The Construction Empire

Disclaimer: Bukan Punya Saya!

Warning: Gaje, AU, AR, OC, OOC, Typo, Bahasa Tak Baku, Isekai, Fantasy, Dungeon, Easy Going Life, Military, Demi-human, Elf, Dragon, Kingdom/Empress, Noble, Etc, Don't Like Don't Read! Go Back!?

Summary: Hidupnya berubah saat, Namikaze Naruto, memenangkan Lotre berhadiah 9 Miliar Yen, diburu oleh mereka yang menginginkan uangnya, karena tak tahan iapun pergi kesuatu tempat didaerah Kyoto, disana ia dapat menikmati hidupnya dengan uang yang telah ia dapatkan, saat ia sedang memeriksa tempat tinggalnya yang baru Naruto dikejutkan oleh sebuah pintu yang terhubung dengan dunia fantasy!

Chapter 04

Naruto terdiam pada kata-kata Artemis.

Rayleigh dan para tetua sudah menunggu kedatangan dirinya didalam? ada hal penting apa yang ingin mereka bicarakan dengan dirinya?

Naruto mau tak mau berpikir begitu, tidak mungkin kan Tetua desa dan Rayleigh yang notabene-nya seseorang yang berkuasa atas desa ini menunggu dirinya hanya untuk sekedar minum teh disiang hari yang indah ini? Tidak, Naruto tidak percaya itu, pasti ada hal penting yang ingin mereka bahas dengan dirinya.

Naruto tersenyum pada Artemis dan berkata.

"Kalau begitu, bisakah anda memimpin jalannya, Artemis-san"

"Ara, betapa sopannya, kalau begitu silahkan lewat sini..."

Itu hanya sekedar basa-basi, setelah semuanya. Rumah kepala desa hanya sedikit lebih besar dari Apartemen kelas B di kota metropolitan seperti Tokyo. Naruto mengangguk dan mengikuti Artemis masuk kedalam rumah kepala desa meninggalkan, Jeanne, Atalante, Beowulf dan Lavinia Reni yang terdiam dengan ekspresi rumit diwajah mereka.

Didalam rumah kepala deaa, Naruto dibawah oleh Artemis menuju ruang tengah, disana Naruto melihat ada tiga orang yang sudah duduk bersama Rayleigh. Orang pertama adalah seorang pria tua yang memiliki perawakan besar dengan tubuh berotot dan punggung tegap yang menakjubkan, fitur wajahnya menyerupai orang timur tengah, dia terlihat tenang namun sebagai seseorang yang sering melatih seni bela diri dibidang berpedang Naruto tahu orang ini sangat kuat.

Naruto mengeser pandangannya sedikit kesamping dan melihat orang kedua. Orang kedua adalah seorang pria paruh baya yang cukup... Modis? Orang itu memiliki warna rambut merah dan biru yang dikeraskan dengan sesuatu yang mirip seperti gel rambut, ia memiliki fitur wajah yang tampak galak, ditambah dengan mata heterchromia (mata merah dikanan dan mata biru dikiri) miliknya yang tajam menambah kesan galak dari dirinya. Naruto tidak akan merasa aneh jika banyak orang yang akan salahpaham pada pria itu. Pria paruh baya itu juga mengeluarkan aura misterius disekitarnya yang membuat orang akan bertanya-tanya siapa dia.

Lalu mengalihkan pandangan dari orang kedua dan menoleh ke orang terakhir dan... Dalam sekejap seluruh rambut halus ditubuh Naruto berdiri. Orang ketiga adalah seorang wanita yang sangat cantik, kecantikan yang terpancar darinya terasa seperti buatan! Surai pale-blue panjang dan mata dark-blue miliknya memberikan kesan kecantikan yang sedingin es, juga aura yang dipancarkan oleh wanita itu sangat berbahaya, dari semua orang yang ada disini mungkin dialah yang terkuat!

Naruto tidak tahu kenapa ia bisa memiliki firasat seperti itu namun saat Naruto menatap wanita iru, ia merasakan seperti dirinya berdiri dihadapan makhluk besar yang menakutkan. Mungkin karena merasa diperhatikan oleh Naruto, Wanita itu mengangkat wajahnya dari cangkir teh ditangannya dan menatap kearah Naruto yang juga menatap dirinya. Wanita itu memperhatikan Naruto dengan seksama, sebelum sebuah senyuman tipis yang seindah bunga terpatri diwajah cantiknya.

"Kau pasti, Naruto-sama yang diceritakan Rayleigh-san pada kami, apa aku benar?"

"Ah, Uhm... Ya, aku, Namikaze Naruto, dan anda ini?"

Naruto memilah kata-katanya dengan benar saat membalas pertanyaan wanita ituuntuk menunjukan kesopanannya pada orang yang lebih tua, Naruto telah dibesarkan dengan baik jadi ia kurang lebih dapat mengatur dirinya bersikap didepan orang yang lebih tua darinya. Melihat betapa sopannya Naruto, wanita itu mempelebar senyumannya dan memperkenalkan dirinya.

"Saya adalah Tiamat. Salah satu tetua didesa ini, salam kenal, Naruto-sama."

"U-Uhm, salam kenal juga, Tiamat-san."

Tiamat tersenyum kecil sebelum ia memutuskan untuk kembali menyesap teh miliknya lagi. Naruto yang melihat Tiamat kembali menikmati teh miliknya menghela nafas lega, jujur ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya tapi saat ia melihat Tiamat seluruh tubuhnya merinding seolah-olah ia sedang melihat seekor pemangsa yang siap menerkamnya kapan saja, Naruto mengalihkan pandangannya dari Tiamat dan menatap Rayleigh yang tersenyum pada dirinya.

"Jadi, ada hal penting apa yang ingin kau bahas dengan-ku, Rayleigh-san."

"Hohoho~ tipikal seorang pedagang, langsung pergi menuju intinya."

Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap pria paruh baya yang memiliki warna rambut merah dan biru yang terlihat aneh. Pria paruh baya itu tertawa sekilas sebelum ia tersenyum ramah saat melihat dirinya diperhatikan oleh Naruto.

"Ah, maaf. Aku belum memperkenalkan diriku. Namaku, Mephisto Pheles. Kau bisa memanggilku Mephisto. Sama seperti Tiamat-dono, dan Artemis-dono, aku salah satu tetua didesa ini, salam kenal, Naruto-sama.

"Salam kenal, Mephisto-san."

Rayleigh yang melihat Mephisto sudah memperkenalkan dirinya menyikut orang bertubuh besar yang duduk disebelahnya, merasakan sikutan Rayleigh, pria tua bertubuh besar itu membuka matanya dan melirik kearah Rayleigh yang sedang menatapnya dengan tatapan seolah mengatakan 'giliranmu', memahami arti tatapan itu, pria tua itu mengalihkan pandangannya dan menatap datar Naruto.

"Namaku, Hassan. Tetua didesa ini."

"Na-Namikaze Naruto, salah kenal Hassan-san."

Gi-Gila, nih orang suaranya berat banget! Tulang punggung Naruto terasa bergetar saat mendengar suara dari pria yang memanggil dirinya Hassan itu. Hassan mengangguk pelan dan menutup kembali matanya. Rayleigh yang melihat semua sudah memperkenalkan diri mereka langsung mempersilahkan Naruto untuk duduk. Setelah Naruto mengambil posisi duduk, Rayleigh tersenyum dan mulai membuka pembicaraan.

"Pertama-tama, ijinkan aku menyampaikan rasa terimakasih kepada anda, Naruto-sama. Berkat bantuan yang anda berikan, desa ini berhasil menghindari krisis untuk saat ini. Sebagai perwakilan seluruh penduduk desa, aku dan tetua desa lainnya, kami menyampaikan rasa syukur kami kepada anda."

Rayleigh menundukkan kepalanya dan hal itu diikuti oleh empat tetua yang lain. Bagi mereka berlima, bantuan yang diberikan Naruto sangat besar, mereka berlima tidak hanya menerima ramuan ajaib tapi juga bahan makanan, rempah-rempah bahkan mereka juga diberikan barang mahal seperti garam dalam jumlah banyak, juga mereka yakin kalau garam yang terlihat seperti tumpukan salju putih itu adalah garam kualitas tinggi yang harganya sangat mahal, mendapatkan banyak barang mahal itu membuat mereka berhutang budi pada Naruto.

Naruto yang melihat kelima orang didepannya menundukan kepala mereka hanya dapat terdiam. Jika ini adalah sebuah Novel maka, Naruto pasti akan langsung panik dan menyuruh mereka untuk segera mengangkat kepala mereka, namun Naruto tidak melakukan itu sebab akan terasa tak sopan jika ia melakukannya saat dihadapkan didepan ungkapan rasa terimakasih yang tulus seperti ini. Karena itulah, ia lebih memilih untuk diam dan menerima rasa terimakasih mereka dengan tangan terbuka.

Dirasa cukup Rayleigh dan yang lain mengangkat kepala mereka. Rayleigh melanjutkan.

"Karena kami sudah menyampaikan rasa terimakasih kami. Kami ingin membahas sesuatu dengan anda, Naruto-sama."

"Dan, apa itu?"

Tanya Naruto langsung keintinya. Rayleigh yang melihat sikap Naruto yang mengingatkannya pada seorang pedagang bijaksana yang ia kenal di ibukota kekaisaran mengulas senyuman tipis.

"Kami ingin menjalin kerjasama dengan anda."

.

.

.

"Kerjasama ya..."

Aku merenungkan kata-kata Rayleigh-san. Seperti yang aku duga, alasan mereka mengundangku kepertemuan mereka ini adalah untuk membahas kerjasama. Ya, itu tidak aneh mengingat aku memperkenalkan diriku sebagai seorang pedagang saat pertama kali mengunjungi desa ini. Jika mereka meminta kerjasama dengan diriku yang berperan sebagai seorang pedagang maka aku harus berperilaku sebagai seorang pedagang. Um, mari lakukan itu.

"Aku mengerti, lalu kerjasama macam apa yang ingin kalian lakukan denganku? Apa itu tentang bahan makanan?"

"Hohoho~, dari sini biarkan aku mengambil alih."

Menggantikan Rayleigh. Mephisto mulai berbicara.

"Kami ingin menjalin kerjasama dengan anda. Dalam hal ini kami akan membeli bahan makanan dari anda, kami akan membayarnya dengan harga yang pantas."

Makanan ditukar dengan uang ya... Itu kerjasama yang tidak buruk malah itu adalah dasar dari sebuah kerjasama yang diajukan pada seorang pedagang, tapi disini aku berperan sebagai seorang pedagang yang harus lebih memikirkan keuntungan daripada uang, maksudku ini adalah dunia lain, aku yakin aku akan menemukan hal-hal yang jauh lebih berharga daripada sekadar uang dinegara ini, tapi untuk memastikan mari kita tanyakan uang apa yang akan mereka gunakan, apa itu coin emas atau batu mulia atau sesuatu berharga lainnya?

"Tentang 'Harga' yang kau sebutkan tadi, dengan apa kau ingin menukarnya dan berapa banyak?."

Mepshito tersenyum mendengar perkataanku yang lebih mementingkan keuntungan dari suatu kerjasama seperti seorang pedagang. Mephisto merogoh kedalam jubahnya dan melempar gulungan dokumen padaku.

"Itu adalah harga yang kami tawarkan untuk setiap barang yang anda miliki."

Aku menangkap dokumen itu dengan mudah dan membaca isi yang terkandung didalamnya. Dan dahiku berkerut saat melihat isi yang ada didalamnya.

Sekarung gandum putih dihargai 20 [Magic Core]. Garam akan dihargai 15 [Magic Core] untuk setiap satu bungkusnya. Daging akan dihargai 5 [Magic Core] setiap satu packnya. Rempah-Rempah akan dihargai 10 [Magic Core]. Dan sebotol Holy Elixir akan dihargai 300 [Magic Core].

Aku terdiam melihat daftar harga yang diajukan untuk barang-barang yang ingin mereka beli dariku. Gandum putih yang mereka tulis ini pasti mengacu pada beras, mungkin didunia ini tidak ada tanaman padi jadi mereka memanggilnya sebagai [Gandum Putih]. Dibandingkan harga bahan makanan, [Holy Elixir] atau yang aku sebut minuman penambah stamina Prote-X7 mendapatkan harga paling tinggi.

Aku tidak tahu kenapa mereka tidak membayarnya menggunakan uang, tapi saat aku mengingat keadaan desa ini aku bisa memahami kenapa mereka tidak menggunakan uang untuk melakukan transaksi. Seolah bisa menebak pikiranku, Mepshito melanjutkan.

"Saat ini kami tidak memiliki banyak coin emas untuk membeli bahan makanan dari anda, karena itu setidaknya kami akan membayar anda dengan menggunakan [Magic Core] yang telah kami kumpulkan selama bertahun-tahun."

"Aku mengerti. Desa ini juga menderita kemiskinan dan kelaparan yang cukup parah, tidak heran kalian melakukan pertukaran dengan [Magic Core] ketimbang coin emas."

Aku mengatakan itu dengan nada suara yang sedikit agak acuh seperti seorang pedagang yang memaklumi transaksi dengan nilai tukar selain coin emas. Mepshito tersenyum kecut mendengar kata-kata yang sedikit menyakitkan yang aku ucapkan. Tolong, maafkan aku.

"Kami sangat malu, tapi kami mengharapkan kemurahan hati anda."

Aku menggulung dokumen itu kembali dan meletakannya disampingku tanpa melepaskan pandanganku dari Mepshito selaku negosiator dalam negosiasi ini. Ada hal yang mengangguku sejak negosiasi ini dimulai. [Magic Core] yang mereka katakan itu, apakah itu sesuatu yang mereka ambil dari monster seperti novel-novel fantasy yang aku baca dijepang? Jika benar maka seharusnya mereka memiliki tingkatan yang berbeda-berbeda tergantung dari monster apa yang mereka kalahkan. Sambil memikirkan itu aku menatap kembali Mephisto.

"Katakan padaku, Mephisto-san. [Magic Core] macam apa yang akan kau tukarkan dengan bahan makanan, rempah-rempah dan [Holy Elixir] ini, tergantung dari kualitas [Magic Core] aku mungkin akan mempertimbangkan negosiasi ini."

"Terimakasih atas kebaikan anda, Naruto-sama."

Setelah menyanjungku dengan pujian kosong, Mephisto melirik kearah Tiamat. Tiamat yang menyadari lirikkan Mephisto mengangguk kecil dan merogoh lengan gaun biru miliknya dan menarik keluar sesuatu yang aku yakin itu adalah [Magic Core].

Seperti yang aku pikirkan [Magic Core] memiliki bentuk bulat dengan warna crimson yang cukup cantik. Tiamat memberikan [Magic Core] seukuran bola softball padaku, aku menatap [Magic Core] ditanganku dalam diam, benda ini sangat cantik, seperti batu mulia dengan kualitas tertinggi, kalau aku menjual ini kepasar lelang dibumi kemungkinan besar aku bisa mendapatkan puluhan bahkan ratusan juta yen.

Saat aku memikirkan itu, tiba-tiba suara [Ping!] bergema dikepalaku.

[Anda Mendapatkan Item [Magic Core].]

Hooh~ nampaknya aku benar-benar telah berubah menjadi seorang Player layaknya didalam Game, saat aku mengambil sebuah benda maka sistem akan merilis pemberitahuan. Aku menatap lekat [Magic Core] ditanganku, aku penasaran apa sebenarnya [Magic Core] ini. Saat aku memikirkan itu tiba-tiba layar hologram muncul didepanku.

[Item: Magic Core]

[Kelas Item: A]

[Type: Item Sihir]

[Inti kehidupan Makhluk sihir yang berisi kekuatan sihir yang dikumpulkan selama mereka hidup]

[Efek: Mendapatkan 25.000 Exp ketika menyerap-nya]

[Apakah Anda ingin menyerap-nya?]

[Yes/No]

Aku terdiam melihat Layar hologram yang muncul didepan mataku. [Magic Core] ini sebenarnya adalah kumpulan [Exp]!? Aku tidak tahu sebanyak apa [25.000 Exp] itu tapi dilihat dari [Kelas Item] ini yang memiliki Rank A maka aku dapat menyimpulkan kalau [25.000Exp] itu cukup banyak. Yang artinya kalau aku menyerap [Magic Core] ini maka levelku akan naik drastis! Ini luar biasa-, tidak menakjubkan!

Aku menyembunyikan kegembiraanku. Aku harus menekan emosiku karena saat ini aku sedang berada dalam negosiasi yang serius. Aku memasang ekspresi datar dan menoleh kearah Mephisto yang tersenyum kearahku.

"Ini [Magic Core] tingkat atas, dari kedalaman warna-nya aku dapat mengetahui kalau [Magic Core] ini didapatkan dari Monster Rank B atau diatasnya."

"Hohoho~ seperti yang diharapkan dari anda, Naruto-sama."

Mephisto tertawa kecil sambil menyanjungku. Aku menahan diriku untuk tidak mengatakan kalau aku sebenarnya tahu kualitas [Magic Core] ini berkat kemampuanku sebagai seorang Player. Ada alasan kenapa aku menahan diriku menjelaskan semuanya. Pertama aku tidak ingin ada orang lain yang tahu kalau aku baru saja membangkitkan kemampuan baru sebagai seorang [Player], juga aku ingin melihat kejujuran dari orang-orang didepanku ini, aku mengenal mereka baru beberapa saat yang lalu, pengecualian Rayleigh yang aku tahu adalah seorang pria tua yang jujur, empat tetua ini masih belum aku ketahui sifat asli mereka dan disinilah aku berniat menguji sifat mereka. Saat aku memikirkan itu, Mephisto tersenyum kecil.

"Itu adalah [Magic Core] dari Monster Rank A [Orc king] yang Artemis-dono kalahkan saat ia masih aktif sebagai seorang [Adventurer] Rank Atas."

"Ara, jadi teringat masa lalu..."

Artemis tertawa kecil mendengar kata-kata Mephisto. Aku terdiam mendengat kata-kata Mephisto, sepertinya orang-orang ini adalah orang yang dapat dipercaya. Kata-kata mereka tidak mengandung kebohongan. Aku menghela nafas dalam hati, sepertinya kecemasanku kalau ada orang bersifat buruk diantara mereka itu hanya ketakutanku saja. Aku mengangguk pada Mephisto.

"Aku mengerti. Kalau begitu berapa harga yang kau tetapkan untuk [Magic Core] ini, Mephisto-san."

"Bagaimana kalau [Magic Core] ini senilai dengan dua karung gandum putih?"

Dua karung beras, ya... Jadi harganya akan sama seperti 40 [Magic Core] rendah ya... Aku tidak tahu apa nilai yang diajukan Mephisto itu besar atau kecil, tapi kalau aku menaruh satu [Magic Core] rendah itu seharga 1 Gold maka 40 Gold itu cukup mahal. Aku menghela nafas dan mengangguk.

"Baiklah. Aku setuju, jadi berapa banyak barang-barang yang kalian butuhkan?"

Pada kata-kataku, Mephisto tersenyum senang.

"Kalau begitu..."

Negosiasi berlanjut sampai hari mulai sore.

Pada akhirnya aku mendapatkan 3 [Magic Core] Rank A yang setara 120 Gold, 12 [Magic Core] Rank B yang setara 300 Gold, jadi aku harus membeli barang-barang yang setara dengan 420 Gold. Ini masih permulaan, Mephisto mengatakan kalau mereka akan membeli bahan makanan lebih banyak lagi kalau aku bisa memuaskan mereka, kalau kerjasama ini terus berlanjut maka mereka kedepannya secara bertahap akan membayar menggunakan coin emas kekaisaran. Aku mengatakan kalau aku baik-baik saja untuk saat ini jadi tidak perlu berusaha terlalu buru-buru. Malahan aku ingin mereka terus membayarku menggunakan [Magic Core] untuk menaikkan levelku!

Tentu aku tidak mengatakan itu keras-keras.

Ngomong-Ngomong, [Magic Core] Rank B memberi-ku [7.000 Exp] untuk setiap [Magic Core]-nya.

Kami berbincang hangat dan membahas tentang negosiasi sebelumnya sambil ditemani teh hangat dan beberapa cemilan yang cocok dimakan bersama teh, tentu saja itu adalah teh dan cemilan yang aku beli kemarin. Artemis, tetua itu ternyata seorang yang sangat menyukai teh, saat dia meminum teh yang diseduh dari daun teh yang aku beli di Toserba* dibumi, Artemis langsung terkejut dan bertanya pada Rayleigh dimana ia mendapatkan teh berkualitas tinggi seperti teh itu dengan kecepatan yang menakutkan. Rayleigh yang nampak kesulitan karena wajah Artemis sangat dekat dengan dirinya menjelaskan secara putus-putus kalau dia mendapatkan teh itu dari-ku, dan yah, seperti yang aku duga, Artemis langsung menyerangku dan menanyakan apakah aku bisa memberi beberapa teh itu, dia mengatakan akan membayar dengan harga tinggi tapi aku dengan ringan mengatakan kalau aku akan memberikannya sebagai hadiah persahabatan yang disambut Artemis dengan senyuman bahagia. Saat aku mengatakan itu tetua yang lain menatap kearahku dengan tatapan yang berisikan keirian didalamnya. Dan akhirnya aku memutuskan untuk memberikan hadiah kepada tetua lain.

Tanpa disadari hari sudah mulai gelap, aku-pun meminta ijin untuk undur diri. Awalnya Rayleigh menahanku dan memintaku untuk menginap dirumahnya karena hari mulai gelap dan tidak bagus untuk berpergian dimalam hari, tapi aku menolaknya dengan mengatakan bahwa aku harus cepat kembali untuk mengumpulkan barang-barang yang mereka inginkan.

.

.

.

"Kalau begitu aku ijin pamit, Rayleigh-san, Mephisto-san, Artemis-san, Tiamat-san, dan Hassan-san. Masalah barang-barang itu, aku akan mengirimnya besok."

"Besok? Itu sedikit terlalu cepat.. "

Pada kata-kata santai Naruto. Artemis mengerutkan dahinya dan berucap dengan kagum. Jelas Artemis kagum, dalam negosiasi tadi barang-barang yang diminta memiliki jumlah yang cukup banyak, mengatakan kalau barang-barang akan dikirim besok tentu saja membuat siapapun kagum mendengarnya. Naruto tersenyum kecil.

"Percayalah, Artemis-san semua itu akan dikirim kedesa ini sebelum matahari berada dipuncaknya."

Setelah mengatakan itu pada Artemis. Naruto menoleh dan menatap Rayleigh.

"Rayleigh-san, apa gerobak yang aku bawa saat itu masih ada?"

"Gerobak? Ah, maksud-mu Gerobak dari logam itu? Kalau benda itu masih ada digudang. Apa kau ingin aku menyuruh seseorang untuk mengambilnya?"

"Aku akan sangat terbantu kalau Rayleigh-san mau melakukan itu"

"Hahaha."Rayleigh tertawa kecil dan menepuk pelan bahu Naruto." tidak perlu sungkan, jika ada yang harus merasa sungkan maka itu haruslah kami karena selalu menerima kemurahan hati, Naruto-sama."Rayleigh menoleh kesamping dan menatap kearah seorang pemuda tampan yang dikenal sebagai Beowulf.

"Beowulf, pergi kegudang dan ambil gerobak besi yang ada disana kesini."

"Ossu! Segera dilaksanakan."

Setelah memberi hormat pada Rayleigh. Beowulf langsung berlari memuju gudang yang terletak disamping rumah kepala desa. Tak lama kemudian Beowulf kembali dengan mendorong gerobak portabel yang terbuat dari Logam Lunak Aluminium.

"Ossu! Ini dia gerobak anda, Naruto-san!"

Mengabaikan sikap Beowulf yang tiba-tiba menjadi sopan. Naruto tersenyum melihat gerobak portabel miliknya yang masih dalam kondisi bagus, sepertinya mereka menjaga baik-baik gerobak yang ia tinggalkan itu. Mephisto yang melihat gerobak portabel untuk pertama kalinya menatapnya dengan tertarik.

"Hoho, ini sebuah gerobak tapi dibuat dari logam, tidak habya itu ini juga tidak terlihat berat, apa gerobak itu terbuat dari perak suci?"

"Perak suci? Tidak, ini bukan terbuat dari perak suci, tapi dari sebuah logam lunak yang disebut Aluminium."

Saat Mephisto mengatakannya dengan penasaran pada Gerobak portabel miliknya. Naruto mengerutkan dahinya saat mendengar kata-kata ambigu sebelum ia mengeleng pelan dan menjawab dengan senyuman khas seorang pedagang.

"Aluminium? Logam jenius apa itu?"

Naruto tersenyum saat melihat ekspresi bingung yang terpancar diwajah Mephisto.

"Aluminium adalah sebuah logam ringan tapi tidak seperti logam ringan yang biasa digunakan untuk membuat senjata. Aluminium tidak cocok untuk bahan pembuatan senjata karena ketahanan-nya sangat buruk, bahkan logam ini bisa terpotong dengan mudah oleh pedang yang terbuat dari logam besi."

"Begitu. Jadi karena logam ini tidak memiliki ketahanan yang kuat maka logam ini tidak cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan pedang, tapi karena ringan anda menggunakannya untuk membuat alat sehari-hari seperti gerobak dorong ini? Itu sangat cerdas, aku masih belum bisa melihat potensi penuh dari logam lunak ini..."

Mata Mephisto bersinar terang. Rasa penasarannya tentang hal-hal baru adalah hal yang alami, itu adalah sifat dasar Mephisto Pheles. Karena rasa penasaran dan keingintahuannya yang kuatlah yang membuat Mephisto Pheles menjadi dirinya yang sekarang, ia senang melakukan penelitian pada hal-hal unik seperti sihir, dan hasilnya ia telah menjadi seorang penyihir yang didukung oleh Kekaisaran terbesar didunia ini sebelum ia akhirnya dikhianati dan semua hasil penelitiannya direbut tepat didepan matanya.

Naruto hanya mengulas senyuman tipis pada kata-kata Mephisto. Ia tidak memiliki kewajiban untuk menjawabnya karena itu ia lebih memilih untuk diam. Mephisto menghela nafas dalam dan menatap Naruto dengan ekspresi mendalam.

"Aku tidak menyangka kalau anda akan memiliki sesuatu yang luar biasa seperti ini, jika boleh tahu darimana anda mendapatkan benda luar biasa ini?"

"Itu... Adalah rahasia perusahaan."

Naruto berucap dengan senyuman samar, ia saat ini tidak ingin ada yang mengetahui kalau dirinya berasal dari dunia lain. Ia ingin menyimpan rahasia ini karena ia tidak ingin orang dari dunia 'ini' maupun dunia satunya bersinggungan satu sama lain. Dari segi teknologi Naruto yakin dunia-nya jauh lebih unggul tapi dari segi tenaga manusia dunia ini jauh lebih kuat karena beberapa dari mereka dapat menggunakan sihir yang menentang akal sehat didunianya.

Naruto masih belum tahu batasan dari kekuatan sihir didunia ini tapi dirinya yakin kalau didunia ini ada sihir yang dapat mengakibatkan kehncuran total. Naruto tidak mau harus menyembunyikan fakta tentang dirinya dan jalan yang menghubungkan dua dunia.

'Aku harus menyembunyikan rahasia ini sampai aku dapat mendapatkan kekuatan yang cukup untuk mencegah dua dunia saling bersentuhan.'

Kemampuan Naruto adalah seorang [Player] yang artinya dia dapat terus bertambah kuat tergantung dari Level dan Stat yang ia miliki. Semakin tinggi levelnya maka akan semakin kuat dirinya dan kalau dia meletakan poin stat yang ia miliki ketempat yang tepat maka dia akan menjadi semakin bertambah kuat. Karena itulah disamping ia membantu desa ini ia juga harus cepat menaikkan levelnya.

'Jika ini adalah sebuah game RPG maka standart Level maksimal-nya akan menjadi 100. Aku harus mencapai level seratus karena hanya dengan itulah aku bisa melakukan penanggulangan seandainya situasi terburuk dimana kedua dunia akhirnya berselisih satu sama lain.'

Jika dua dunia berselisih maka Naruto yakin akan ada peperangan besar antara dua dunia. Lupakan tentang siapa yang akan menang, jumlah korban jiwa akibat perang dua dunia ini akan sangat banyak dan kalau sampai itu terjadi, sebagai seseorang yang mengetahui jalan antar dua dunia Naruto akan merasa bertanggung jawab untuk itu. Naruto menghela nafas dalam hatinya. Menaikkan level sampai level seratus secepatnya itu harga mati! Tanpa menyadari rencana besar Naruto, Mephisto tersenyum kecut.

"Kalau begitu aku akan menyerah. Tidak baik bertanya tentang rahasia dari seseorang."

"Terimakasih atas pengertiannya."

Saat Mephisto mengatakannya dengan pasrah, Naruto memasang senyuman seorang pedagang. Dirasa sudah cukup. Naruto meletakan kantong kain yang didalamnya terdapat 15 [Magic Core] Rank Atas kedalam gerobak dan segera berpamitan pada Rayleigh dan tetua lainnya.

Setelah berpamitan Naruto segera menarik gerobaknya dan berjalan keluar desa. Disepanjang perjalanan Naruto disapa oleh beberapa penduduk yang sepertinya baru saja pulang dari ladang, Naruto tersenyum dan membalas sapaan mereka dengan lembut.

Naruto terus melangkah sampai ia melewati gerbang desa namun saat ia sudah agak menjauh dari desa tiba-tiba terdengar suara teriakan yang membuat Naruto berhenti.

"Naruto-samaaaa!"

Mendengar namanya dipanggil, Naruto menoleh kebelakang dan ia melihat seorang perempuan bersurai pirang panjang hingga menyentuh pinggulnya yang dia kuncir rapi. Mata dark-blue jernih itu menatap kearah Naruto dengan kegembiraan yang terpantul didalamnya. Naruto menatap bingung perempuan itu, bukankah dia...

"Jeanne-san?"

Benar, dia adalah Jeanne. Putri dari kepala desa, Silvers Rayleigh. Naruto menyelip dari gerobak portabel dan menatap Jeanne yang berhenti tepat selangkah didepan Naruto. Naruto menatap Jeanne dengan ekspresi bingung.

"Apa yang kau lakukan disini, Jeanne-san?"

"Aku... Disini untuk... Mengantar ini... Untuk... Naruto-sama."

Dengan nafas terengah, Jeanne menyodorkan sebilah pedang lengkap dengan sarungnya pada Naruto yang menerimanya dengan satu alis terangkat. Pedang apa ini? Saat Naruto memikirkan itu suara [Ping!] bergema dikepalanya.

[Anda mendapatkan [Silver Sword].]

[Item: Silver Sword]

[Kelas Item: A]

[Type: Sword]

[Attack: +270]

[Pedang yang terbuat dari campuran Logam [Mithril] dan [Magic Core] dari Monster Rank A, Silver Drake. Memiliki ketajaman dan ketahanan yang bagus. Dapat menerima kekuatan sihir dengan baik untuk memperkuat senjata dan serangan.]

[Harga: 8.000 Gold]

Naruto melotot tak percaya saat melihat [Flavor Text] yang muncul didepan matanya. Buset! Nih senjata kuat banget! Juga ini dibuat dari Logam [Mithril] yang terkenal akan kekerasannya dan bobotnya yang ringan didalam game! Ini juga dilengkapi kelebihan dapat menerima kekuatan sihir untuk mempertajam dan memperkuat pedang ini! Dan, gila! Harganya nggak main-main! [8.000 Gold]! Itu jumlah yang jauh lebih mahal daripada [Holy Elixir].

Naruto menghirup nafas takjub dan menoleh kearah Jeanne yang memiringkan kepalanya dengan bingung saat menerima tatapan dari Naruto. Kuuh! Itu curang karena dia jadi tambah imut! Naruto berdehem pelan untuk menenangkan dirinya.

"Jeanne-san, aku tidak bisa menerima pedang ini, pedang ini terlalu bagus diberikan untuk orang sepertiku, jadi ambil kembali!"

"Ti-Tidak bisa, Ayah dan Tetua desa sudah sepakat memberikan ini untuk Naruto-sama! Jadi aku tidak bisa menerimanya kembali."

"Tidak, Tidak, Tidak, Tidak! Apa Kau tahu seberapa berharga-nya pedang ini? Kalau ini jual ke pasar lelang maka desa akan mendapatkan uang yang cukup untuk bertahan hidup selama beberapa tahun kedepan!"

Dari Negosiasi beberapa saat yang lalu. Naruto akhirnya bisa sedikit mengerti tentang nilai uang didunia ini. Jika Naruto mengambil referensi dari game RPG maka nilai uang didunia ini dibagi menjadi Copper, Silver, dan Gold!

100 Copper = 1 Silver

100 Silver = 1 Gold

Jika Naruto mengambil asumsi seperti itu maka harga pedang ini sangatlah mahal! Daripada diberikan kepada dirinya mereka harusnya menjualnya keibukota kekaisaran agar mendapat uang yang banyak untuk bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun. Saat Naruto memikirkan itu. Jeanne tersenyum sedih.

"Tentu saja aku tahu seberapa berharganya pedang ini, dan benar apa yang dikatakan Naruto-sama. Jika kami menjual pedang ini maka kami tidak perlu takut kelaparan selama beberapa tahun kedepan tapi ada alasan kenapa pedang ini tidak bisa kami jual."

Jeanne menyentuh sarung pedang hitam itu dengan gerakan lembut seolah-olah pedang yang ia sentuh itu adalah benda rapuh yang akan hancur saat menerima sedikit tekanan pada permukaanya. Naruto terdiam melihat Jeanne. Dia bukan orang tolol yang tidak dapat melihat kesedihan yang terpancar dari setiap gerak tubuh Jeanne. Juga mata itu, disana terpancar kesedihan yang mendalam, namun Naruto tetap diam karena tahu Jeanne belum selesai.

"Pedang ini adalah milik Ayah. Harta paling berharga selain aku dan nyawanya sendiri. Pedang ini adalah kawan yang menemai ayah disetiap medan perang yang ia lalui. Bisa dibilang separuh nyawa ayah ada dipedang ini karena pedang inilah ayahku masih bisa kembali dengan selamat dari ganas-nya medan perang. Bagi ayah-ku, pedang ini tidak ternilai harganya."

"Lalu-,"

"Tidak..."

Jeanne mengeleng pelan dan tersenyum kecil pada Naruto yang berniat mengembalikan pedang itu.

"Pedang ini sangat berharga untuk Ayahku tapi beliau tidak berkeinginan untuk menjualnya sebab Ayahku memiliki keinginan untuk menyerahkan pedang ini kepada orang yang tepat..."

Jeanne mengangkat wajahnya dan seketika sebuah senyuman seindah bunga lily terpatri diwajah cantiknya.

"Dan, orang itu adalah dirimu... Naruto-sama. Ayahku memilihmu untuk mewarisi pedang ini kepadamu. Tolong, terimalah."

Saat Jeanne mengatakan itu dengan lembut. Naruto terpana untuk sesaat dan tak mampu berkata-kata lagi. Itu adalah ungkapan yang berasal langsung dari lubuk hati Jeanne. Kata-kata itu begitu tulus dan itu telah menyentuh hatinya. Naruto memejamkan matanya dan mengenggam erat pedang panjang yang mirip pedang swiss dari abad pertengahan itu. Naruto menarik nafas pelan dan menatap Jeanne dengan senyuman tipis diwajahnya.

"Aku mengerti, kalau begitu aku menjaga pedang ini, dan tolong sampaikan rasa terimakasihku pada Rayleigh-san dan tetua yang lain."

"Hehe" Jeanne tertawa kecil dan mengangguk pelan."tentu akan aku sampaikan pada mereka."ucap Jeanne dengan gembira membuat Naruto tersenyum kecil melihatnya.

"Kalau begitu aku harus pergi dulu-,"

Pada momen saat Naruto mengatakan itu, tiba-tiba ruang bergetar dengan keras. Jeanne dan Naruto menatap sekitar dengan waspada, dan pandangan mereka jatuh pada distorsi ruang yang muncul didepan mereka. Naruto menatap waspada distorsi ruang didepannya, ia dengan kuat mencengkram pedang pemberian Jeanne. Berbeda dengan Naruto yang waspada, Jeanne terkejut dengan kemunculan distorsi ruang didepannya yang membentuk sebuah portal besar didepan mereka berdua. Keterkejutan Jeanne bertambah besar saat portal yang sebelumnya berwarna transparan secara bertahap mulai berubah menjadi ungu.

"I-Itu... Dungeon Gate... Terlebih lagi itu Dungeon Gate ungu... Naruto-sama, kita harus lari kedesa dan memberitahu semua orang sekarang!"

"Ada apa, Jeanne-san? Kenapa kau terlihat panik seperti itu?"

"Naruto-sama, itu adalah Dungeon Gate ungu! Yang artinya itu adalah Dungeon Rank Atas! Kita harus pergi memberitahu ayah sebelum-,"

Sebelum Jeanne sempat menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba dari arah Dungeon Gate sebuah daya hisap kuat menarik semua yang ada didepan mulut Dungeon Gate.

"I-Ini... Dungeon sedang berusaha menarik kita kedalam!"

Jeanne mengatakan itu dengan panik sambil berusaha bertahan dari daya hisap kuat yang berasal dari Dungeon. Naruto yang melihat situasi menjadi tak bagus memutar otaknya, mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama dari daya hisap kuat tanpa berpegangan pada sesuatu. Naruto menatap pedang ditangannya dan sebuah ide melintas dikepalanya. Naruto dengan cepat menarik keluar pedang dari sarungnya dan menancapkan ujung pedang itu ketanah.

"Jeanne-san! Cepat berpegangan padaku!"

"H-Hai!"

Jeanne menerima uluran tangan Naruto yang langsung menarik Jeanne kedekatnya.

"Berpegangan erat padaku! Jika tidak maka kau akan terhisap!"

"Y-Ya!"

Jeanne mengikuti intruksi Naruto dan memeluk Naruto dengan erat. Naruto mengertakan giginya saat merasa daya hisap Dungeon didepannya semakin kuat hingga menarik semua yang ada disekitarnya-, tunggu disekitarnya? Naruto melebarkan matanya saat ia mengingat sesuatu, dibelakang mereka saat ini ada... Naruto menoleh kebelakang dan terkejutlah dia saat melihat gerobak portabel yang berada tepat dibelakangnya melayang cepat kearah mereka!

'Oh sial!'

"K-Kyaaa!"

Naruto dengan cepat merangkul Jeanne yang terpekik pelan dengan satu tangan untuk melindunginya dari bahaya tubrukan keras! Dan benar saja sedetik kemudian setelah Naruto melakukan itu, rasa sakit yang tajam langsung menghantam punggung Naruto menyebabkan darah segar langsung meluncur bebas keudara dari mulutnya.

"Guha!"

"Na-Naruto-samaaaa!?"

Benturan kuat yang dirasakan Naruto membuat dirinya kehilangan kekuatan pijakannya, dan hal itu menyebabkan Naruto beserta Jeanne tersedot dan masuk kedalam [Dungeon Gate].

Tepat setelah Naruto dan Jeanne tersedot kedalam [Dungeon Gate] warna ungu pada [Dungeon Gate] secara bertahap mulai berubah warna menjadi hitam legam. Warna yang menandakan jika [Dungeon Gate] berubah menjadi [Dungeon] tersegel sepenuhnya atau lebih dikenal sebagai...

[Dante Gate]

And Cut~

Ya-hallo~ Phantom disini~

Bagaimana kabar kalian? Baik? Syukurlah~

Hm? Aku? Ya, aku tidak pernah merasa sebaik ini.

Kenapa? Tentu saja karena aku baru saja selesai membaca Light Novel karya Tachibana Koushi, Date A Live Vol 18 Mio Game Over. Yah~ aku selalu menyukai karya Tachibana Koushi-sama ini. Bagaimana tidak? Plot yang dibuat oleh Tachibana Koushi-sama ini sangat luar biasa, aku pribadi menyukai Arc Hoshimiya Mukuro, Arc Kurumi Ragnarok dan Arc Mio Game Over. Tiga spirit ini adalah spirit yang menurutku memiliki potensi untuk menghancurkan dunia dengan kekuatan mereka. Mukuro adalah Spirit yang ditemukan dengan memanfaatkan kekuatan Demon King [Beelzebub] sang maha tahu, kekuatan spirit penyandang title [Zodiac] ini adalah [Membuka] dan [Mengunci] apapun, baik yang berwujud maupun tak berwujud.

Yang menakutkan dari Mukuro adalah kemampuan [Mengunci] miliknya. Dengan Angel [Michael] miliknya Mukuro dapat menyegel rotasi bumi yang berefek drastis pada bumi, seandainya Shidou tidak menghentikan Mukuro maka 'boom' bumi akan hancur.

Kurumi? Yah, dari semua kemampuan [Zafkiel], Angel of Time. Aku rasa peluru Yud Bet adalah yang paling berbahaya dari semuanya karena dapat merubah dunia dengan cara melompat kemasa lalu untuk memperbaiki masa depan. Ada juga [Vav] yang dapat mengulang waktu sehari sebelumnya.

Dan The Origin Spirit. Takamiya Mio. Dia adalah spirit yang dianugerahi gelar [Deus] karena kekuatannya yang sama dengan dewa itu sendiri. Mio mampu mendatangkan kematian absolut dengan [Sanctuary of All Creation(Ain Soph Aur)] pada semuanya yang ada didunia entah itu bentuk hidup atau non-hidup.

Sebagai Dewi, Mio adalah keberadaan mutlak dari kekuatan, Mio dengan tanpa kesulitan berarti dia membunuh semua spirit yang ada didunia dengan mudah dan mengambil semua Kristal dari dalam tubuh para spirit? Ada juga kemampuan Kartu Truf Mio yang dapat menghapus Eksistensi apapun, Tohka dihapus dari dunia saat bertarung melawan Mio yang membuat Shidou memakai [Zafkiel] peluru keenam [Vav] untuk mengulang waktu sehari sebelum perang melawan Mio yang menjadi prolog untuk Vol 19 True End.

Uhm? Kenapa aku menjelaskan ini padahal nggak ada hubungannya dengan fic ini? Umu, benar tiga karakter diatas kemungkinan tidak akan muncul di fic ini tapi salah satu dari ketiga karakter ini atau mungkin ketiganya akan muncul sebagai lawan terakhir di Fic [The Another One].

Nah, untuk fic The Construction Empire Chapter 4 ini, aku membuat plot dimana Naruto akan berjuang keras untuk menjadi kuat, dasarnya adalah menjaga agar dua dunia tidak menginvasi satu sama lain, dan tujuannya sama seperti Sung Jin Woo, dimana Sung Jin Woo berniat menyembunyikan kekuatannya sampai dia menjadi sekuat Hunter Rank S namun, yah dia jadi yang terkuat diantara semua Hunter Rank S bahkan Hunter yang dijuluki sebagai [Kekuatan Nasional] kalah sama dia.

Disini aku akan membuat Naruto tumbuh kuat dengan cepat karena tujuanku adalah membuat Naruto menjadi makhluk yang dapat mencegah dua dunia untuk terlibat peperangan karena hanya dia saja yang tahu jalan yang menghubungkan dua dunia.

Disini adalah awal Naruto menjadi semakin kuat. Didalam [Dungeon] tersegel [Dante Gate] akan menjadi sekuat apa Naruto nanti? Hmm~ itu pasti akan menjadi kuat tapi tentu belum bisa mencapai Level lima eksistensi terkuat didesa orang terbuang itu.

Rayleigh, karakter One Piece yang menjadi tangan kanan Raja Bajak laut. Kekuatannya itu sangat kuat hingga sampai sekarang Angkatan laut nggak mau berurusan sama tuh orang, bisa dikatakan kalau Angkatan laut akan menderita kerugian besar kalau seandainya mereka berniat berperang melawan Rayleigh. Kekuatan Haki Rayleigh juga Overpowered! Dari semua karakter aku rasa dalam penggunaan Haki, Rayleigh adalah yang terkuat!

Artemis? Serius masih mau nanya sekuat apa nih karakter? Sekali Artemis menempatkan anak panah kedalam busurnya, maka satu kehidupan akan dijamin lenyap dari dunia. Intinya, Artemis itu sama kuatnya dengan Rayleigh!

King Hassan atau Gramps, dia adalah karakter yang berdiri dipuncak Class Assassin, puncak terkuat dari Class Assassin sekelas sama Solomon yang dinobatkan sebagai puncak dari Class Caster. Dalam Arc Tiamat. Tanpa bantuan King Hassan maka mengalahkan Tiamat adalah hal yang mustahil, sama seperti Arc Goetia dimana tidak mungkin mengalahkan Goetia tanpa bantuan Solomon. Aku membuat disini King Hassan sama kuatnya saat dia masih memegang Title [Grand Assassin], sekali King Hassan menghunuskan pedangnya, satu nyawa akan langsung tercabut saat itu juga... [Azrael]!?

Mephisto Pheles. Dia adalah karakter dari Universe DxD. Dicanon-nya, Mephisto adalah ketua dari Asosiasi Penyihir, dia juga orang yang dihormati [Ice Princess] Lavinia Reni, kekuatannya? Belum dijelasin sekuat apa Mephisto tapi disini aku akan membuat Mephisto Pheles memiliki banyak sihir mematikan, dan banyak diantaranya sekelas sihir super-tier milik Ainz Ooal Gown, Fallendown] dan satu magic Kelas Terlarang yang dapat membawa kehancuran pada sebuah kerajaan, bayarannya tentu tak murah.

Lalu, Terakhir. Tiamat... Dicanon DxD, dia adalah Naga terkuat diantara Five Dragon King dan dinobatkan dengan title [Chaos Karma Dragon]. Kekuatannya tak perlu dipertanyakan lagi, dia adalah ancaman serius seandainya dia memutuskan untuk mengamuk. Dalam Canon DxD, Tiamat adalah seorang [Pengawas] didalam Rating Game buatan Ajuka. Tiamat hanya akan muncul saat seseorang melakukan pelanggaran berat didalam Rating Game. Hal ini ditunjukkan saat Sang Champion, peringkat pertama dalam Rating Game yang dikabarkan memiliki tingkat kekuatan sekelas [Maou] melakukan pelanggaran dengan membeberkan Keberadaan Evil Piece [King] kehadapan publik.

Saat Tiamat muncul, Sang Champion, Deihauser Belial tidak menunjukan sikap memprovokasi karena bagaimana-pun sudah menjadi hal lumrah bahwa bertarung melawan [Dragon] terlebih sekelas Tiamat yang dijuluki Dragon King terkuat maka siap-siap bertarung dengan mempertaruhkan nyawanya. Tentu, Diehauser Belial tidak ingin mati ditangan Tiamat jadi dia hanya melempar beberapa kata dan pergi.

Intinya, lima eksistensi terkuat diatas tidak akan terlalu aktif dalam pertempuran. Tentu saja akan ada Chapter yang memperlihatkan kekuatan dari Rayleigh, Artemis, Mephisto Pheles, King Hassan dan Tiamat. Tapi kapan itu, nantikan saja~ ufufu~

Umu! Aku rasa itu sudah semua. Jadi aku akan undur diri dahulu~ sampai jumpa diwaktu, tempat, dan dunia yang berbeda, Ciao!

Phantom Out!