Yixing Zhang

The Charm Boy from Ravenclaw

.

.

.

With

.

Xiao Cheng

The Herbology Girl from Hufflepuff

.

.

.

Mr. Charm and Ms. Herbology

.

.oOo.

Dia selalu di sana, si tuan Mantra. Duduk di pojok dekat dengan Bagian Terlarang, membaca buku yang berkaitan dengan Mantra. Dia kelihatan sangat intelijen. Apalagi dengan kacamata dan jubah biru laut khas Ravenclaw. Xiao sangat mengagumi nya.

"Kau sudah memperhatikan Zhang selama dua jam tanpa berkedip, kau tahu?"

Xiao refleks berkedip dua kali. Dia menoleh ke samping dan mendapati wajah Grace Kertia, sahabat masa kecilnya, yang kesal.

"Kau bercanda, ya?" Tanya Xiao, agak sebal. "Aku mana mungkin memperhatikannya sampai selama itu."

Grace memutar bola matanya malas. "Kau saja yang tidak sadar. Setiap kau mulai memperhatikan Zhang, kau akan melupakan eksistensi yang lain didunia dan fokus hanya padanya."

Sekarang Xiao mulai merasa ngeri. Sebegitunya kah pengaruh Zhang? Buruk sekali. Selama ini Xiao hanya fokus terhadap Snitch dan Herbologi. Benar benar tak bisa dibi—

"Lihat? Kau mulai fokus terhadap nya lagi." Grace berkata agak keras, membuat Madam Pince dan penghuni lain perpustakaan melotot ke arah mereka berdua.

Xiao memberikan tatapan minta maaf pada semua, lalu memukul pelan lengan Grace. "Bisa pelan sedikit? Ini perpustakaan."

Grace mendesis, menatap tajam ke arah Xiao. Gadis berambut pirang keriting itu mulai membereskan perkamen dan buku bukunya.

"Tunggu, kau mau kemana?" Tanya Xiao, merasa bingung.

"Aku sudah selesai dan aku ada janji dengan Vernon," Grace kembali menatap Xiao tajam. "Dengar, Cheng. Jika kau menyukai Zhang, maka bicaralah dengannya. Jangan buat aku merasa frustasi dengan terus bengong ke arahnya. Ini tahun O.W.L. kita dan aku tidak mau kau gagal hanya karena terus menerus melamunkan Zhang dan bukannya belajar."

Dan dengan tatapan tajam yang lain, Grace menghilang di balik rak rak menuju pintu keluar.

Jika tatapan secara harfiah memang setajam pisau, maka Xiao pasti sudah mati berkali kali karena Grace banyak menusuknya hari ini.

Tapi, apa yang dikatakan gadis Kertia itu ada benarnya juga. Xiao tidak bisa terus terusan melamun sementara mereka dituntut belajar ekstra untuk O.W.L. tahun ini. Apa Xiao harus benar benar bicara pada Zhang? Memangnya mau bicara apa?

Xiao menghela napas. Lebih baik dia fokus terhadap essay Herbologi sepanjang dua kaki nya tentang Mimbulus Mimbletonia.

Xiao beranjak dari duduknya, menyusuri rak rak Herbologi yang berdekatan dengan rak rak Mantra. Saat ketemu, buku yang Xiao butuhkan malah ada di rak paling atas. Dan sialnya, Xiao lupa membawa tongkat.

Menjinjit, masih tidak sampai. Melompat, masih juga tidak sampai. Pilihan terakhir adalah memanjat. Xiao menoleh ke kanan dan kiri, ketika pasti tak ada orang disekitarnya. Xiao mulai memanjat.

Sedikit lagi, dan...

"Oh, apakah itu seorang Lady yang ku Lihat memanjat?"

Xiao terkejut dengan suara Zhang yang tiba tiba terdengar, membuat pijakan kakinya menjadi tak seimbang dan terpeleset jatuh mencium lantai perpustakaan. Bunyi 'gedebuk' keras disertai dengan teriakan agaknya berhasil membuat Madam Pince terpengaruh untuk bangkit dari tempatnya.

"Tidak bisakah kalian tenang? Ini perpustakaan!" Madam Pince berkata dengan raut galak.

"Maaf Madam, miss Cheng tadi jatuh tersandung jubahnya." Xiao melotot dengan jawaban yang diberikan Zhang. Apa apaan? Memangnya Xiao ini anak dungu?

Madam Pince menipiskan bibirnya. "Lain kali berhati hatilah dengan jubahmu miss Cheng." Setelah mengatakan itu, Madam Pince kembali ke tempat asalnya.

"Kau tidak apa apa?" Zhang mengulurkan tangannya.

Xiao menyambut tangan itu dengan mata melotot tajam. "'Tersandung jubah'? Kau pikir aku orang dungu?"

Mendengar nada sarkas dari Xiao, Zhang kelihatannya tidak tersinggung. Dia malah tersenyum manis yang menunjukkan sepasang dimple nya, membuat Xiao hampir meleleh di tempat.

Xiao berdiri dan membersihkan debu dari seragam dan jubah Hufflepuff nya. Sementara dia membersihkan, Zhang mengambil buku yang tadi Xiao incar.

"Kau ini sangat suka Herbologi, ya?" Tanya Zhang, sembari memberikan buku itu pada Xiao.

Xiao menerimanya dan bergumam, "Sok tahu."

Zhang menaikkan kedua alisnya. "Aku tahu karena memang setiap kau ke perpustakaan kau selalu ke bagian Herbologi dan mengambil buku di sana."

Eh? Benarkah begitu? Yah, pelajaran profesor Longbottom terlalu menarik untuknya. Jadi tidak bisa disalahkan.

"Aku suka Herbologi."

"Ya, dan aku suka perempuan yang rajin belajar sepertimu." Xiao merasa ada yang mengusai puncak kepalanya, dan itu adalah tangan Zhang. "Sampai jumpa, nona Herbologi." Dan setelah itu Zhang pergi meninggalkan perpustakaan.

Sepertinya Grace salah. Karena Xiao merasa setelah berbicara dengan Zhang kali ini dia harus berusaha keras menenangkan jantungnya yang menggila.

"Tunggu, kenapa dia bisa tau aku selalu mengambil buku Herbologi setiap ke perpustakaan?"

.oOo.

Ada yang kenal Cheng Xiao Cosmic Girl? Pasti kenal dong?

Selama ini aku gak terlalu kenal sama Cosmic Girl, tapi aku sering banget denger nama Cheng Xiao di mention sama temen seperKPOPan ku. Di Ff juga sering.

Dan ya, dia cantik banget. Pokoknya wow.

Aku gak tau kenapa aku pasangin dia sama bang Lay. Tapi ini terjadi begitu aja, dan aku merasa udah klop untuk mereka berdua. Tolong mengerti juseyo