Kejarlah cita-cita setinggi langit pepatah ini sering di ucapkan oleh beberapa orang bukan?

Cita-cita ku tinggi tapi nasib yang membuatnya jatuh dan hancur.

"Apa yang kau lakukan disini?" suara berat itu terdengar dari belakang Luhan.

"Ah!" Luhan menggaruk tengkuknya "aku hanya mencari barang yang tertinggal"

"Kupikir tak ada barang disini" Kai melihat kesekitar dan tak menemukan apapun di sana.

"Aku sudah mengambilnya, kalau begitu aku akan pergi sekarang" luhan sudah menenteng tasnya hendak pergi namun tangannya ditarik oleh Kai.

"jangan berlatih lagi, kau tau cederamu sangat parah dan akan semakin parah jika kau memaksakan diri" Kai menatapnya sendu.

Luhan melepaskan genggaman tangan Kai dan tersenyum kecut menatap sahabatnya itu " aku tau , aku tidak memaksakan diri aku hanya mengenang masa masa dimana aku giat berlatih disini"

"Sudahlah Lu," Kai menatap Luhan

Luhan tahu temannya itu sedang menatap cemas padanya, Luhan tersenyum menatap teman kecilnya itu " aku tahu berhenti menatapku seperti itu," ia merenggut kecil dan memeluk pinggang Kai. " ayo pergi makan bagaimana?"

Kai menatap Luhan sumringah " Setuju"

"Baiklah ayo pergi" Mereka berdua berjalan saling merangkul pundak keluar tempat latihan mereka.

"Maafkan aku"

Bahkan jika terhenti , bahkan jika dihentikan aku akan tetap berlari kearahmu

Meskipun dalam keadaan pincang dan berdarah-darah.

"Hei" pria tinggi itu menepuk pundaknya dengan pelan.

" Tumben kau tidak latihan hari ini?" pria itu, Chanyeol bertanya pada pria yang duduk disampingnya.

Memberikan sebuah senyuman manis pria itu menggeleng pelan" aku merasa malas hari ini,"

Menatap temannya bingung "Benarkah? Hanya itu?"

Ia mengangguk hendak pergi sebelum sosok yang lebih pendek darinya berdiri tepat didepannya " Mau kemana kau?, Kenapa kau malah pergi tanpa berlatih Sehun?".

Sehun memberikan senyum kecil "aku hanya malas sebenarnya"

Memberikan senyuman sinis dengan menyedekapkan tangannya di dada " Kau tau olimpiade akan segera dimulai beberapa Minggu lagi, dan apa kau bilang ?malas?" ia berdecih

"Pergilah Yoona, aku benar benar tidak ingin berlatih" ia mulai melangkah pergi sebelum suara wanita itu terdengar.

" Kau tak ingin kehilangan kesempatan emas mu ini kan?" dan Sehun berhenti saat mendengarnya " Lagipula pernikahan kita akan segera dilaksanakan setelah olimpiade, aku tidak ingin memiliki suami yang mempermalukanku dengan kalah dalam olimpiade"

Sehun tersenyum miring "lagipula aku memang tidak berniat menikah denganmu" dan mulai melangkah pergi meninggalkan Yoona dan Chanyeol disana. Dengan wajah wanita itu terlihat merah menahan kesal.

"DASAR PRIA TIDAK BERGUNA" teriaknya tak terima.

Membuat Chanyeol hanya memutar bola ditangannya dengan heran lalu pergi begitu saja.

Kadang aku berpikir aku merindukanmu, kadang aku berpikir aku membencimu

Namun hal yang tak pernah aku pikirkan dan tak pernah aku ragukan adalah

JIKA AKU MASIH MENCINTAIMU.

TBC

Iya tau ini dikit, ini namanya baru ngode cerita baru:D. Haaiiii aku balikkk dengan cerita yang lebih fresh kek ikan laut yang baru dipancing:-D. Maaf ya karena cerita cerita sebelumnya dihapus. Baru dapat libur kuliah soalnya . Kalo ada yang berminat dan ingin lanjut aku lanjutin tinggal lihat respon aja sih . Sekian dan happy reading muahhhh :-*:-D:-D