"Setelah data diurutkan, maka selanjutnya kita dapat mencari Nilai tengah dari data tersebut, dan karena banyaknya data jumlahnya Genap (12), maka nilai tengah menjadi dua nilai, yaitu nilai 7 dan 7..."

Kriiing...kriiing...

"Baiklah anak-anak karena jam saya sudah habis maka kita lanjutkan Minggu depan, dan persiapan juga diri kalian karna minggu depan setelah bab ini selesai saya akan mengadakan ujian."

Kurenai-sensei, guru matematika itu menata peralatan mengajarnya hingga tertumpuk menjadi satu. Kemudian mengangkatnya dengan kedua tangan.

"Cukup untuk hari ini, selamat beristirahat."

Semangat membara kembali terisi d setiap murid kelas 10A itu begitu Kurenai-sensei meninggalkan kelas.

"Mau ke kantin?"tanya Sakura pada Ino yang masih sibuk dengan peralatan tulisnya.

"Maaf Sakura aku tidak bisa, setelah istirahat adalah pelajaran Kakashi-sensei, dan aku belum mengerjakan PR ku."

"Yahh... Baiklah aku kantin sendiri saja, jika kau kesulitan lihat saja punyaku, aku sudah selesai walau tidak yakin benar semua."

"Benarkah, terimakasih Sakura."

"Sakura-chan tunggu."

Sakura menghentikan langkahnya dan memalingkan wajah ke arah sumber suara, dan dapat ia lihat suara itu berasal dari Naruto yang tengah berjalan ke arahnya.

Sakura berdecak kesal lalu kembali melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan Naruto.

Melihat Sakura yang bukannya menunggu dan malah berjalan meninggalkannya, Naruto mengubah ritme jalannya menjadi setengah berlari.

"Aku bilang tunggu Sakura-chan."

Naruto menggenggam pergelangan tangan Sakura, membuatnya mau tak mau harus berhenti dan berpaling kebelakang.

"Lepaskan Naruto."

"Tidak mau."

"Apa-apaan sih kamu i..."

"Harusnya aku yang berkata begitu!."potong Naruto dengan suara yang sedikit meninggi, membuat Sakura sedikit tersentak dan menundukan wajahnya.

Naruto yang menyadari bahwa dirinya tanpa sadar telah meneriaki Sakura merasa tidak enak, ia menghela nafas lalu mengelus lembut surai pink milik Sakura.

"Maaf, harusnya aku tak berteriak seperti tadi."

Sakura kembali mengangkat wajahnya, menatap Naruto dengan tatapan sendu.

"Tidak-tidak, ini salahku yang tiba-tiba bersikap acuh padamu."

"Maafkan aku Naru..."

Naruto tersenyum tipis, ia mengacak rambut Sakura gemas.

"Sudah-sudah, yang penting sekarang ayo kita ke kantin, aku sudah lapar."seru Naruto sembari memegangi perutnya yang mulai berbunyi.

"Hehehe baiklah ayo."

"Kamu tunggu disini aja, biar aku yang pesenin."

Sakura mengangguk, dan saat ia akan membuka mulutnya, berniat memberitahu pesanannya, Naruto sudah terlebih dahulu menebak.

"Salmon panggang sama ice tea kan?, Yoshh"Naruto berjalan cepat membelah keramaian di kantin tanpa menunggu jawaban apa yang akan Sakura ucapkan.

Sakura hanya tersenyum dalam duduknya, ia begitu senang karna Naruto masih ingat makanan yang selalu ia pesan sejak SMP.

Kurang dari 15 menit lamanya Naruto pergi memesan makanan untuk mereka berdua, akhirnya ia kembali dengan membawa nampan berisi dua piring makanan dan dua gelas minuman, Naruto sama sekali tak terlihat kesusahan saat membawanya, malah ia membawa nampan tersebut sembari tersenyum.

"Ini makan siangmu, Sakura-chan"

Sakura membalas dengan senyum dan anggukan kecil.

Ia langsung mengambil sumpit, mengambil potongan salmon pertama dan memasukannya kedalam mulut secara perlahan, Sakura menikmati salmonnya dengan sesekali menyeruput gelas berisi ice tea di sampingnya.

Sakura mengadah, ia merasakan ada seseorang yang menghampiri mejanya, fellingnya menyuruh untuk menatap Naruto. Dan benar, Sakura dapat melihat Naruto tengah tersenyum dengan satu tangannya yang melambai entah pada siapa.

Dan saat Sakura berpaling kebelakang, ternyata orang yang Naruto sapa adalah gadis yang membuat mood Sakura sejak tadi pagi buruk, Shion.

Shion menghampiri meja Naruto dan Sakura dengan sebuah nampan berisi nasi kari ditangannya.

Dengusan kesal keluar begitu saja dari bibir Sakura.

"Hai Naruto-kun, Sakura-san."sapa Shion.

"Hai Shion-senpai"balas Naruto

Sakura tak langsung membalas, ia memalingkan wajah sesaat untuk menghela nafas kasar, setalah itu baru ia menatap Shion dengan wajah tersenyum.

"Konichiwa, Shion-senpai."

"Shion-senpai mau kemana?"tanya Naruto.

"Aku sedang mencari meja untuk duduk, tapi sepertinya semua meja telah penuh."

Naruto menatap sekeliling, memang benar semua meja saat ini tengah penuh, maklum saja, tadi pagi seluruh anak kelas 10 ada jam olahraga.

Anak yang biasanya hanya minum susu atau yogurt saat istirahat, hari ini mereka lebih memilih makan siang berat di kantin untuk mengisi energi mereka yang telah habis.

"Duduk disini saja Shion-senpai."ucap Naruto seraya menarik kursi di sampingnya, mempersilakan Shion untuk duduk.

Mata Sakura membulat karna kaget dan kesal, ia tak menyangka Naruto akan menyuruh Gadis ini untuk duduk bersama mereka.

Di bawah meja tangan Sakura mencengkeram keras rok miliknya, mencoba menahan emosi.

Sakura juga tak henti mengumpati Naruto dalam hati.

"Benarkah, apa tidak masalah aku duduk disini?"tanya Shion memastikan.

"Tentu saja, disini masih kosong kok."Sahut Naruto.

"Sakura-san, apa tidak masalah aku duduk disini?"

"Ten..tentu saja, untuk apa aku keberatan hehehe."jawab Sakura dengan tertawa garing.

"Terimakasih yah."Shion tersenyum dan langsung duduk di samping kursi Naruto.

"Kono baka-Naruto"

Bersambung...

Maaf karna baru sempet up lagi hehehe, Akhir-akhir ini feels menulis bener-bener down.story ini aja d sebelah udah ga pernah d up lagi hehehe :vsemoga aja feels nulis bisa datang kembali wkwkwkSee U