Naruto : bukan punya saya

Rate : M

Warning : gaje, typo, fantasi, super power, alur berantakan, cerita abal-abal, mainstream, humor, dll.


.

.

.

.

.

.Battle of Elemen : Recreation

Chapter 01

.

.

Sihir? apa kalian percaya dengan itu? sesuatu yang membuat suatu hal yang mustahil menjadi nyata, bahkan dikatakan semua ke inginan mu akan terwujud berkat sihir, jika sihir itu benar-benar ada maka aku akan...

seorang pemuda membuka matanya, pemuda itu bernama Namikaze Naruto, kenapa dia bisa tertidur disini, ah ya Naruto ingat dia membolos kelas dan berlari ke arah belakang sekolah, karena Naruto tidak tahan menjadi bahan hinaan teman sekelasnya bahkan gurunya sendiri, Naruto bangun dan merengangkan tubuhnya yang terasa kaku. surai kuning Naruto berkibar terkena hembusan angin, pemandangan di bukit belakang sekolah nya memang terlihat indah saat sore hari, tapi sesaat kemudian sorot mata Naruto berubah manjadi dingin, saat merasakan kehadiran seseorang di belakang nya.

" kenapa kau kemari Hyuga? " tanya Naruto, Naruto bisa tau itu adalah dia tanpa melihat wajahnya, dia yang di maksud Naruto adalah Hyuga Hinata, gadis cantik bersurai indigo dari keluarga terhormat dan juga teman masa kecil Naruto.

" Naruto kenapa kau menjauhiku? "

" kau bisa tanyakan itu pada ayah mu! " jawab Naruto dingin, Naruto mengambil tasnya dan beranjak pergi meninggalkan Hinata, Hinata hanya bisa menatap pungung Naruto dengan tatapan sedih. sudah 5 tahun Naruto selalu menjauhinya dan Hinata tidak tau apa penyebabnya. setiap kali dia bertanya, Naruto hanya menjawab seperti itu.

..

Naruto pov~

hhh kalian sudah tau namaku bukan? sekali lagi perkenalkan aku Namikaze Naruto, aku adalah anak dari Namikaze Minato dan aku tidak punya ibu, sebenarnya aku punya perempuan yang bisa ku pangil ibu, tapi dia menghianati ayahku, dia pergi meninggalkan aku dan ayah saat umurku 3 tahun, dia lebih memilih menikah dengan lelaki lain, dan meningalkan aku juga ayahku, hanya karena ayah itu orang miskin, aku benci ibu aku bahkan tidak ingin menyebut nama nya. suatu hari nanti aku pastikan dia akan menyesal karena sudah meninggalkan kami. untuk itu aku akan berusaha menjadi Elemental terkuat nanti agar bisa mengangkat derajat ayahku.

Elemental adalah pangilan lain dari seorang Magician yang masih dalam tahap pelatihan, pelatihan yang ku maksud adalah bersekolah di Akademi Magic Konoha, untuk menjadi seorang Magician kau harus terlebih dulu masuk Akademi. dan untuk masuk Akademi Magic itu biayanya tidak sedikit, aku kawatir dengan ayah, apa ayah bisa memasukanku ke Akademi Magic Konoha, mengingat biaya masuk nya saja tidak sedikit, aku sudah bicara pada ayah dan dia bilang dia akan mengusahakanya agar aku bisa masuk, aku sebenarnya tidak tega mengatakan itu pada ayah, tapi hanya dengan menjadi Magician aku bisa mengangkat derajat kami.

ohh iya gadis yang tadi itu adalah Hyuga Hinata, teman masa kecilku dulu dan putri dari Hyuga Hiashi orang terkaya sekaligus pemimpin dari keluarga Hyuga, dan perlu kalian tau Hyuga adalah salah satu dari 5 keluarga terkaya di Konoha, dan Hyuga menempati posisi ke 2 keluarga terkaya, posisi 1 di pengang oleh keluarga Uchiha, untuk posisi 3 adalah keluarga Uzumaki, sedangkan posisi 4 adalah keluarga Senju, dan yang terakhir adalah keluarga Haruno, sebenarnya masih banyak keluarga ternama lainya seperti Yamanaka, Akimichi, dan masih banyak lagi, hanya saja itu membuatku tidak nyaman kalau harus menyebutkan semuanya. hmm sepertinya sampai disini saja penjelasanku jaa ne.

.

Naruto pov~ end

Naruto berjalan sambil melamun, dia masih terpikir soal biaya masuk Akademi, sebenarnya Naruto tidak ingin merepotkan ayah nya yang sudah tua, tapi Naruto benar-benar harus menjadi Magician agar bisa membangakan ayah nya, sekaligus untuk membuat para bangsawan sombong itu tidak akan meremehkan ayah nya lagi.

saat Naruto lewat di depan kediaman mewah Hyuga, Naruto berhenti saat mendengar suara yang tidak asing lagi, itu adalah suara ayah nya, karena penasaran Naruto pun mendekat ke kerbang, Naruto terkejut saat melihat ayah nya bersujud di kaki Hiashi. bukan hanya itu saja kepala Minato bahkan di injak kaki kanan Hiashi.

" Hiashi ku mohon masukan putraku, aku akan melakukan apapun, ku mohon Hiashi.. " ucap Minato memohon pada Hiashi, Minato tidak punya pilihan lain, selain memohon pada mantan teman lama nya itu, sebagai seorang ayah dia harus bisa membahagiakan anaknya, karena selama ini dia tidak pernah membuat Naruto bahagia, hanya ini yang bisa Minato lakukan, karena gaji nya sebagai seorang supir tidak akan cukup untuk mendaftarkan Naruto ke Akademi, walaupun harus kerja bertahun-tahun tetap tidak akan cukup.

" berani juga kau memohon padaku! setelah apa yang putramu lakukan pada putriku! " balas sinis Hiashi.

" i-itu tidak di sengaja Hiashi, putraku tidak bermaksud untuk membawa putrimu pergi, saat itu mereka hanya anak-anak Hiashi.. aku minta maaf sebagai ayah nya, tolong masukan putraku " ucap Minato sambil terus memohon.

" putramu itu tidak punya bakat Minato, dia tidak akan pernah menjadi Magician, dia hanya cocok menjadi supir sepertimu! " jawab Hiashi arogan.

" Hiashi aku mohon! aku ingin putraku bahagia, aku akan melakukan apapun Hiashi apapun! " Minato tidak punya pilihan selain terus memohon pada Hiashi. Hiashi menyeringai mendengar Minato mengatakan itu.

" apapun? kalau begitu serahkan sertifikat rumah mu Minato! "

" ta-tapi-.. "

" kau ingin putramu masuk atau tidak? kau sudah membuang waktu ku Minato " Hiashi berhenti menginjak kepala Minato, dia membersihkan sepatu nya dengan tisyu dan beranjak pergi. Minato kembali berdiri, dia memikirkan menyerahkan rumah nya atau tidak.

" tunggu! baiklah Hiashi, aku akan menyerahkan sertifikat rumahku " ucap Minato dengan wajah pasrah, sedangkan Hiashi berhenti dan tersenyum.

" bagus dan sesuai janji, putramu akan masuk Akademi besok " ucap Hiashi, dia melanjutkan langkahnya menuju mansion Hyuga.

Minato tidak tau bahwa Naruto melihat semua nya. di depan gerbang keluarga Hyuga, Naruto menangis, dia tidak percaya ayah nya akan memohon pada si berengsek itu. Naruto berlari meningalkan kediaman Hyuga, Naruto berlari dengan berasaan bercampur aduk antara sedih marah dan kesal. sedih melihat ayah nya sampai seperti itu demi dirinya, marah karena si keparat Hiashi memperlakukan ayah nya seperti tadi, dan kesal karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Naruto bersumpah akan membuat keluarga Hyuga itu minta maaf pada ayah nya.

.

Skip..

Di kediaman keluarga Namikaze, Naruto sedang duduk di meja makan bersama ayah nya. tapi dari tadi Naruto tidak menyentuh makanannya, dan hanya melamun, Minato yang melihat putranya seperti itu menghentikan makanya, sepertinya Minato harus mencairkan suasana.

" Naruto, ayah ada kabar bagus untukmu nak, mulai besok kau sudah bisa masuk Akademi " ucap Minato. berharap putranya itu akan senang mendengarnya.

" benarkah? ayah dapat dari mana uang nya? " tanya Naruto, walaupun dia sudah tau tapi Naruto pura-pura tidak tau agar ayah nya tidak sedih. Minato sedikit terkejut saat Naruto bertanya tentang uang masuk Akademi, sepertinya dia harus sedikit berbohong pada putranya.

" ayah punya kenalan baik dan dia bersedia memasukan mu ke Akademi, belajarlah yang giat Naruto, ayah percaya padamu, kau akan menjadi Magician hebat " ucap Minato dengan senyuman di wajah tua nya, Naruto yang melihat wajah gembira ayah nya jadi semakin sedih, melihat pengorbanan ayah nya untuk dirinya, rasanya Naruto ingin menangis dan memeluk ayah nya, tapi Naruto tidak akan melakukan itu, dia tidak ingin ayah nya yang sudah tua itu sedih.

" ayah.. "

" iya nak? "

" ayah terimakasih, terimakasih aku akan berusaha, aku akan berusaha menjadi Magician terhebat di dunia hehe.. " ucap Naruto tersenyum kecil, walaupun wajah nya gembira tapi dalam hati Naruto menangis memilukan. Minato ikut tersenyum, dia bahagia melihat Naruto tersenyum, untuk pertama kalinya Minato sangat bahagia bisa melihat putra nya itu tersenyum gembira setelah sekian lama, akhirnya dia bisa melakukan tugas nya dengan baik sabagai seorang ayah untuk membuat anak nya bahagia.

" oh iya Naruto, mulai besok rumah ini akan ayah sewakan, kau akan tingal dengan kakek Sarutobi, ayah sudah bicara padanya dan dia setuju, jangan pikirkan tentang ayah, kau belajarlah yang rajin, ayah mengandalkanmu Naruto.. " ucap Minato.

" baiklah.. ayah " jawab Naruto, anak dan ayah itu saling bercanda di meja makan, akhirnya Naruto menyentuh makanannya dia tidak ingin ayah nya sedih.

.

Skip time.

ke esokan harinya di Akademi Magic Konoha, puluhan murid baru memenuhi halaman sekolah termasuk Naruto. mereka di bagi menjadi dua kelompok, kelompok A dan kelompok B, karena banyaknya murid baru jadi ruangan pengujian di bagi menjadi ruangan A dan ruangan B, dan Naruto masuk kedalam kelompok B dan akan mengikuti ujian di ruangan B.

di ruangan B juga ada beberapa anak bangsawan, termasuk salah satunya adalah Neji Hyuga anak dari Hizashi Hyuga adik dari Hiashi Hyuga. Neji dengan aroganya duduk di barisan depan, sedangkan Naruto di barisan paling belakang. seorang guru masuk ke ruangan B.

" aku adalah guru untuk ujian kali kali ini, namaku Iruka, kalian bisa memanggil ku seperti itu, kita langsung saja, aku akan membagikan mendali ini pada kalian! " ucap Iruka sambil menunjukan sebuah mendali pada seluruh murid baru.

" mendali ini berfungsi untuk mengetahui Elemen kalian, dan tingkat Elemen itu sendiri, seperti yang kalian tau unsur Elemen di bagi menjadi beberapa bagian.. " ucap Iruka sambil membagikan mendali kepada murid-muridnya, dan yang terakhir mendapatkan mendali adalah Naruto. setelah selesai membagikan mendali, Iruka kembali ke depan papan tulis. Iruka menarik kain yang menutupi sesuatu, dan saat kain itu terlepas terlihatlah bola kristal putih yang berkilauan di atas meja, para calon siswi perempuan berbinar saat melihat berlian itu.

" ini adalah Magic detecting, jika kalian menyentuh bola keristal ini, maka dia akan bercaha sesuai dengan Elemen kalian, biar aku kasih contoh " jelas Iruka, Iruka menempelkan telapak tangannya ke bola kristal itu, dan beberapa saat kemudian bola krisal itu bercahaya emas terang, para murid yang melihat itu kagum.

" bisa kalian lihat Elemen ku adalah cahaya, Elemen juga mengikuti warna, jika merah itu adalah Api, emas Cahaya, biru Air, kuning Tanah, hitam Kegelapan, ungu Petir, dan ada juga beberapa Elemen spesial seperti Magma, Es, Kayu, Pasir, dan untuk penutupan adalah Non-Elemen, jika bola itu hanya bercahaya putih itu adalah Non-Elemen.. apa kalian mengerti? " jelas Iruka, semua murid menganguk kecuali Naruto. Naruto mengankat tanganya. Iruka melihat daftar murid yang masuk kelompok B.

" ya silahkan um.. Namikaze-san apa yang tidak kau mengerti? " tanya Iruka.

" lalu bagaimana dengan warna hijau, guru Iruka? " jawab Naruto, jawaban Naruto itu membuat seisi kelas menertawakanya.

" Hahaha! apa dia bodoh! "

" hahaha sepertinya Namikaze itu tidak tau apa-apa "

" tenang semuanya tenang, Namikaze-san hijau itu untuk Elemen Angin, dan Elemen Angin adalah unsur terkuat dari seluruh Elemen, tapi penguna Elemen Angin hanya muncul 1000 tahun sekali, apa kau mengerti Namikaze-san " jelas Iruka. Naruto menganguk mengerti. jadi Elemen Angin adalah Elemen yang sangat langka dan hanya muncul 1000 tahun sekali.

" baiklah tanpa membuang waktu lagi, kita mulai tes nya, kelas kalian tergantung hasil dari tes, aku harap kalian akan lulus dengan nilai terbaik " ucap Iruka, dan satu persatu calon murid Akademi Magic itu pun maju untuk menunjukan Elemen mereka, Iruka menilai setiap murid yang berpotensi masuk kelas A dan kelas B. dua kelas terbaik di bawah kelas S. kelas juga di bagi tergantung level Elemen masing-masing. kelas S untuk yang terbaik dari yang terbaik, kelas A juga untuk yang terbaik, kelas B untuk yang lumayan, kelas C untuk mereka yang yang memiliki sihir tingkat menengah ke bawah, kelas D untuk mereka yang memiliki sihir di bawah rata-rata dan terakhir kelas E untuk para pecundang.

" selanjutnya Neji Hyuga! "

Neji dengan percaya diri maju ke depan, dia melihat wajah para murid, Neji ingin mengejutkan mereka dengan kekuatanya. dia menempelkan telapak tanganya ke bola kristal itu. dan seketika bola itu langsung membeku menjadi Es, para murid kagum dengan kekuatan Neji. seperti yang di harapkan dari bangsawan Hyuga, semua keturunan Hyuga memang memiliki Elemen Es.

" Neji kelas A "

" wow dia dapat kelas A! "

" Kyaaaa! Neji-kun "

sorak kagum para murid dan teriakan gadis-gadis fans girl dadakan Neji. Neji melepaskan tangannya dari bola kristal itu, dia menatap sombong Naruto, sedangkan Naruto hanya menatapnya dengan pandangan bosan. Neji kembali ke tempat duduknya, selanjutnya para murid bergiliran maju menunjukan Elemen mereka, ada yang berelemen Air dan yang Cahaya ada juga yang memiliki Elemen Api. sampai digiliran terakhir yaitu Naruto.

" terakhir Namikaze Naruto! "

Naruto berdiri dan melangkah maju ke depan, Naruto menghela nafas, dia menantap kristal itu, kira-kira Elemen apa yang akan dia dapat, apapun itu Naruto harap itu adalah yang terbaik untuk dirinya.

" kau bisa memulainya Namikaze-san " ucap Iruka, Naruto menganguk dan dengan perlahan tangan kanan Naruto menyentuh kristal itu. Naruto memejamkan matanya dan berkonsentarsi mencari Elemen dalam dirinya.

" woi di kelompok A ada yang summon dual Elemen! "

" apa yang benar saja! "

" serius! ayo kita lihat! "

para murid dari kelompok B berbondong-bondong ke ruangan kelompok A untuk melihat siswa yang katanya summon dual Elemen itu, bahkan Iruka juga ikut penasaran dengan siswa yang summon dual Elemen, karena jarang sekali ada yang summon dual Elemen sekaligus. kini di ruangan itu hanya tinggal Naruto sendiri. Naruto masih berkonsentarsi dan fokus mencari Elemenya.

' aku mohon apa saja Api, Air, Tanah, Cahaya, apa saja ku mohon.. ' batin Naruto memohon, agar di berikan Elemen apa saja, dia membutuhkan itu untuk menjadi seorang Magician.

disisi lain di ruangan A sedang heboh karena munculnya siswa dengan bakat dual Elemen yaitu Api dan Petir, dia adalah Uchiha Sasuke putra dari keluarga terkaya di Konoha, sekaligus walikota Konoha itu sendiri Uchiha Fugaku.

" Kyaaaaaa Sasuke-sama! "

" Sasuke-kun I love you.. "

" uwoo Uchiha-san summon dual Elemen! "

" hebat seperti yang diharapkan dari keluarga Uchiha! "

sorak heboh para murid saat melihat bola kristal yang Sasuke pengang menyala merah ke unguan dan terlihat percikan petir yang menari-nari mengelilingi bola kristal itu. bahkan para murid senior di kelas A juga penasaran dengan Sasuke.

" Uchiha Sasuke kelas S "

para murid kembali berteriak heboh saat Sasuke di tempatkan di kelas S, kelas S adalah kelas paling elite di Akademi, dan tidak semua siswa yang beruntung bisa masuk ke kelas S, hanya mereka yang benar-benar punya potensi yang bisa masuk ke kelas itu, Sasuke tersenyum kecil, dia memang cocok di kelas elite, Sasuke akan membuktikan bahwa dirinya bisa melampaui kakak nya.

ke sampingkan Sasuke kita kembali ke tokoh utama cerita ini, Naruto masih terus berkonsentarsi mencari Elemen di dalam dirinya, ini sangat menyulitkan untuk Naruto karena dia seperti menjelajahi ruangan hampa. tapi Naruto tidak menyerah, Naruto terus menjelajahi ruangan hampa di dalam dirinya itu, Naruto masih menjelajahi rungan itu tapi sampai saat ini dia tidak menemukan Elemenya juga, apa mungkin benar yang di katakan Hiashi bahwa dia tidak punya bakat menjadi Magician. tidak Naruto tidak akan percaya dengan kata-kata si keparat Hyuga itu, Naruto yakin dia mempunyai bakat menjadi Magician.

Naruto sudah lelah menjelajahi ruangan hampa dalam dirinya, dia bahkan berputar beberapa kali tapi tidak juga mendapatkan Elemenya, saat Naruto ingin menyerah muncul setitik cahaya, cahaya itu semakin lama semakin membesar, dan yang lebih membuat Naruto terkejut adalah itu berwarna hijau! sekali lagi hijau! itu artinya adalah Angin, Naruto tidak percaya ini dia mensummon Elemen Angin, Elemen yang dikatakan hanya muncul 1000 tahun sekali.

Naruto membuka matanya dan benar saja bola kristal itu berwarna hijau sangat terang, tapi tidak lama kemudian bola itu meredup dan berubah warna menjadi putih, tepat saat itu juga Iruka dan para murid kelompok B kembali dan melihat Naruto masih berdiri memegang bola kristal itu. Iruka menghela nafas saat melihat bola itu bercahaya putih, Iruka fikir salah satu murid-muridnya itu akan mensumnon Elemen seperti Uchiha Sasuke.

" Namikaze Naruto kelas E "

" ahahaha! dia pecundang! "

" kau pantas di kelas itu Namikaze! "

" ahahaha! seperti yang di takdirkan dari Namikaze "

Naruto hanya diam saja menjadi bahan hinaan para murid itu, dia tidak akan peduli apa yang mereka katakan, yang terpenting dia sudah mendapatkan Elemenya, bukan hanya itu Naruto juga mempunyai bakat Non-Elemen, mulai sekarang Naruto berjanji akan berlatih meningkatkan keduanya, baik itu Elemen Angin nya atau seni Non-Elemen nya.

.

Skip

setelah tes ujian masuk Akademi sudah selesai, para calon murid pulang ke rumah mereka masing-masing, termasuk juga Naruto, Naruto harus bersiap karena besok dia akan masuk ke Akademi. tentu saja Naruto tidak akan langsung menunjukkan Elemen Angin miliknya, dia hanya akan mamakai Non-Elemen nya, Naruto tidak suka menjadi pusat perhatian seperti Uchiha dan Hyuga itu.

saat Naruto lewat di depan taman, dia samar-samar mendengar suara perempuan menangis, karena penasaran Naruto pun memeriksa sumber suara tangisan itu, dan yang Naruto lihat adalah seorang gadis bersurai merah, yang kira-kira umur nya 15 tahunan sedang duduk di bangku taman sambil menangis. karena tidak tega Naruto pun menghampiri gadis itu.

" adik manis kenapa kamu menangis? " tanya Naruto ramah, gadis itu tersentak saat menmendengar suara Naruto, gadis itu mengangkat kepalanya dan yang dia lihat adalah seorang laki-laki yang usianya mungkin sama dengan kakak perempuanya. dengan malu-malu dan takut gadis menunjuk segerombolan preman.

" (hiks) me-mereka mengambi kursi rodaku kakak, (hiks) aku tidak tau harus bagaimana lagi (hiks) " jawab gadis itu, Naruto terkejut ternyata gadis ini tidak bisa berjalan, pantas saja dia hanya terduduk di kursi taman, atau mungkin dia sudah lama duduk di bangku itu, ini sangat keterlaluan.

" adik manis jangan menangis ya, kakak akan ambilkan kursi rodanya, tapi janji jangan menangis lagi " ucap Naruto dengan senyuman di wajahnya. gadis itu merona melihat senyum Naruto. dengan malu-malu gadis itu menganguk dan mengusap air matanya. Naruto mengelus kepala gadis itu sebentar, Naruto lalu beranjak menghampiri para berandalan itu.

" bos kau memang hebat! "

" tantu saja aku akan membuatnya menjadi pacarku "

" tapi apa tidak berlebihan mengambil kursi rodanya bos? "

" itu hukuman untuknya karena dia menolaku, aku akan mengembalikanya saat dia bersedia meneriamku menjadi pacar nya " ucap bos dari para berandalan itu, mereka bertiga tertawa. tapi tawa mereka harus berhenti saat Naruto melemparkan batu dan batu itu tepat mengenai kepala bos brandalan itu.

Duak!

" wanjerr! woi siapa yang lempar? "

" aku.. "

mereka bertiga melihat ke arah Naruto, bos dari berandalan itu sepertinya terlihat marah pada Naruto. " apa maksudmu bocah! kau cari mati ya! " ucap si bos. sedangkan Naruto hanya menatapnya dengan datar. " kalian para sampah tidak tau malu! aku akan membuat kalian menyesal! " ucap Naruto.

.

Skip

beberapa manit kemudian para berandalan itu sudah terkapar di tanah dengan wajah babak belur, Naruto hanya menatapnya dengan pandangan bosan, pertarungan tadi sama sekali tidak menantang. tapi syukurlah ini berakhir dengan cepat. Naruto membawa kursi roda itu ke gadis tadi. " ini adik manis.. jangan menangis lagi ya, sini kakak bantu " ucap Naruto, dia membantu gadis itu untuk duduk di kursi roda nya.

" terimakasih kakak umm? "

" Naruto "

" ahh iya terimakasih kak Naruto, kakak sangat baik, aku ingin sekali punya kakak seperti kak Naruto, sudah baik tampan lagi hihi " canda gadis itu.

" Kyuubii-chan! "

teriak seorang gadis berwajah cantik bersurai merah panjang dan memakai kacamata, dia berlari menghampiri adiknya, Kyuubi tersenyum melihat kakaknya.

" kak Karin! " balas Kyuubi pada kakaknya. " Kyuubi-chan apa ada yang terluka? katakan pada kakak mana yang sakit! " ucap Karin panik sambil menelusuri seluruh tubuh adiknya. " aku tidak apa, tadi ada kakak tampan yang menyelamatkan ku hihi " ucap Kyuubi.

" kakak tampan? siapa itu? "

" dia disin- ehh? dimana dia? kakak tampan kau diamana? " ucap Kyuubi kebingungan saat Naruto sudah tidak ada di samping nya.

Disisi lain tidak jaug dari taman tadi Naruto duduk di cabang pohon, Naruto tidak percaya gadis tadi adalah kerunan keluarga Uzumaki, kaluarga yang sangat Naruto benci, jika dari awal dia tau maka Naruto tidak akan menolong gadis tadi, tapi ya sudahlah itu sudah terjadi. Naruto melompat turun dari pohon dan melanjutkan langkahnya menuju kediaman keluarga Sarutobi, dia harus bersiap untuk masuk Akademi besok, Naruto akan membuktikan bahwa dia akan menjadi yang terkuat di Akademi nanti.

To be continue..