwariskan.

Naruto mungkin untuk saat ini masih bisa menahan sifat Issei menggunakan segel Fuin yang dibuatnya. Tapi untuk menghilangkan efek kutukan itu secara penuh masihlah belum bisa tapi Naruto masihlah berusaha.

Fuinjutsu sederhana miliknya masihlah hanya menekan efek samping itu tapi efek samping itu bisa menghancurkan segel Fuin yang ada masihan. Untuk membuat segel Fuin yang sempurna Naruto masihlah harus mempelajari juga bagaimana Sacred Gear dibuat untuk menghilangkan kutukan yang dibawa naga hingga ketika Sacred Gear yang membawa jiwa naga tidak mewarisi kutukan itu ketika Sacred Gear tidak digunakan hingga melampaui batasannya.

''Efeknya masih ada tapi setidaknya sudah berkurang banyak.'' Issei mengalihkan pandangannya yang tadi tertunduk untuk menatap Naruto dengan penuh harapan. ''Apa Oyaji benar-benar bisa menghilangkan kutukan ini?''

''Kau masih meragukanku?'' Naruto tersenyum kecil dan Issei menggeleng.

Bodohnya dia. Bagaimana dia bisa meragukan Oyaji-nya ini yang telah begitu banyak menolong dan menyelamatkannya?

Tapi meskipun begitu terkadang pada hati kecilnya, Issei masih menyimpan keraguan.

''Seperti yang kubilang bahwa kau boleh berharap penuh padaku sebagaimana aku ini keluargamu juga Issei. Segel yang kuberikan padamu itu masihlah tahapan awal dan merupakan uji coba. Pengembangan akan segel yang sesungguhnya sudah memasuki tahap akhir.''

''Eh benarkah?'' Issei terkejut mendengarnya.

''Yah, tinggal mengutak atik hal itu sedikit dan memasangnya padamu maka selamat!'' Naruto mendengus geli. ''Kau adalah manusia pertama yang memiliki inti naga yang akan terbebas dari kutukan ini.''

[Gurumu ini sungguh luar biasa Issei] Komentar Ddraig secara tiba-tiba. Bagaimana tidak luar biasa ketika dia nantinya mematahkan kutukan yang terbawa oleh Issei kini yang akan membawa Issei nantinya bisa tumbuh lebih jauh lagi. Beruntungnya Issei bertemu dengan Naruto meski Ddraig terkadang bertanya pada dirinya sendiri bagaimana Naruto bisa lolos dari pengawasan dunia supernatural dengan kekuatannya yang aneh dan kepandaiannya ini.

'Aku tahu itu' Jawab Issei pada Ddraig.

''Lagipula jika tidak kulakukan itu dan kau menjadi gila nantinya maka kau bukan lagi Issei karena pikiranmu sudah penuh dengan keliaran naga. Harusnya Issei yang seperti itu tidak ada dan yang ada harusnya Issei yang otaknya penuh dengan oppai!''

''Sialan kau Oyaji! Keadaanku jangan dibuat bercanda dong!'' Issei memukul lengan atas Naruto dengan candaan ketika melihat senyuman remeh Naruto padanya yang masih mengandung rasa humor. Hal itu dibalas oleh Naruto dengan mengacak-acak rambut Issei hingga berantakan sebelum menjitaknya dengan penuh tawa.

''Hahahaha. Soalnya rasanya jika tidak melihat kau tidak mesum maka itu bukan kau Issei. Heh kau masih menyimpan video bintang porno berambut panjang dengan kacamata itu di bawah kasurmu?'' Lengan Naruto menyenggol Issei dan Issei ternganga ketika dia tahu siapa yang Naruto maksud.

Eh bagaimana Naruto bisa tahu? Apakah Naruto masuk ke dalam kamarnya dahulu dan kini masuk ke dalam kamar yang dia miliki ketika dia tinggal disini sekarang? Tapi Issei selalu mengunci kamarnya setiap kali dia pergi.

Melihat seringaian kecil penuh arti dari Naruto menunjukkan pria pirang itu memang telah masuk ke kamarnya selama ini.

Dasar pria ini...

Issei tak tahu harus berkata apa dan harus menyembunyikan apapun dari pria ini rasanya.

Dalam tawa kecilnya kemudian, Issei berpikir bahwa mungkin inilah yang menyebabkan mereka bisa sangat akrab sekali.

''Kalau mau pinjam bilang saja Oyaji. Nanti aku pasti pinjamkan tanpa perlu kau obrak abrik harta rahasiaku secara sembunyi-sembunyi. Ah... Oyaji... Kau mesum ya rupanya.''

''Bah, videomu semuanya kurang bagus. Punyamu dada besar semua. Gak menarik Issei.'' Naruto menanggapi dengan santainya. ''Nyari tuh yang pas ditangan!''

''Kalau gitu kurang empuk!''

''Bodoh! Kalau pas di genggaman itu enak!''

''Hahahaha... Kau ketularan mesumku ya Oyaji.''

''Bukan ketularan. Aku memang punya sisi mesum juga bocah! Aku normal.'' Naruto menyengir kecil. ''Lagipula aku punya istri yang teramat cantik tuh. Ngapain aku tertarik sama bintang pornomu. Setidaknya aku sudah lolos jadi pria sejati. Kau?''

Gukh! Issei tertohok mendengarnya. Sialan! Dia memang masih perjaka tapi ya jangan disinggung dong! Damage-nya itu gak ngotak!

''Kalau mau jadi pria sejati itu ya kalau suka lamar terus nikah Issei. Kalau kau cinta dengan Kunou, tunggu kalian menikah dulu baru gonjang ganjing di ranjang. Itu baru benar bocah. Jangan asal model makhluk supernatural kebanyakan yang hanya berpikir dengan alat kelamin mereka saja. '' Kata Naruto yang menepuk pundak Issei kemudian dan berdiri untuk berniat menuju Hera dan Asia yang masih bersama dengan Kunou, kekasih dari Issei.

''Pria sejati akan melakukan itu dan pria sejati juga akan melindungi apa yang berharga baginya dengan segenap yang dia punya Issei.''

''Ketika kau punya sesuatu yang berharga untuk kau lindungi, saat itulah tekad dan kekuatanmu yang sesungguhnya akan muncul. Penghalang apapun yang menghalangi?''

''...Itu hanyalah batu kerikil takdir remeh yang dilemparkan padamu.''


Wanita dengan rambut hitam panjang yang memakai pakaian modis itu berhenti melangkah ketika melihat jalanan ramai Kyoto. Lalu lalangnya orang-orang itu terlihat menarik untuk dilihat meskipun wanita itu tahu disekitarnya, tepatnya pada sekitar dia berdiri beberapa puluh pasang mata memandang kearahnya atau sekadar melirik untuk mengagumi kecantikan yang dimiliki wanita itu.

Itu wajar. Dengan wajah cantik yang melebihi para model papan atas, kulit putih bersih, bibir tipis yang ranum dengan sentuhan lipstik yang menawan juga topi lebar yang berpadu dengan dress biru yang dikenakannya, wanita itu terlihat memiliki kecantikan setara dengan seorang dewi.

Apalagi dengan aura yang dimilikinya yang seakan memikat mata. Kecantikan ini jika dijelaskan dengan kata hanya akan tertulis begitu banyak.

Wanita itu tertawa kecil geli ketika merasa dia diperhatikan. Jemari lentiknya menutupi tawa renyahnya yang terdengar mempesona.

Sudah seharusnya seperti itu. Ah manusia. Ketika melihat kecantikan seorang dewi, mereka jelas akan terpana.

Manusia dengan pikiran sempit mereka seakan tidak pernah membuat Aphrodite bosan.

Yah, tapi meskipun Aphrodite, dewi kecantikan, cinta dan nafsu dari mitologi Olympus ini ingin bermain-main dengan manusia ini, rasanya dia sedang tidak punya waktu untuk itu.

Mereka terlalu membosankan.

Namun satu hal telah membuat Aphrodite tertarik untuk menjejakkan kakinya di Kyoto ini. Meskipun dia tidak dilarang untuk memasuki Kyoto setidaknya dia tidak ingin membuat masalah di Kyoto lebih dahulu.

Zeus telah menunjukkan sesuatu yang menarik padanya. Sumber dari bagaimana Hera kini terlihat tidak tampak lagi di Olympus dalam beberapa waktu dekat ini. Sumber dari bagaimana Hestia sampai menceraikan Zeus dan Hera.

Aphrodite tidak bisa untuk bisa tidak merasa geli melihatnya. Yah, dia tahu cepat atau lambat semua ini pasti akan terjadi. Meski setidaknya butuh berapa milenia untuk Hera bisa mencari kebahagiaannya sendiri.

Tapi jika selama Aphrodite masih bernafas, itu rasanya akan sulit. Ketika Zeus menunjukkan bagaimana pria pirang yang kini begitu dicintai oleh Hera padanya, mata Aphrodite kala itu tidak bisa untuk tidak berkedip.

Dia tampan, penyayang dan begitu perhatian.

Bahkan ketika Aphrodite mencoba untuk merasakan bagaimana perasaan pria itu pada Hera, Aphrodite tidak bisa untuk tidak merasa begitu sangat iri.

Perasaan pria itu pada Hera, pada putrinya dan pada mendiang istrinya cukup untuk membuat Aphrodite mabuk kepayang. Ini tidak seperti yang pernah dia bayangkan.

Aphrodite menginginkan itu saat itu juga. Dewi itu serakah.

Persetan dengan Hera. Aphrodite akan merebut pria pirang itu dari sisi Hera.

Bukankah drama ini akan semakin menarik jika dia ikut main? Meskipun Aphrodite merasa pantas untuk Hera mendapatkan kebahagiaannya saat ini, Aphrodite merasa Hera terlalu dini untuk itu dan Aphrodite masih mempunyai dendam untuk Hera yang menikahkan paksa dirinya dengan Hephaestus, putra cacatnya itu. Aphrodite masih tidak terima dengan itu dan karena itulah Aphrodite menjadi dewi yang seperti ini sekarang.

Kebenciannya pada Hera masihlah ada dan saat inilah kebencian ini untuk terbalaskan.

Dalam langkah kaki pelannya kemudian Aphrodite berjalan dengan penuh percaya diri. Menuju ke tempat yang menjadi tujuannya. Menuju pria tampan itu yang akan direbutnya meski harus melukai Hera.

Aphrodite serakah. Sangat serakah.

Dan dewi itu tidak tahu keserakahannya ini akan membawa takdir miliknya berjalan pada benang berwarna hitam.

Benang hitam yang mengancam nyawanya sendiri.