TRACE OUT

Disclaimer : Masashi Kishimoto untuk karakter pada serial Naruto

Kru Type-Moon (Para Penulis dan Artist) dan Delightworks (Yosuke Shiokawa selaku Direktur) untuk karakter pada Franchise Fate/Grand Order

Beberapa Chara dari Anime/Game yang akan muncul

Genre : Adventure, Fantasy

Rated : T (13+)

Warning : Isekai, Typo, Di Luar Ekspektasi, OOC, dan Alternative Universe.

Selamat Membaca ^-^

"Ahn... tubuhku sakit sekali. Padahal semalam aku tidur tepat waktu."

Rutinitas bangun tidur, entah mengapa semakin hari sakit di bagian tubuhku ini makin menjadi. Sepertinya aku terlalu memikirkan penerimaan siswa di Universitas , sehingga tidurku kurang nyenyak.

Yah. Setelah menunggu lama hasil test dari Universitas ternama itu, akhirnya aku mendapatkan kabar gembira bahwasanya diriku lolos dan akan segera mengenyam kembali pendidikan yang sempat tertunda. Lagipula, hanya beberapa bulan saja tertunda.

Keseharian saat menunggu pengumuman? Hanya bermain Game... dalam beberapa waktu.

Aku bukan seorang Gamer yang menganggap "Level Tertinggi dan pemilik Item Langka adalah Seorang gamer sejati." Sungguh, aku hanya memainkan game di saat waktu senggang atau saat pikiranku sedang jenuh.

Sepertinya aku melupakan sesuatu...

Tapi apa ya...?

Ah, aku belum mandi...

.

.

.

Segarnya, mandi pagi menyejukkan. Pakaian rapih, peralatan lengkap, lalu sarapan. Hm.. sepertinya aku ambil Ramen Spesial karena ini adalah Hari yang Spesial.

.

"... Telah terjadi kecelakaan beruntun di dekat Kanpachitomei Entrance. Tidak ada korban jiwa, namun polisi masih menyelidiki apakah kemungkinan disebabkan oleh supir mobil tengah dalam keadaan mabuk..."

Sepertinya orang-orang di sekitar sangat menyukai kesenangan yang sementara. Oh ayolah, untuk apa kau mengendarai kendaraan disaat hilang kendali? Jika kau ingin segera meninggalkan dunia, silahkan.

Setidaknya berita yang tayang di pagi hari ini tidak terlalu buruk juga untuk mengetahui perkembangan sekitar, dan keadaan pikiranku agaknya menjadi segar untuk memulai perjalanan menuju Universitas yang kira-kira memakan waktu sekitar 27 menit.

Aku tidak lagi bisa mengucapkan "Aku berangkat," atau "Aku Pergi dulu," karena aku menempati rumah yang pernah dihuni oleh kedua orang tuaku. Mengingat itu, aku jadi rindu saat mereka masih bersama. Kami berpisah karena suatu hal, terlalu menyakitkan bila diingat.

.

Setelah berjalan dari rumah selama 10 menit menuju stasiun terdekat, aku pun menaiki kereta dengan tujuan Tokyo. Karena hari ini adalah hari senin, wajar saja jika kereta lumayan penuh. Untungnya gerbong yang kunaiki tidak terlalu ramai, jadi aku bisa duduk.

.

Perjalan kereta tidak terlalu lama, hanya 6-8 menit melewati beberapa stasiun. Juga, Universitas Tokyo cukup dekat dengan stasiun, jadi aku tidak perlu terburu-buru untuk memasuki area Universitas

"Hei, bagaimana rasanya diterima di Universitas idamanmu?"

"Itu sangat menyenangkan, kau tau? Beruntung aku punya teman sepertimu bisa masuk bersama di Universitas yang sama."

Ya, aku hanya mendengarkan obrolan orang di perjalanan. Mungkin rasanya amat menyenangkan bila mempunyai teman dekat sejak kecil, aku sendiri? Tidak perlu dipikirkan, aku hanya anak yang sering menyendiri saat masa sekolahku dulu. Pasti sangat membosankan bukan bila kegiatan harianmu saat waktu istirahat hanya dihabiskan untuk membaca buku di perpustakaan, bahkan acara besar sekolah saat SMU seperti Festival Musim Semi dan Musim Gugur, atau liburan musim Panas yang katanya membuat jiwa muda menjadi membara itu sangat menyenangkan.

Bagiku tidak.

Aku terbuka bila ada yang ingin berkomunikasi denganku, namun aku tidak tahu ingin melakukan percakapan dengan siapa atau dimulai dengan bahasan apa. Hobi? Hobiku sudah tentu berbeda dengan orang-orang di sekitarku.

Masa-masa yang katanya sulit didapatkan dan dinikmati sepertinya tidak terasa bagiku. Bahkan jika dibandingkan orang normal, aku terlihat seperti orang yang tertutup dan tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain.

Meski begitu, aku memiliki seorang teman. Sungguh, aku sangat berterima kasih kepada temanku itu saat masih SMU. Yang selalu membantu saat diriku kesulitan walau aku tau dia cukup kerepotan dengan tindakannya itu, aku sangat terbantu karenanya. Hmm... kira-kira dia ada di mana sekarang? Bagaimana kabarnya? Aku ingin segera bertemu lagi dengannya, terasa sangat nyaman saat bersama dia.

Haah.. memikirkannya saja benar-benar membuat pikiranku buyar. Baiklah, setelah menentukan jadwal mata Kuliah akan kuluangkan waktuku untuk bertamu di rumahnya. Seingatku rumahnya tidak terlalu jauh dari sini.

.

.

.

Sudah jam 4 sore? Haha, sepertinya aku terlalu menikmati obrolan dengan dosen pembimbingku. Bagaimana tidak, bukan karena dia terlambat datang ke kelas lalu duduk diam tanpa rasa bersalah. Justru alasan mengapa ia bisa terlambat,

"Sehubung tadi pagi aku melihat ada seorang Nenek ingin menyebrang jalan, dengan penuh rasa peduli aku membantu dia untuk menyebrangi jalan. Lalu saat sedang melewati gang terdekat, ada kucing hitam yang sedang tidur dan menghalangi jalan. Karena aku tidak mau mengalami kesialan, aku berjalan memutari jalan dari yang biasanya aku ambil. Aku rasa aku tadi sempat tersesat di suatu jalan yang bernama Kehidupan."

Hei! Yang benar saja! Hanya karena hal sepele?! Hahahaha.

Ternyata, sedikit meleset dari perkiraanku saat memikirkan soal hari pertama kuliah. Tak apa, aku pasti akan menikmati ini. Lalu, ah... lebih baik aku langsung mengunjungi temanku di rumahnya.

.

.

KNOCK KNOCK

"Permisi!"

Tidak ada jawaban?

KNOCK KNOCK

"Permisi!"

Jarang sekali dia-

CLAK

"Maaf, aku bukan bermaksu-Naru?"

Akhirnya...

"Harusnya aku yang bilang maaf, ano... kau terlihat berantakan sekali, ada apa?"

Ini adalah hal yang aneh yang pernah kutemui, seorang gadis dengan pakaian yang terlihat dipakai asal-asalan serta matanya yang sayu dan rambutnya yang berantakan?! Wait! Hell! Apa yang sedang terjadi?! Apalagi dia perempuan! PEREMPUAN!

"Woi! Kau tidak apa-apa kan?! Siapa yang membuatmu seperti ini?!"

Masa bodo kalau aku pegang kedua bahunya, yang penting dia merasa aman dulu.

"Bahahaha, kau itu dari dulu tidak pernah berubah ya? Mudah panik dan terlalu mudah menilai orang dari penampilannya... aku tidak apa-apa kok, santai saja."

Tunggu... apa?

"Jadi, kau tidak apa-apa? Maksudku, kau tidak sedang dalam tekanan atau ancaman?"

"Bahahaha..."

Oi! Aku sedang serius!

"Jangan tertawa seperti itu!"

"Haha.. habisnya kau terlalu panik terhadapku. Juga, hahaha... wajahmu terlihat sangat serius... Bahahaha..."

"Aku memang sedang serius!"

Rasanya aku tengah dibuat marah sekaligus sedang dipermalukan.

"Hahahaha... Maaf-maaf, aku terlalu terbawa suasana. Baiklah, sebelum kau mulai berbicara yang tidak-tidak. Alangkah lebih baiknya kita masuk masuk dahulu, kita bicarakan di kamarku."

Baikl- APA!?

"Bukannya apa-apa, kurasa itu kurang sopan."

"Haah... Masih saja kaku. Masuk saja, lagi pula aku sedang melakan sesuatu di kamarku."

"Baiklah, terserah kau saja."

.

.

.

TBC

Fuahahahaha, setelah melalang-buana jadi tukang baca ampe lumutan, akhirnya bisa bikin cerita jua... hahahahah

.

Sebelum masuk ke pembukaan cerita, kenapa ada warn!Isekai padahal belum pindah? Tenang, saya sudah menyusun beberapa skenario perpindahan, dengan rute cerita yang mudah ditebak tentunya. Hehehehe...

Untuk siapa "Teman SMU" Naru, kita lihat nanti... Tehehe, yang pasti chara favorit di Franchise nya.

Sementara, saya cantumkan dulu Tag serial Fate/Grand Order. Silahkan berimajinasi untuk karakter "Teman SMU Naru." HAHAHAHA

.

Mungkin bagi yang tertarik, cukup kasih comment "Lanjut" atau sebagainya.

Bagi yang mau memberi masukan, kritik, saran, atau beberapa ide serta berbagi pengalaman. Bisa langsung dicantumkan di review atau langsung lewat PM. Bisa juga menghubungi saya lewat grup chat WA Fanfiksi Naruto Indonesia, itu pun kalau sudah masuk Grup.

Tukang Bakar... saya tunggu kehadirannya ya :D

Note:

Projek ini adalah kegiatan sampingan saya, jadi harap maklumi bila tidak bisa membuat lebih dari 3k word, atau update kilat. Dikarenakan kegiatan Real Life saya sebagai salah satu karyawan di suatu perusahaan

See Yaa